"Nehaf Sau Bonout Sau" "Satu Hati Satu Komitmen"

Selasa, 07 Mei 2019

Sekda, Agustinus Saa. Terima Penghargaan Pangkat Terakhir dari Pemerintah Pusat

Bupati Maybrat, Drs Bernard Sagrim, saat menyerahkan penghargaan Pangkat (terakhir) IVe, kepada Sekda Drs. Agutinus Saa.
MAYBRAT, (Maybrat News) – Pemerintah Pusat (Pempus), melalui Bupati Kabupaten Maybrat, Drs. Bernard Sagrim, MM, memberikan penghargaan pangkat (terakhir) IVe atau jenderal penuh kepada Sekda Maybrat, Drs. Agustinus Saa, M.Si.

Pemberian penghargaan ini, karena selama 10 tahun menjabat Sekda, tidak ada kenaikan pangkat, maupun gaji berkala dan lain-lain. Hal ini, karena kenaikan pangkat terakhir telah ia peroleh selama bertugas di Kabupaten Sorong Selatan.

Bupati Maybrat, Drs. Bernard Sagrim, MM, saat ditemui mengaku terharu saat menyerahkan SK pangkat puncak (jenderal) terakhir kepada Agustinus Saa, karena selama bertugas di Tanah Papua, dirinya dapat mengakhiri tugasnya di negeri sendiri A3 (Ayamaru, Aitinyo dan Aifat).

“Apa yang diraih pak Agustinus, menjadi inspirasi bagi pegawai muda, agar dapat belajar dari pengalaman hidup dan kariernya. Kalau nantinya sama atau tidak, paling tidak mendekatilah. Mental-mental yang cepat kaya, mempunyai mobil, rumah mewah dan istri dua, padahal baru kerja, itu supaya ditinggalkan,” ujar Sagrim.

Sementara, Sekda Maybrat, Drs. Agustinus Saa, mengatakan penghargaan yang diterima ini, karena pengabdiannya kepada Negara, sehingga wajib mengabdi hingga masa tugas berakhir (60 tahun).
“Saya mulai kerja di beberapa kota di tanah Papua, yakni Merauke, Wamena, Kabupaten Jayapura, Wamena, Timika, Wamena, Kota Jayapura, Kabupaten Sorong, Sorong Selatan dan Kabupaten Maybrat,” ucapnya.

Agustinus menyebutkan selama berkarir dirinya tiga kali menjabat Kepala Distrik, Kepala Bidang tiga kali, Kasubag empat kali, dan merangkap jabatan tiga kali di tiga Bidang.

“Karena prestasi, maka saya diangkat jadi Kepala Bappeda di Wamena, kemudian dipindahkan ke Bappeda di Kota Jayapura 5 tahun, Kepala Bappeda di Kabupaten Sorong, Kepala Bappeda 8 tahun di Sorong Selatan, dan mengabdi di Maybrat 10 tahun,” tukas Agustinus.

“Tadi terima pangkat penghargaan negara, pangkat karier sudah habis di Teminabuan (Sorong Selatan). Selama kerja di Maybrat ini tidak naik pangkat dan kenaikan gaji berkala. Penghargaan IVe berarti Jenderal penuh,” sebut Agustinus.

Agustinus, mengatakan selama menjabat, belum pernah di nonjobkan, kredit pegawai dan nama tidak masuk di LHP (Laporan Hasil Temuan) dari BPK.

“Ini karena kita melaksanakan tugas dengan jujur, setia dan dengar-dengaran, maka semua orang berdoa untuk kita, sehingga yang didapat adalah panjang umur, memangku jabatan juga lama dan fisik kita sehat,” terang Agutinus.(es)

Senin, 06 Mei 2019

Tim UGM Akan Presentasi Hasil Kajian Akademik Pembentukan DOB di Maybrat

Kornelis Kambu, S.Sos, MSi,

MAYBRAT, (Maybrat News) – Wakil Ketua Tim Pemekaran Kabupaten Maybrat Sau, Kornelis Kambu, S.Sos, MSi, mengatakan tim dari UGM, Jogjakarta, akan mempresentasekan hasil kajiannya, terkait Daerah Otonomi Baru (DOB) di wilayah Maybrat, yakni Kabupaten Maybrat Sau dan Aitinyo.
“Rencananya, Selasa, (7/5/2019) .

Tim UGM, akan mempresentasikan hasil kajian akademiknya ke Pemda Maybrat di Jakarta,” ungkapnya, Senin siang. “Sebagian tim sudah di Jakarta, sedangkan, saya selaku wakil tim pemekaran, Selasa baru berangkat,” sambungnya. Menurutnya, hal ini terlihat adanya komitmen kepala daerah, kaitan dengan visi dan misinya memekarkan daerah ini menjadi tiga DOB.

“Komitmen pemerintah sudah jelas, tinggal bagaimana respon masyarakat untuk bersatu mendukungnya, terutama berkaitan dengan dokumen pemekaran tersebut,” tuturnya.
“Tim kajian UGM juga sudah membahas termasuk melakukan kajian lapangan di Maybrat. Dan kita percaya adanya kepemimpinan baru Presiden terpilih, mudah-mudahan secepatnya bisa terwujud,” terangnya.

Ditanya, daerah mana yang menjadi prioritas dalam perjuangan pemekaran ini, kata dia, adalah Kabupaten Maybrat Sau dan sebagai persiapan lainnya Kabupaten Aitinyo Raya.
“Hasil presentase nanti, semisal ada yang kurang tinggal bagaimana Pemda akan memberi pembobotan,” ucapnya.

Dia menuturkan yang hadir dalam presentase tersebut, yakni Asisten I, Staf Ahli Bidang Pembangunan, Kabag Pemerintahan Umum dan Kabag Hukum.
“Penjabat Pemda ini sudah ada di Jakarta. Untuk bupati akan berangkat dari Manokwari langsung ke Jakarta,” ungkapnya.

Dia berharap seluruh masyarakat Maybrat dapat bersatu dan berkomitmen untuk secepatnya kita dapat mewujudkan tiga daerah ini menjadi Daerah Otonomi Baru.
Disinggung lembaga mana saja yang ikut hadir dalam presentasi ini, lanjut dia, hanya pihak akademisi UGM dan Pemda Maybrat.

“Karena ada dokumen yang akan isi untuk revitalisasi dengan melihat aspek Undang-undang (UU) 23 Tahun 2004. kalau sudah oke, maka kita akan dorong ke Dirjen Otonomi Daerah (Otda),” jelasnya.
“Pemekaran ini tujuannya untuk memperpendek renta kendali pembangunan demi kesejahteraan masyarakat. Untuk Kabupaten Maybrat Sau ibukotanya di Ayamaru dan Aitinyo di Aitinyo,” tutupnya. (es)

GOW Maybrat Gelar HUT R.A Kartini Ke-140

MAYBRAT, (Maybrat News) - Gabungan Organisasi Wanita (GOW), Kabupaten Maybrat, menggelar Hari Ulang Tahun (HUT), R.A Kartini ke-140, di aula Sekwan DPRD di Kumurkek.
Sedianya HUT R.A Kartini, dilaksanakan tanggal 21 April 2019 lalu, namun bertepatan dengan kegiatan pesta demokrasi Pilpres dan Pileg, serta Paskah bagi Nasrani, maka diundur pelaksanaannya,  Senin (6/5/2019).

Wakil Bupati Kabupaten Maybrat, Drs. Paskalis Kocu, M.Si, mengatakan peran perempuan saat ini berjalan sejajar, seimbang dan maju, karena ketokohan R.A  Kartini.

“Ini sejarah hidup yang dialami R.A Kartini atau kaum perempuan saat itu, tetapi saat ini, perempuan diberi ruang yang sama untuk berkarya di dunia birokrasi, politik, sosial kemasyarakatan, pengembangan sumber daya manusia, adat, bisnis, keagamaan dan lainnya,” ujar Paskalis.
Diharapkan, khususnya di dunia pollitik, kuota perempuan 30 persen, lima tahun lagi dapat mengisi kursi terbanyak di DPRD Kabupaten Maybrat.

“Kehebatan suami karena dibelakangnya ada kehebatan seorang perempuan. Sehingga kedepan kegiatan organisasi perempuan ditingkat distrik dan kabupaten lebih ditingkatkan,” ucap Paskalis.
Ketua GOW Kabupaten Maybrat, Paulina Wafom. SE, mengatakan dalam menyambut HUT R.A Kartini, pihaknya telah menggelar berbagai lomba Diantaranya, pengobatan masal, senam jantung sehat dan penanaman 100 pohon.

“Ini merupakan giat organisasi wanita wanita di Kabupaten Maybrat, guna mendukung visi dan misi kepala daerah dan wakil kepala daerah,” sebut Paulina.

Diharapkan, organisasi perempuan, dapat tingkatkan persatuan dan kesatuan guna membangun kabupaten Maybrat. Terlebih meneladani perjuangan R.A Kartini.

“Perempuan Maybrat kedepan tidak hanya berkiprah di dunia birokrasi, tetapi juga di politik, bisnis dan lainnya,” tutur Paulina.

Kegiatan ini juga dihadiri, pimpinan OPD, penasehat GOW, Ketua DWP Maybrat, pengurus organisasi perempuan ditingkat distrik, organisasi Persik, PW tingkat Klasis Ayamaru, Aitinyo dan Aifat dan WKRI Paroki St. Yosef Ayawasi.(es)

GOW Maybrat Gelar HUT R.A Kartini Ke-140


MAYBRAT, (Maybrat News) - Gabungan Organisasi Wanita (GOW), Kabupaten Maybrat, menggelar Hari Ulang Tahun (HUT), R.A Kartini ke-140, di aula Sekwan DPRD di Kumurkek. Sedianya HUT R.A Kartini, dilaksanakan tanggal 21 April 2019 lalu, namun bertepatan dengan kegiatan pesta demokrasi Pilpres dan Pileg, serta Paskah bagi Nasrani, maka diundur pelaksanaannya,  Senin (6/5/2019). 

Wakil Bupati Kabupaten Maybrat, Drs. Paskalis Kocu, M.Si, mengatakan peran perempuan saat ini berjalan sejajar, seimbang dan maju, karena ketokohan R.A  Kartini.

“Ini sejarah hidup yang dialami R.A Kartini atau kaum perempuan saat itu, tetapi saat ini, perempuan diberi ruang yang sama untuk berkarya di dunia birokrasi, politik, sosial kemasyarakatan, pengembangan sumber daya manusia, adat, bisnis, keagamaan dan lainnya,” ujar Paskalis.
Diharapkan, khususnya di dunia pollitik, kuota perempuan 30 persen, lima tahun lagi dapat mengisi kursi terbanyak di DPRD Kabupaten Maybrat.

“Kehebatan suami karena dibelakangnya ada kehebatan seorang perempuan. Sehingga kedepan kegiatan organisasi perempuan ditingkat distrik dan kabupaten lebih ditingkatkan,” ucap Paskalis.
Ketua GOW Kabupaten Maybrat, Paulina Wafom. SE, mengatakan dalam menyambut HUT R.A Kartini, pihaknya telah menggelar berbagai lomba Diantaranya, pengobatan masal, senam jantung sehat dan penanaman 100 pohon.

“Ini merupakan giat organisasi wanita wanita di Kabupaten Maybrat, guna mendukung visi dan misi kepala daerah dan wakil kepala daerah,” sebut Paulina.

Diharapkan, organisasi perempuan, dapat tingkatkan persatuan dan kesatuan guna membangun kabupaten Maybrat. Terlebih meneladani perjuangan R.A Kartini.
“Perempuan Maybrat kedepan tidak hanya berkiprah di dunia birokrasi, tetapi juga di politik, bisnis dan lainnya,” tutur Paulina.

Kegiatan ini juga dihadiri, pimpinan OPD, penasehat GOW, Ketua DWP Maybrat, pengurus organisasi perempuan ditingkat distrik, organisasi Persik, PW tingkat Klasis Ayamaru, Aitinyo dan Aifat dan WKRI Paroki St. Yosef Ayawasi.(es)

Minggu, 05 Mei 2019

Bupati Maybrat Menyebutkan Kualitas Aparatur Sipil Negara Masih Sangat Rendah

Bupati Kabupaten Maybrat, Drs. Bernard Sagrim , MM.
MAYBRAT, (Maybrat News) - Bupati Kabupaten Maybrat, Drs. Bernard Sagrim, MM, menilai kualitas Aparatur Sipil Negara (ASN), saat ini masih jauh dari yang diharapkan. Selain minimnya keahlian, motivasi mereka dalam melayani masyarakat pun masih sangat rendah.

“Memang semua orang menyandang title, tetapi titelnya berisi atau tidak, ini nampak pada pejabat-pejabat kita yang ada, tadi disentil lewat sambutan, pejabat itu harus betul-betul profesional, kompetensi, disiplin tinggi dan integritas yang baik, supaya dapat membangun daerah ini,”tegas Sagrim, Jumat, (3/5/2019).

Menurut Sagrim, kabupaten ini tidak bisa dibangun oleh orang-orang yang punya pikiran dua, tiga dan kaki dua, tiga dan empat. Itu tidak ada, harus mempunyai komitmen tinggi sesuai dengan moto kita, yaitu Nehaf Sau Bonout Sa, Satu Hati Satu Komitmen, sehingga kita bisa komitmen dan membangun masyarakat dan daerah ini.

“Pejabat yang sekarang ini hanya kejar jabatan, bukan bekerja sesungguhnya untuk membangun daerah, itulah kelemahan yang dimiliki orang kita di Maybrat ini,” terang Sagrim.
Untuk itu, Sagrim meminta Sekda dan Wakil Bupati, agar segera membenahi persoalan tersebut. “Kalau mereka tidak mampu, sebaiknya mundur, karena masih ada orang lain yang siap bekerja,” ucap Sagrim.

“Kita baru mulai paska rekonsiliasi 3 Oktober 2019 lalu, semestinya kita harus spirit semangatnya atau lebih cepat sebab kekuatan kita sudah utuh,” ungkap Sangrim.
Sangrim mengakui, secara defacto dan dejure kita sudah damai dan bersatu, tetapi kenyataannya lain, masih ada faksi kecil-kecil. “Misalnya kita masih bicara Pemilu, tapi mereka sudah bicara Pemilu 2024 nanti. Itu sangat berbahaya sekali,” ujar Sagrim.

“Jabatan yang dipercayakan setidaknya bekerja sungguh-sungguh, sebab jabatan itu adalah kepercayaan dan didasari kompentensi yang dimiliki dan integritas,” tutup Sagrim.(es)

Sabtu, 04 Mei 2019

HUT Maybrat ke-10, PEMDA Musnakan 765 Botol Miras

 
PEMDA lakukan pemusnaan Minuman Keras (Miras) dengan mengunakan alat berat (Ecxa Factor)

MAYBRAT, (Maybrat News) - Di hari jadi PEMDA Maybrat yang ke-10 tahun, tanggal 3 Mei 2019. Pemerintah setempat melakukan pemusnaan 765 Minuman keras (miras), berbagai merek, hasil sitaan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), di Distrik Ayamaru Barat.

Pemusnaan Miras yang dilaksanakan di lapangan Vaitmayaf tersebut, merupakan hasil tangkapan dari Januari sampai dengan April 2019, diantaranya, Vodka 165 botol, Bir Bintang 100 kaleng dan Cap Tikus (CT) 100 botol.

Bupati Maybrat, Drs. Bernard Sagrim, MM, mengatakan pemusnaan Miras ini sebagai bentuk komitmen Pemda Maybrat, dalam memerangi peredaran Miras diwilayah tersebut. Kita sudah lakukan pemusnahan, dan ini sebagai tanda kita mulai perketat pengawasan yang dianggap marak di kabupaten ini,” ungkap Sagrim.

Perda Nomor 7 tahun 2015 tentang Miras sudah ada, hanya bagaimana kita tegas dan tegakan dan melarang siapapun menjual atau mengkomsumsinya,” terang Sagrim. Sagrim menambahkan, Miras merupakan salah satu faktor perusak generasi penerus bangsa, lebih khususnya kita orang Papua.

“Memang adanya Miras, bisa meningkatkan Pendapatan Asli daerah (PAD), tetapi kita harus pikir keselamatan orang kita asli Papua. Karena itu lebih penting. Masa gara-gara PAD semua orang asli Papua ikut mati,”terang Sagrim.(es)

Akibat Mabuk Miras, Seorang Warga Aitinyo Dibacok Hingga Tewas

Korban bernisial OB saat terkapar tak berdaya

MAYBRAT, (Maybrat News) – OB (40), warga kampung Aitinyo, Distrik Aitinyo, Kabupaten Maybrat, ditemukan tewas, di sekitar areal Wisata Danau Uter, Sabtu (4/5/2019), sekitar pukul 09.00 Wit.

OB, yang kesehariannya berprofesi sebagai petani diduga tewas akibat bacokan parang oleh terduga pelaku berinisial OW (29), di bagian Kepala, Punggung dan Tangan. Kabid Humas Polda Papua Barat, AKBP Mathias Krey, yang dikonfirmasi membenarkan adanya kasus penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia. 

Korban dan pelaku awalnya meminum minuman keras dirumahnya SW. Tiba-tiba antara korban dan SW bertengkar dan pelaku coba melerai keributan tersebut,” ujar Krey, Sabtu malam, melalui pesan Whatsapp.

Lanjut Krey, korban yang merasa tidak puas kemudian lari kerumahnya lalu mengambil sebilah parang dan sebuah tombak lalu kembali ke rumah milik SW.

Pelaku yang melihat korban membawa parang langsung mengambil sebatang kayu buah untuk melawan. Selanjutnya pelaku memukul tangan korban sehingga parang terjatuh. Kemudian pelaku lalu mengambil parang dan mengejar korban,” beber Krey.

Karena masih dalam keadaan mabuk, OB terjatuh ke tanah dan SW kemudian membacok korban. Akibatnya korban alami luka pada bagian Kepala, punggung dan tangan, yang menyebabkan korban meninggal dunia.

Setelah membacok korban pelaku lalu melarikan diri menuju ke Ayamaru,” ucap Krey. Polsek  Aitinyo, yang mendengar laporan dari masyarakat langsung melakukan pengejaran terhadap pelaku dan berhasil mengamankan pelaku di Kampung Framafir, Distrik Aitinyo Utara, selanjutnya diamankan di Polsek Ayamaru. 

Korban dibawa ke Rumah Sakit Umum Scool Keyen Teminabuan Kabupaten Sorong Selatan, untuk dilakukan visum,” tukas Krey. Pasca kejadian ini, Kapolsek sudah lakukan pendekatan kepada keluarga korban untuk tidak melakukan pembalasan, karena tersangka sudah di proses oleh pihak Kepolisian,” tutup Krey. (Red)


Michael R Kareth "Pengisian Jabatan DOB PBD Wajib Prioritaskan Orang Asli Papua"

                                                    Dr. Michael Rafael Kareth, S.Hut, M.Si Dr. Michael R Kareth, S.Hut,  M.Si., mantan Aktif...