MAYBRAT, (Maybrat News) – Kementerian Agama Kabupaten
Maybrat, menggelar Pembinaan, Sosialisasi dan Penyuluhan bagi 35
Penyuluh Agama non PNS dari wilayah Ayamaru, Aitinyo dan Aifat.
Pada kegiatan ini dirangkaikan dengan penyampaian SK Penyuluh,
Penandatanganan Kontrak Kerja Penyuluh tahun 2019, serta Shearing.
“Ini dilakukan agar tata cara pengisian laporan penyuluh, berjalan
baik dan lancar guna peningkatan pelayanan kepada jemaat di
masing-masing wilayah,” kata Agustinus Kombubui, Sekretaris Kementerian
Agama Kabupaten Maybrat, Kamis (9/5/2019), di GKI Sion, Kumurkek.
Lanjut dia, tugas yang diberikan merupakan amanah dan panggilan untuk
bekerja dengan melayani misi Kristus, bagi sesama terutama menyampaikan
pesan Injil yaitu bersaksi, besekutu dan saling melayani sesama jemaat.
“Jadi, tugas penyuluh adalah untuk melayani jemaat dalam pembinaan
disetiap unsur-unsur yang ada agar mereka tidak jalan sendiri, tetapi
penyuluh selalu hadir memberi penyegaran firman dalam hidup
sehari-hari,” ucapnya.(es)
Bupati Maybrat, Drs Bernard Sagrim, saat menyerahkan penghargaan Pangkat (terakhir) IVe, kepada Sekda Drs. Agutinus Saa.
MAYBRAT, (Maybrat News)– Pemerintah Pusat
(Pempus), melalui Bupati Kabupaten Maybrat, Drs. Bernard Sagrim, MM,
memberikan penghargaan pangkat (terakhir) IVe atau jenderal penuh kepada
Sekda Maybrat, Drs. Agustinus Saa, M.Si.
Pemberian penghargaan ini, karena selama 10 tahun menjabat Sekda,
tidak ada kenaikan pangkat, maupun gaji berkala dan lain-lain. Hal ini,
karena kenaikan pangkat terakhir telah ia peroleh selama bertugas di
Kabupaten Sorong Selatan.
Bupati Maybrat, Drs. Bernard Sagrim, MM, saat ditemui mengaku terharu
saat menyerahkan SK pangkat puncak (jenderal) terakhir kepada Agustinus
Saa, karena selama bertugas di Tanah Papua, dirinya dapat mengakhiri
tugasnya di negeri sendiri A3 (Ayamaru, Aitinyo dan Aifat).
“Apa yang diraih pak Agustinus, menjadi inspirasi bagi pegawai muda,
agar dapat belajar dari pengalaman hidup dan kariernya. Kalau nantinya
sama atau tidak, paling tidak mendekatilah. Mental-mental yang cepat
kaya, mempunyai mobil, rumah mewah dan istri dua, padahal baru kerja,
itu supaya ditinggalkan,” ujar Sagrim.
Sementara, Sekda Maybrat, Drs. Agustinus Saa, mengatakan penghargaan
yang diterima ini, karena pengabdiannya kepada Negara, sehingga wajib
mengabdi hingga masa tugas berakhir (60 tahun).
“Saya mulai kerja di beberapa kota di tanah Papua, yakni Merauke,
Wamena, Kabupaten Jayapura, Wamena, Timika, Wamena, Kota Jayapura,
Kabupaten Sorong, Sorong Selatan dan Kabupaten Maybrat,” ucapnya.
Agustinus menyebutkan selama berkarir dirinya tiga kali menjabat
Kepala Distrik, Kepala Bidang tiga kali, Kasubag empat kali, dan
merangkap jabatan tiga kali di tiga Bidang.
“Karena prestasi, maka saya diangkat jadi Kepala Bappeda di Wamena,
kemudian dipindahkan ke Bappeda di Kota Jayapura 5 tahun, Kepala Bappeda
di Kabupaten Sorong, Kepala Bappeda 8 tahun di Sorong Selatan, dan
mengabdi di Maybrat 10 tahun,” tukas Agustinus.
“Tadi terima pangkat penghargaan negara, pangkat karier sudah habis
di Teminabuan (Sorong Selatan). Selama kerja di Maybrat ini tidak naik
pangkat dan kenaikan gaji berkala. Penghargaan IVe berarti Jenderal
penuh,” sebut Agustinus.
Agustinus, mengatakan selama menjabat, belum pernah di nonjobkan,
kredit pegawai dan nama tidak masuk di LHP (Laporan Hasil Temuan) dari
BPK.
“Ini karena kita melaksanakan tugas dengan jujur, setia dan
dengar-dengaran, maka semua orang berdoa untuk kita, sehingga yang
didapat adalah panjang umur, memangku jabatan juga lama dan fisik kita
sehat,” terang Agutinus.(es)
MAYBRAT, (Maybrat News)– Wakil Ketua Tim Pemekaran
Kabupaten Maybrat Sau, Kornelis Kambu, S.Sos, MSi, mengatakan tim dari
UGM, Jogjakarta, akan mempresentasekan hasil kajiannya, terkait Daerah
Otonomi Baru (DOB) di wilayah Maybrat, yakni Kabupaten Maybrat Sau dan
Aitinyo.
“Rencananya, Selasa, (7/5/2019) .
Tim UGM, akan mempresentasikan hasil
kajian akademiknya ke Pemda Maybrat di Jakarta,” ungkapnya, Senin siang. “Sebagian tim sudah di Jakarta, sedangkan, saya selaku wakil tim pemekaran, Selasa baru berangkat,” sambungnya. Menurutnya, hal ini terlihat adanya komitmen kepala daerah, kaitan
dengan visi dan misinya memekarkan daerah ini menjadi tiga DOB.
“Komitmen pemerintah sudah jelas, tinggal bagaimana respon masyarakat
untuk bersatu mendukungnya, terutama berkaitan dengan dokumen pemekaran
tersebut,” tuturnya.
“Tim kajian UGM juga sudah membahas termasuk melakukan kajian
lapangan di Maybrat. Dan kita percaya adanya kepemimpinan baru Presiden
terpilih, mudah-mudahan secepatnya bisa terwujud,” terangnya.
Ditanya, daerah mana yang menjadi prioritas dalam perjuangan
pemekaran ini, kata dia, adalah Kabupaten Maybrat Sau dan sebagai
persiapan lainnya Kabupaten Aitinyo Raya.
“Hasil presentase nanti, semisal ada yang kurang tinggal bagaimana Pemda akan memberi pembobotan,” ucapnya.
Dia menuturkan yang hadir dalam presentase tersebut, yakni Asisten I,
Staf Ahli Bidang Pembangunan, Kabag Pemerintahan Umum dan Kabag Hukum.
“Penjabat Pemda ini sudah ada di Jakarta. Untuk bupati akan berangkat dari Manokwari langsung ke Jakarta,” ungkapnya.
Dia berharap seluruh masyarakat Maybrat dapat bersatu dan berkomitmen
untuk secepatnya kita dapat mewujudkan tiga daerah ini menjadi Daerah
Otonomi Baru.
Disinggung lembaga mana saja yang ikut hadir dalam presentasi ini, lanjut dia, hanya pihak akademisi UGM dan Pemda Maybrat.
“Karena ada dokumen yang akan isi untuk revitalisasi dengan melihat
aspek Undang-undang (UU) 23 Tahun 2004. kalau sudah oke, maka kita akan
dorong ke Dirjen Otonomi Daerah (Otda),” jelasnya.
“Pemekaran ini tujuannya untuk memperpendek renta kendali pembangunan
demi kesejahteraan masyarakat. Untuk Kabupaten Maybrat Sau ibukotanya
di Ayamaru dan Aitinyo di Aitinyo,” tutupnya. (es)
MAYBRAT, (Maybrat News) - Gabungan Organisasi Wanita
(GOW), Kabupaten Maybrat, menggelar Hari Ulang Tahun (HUT), R.A Kartini
ke-140, di aula Sekwan DPRD di Kumurkek.
Sedianya HUT R.A Kartini, dilaksanakan tanggal 21 April 2019 lalu,
namun bertepatan dengan kegiatan pesta demokrasi Pilpres dan Pileg,
serta Paskah bagi Nasrani, maka diundur pelaksanaannya, Senin
(6/5/2019).
Wakil Bupati Kabupaten Maybrat, Drs. Paskalis Kocu, M.Si, mengatakan
peran perempuan saat ini berjalan sejajar, seimbang dan maju, karena
ketokohan R.A Kartini.
“Ini sejarah hidup yang dialami R.A Kartini atau kaum perempuan saat
itu, tetapi saat ini, perempuan diberi ruang yang sama untuk berkarya di
dunia birokrasi, politik, sosial kemasyarakatan, pengembangan sumber
daya manusia, adat, bisnis, keagamaan dan lainnya,” ujar Paskalis.
Diharapkan, khususnya di dunia pollitik, kuota perempuan 30 persen,
lima tahun lagi dapat mengisi kursi terbanyak di DPRD Kabupaten Maybrat.
“Kehebatan suami karena dibelakangnya ada kehebatan seorang
perempuan. Sehingga kedepan kegiatan organisasi perempuan ditingkat
distrik dan kabupaten lebih ditingkatkan,” ucap Paskalis.
Ketua GOW Kabupaten Maybrat, Paulina Wafom. SE, mengatakan dalam
menyambut HUT R.A Kartini, pihaknya telah menggelar berbagai lomba
Diantaranya, pengobatan masal, senam jantung sehat dan penanaman 100
pohon.
“Ini merupakan giat organisasi wanita wanita di Kabupaten Maybrat,
guna mendukung visi dan misi kepala daerah dan wakil kepala daerah,”
sebut Paulina.
Diharapkan, organisasi perempuan, dapat tingkatkan persatuan dan
kesatuan guna membangun kabupaten Maybrat. Terlebih meneladani
perjuangan R.A Kartini.
“Perempuan Maybrat kedepan tidak hanya berkiprah di dunia birokrasi, tetapi juga di politik, bisnis dan lainnya,” tutur Paulina.
Kegiatan ini juga dihadiri, pimpinan OPD, penasehat GOW, Ketua DWP
Maybrat, pengurus organisasi perempuan ditingkat distrik, organisasi
Persik, PW tingkat Klasis Ayamaru, Aitinyo dan Aifat dan WKRI Paroki St.
Yosef Ayawasi.(es)
MAYBRAT, (Maybrat News) - Gabungan Organisasi Wanita
(GOW), Kabupaten Maybrat, menggelar Hari Ulang Tahun (HUT), R.A Kartini
ke-140, di aula Sekwan DPRD di Kumurkek.Sedianya HUT R.A Kartini, dilaksanakan tanggal 21 April 2019 lalu,
namun bertepatan dengan kegiatan pesta demokrasi Pilpres dan Pileg,
serta Paskah bagi Nasrani, maka diundur pelaksanaannya, Senin
(6/5/2019).
Wakil Bupati Kabupaten Maybrat, Drs. Paskalis Kocu, M.Si, mengatakan
peran perempuan saat ini berjalan sejajar, seimbang dan maju, karena
ketokohan R.A Kartini.
“Ini sejarah hidup yang dialami R.A Kartini atau kaum perempuan saat
itu, tetapi saat ini, perempuan diberi ruang yang sama untuk berkarya di
dunia birokrasi, politik, sosial kemasyarakatan, pengembangan sumber
daya manusia, adat, bisnis, keagamaan dan lainnya,” ujar Paskalis.
Diharapkan, khususnya di dunia pollitik, kuota perempuan 30 persen,
lima tahun lagi dapat mengisi kursi terbanyak di DPRD Kabupaten Maybrat.
“Kehebatan suami karena dibelakangnya ada kehebatan seorang
perempuan. Sehingga kedepan kegiatan organisasi perempuan ditingkat
distrik dan kabupaten lebih ditingkatkan,” ucap Paskalis.
Ketua GOW Kabupaten Maybrat, Paulina Wafom. SE, mengatakan dalam
menyambut HUT R.A Kartini, pihaknya telah menggelar berbagai lomba
Diantaranya, pengobatan masal, senam jantung sehat dan penanaman 100
pohon.
“Ini merupakan giat organisasi wanita wanita di Kabupaten Maybrat,
guna mendukung visi dan misi kepala daerah dan wakil kepala daerah,”
sebut Paulina.
Diharapkan, organisasi perempuan, dapat tingkatkan persatuan dan
kesatuan guna membangun kabupaten Maybrat. Terlebih meneladani
perjuangan R.A Kartini.
“Perempuan Maybrat kedepan tidak hanya berkiprah di dunia birokrasi, tetapi juga di politik, bisnis dan lainnya,” tutur Paulina.
Kegiatan ini juga dihadiri, pimpinan OPD, penasehat GOW, Ketua DWP
Maybrat, pengurus organisasi perempuan ditingkat distrik, organisasi
Persik, PW tingkat Klasis Ayamaru, Aitinyo dan Aifat dan WKRI Paroki St.
Yosef Ayawasi.(es)
Bupati Kabupaten Maybrat, Drs. Bernard Sagrim , MM.
MAYBRAT, (Maybrat News) - Bupati Kabupaten Maybrat, Drs.
Bernard Sagrim, MM, menilai kualitas Aparatur Sipil Negara (ASN), saat
ini masih jauh dari yang diharapkan. Selain minimnya keahlian, motivasi
mereka dalam melayani masyarakat pun masih sangat rendah.
“Memang semua orang menyandang title, tetapi titelnya berisi atau
tidak, ini nampak pada pejabat-pejabat kita yang ada, tadi disentil
lewat sambutan, pejabat itu harus betul-betul profesional, kompetensi,
disiplin tinggi dan integritas yang baik, supaya dapat membangun daerah
ini,”tegas Sagrim, Jumat, (3/5/2019).
Menurut Sagrim, kabupaten ini tidak bisa dibangun oleh orang-orang
yang punya pikiran dua, tiga dan kaki dua, tiga dan empat. Itu tidak
ada, harus mempunyai komitmen tinggi sesuai dengan moto kita, yaitu
Nehaf Sau Bonout Sa, Satu Hati Satu Komitmen, sehingga kita bisa
komitmen dan membangun masyarakat dan daerah ini.
“Pejabat yang sekarang ini hanya kejar jabatan, bukan bekerja
sesungguhnya untuk membangun daerah, itulah kelemahan yang dimiliki
orang kita di Maybrat ini,” terang Sagrim.
Untuk itu, Sagrim meminta Sekda dan Wakil Bupati, agar segera
membenahi persoalan tersebut. “Kalau mereka tidak mampu, sebaiknya
mundur, karena masih ada orang lain yang siap bekerja,” ucap Sagrim.
“Kita baru mulai paska rekonsiliasi 3 Oktober 2019 lalu, semestinya
kita harus spirit semangatnya atau lebih cepat sebab kekuatan kita sudah
utuh,” ungkap Sangrim.
Sangrim mengakui, secara defacto dan dejure kita sudah damai dan
bersatu, tetapi kenyataannya lain, masih ada faksi kecil-kecil.
“Misalnya kita masih bicara Pemilu, tapi mereka sudah bicara Pemilu 2024
nanti. Itu sangat berbahaya sekali,” ujar Sagrim.
“Jabatan yang dipercayakan setidaknya bekerja sungguh-sungguh, sebab
jabatan itu adalah kepercayaan dan didasari kompentensi yang dimiliki
dan integritas,” tutup Sagrim.(es)
PEMDA lakukan pemusnaan Minuman Keras (Miras) dengan mengunakan alat berat (Ecxa Factor)
MAYBRAT, (Maybrat News) - Di hari jadi PEMDA Maybrat yang ke-10
tahun, tanggal 3 Mei 2019. Pemerintah setempat
melakukan pemusnaan 765 Minuman keras (miras), berbagai merek, hasil sitaan
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), di Distrik Ayamaru Barat.
Pemusnaan Miras yang dilaksanakan di lapangan Vaitmayaf tersebut,
merupakan hasil tangkapan dari Januari sampai dengan April 2019,
diantaranya, Vodka 165 botol, Bir Bintang 100 kaleng dan Cap Tikus (CT)
100 botol.
Bupati Maybrat, Drs. Bernard Sagrim, MM, mengatakan pemusnaan Miras
ini sebagai bentuk komitmen Pemda Maybrat, dalam memerangi peredaran
Miras diwilayah tersebut. Kita sudah lakukan pemusnahan, dan ini sebagai tanda kita mulai
perketat pengawasan yang dianggap marak di kabupaten ini,” ungkap
Sagrim.
Perda Nomor 7 tahun 2015 tentang Miras sudah ada, hanya bagaimana
kita tegas dan tegakan dan melarang siapapun menjual atau
mengkomsumsinya,” terang Sagrim. Sagrim menambahkan, Miras merupakan salah satu faktor perusak generasi penerus bangsa, lebih khususnya kita orang Papua.
“Memang adanya Miras, bisa meningkatkan Pendapatan Asli daerah (PAD),
tetapi kita harus pikir keselamatan orang kita asli Papua. Karena itu
lebih penting. Masa gara-gara PAD semua orang asli Papua ikut
mati,”terang Sagrim.(es)