"Nehaf Sau Bonout Sau" "Satu Hati Satu Komitmen"

Rabu, 09 Juni 2021

Protes Terkait Penambahan Formasi CPNS, Bupati Maybrat Dihadang Pencaker

MAYBRAT, (Maybrat News) - Bupati Maybrat, Dr. Bernard Sagrim, Drs, MM,. diadang para pencari kerja (pencaker) karena mendapat informasi terkait penambahan kuota Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 1 persen.

Informasi ini tidak diterima para pencaker yang tidak mendapat jatah PNS pada formasi tahun 2018 lalu sehingga membuat situasi menjadi tegang.

Aksi yang dilakukan para pencaker hingga menutup jalan umum dan membuat akses lalulintas menjadi macet. Para pencaker ini meminta kepada Bupati Maybrat agar penambahan kuota CPNS harus adil dan merata.

Menyikapi hal tersebut, Bernard Sagrim menemui para pencaker untuk membenarkan hal ini agar dapat memahaminya. Mengingat informasi yang diterima belum mengetahui kebenaran yang pasti.

Bernard Sagrim menjelaskan, informasi terkait penambahan 1 persen untuk CPNS akan ditelusuri lebih lanjut sehingga mengetahui kepastian secara benar dengan cara menanyakan hal tersebut kepada Deputi Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB).

“Saya sudah sampaikan kepada pencaker untuk berikan saya waktu dengan bertemu Deputi Kemenpan RB. Besok Saya akan berangkat ke Jakarta untuk tanyakan hal tersebut. Jika benar ada penambahan 1 persen untuk CPNS, diperkirakan jalan terbaiknya bagaimana. Jika tidak ada penambahan, ya pencaker tunggu saja formasi tahun 2019,” terang Bernard Sagrim.

Usai menjelaskan hal tersebut, maka para pencaker menerima penjelasan tersebut dengan hati gembira sehingga dapat membubarkan diri secara tertib. (Mrk)

 

 

Bupati Maybrat Launching Layanan 4G Di Ayamaru

       Bupati Kabupaten Maybrat, Dr. Bernard Sagrim, Drs. MM., Saat Melaunching 4G di Ayamaru

MAYBRAT, (Maybrat News) - Masyarakat Ayamaru Raya dan Aitinyo Raya Kabupaten Maybrat Papua Barat telah bersinar karena dengan mudah memperoleh dan memberi informasi melalui jaringan internet ditandai dengan launching jaringan 4G oleh Bupati Maybrat, Dr. Bernard Sagrim,MM di lapangan sepak bola Ela Ayamaru, Rabu (9/6/2021)

Penantian masyarakat Ayamaru Raya dan Aitinyo Raya telah mentikan layanan 4G selama ini akhirnya terjawab guna menjawab kebutuhan untuk memperoleh informasi di tengah perkembangan tekhnologi yang semakin berkembang.

Bernard Sagrim dalam sambutannya mengatakan, melalui lounching 4G di Ayamaru Raya dan Aitinyo Raya, masyarakat dapat mempergunakannya secara baik dan benar sehingga tidak menyebarkan isue hoax yang sifatnya menciptakan suasana tidak nyaman di Kabupaten Maybrat.

“Ya 4G sudah diresmikan dan logingnya tidak akan lambat lagi seperti sebelumnya. Tapi harus dipergunakan secara baik untuk kebutuhan. Jangan kalian kirim berita yang tidak benar,” tutur Bernard.

Ditambahkannya, akan terus melakukan evaluasi dengan pihak PT. Telkomsel sehingga memperbaiki kekurangan agar layanan 4G tetap dinikmati masyarakat dengan mudah.

“Kami akan terus kawal layanan internet 4G dengan melakukan evaluasi terus-menerus sehingga tidak ada kendala. Karena dituntut dengan perkembangan teknologi yang semakin canggih,” ungkapnya

Usai launching layanan internet 4G, masyarakat memberikan apresiasi kepada pemerintah Kabupaten Maybrat karena telah berjuang untuk menghadirkan 4G di Maybrat. (Mrk)

 

 

Hosea Solosa Resmi Dilantik Untuk Menahkodai Kwarcab Pramuka Maybrat

MAYBRAT, (Maybrat News) - Hosea Solosa resmi menahkodai gerakan Praja Muda Karana (Pramuka) 3310 Kabupaten Maybrat masa bakti 2021-2023 guna melanjutkan tongkat estafet Almahrum Paskalis Kocu yang telah berkiprah dan mengibarkan Pramuka di Kabupaten Maybrat secara gigih. 

Nahkodai Pramuka Maybrat ini ditandai dengan pelantikan oleh Bupati Maybrat, Dr. Bernard Sagrim,MM di gedung sekretariat daerah Kabupaten Maybrat, Senin (7/6/2021).

Bernard Sagrim dalam sambutannya mengatakan, Pramuka merupakan gerakan pendidikan non formal yang tidak bisa dipisahkan dari gerakan Pramuka nasional pada masa silam. Ditambahkannya gerakan Pramuka ini guna menumbuhkan tugas bangsa untuk membentuk generasi muda yang berkepribadian, berwatak dan berbudi pekerti luhur agar memiliki kecerdasan dan keterampilan yang tinggi, sehat jasmani sehingga dapat bermamfaat bagi bangsa dan masyarakat.

“Supaya menjawab tujuan Pramuka, maka harus melaksanakan program karya bakti untuk membantu masyarakat dalam melestarikan lingkungan hidup, meningkatkan perekonomian keluarga, kesehatan, pendidikan serta pada bidang sosial budaya,” harap Bernard Sagrim.

Mengingat pemuda di zaman sekarang hampir melupakan Pramuka, maka dirinya berpesan kepada pengurus yang baru dilantik ini agar terus mengembangkan gerakan pramuka dengan meneladani para tokoh pejuang Pramuka di masa lampau.

“Para tokoh Pramuka masa lampau yang tidak mengenal lelah terus berjuang untuk mengembangkan Pramuka sehingga banyak siswa tingkat SD hingga SMA berminat untuk menjadi anggota Pramuka. Dan di zaman sekarang mengalami pergeseran bahkan ada yang tidak mengenal Pramuka. Nah ini tugas pengurus Pramuka Maybrat untuk terus mengembangkan. Karena ini sangat penting bagi generasi muda,” tutur Bernard.

Sementara itu, ketua Pramuka Maybrat, Hosea Solosa berjanji akan meneruskan program yang telah ditinggalkan Alm. Paskalis Kocu dan akan melantik Satuan karya (Saka) sekaligus gugus depan yang belum dilantik.

Selain itu, dirinya siap untuk menyukseskan acara akbar Perkemahan Wirakarya (PW) yang akan dilaksanakan di Kabupaten Maybrat pada bulan Agustus 2021 mendatang.

“Sebagai tuan rumah pada acara akbar PW nanti, kami sudah persiapkan beberapa lokasi di Maybrat diantaranya Kumurkek, Aitinyo dan Ayamaru. Nah nanti perkemahannya di Ayamaru dan upacara perungati HUT Pramuka di Kumurkek. Kami optimis acara ini akan terlaksana dengan sukses,” ungkap Hosea.

Acara pelantikan ini terlaksana dengan sukses dan meriah diikuti oleh seluruh anggota Pramuka sehingga berakhir dengan aman dan tertib dengan mematuhi protokol kesehatan. (Mrk)

 

 

 

Senin, 07 Juni 2021

Ketua BAPERA Maybrat “Segera Lakukan Konsolidasi & Rekrutmen Anggota”

  Ketua  BAPERA (Barisan Pemuda Nusantara) Kabupaten Maybrat, Kornelius Kambu, S.Sos, M.Si

MAYBRAT, (Maybrat News) – Ketua  BAPERA (Barisan Pemuda Nusantara) Kabupaten Maybrat, Kornelius Kambu, S.Sos, M.Si., dalam sambutan pertamanya paska pelantikan  menyampaikan bahwa, proses pelantikan ini berjalan sesuai dengan amanat konstitusi  bahwa kita ini melaksanakan turunan oerganisasi ini mulai dari pusat sampai di daerah, tadi baru kami secara resmi di lantik oleh Ketua Bapera Provinsi, Dr. Bernrad Sagrim, Drs. MM., dan dari sisi juknisnya bahwa setelah kami di lantik maka kami akan segera melakukan konsolidasi organisasi ke 24 Distrik, 159 Kampung dan 1 Kelurahan  yang ada di Kabupaten Maybrat. (Kartapura 7/6/2021).

Hal ini saya sampaikan sesuai dengan saya menerima Pataka tadi, dan itu adalah perintah organisasi dan itu yang harus kami lakukan pertama.

Kedua berhubung secretariat sudah ada  atau baru saja dilakukan pemotongan pita sekaligus di resmikan oleh Bapa Ketu Bapera Provinsi, maka langkah kedua adalah rekrutmen anggota, dimana program rekrutmen ini kami lakukan berdasarkan ketua DPP karena akan di urua KTA (Kartu Tanda Anggota).

“Sehingga nanti setelah program rekrutmen, akan di evaluasi dan di brigdown dengan pemerintah daerah, hal-hal ini kami lakukan karena kami melihat perjalanan bangsa ini sangat membuat kami prihatin”

Oleh sebab itu organisasi ini kami bentuk untuk mempertahankan keutuhan NKRI mulai dari sabang sampai merauke, untuk itu saya minta untuk semua pemuda agar kita berpatri dan Ideologi Pancasila dan UUD 1945.

Ditanya mengenai kesiapan kedepan, Kornelius menuturkan bahwa selaku generasi muda dan orang yang masi energik maka, kalau ada perintah organisasi seperti apa ya saya siap jalankan, ibaratnya sebagai seorang prajurit yang siap untuk menjalankan perintah dalam bentuk apapun, tegas ketua BAPERA Kabupaten Maybrat. (Mrk)

 

Bupati Maybrat “Tidak Ada Formasi Tambahan ASN”

                          Bupati Kabupaten Maybrat, Dr. Bernard Sagrim, Drs. MM.

MAYBRAT, (Maybrat News) – Bupati Kabupaten Maybrat, Dr. Bernard Sagrim, Drs. MM., dalam jumpa persnya menjelaskan kalau formasi tambahan tentang ASN itu hanya masalah informasi dan komunikasi dimana informasi yang mereka dengar ini adalah hasil yang waktu kita rapat dengan MenpanRB yang membuat terjadinya aksi demo di mana-mana, sehingga Bapa Gubernur mengumpulkan kita, Bupati dan Wali Kota Seprovinsi Papua Barat untuk rapat di Manokwari. (Faitmayaf 7/6/2021).

Kemudian dari hasil pertemuan ini kita bersepakat untuk kita bertemu dengan Bapa Presiden, tetapi karena presiden ada kesibukan jadi akhirnya kita dipertemukan dengan Bapa MenpanRB sesuai dengan bidang kewenangan kementrian yang bersangkutan.

Setelah pertemuan itu kita mendapat arahan dari Bapa Mentri untuk kita lakukan pemetaan, dimana kita petakan kira-kira kebutuhan formasi apa saja yang ada di masing-masing daerah, tentunya setiap daerah tidak sama.

Dimana kebutuhan formasi yang ada di Maybrat pasti berbeda dengan daerah lain seperti, Kabupaten Sorong, Kota Sorong, Raja Ampat, Fak-Fak, Manokwari dan lain-lain,  begitu juga sebaliknya.

Kemudian hasil dari pemetaan itu kita laporkan, dan kemudian kita kembali ke daerah kita masing-masing dan kita mulai bekerja, dimana sudah mau hampir satu tahun ini kita kerja

Dari hasil kerja ini barulah keluar persetujuan dari menpan untuk kuota CPNS kurang lebih 1200 formasi yang terdiri dari formasi ASN dimana di Undang-Undang ASN itu terdiri dari Pegawai Negeri Sipil dan P3K

“Mengenaik P3K ini selalu saya bicara ulang-ulang karena banyak anak-naka atau ade-ade kita yang tidak mengerti lalu sampaikan kalau  P3K itu bukan Pegawai padahal salah P3K itu juga Pegawai”

Kenapa P3k ini di munculkan karena berdasarkan refleksi atau flashback terhadap semua persoalan pencaker ini, terutama di Guru, Mantri, dan Suster, di mana mereka ini rata-rata mereka ini  mengapdi apa adanya, jadi honorer sampai puluhan tahun.

Ketika ada penerimaan Pegawai mereka ini sudah termakan usia atau tidak memenuhi syarat, akhirnya pemerintah carai jalan bagaimana biar mereka ini juga bisa di rekrut sebagai Pegawai meskipun sudah termakan usia, maka munculah ASN yang terbagi menjadi dua dimana yang pertama itu ASN dan yang kedua itu P3K.

Mengenai mekanisme perekrutan, Sagrim menjelaskan kalau semua sama baik ASN maupun P3K, semua akan mengikuti prosedur tes yang sama, soal yang sama, materi yang sama dan sama-sama mengunakan system CAT dan lain-lain.

Nanti pada saat tes itulah sistem yang akan menyaring atau memblok, siapa yang usia diatas 35 tahun berarti masuk di P3K dan yang usia dibawah itu berarti ASN.

Ketika tembus ya semua sama-sama pegawai, memiliki gaji dan golongan yang sama, cuma hanya beda di hak-hak pensiun nanti.

Jadi begitu, bukan ada tambahan formasi tetapi ini adalah hasil pertemuan bersama kita dengan MenpanRB itu.

Ada juga tambahan tetapi itu untuk mereka yang anak-anaknya sudah tembus pegawai tetapi sudah meninggal, jumlahnya sekitar 17 atau 18 formasi, karena yang bersangkutan sudah meninggal maka keluarganya ngotot harus keluarga mereka sendiri yang mengantikan atau mengisi formasi itu tidak boleh orang lain.

Padahal kita sudah jelaskan bahwa ini tidak bisa, karena tidak sesuai ketentuan. Bahkan kita sudah menyurat ke MenpanRB tetapi tetap juga tidak bisa. Nah mungkin karena informasi ini mereka coba untuk cek sendiri kesana dan lalu salah dengar  informasi pemberkasan dan lain-lain  akhirnya terrjadi keributan atau pemalangan jalan dan lain-lain.

Kemudian adalagi informasi mengenai 1% dari formasi sebelumnya yang berjumlah 530 sekian, berarti kan hanya 5 orang atau 5 stenga lah kalau kita mau hitung matematisnya, masa ada orang siapkan formasi 5 stengah nanti manusianya mau dibagi bagaimana, kecuali kalau Beras atau Kacang Tanah tegas Sagrim.

Tetapi tadi saya sudah janji kepada pendemo atau penghalang tadi, baik yang di Ayamaru maupun yang di Kumurkek sini, saya bilang kamu tunggu dan kasi waktu ke saya untuk saya cek dulu karena saya juga baru dapat informasi ini. Tutup orang nomor satu di Kabupaten Maybrat ini. (Mrk)

 

Feri Taa: Pengurus BAPERA Harus Melakukan Kerjasama Yang Baik

                      Sekertaris Dewan Kabupaten Maybrat Feri Ferdinandus Taa, S.H, M.Si

MAYBRAT, (Maybrat News) – Mewakili PEMDA kabupaten Maybrat, Feri Ferdinandus Taa, S.H, M.Si selaku Sekertaris Dewan (Sekwan) dalam sambutanya pada acara pelantikan badan pengurus BAPERA (Barisan Nusantara) menyampaikan bahwa, dari sekian banyak pengurus yang baru saja di lantik harus bisa bersinergi atau bekerja sama dengan pemerintah. (Faitmayaf 7/6/2021)

Sebab dari pengalaman saya, biasanya dalam suatu organisasi itu pada umumnya yang bekerja itu hanya ketua, sekretaris bendahara dan beberapa anggota yang lain.

“Padahal saat momen begini banyak yang hadir karena inigin dilantik tetapi setelah itu tidak ada yang bekerja”

Oleh sebab itu kita atau pemerintah berharap agar kedepan kita semua yang tadi namanya sudah sebutkan mari membantu atau bekerja sama dengan pemerintah, mendukung program-program pemerintah. Tutupnya. (Mrk)

 

Bernard Sagrim Lantik Pengurus BAPERA Maybrat

          Ketua BAPERA (Barisan Nusantara) Provinsi Papua Barat, Dr. Bernard Sagrim, Drs. MM,

MAYBRAT, (Maybrat News) – Ketua BAPERA (Barisan Nusantara) Provinsi Papua Barat, Dr. Bernard Sagrim, Drs. MM, dalam sambutanya pasca pelantikan badan pengurus organisasi BAPERA (Barisan Merah Putih menuturkan kalau BAPERA adalah sebuah ORMAS (Organisasi Masyarakat) yang didirikan berdasarkan refleksi terhadap perjalanan bangsa, negara, pemerintahan, pembangunan serta pelayanan masyarakat maupun situasi politik. (Faitmayaf 7/6/2021)

Berdasarkan hal itu maka beberapa senior kita, petinggi-petinggi kita yang peduli soal bagaimana mengawal kebijakan pembangunan, penyelenggaraan pemerintahan maupun pembangunan kedepan secara berjenjang di nusantara ini memebentuk suatu organisasi kemasyarakatan yang di sekarang kita sebut dengan sebutan BAPERA (Barisan Nusantara ini).

Karena itu lanjut sagrim, biar bagaimanapun menurut pengalaman, ada beberapa ORMAS yang didirikan tetapi kemudian dalam perjalananya melenceng dari substansi perjuanganya  yang ada di dalam Anggaran Dasar & Anggaran  Rumah Tangganya (AD/ART).

Oleh sebab itu maka dideklarasikanlah sebuah ormas yang di sebut BAPERA (Barisan Pemuda Nusantara) yang tentunya pasti kita semua akan dengar dan kaget bahwa Bernard Sagrim kan bukan pemuda lagi karena sudah berumur/usia di atas 55 tahun

“baru kenapa jadi ketua diangkat menjadi Ketua BAPERA propinsi, namun terang Bernard jangan dilihat dari usiannya tetapi lihatlah dari semangatnya”

Dimana semangatnya untuk merangkai semua perbedaan yang ada di nusantara, oleh sebab kita membutuhkan kekuatan untuk membangun Bangsa dan Negara ini  khususnya yang ada di wilayah Provinsi papua barat. Dimana saya dipercayakan untuk menjadi ketua BAPERA.

 Di Provinsi Papua Barat ini kita sudah membentuk dua pengurus yaitu, Bapera Kabupaten Sorong, Kota Sorong dan Kabupaten Maybrat yang sedang berjalan sekarang ini.

Jadi sejarahnya seperti begitu, namun kemudian ada yang bertanya kenapa seragam BAPERA harus pake yang loreng-loreng seperti ini, menurut Sagrim ini mungkin kesepakatan dari pengurus mula-mula dari ormas ini yang artinya bahwa kita mau menggerakkan sesuatu itu cepat dan tepat berarti kita harus berkolaborasi dengan Institusi yang ada, baik itu Institusi TNI dan Kepolisisan karena mereka ini adalah mitra kita. Dimana bagian dari ikatan-ikatan keluarga yang ada artinya bahwa ORMAS ini melewati semua batas yang ada. Dimana tidak ada kepentingan dan tendensi politik.

Buktinya kita bisa lihat sendiri, dimana dewan pertimbangan DPP (Dewan Pengurus Pusat) BAPERA saja Bapa Airlangga Hartarto yang adalah Menko Perekonomian dimana beliau sendiri adalah ketua DPP Partai Golkar, kemudian sekertaris dewan pertimbangan BAPERA adalah Hasto Kristianto,  dimana bilau sendiri adalah Sekjen DPP Partai PDIP, nah dengan demikian hal ini menunjukan bahwa organisasi ini adalah organisasi yang bebas hambatan atau organisasi yang bergerak untuk merangkai nusantara ini.

Oleh sebab itu Bernard juga berharap agar pengurus yang dilantik harus terus bergerak maju, dengan kegiatan-kegiatan yang meriah masal, seperti kerja bakti, bikin bersih gereja, mesjit, kantor-kantor dan lain-lain sebagainya tutup BS.

 

Michael R Kareth "Pengisian Jabatan DOB PBD Wajib Prioritaskan Orang Asli Papua"

                                                    Dr. Michael Rafael Kareth, S.Hut, M.Si Dr. Michael R Kareth, S.Hut,  M.Si., mantan Aktif...