"Nehaf Sau Bonout Sau" "Satu Hati Satu Komitmen"

Sabtu, 30 Oktober 2021

Diklat Ramah Lingkungan Anak Usia Dini Bagi Guru PAUD/TK di Kabupaten Maybr

MAYBRAT, (Maybrat News) - Kordinator pendidikan dan pelatihan (Diklat) ramah lingkungan anak usia dini di kabupaten Maybrat Provinsi Papua Barat, Marius Air mengutarakan kegiatan yang dilaksanakan oleh Kementerian Pendidikan RI dan Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI) dalam kegiatan pelatihan sesuai tema pendidikan ramah lingkungan anak usia dini PAUD/TK di Kabupaten Maybrat.

Dengn jumlah peserta dalam kegiatan dua hari ini, sebanyak 20 Guru PAUD/TK yang ada di kabupaten Maybrat untuk dua wilayah ini.

"Jadi kegiatan ini dilaksanakan di seluruh tanah Papua. Sedangkan di Papua Barat hanya kabupaten Maybrat, yang di bagi dua zona yaitu Aifat dan Ayamaru,"ujarnya Jumat, (29/10/2021).

Kegiatan pembukaan tadi, menurut Marius Air dihadiri Kepala Seksi Paud/Tk Dinas Pendidikan Kabupaten Maybrat, Melkias Momao, S.Pd dan dari Dirjen Paud/TK dan KWI melalui video conference (Vicon).

Selain itu, kata Marius Air yang sering di sapa Riky menekankan untuk mencapai hal itu, perlunya lingkungan sekolah yang bersih, aman, dan nyaman. Dibutuhkan pula transparansi, akuntabilitas, keterbukaan informasi serta penegakan hukum yang jelas. Adanya kerja sama antara tenaga kependidikan dengan murid dan orang tua

Untuk eksenya kata Marius Air setelah kegiatan pelatihan akan dibentuk kordinator Paud/TK untuk kedua wilayah ini. Sehingga, kedepan ada kegiatan yang dicanangkan oleh Kemendikbud RI dan KWI bisa saling berkordinasi dalam kegiatan pendidikan ramah lingkungan anak usia dini di waktu yang akan datang. (ES)

 

 

Kamis, 28 Oktober 2021

PEMKAB Maybart Lakukan Acara Pelepasan & Perpisahan 28 Tenaga Nusantara Sehat

 
Sorong, (Maybrat News) - Pemerintah Daerah Kabupaten Maybrat gelar perpisahan dan pelepasan tenaga Nusantara Sehat (Ners) yang ditugaskan di Maybrat berdasarkan kontrak kerjasama pemerintah daerah Kabupaten Maybrat dengan Kementerian Kesehatan RI yang menempatkan 48 orang selama 2 tahun yaitu dari Oktober 2019 sampai Oktober 2021.

Empat Puskesams yang melakukan perpisahan dengan tenaga (Ners) yaitu Puskesmas Aifat Selatan, Aifat Timur, Aifat Utara dan Mare di Moi Park Tanjung Kasuari (Tankas) Kota Sorong Minggu, (24/10/2021).

Hadir dalam perpisahan tersebut Asisten II Setda Maybrat, Engelbertus Turot, SP, M.Si, Kepala Dinas Kesehatan, Paber Hutahaean  5 Kepala Puskesmas, tenaga (Ners) dari Puskesmas Aifat Timur sebanyak orang, Puskesmas Aifat Selatan 7 orang, Aifat Utara 7 orang dan Mare 7 orang serta tamu undangan yang hadir.

Asisten II Setda Maybrat, Engelbertus Turot dalam sambutanya mengatakan kehadiran tenaga (Ners) yang berjumlah 48 orang di kabupaten Maybrat pada Oktober 2019 lalu, selama bertugas banyak ada suka duka yang dialami tenaga NS, dimana kehadiran mereka (red) telah membantu kita di Maybrat dalam kerja pelayanan kesehatan, administrasi dan lainnya.

"Kami sampaikan terima kasi atas kebaikan, kerja keras, telulusan, dan ilmu yang diberikan selama pengabdian 2 tahun di Maybrat. Apa yang diberikan itu sangat berharga bagi kami. Semoga pengabdian anda selama dua tahun, tugas selanjutnya dan keluarga anda diberkati,"terang Engelbertus Turot

Kepala Puskesmas Aifat Selatan, Yusuf Kie mewakili kepala puskesmas lainnya mengatakan kami sangat mengapresiasi kehadiran tenaga nusantara sehat yang ditempatkan di beberapa Puskesmas di kabupaten Maybrat sangat membantu dan membawa perubahan yang sangat baik.

"Hari ini, hanya 4 Puskesmas yang melakukan perpisahan di Sorong sedangkan puskesmas lain sudah ditempat tugas masing-masing,"terangnya.

Kehadiran dan pelayanan tenaga (Ners) kata Yusuf Kie itu luar biasa, masyarakat alami sentuhan yang baik, tulus dan menyatu dengan masyarakat. Seperti ini yang pemerintah daerah terus melakukan kerjasama dengan Kemenkes RI karena dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat. (ES)

 

Ormas Bapera & Dinas Pendidikan Maybrat Peringati Hari Sumpah Pemuda

MAYBRAT, (Maybrat News) - Barisan Pemuda Nusantara (Bapera) berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Maybrat Provinsi Papua Barat melakukan upacara bendera guna memperingati hari sumpah pemuda ke-93 yang diselenggarakan di lapangan sepak bola kali wensi Distrik Ayamaru Barat, Kamis (28/10/2021)

Ketua Bapera Kabupaten Maybrat, Kornelius Kambu berperan sebagai Inspektur upacara dalam arahannya mengatakan, melalui momentum ini, pemuda harus berkomitmen untuk membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) menjadi jauh lebih maju terutama di Kabupaten Maybrat. Mengingat pemuda merupakan generasi bangsa dan negara yang harus menjadi manusia pembangun di negeri sendiri.

“Kita semua yang hadir pada kesempatan ini maupun yang tidak hadir, kita memiliki sebuah kewajiban untuk mendukung pemuda Maybrat dan pemuda itu sendiri akan melakukan pergerakan guna membangun Maybrat menjadi jauh lebih maju guna menjaga NKRI,” tegas Kornelius Kambu.

Oleh karena itu, panitia melibatkan siswa-siswi, para guru, anggota Bapera dan seluruh masyarakat untuk memeriahkan hari sumpah pemuda tersebut.

“Hadir juga siswa-siswi, para guru, masyarakat dan organisasi Bapera ini dalam rangka meningkat kembali perjuangan pemuda untuk kemerdekaan NKRI tercinta kita ini,” tutur Kornelius.

Hari sumpah pemuda tahun ini diselenggarakan sangat meriah dihadiri para pemuda Maybrat dan masyarakat hingga berakhir dengan tertib dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. (VB)

 

 

Selasa, 26 Oktober 2021

Bakal Jemaat Moria Way-U Merayakan HUT Ke-65 GKI di Tanah Papua

MAYBRAT, (Maybrat News) - Bakal Jemaat Gereja Kristen Injili (GKI) Moria Way-U Bakal Klasis Aitinyo Kabupaten Maybrat merayakan HUT ke-65 GKI di tanah Papua dibawah sorotan tema Datanglah Kerajaan-Mu yang dikutip dari Injil Matius 6:10a, Selasa (26/10/2021).

Badan Pekerja Bakal Klasis Aitinyo, Agustinus Way mengajak jemaat Bakal Klasis Aitinyo agar dapat merenungkan dan menghayati Injil masuk ke tanah Papua. Hal ini karena Allah sangat mencintai jemaat-Nya sehingga bumi Ayamaru, Aitinyo dan Aifat (A3) mendapat berkat Tuhan. Dan berkat Tuhan telah terbukti di bumi A3.

“Usia 65 tahun ini sudah dewasa. Maka kita juga harus dewasa dalam pelayanan dan pewartaan agar Firman Tuhan tetap tertanam di dalam hati kita melalui perbuatan dan tutur kata,” ungkap Agustinus.

“Usia GKI di tanah Papua sudah 65 tahun. Oleh Karena itu, mari kita mengembangkan ajaran Yesus dengan mewartakan Injil di tanah Papua terutama bumi A3. Sehingga perilaku kita semua harus mengikuti ajaran firman Tuhan untuk mengubah karakter menjadi jauh lebih baik agar pembangunan terus terlaksana maksimal,” tegas Kornelius Kambu.

Perayaan Hut ke-65 tahun GKI di Tanah Papua ini dirayakan dalam ibadah dan dilakukan pelelangan hasil pertanian jemaat untuk pembangunan gereja diikuti oleh seluruh jemaat dengan antusias hingga berakhir dengan aman dan tertib serta menerapkan protokol kesehatan yang ketat. (VB)

 

KAPUS Ayamaru Memberikan Sosialisasi Stunting Pada Ibu Hamil

MAYBRAT, (Maybrat News) - Kepala Puskesmas Ayamaru Kabupaten Maybrat bersama tenaga kesehatan, menyelenggarakan sosialisasi bimbingan program konseling terpadu tangani stunting (Posting) dan demonstrasi makanan pada ibu hamil. Sosialisasi ini diselenggarakan di Puskesmas Ayamaru, Senin (25/10/2021)

Kepala Puskesmas Ayamaru Kabupaten Maybrat, Mira Maria Kambu, S.Km saat ditemui mengatakan, sosialisasi ini merupakan kewajiban puskesmas setempat untuk dilakukan karena sangat apenting bagi anak-anak sehingga dapat dicegah sejak dini mengingat telah terdapat kasus tersebut di Kabupaten Maybrat.

Pencegahan tersebut jelas Mira Kambu dengan cara menjaga pola makan yang bergizi seperti Empat sehat Lima sempurna sejak ibu hamil dan menjaga kesehatan tubuh.

“Dengan pola makan yang baik dan benar serta bergizi, maka anak akan tumbuh secara sehat. Oleh karena itu kami juga melakukan demonstrasi makanan bergizi kepada ibu hamil,” jelas Mira.

Kepala Puskesmas Ayamaru ini berjanji akan melakukan perubahan di Kabupaten Maybrat agar masalah stunting dapat diminimalisir. Hal ini akan dilakukan launching sehingga program tersebut terus dilakukan. Mengingat generasi emas Maybrat harus diperhatikan untuk mengubah Maybrat agar kedepan jauh lebih maju.

“Di Maybarat ini sudah ada kasus stunting. Maka kami harus melakukan sosialisasi yang maksimal kepada masyarakat agar dapat mencegah sehingga Maybarat bisa menciptakan generasi yang sehat dan kuat. Karena tanpa SDM yang berkualitas, maka sia-sialah pembangunan di negeri tercinta ini,” terangnya.

Dengan adanya kasus tersebut, maka Kepala Puskesmas Ayamaru ini mengangkat tema bimbingan program konseling terpadu tangani stunting (Posting) pada pelatihan kepemimpinan pengawas tahun 2021.

Sosialisasi ini dihadiri Babinsa Ayamaru, para ibu hamil dan ibu masa subur se-lingkup wilayah puskesmas Ayamaru dengan antusias dan mengikuti demonstrasi cara masak makanan sehat untuk ibu hamil secara cermat. (VB)

 

 

 

"Jemaat Imanuel Jitmau Rayakan HUT GKI Ke-65 Dengan Ibadah Bersama"


MAYBRAT, (Maybrat News) - Gerea Kristen Injili Di Atas Tanah Papua (GKI) merupakan simbol peradaban orang Papua. ungkap Pdt. Rolly Pasalbesi, S.Si. Menuruttnya gereja ini merupakan simbol bagi bangsa yang ada di atas Tanah Papua, maka itu kita jangan bangun gereja sembarang-sembarang, 

Mengapa gereja ini di beri nama Gereja Kristen Injili (GKI), maksud pemberian nama ini supaya orang Papua sendiri yang akan berdiri memimpin bangsanya sendiri. makanya sampai saat ini ketua sinode tidak bisa orang luar dan berambut lurus seperti orang Batak, orang Toraja, orang Ambon semua tidak ada, yang ada hanya orang Papua dan tetap orang Papua, mengapa demikian, karena Gereja Kristen Injili ini merupakan simbol peradaban orang Papua.

"Jadi kalau bapa dan mama dorang keluar dari gereja ini (GKI) dan pindah ke tempat lain maka itu sama saja dengan bapa dan mama dorang jual harkat dan martabat bangsa Papua." 

Mengapa saya berkata demikian, Karena gereja ini tidak memakai nama Gereja Kristen Injili Di Tanah Ambon, Makasar jawa dan sebagainya, tetapi memakai nama Gereja Kristen Inili Di Tanah Papua.

Percaya tidak percaya nanti bapa ibu bisa ikut dan melihat sendiri dalam kehidupan sehari-hari, contoh ada yang bilang gereja ini tidak ada Roh Kus lah kalau memang tidak ada roh kudus, kenapa gereja ini (GKI) bisa ada, bisa berdiri baik visik bangunan dan rohaninya sampai dengan umur 65 tahun.

Mengapa Gereja Kristen Injili Di Tanah Papua ini tidk ada di jawa sana, tidak di bangun di Manado sana, Makasar, Medan dan lain-lain, mengapa..? Karena kita (GKI) ini lebih menghargai saudara-saudari kita yang berada di sana dan yang berbeda keyakinan. (Mrk)


 

 


Senin, 25 Oktober 2021

Sejarah Singkat HUT GKI Ke-65 Di Tanah Papua



MAYBRAT (Maybrat News)
- Gereja Kristen Injili Di Tanah Papua yang berdiri pada tanggal 26 Oktober 1956, setelah (101) tahun Zending melakukan Pekabaran Injil, hingga hari ini mencapai usia yang ke 65 tahun, di mana gereja menghadapi tantangan dan pergumulan panajang dan memberitakan injil, terbukti pada kurun waktu tahun 1946-1954, adalah masa pembangunan kembali dan persiapan menuadi sebuah gereja yang mandiri.

akhirnya harapan itu terwujud dengan dilaksananakanya sidang sinode pertama pada tanggal 18-28 Oktober 1956 di Gedung Gereja Harapan Abepura, dengan kehendak dan kuasa Allah, maka pada tanggal 26 Oktober 1956 dalam persidangan itu terbentuklah Gereja Kristen Injili Di Nedherland Nieuw Guinea.

Sejak itu gereja mengalami 4 (Empat) kali perubahan nama yaitu:

1. Gereja Kristen Injili Di Nedherland Nieuw Guinea

2. Gereja Kristen Injili Di Papua Barat

3. Gereja Kristen Inijili Di Irian Jaya dan yang terakhir hingga saat ini adalah

4. Gereja Kristen Injili Di Tanah Papua.

Hermanus Mori Musendi pada waktu berdirinya GKI Di Tanah Papua pada tanggal 18 Oktober 1956 berkata: " Tidak Ada Uang Dan Belum Ada Sarjana, tetapi semuanya itu bukan menjadi penghalang dan rintangan dan alasan bagi berdirinya satu gereja Tuhan di tanah ini (Papua), Injil Yesus akan terus bergema..!gereja ini berdiri diatas alas para rasul dan nabi dengan Yesus Kristus sebagai batu penjurunya. "...memang dahulu kamu adalah kegelapan tetapi sekarang dengan berkat Tuhan, kamu adalah terang di dalam Tuhan, sebab itu hiduplah sebagai anak-anak terang.."

Demikian sejarah singkat HUT GKI Ke-65 Di Tanah Papua. (Mrk)


Michael R Kareth "Pengisian Jabatan DOB PBD Wajib Prioritaskan Orang Asli Papua"

                                                    Dr. Michael Rafael Kareth, S.Hut, M.Si Dr. Michael R Kareth, S.Hut,  M.Si., mantan Aktif...