"Nehaf Sau Bonout Sau" "Satu Hati Satu Komitmen"

Kamis, 14 November 2019

Dinkes Maybrat Rapat Evaluasi Program KIA

Dinas Kesehatan Kabupaten Maybrat, melalui Bidan Kesehatan Masyarakat, melakukan rapat evaluasi program Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) dan Gizi, Rabu (13/11/2019).
MAYBRAT, (Maybrat News) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Maybrat, melalui Bidang Kesehatan Masyarakat, melakukan rapat evaluasi program Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), Rabu (13/11/2019).
Evaluasi Ini untuk mengukur kinerja dari setiap Puskesmas, mulai dari Januari hingga Desember 2019.

“Kami lakukan monitoring 4 kali, kemudian mengakhiri dengan evaluasi setiap tahun berjalan seperti saat ini,” kata Kepala Bidan Kesehatan Masyarakat, Dinas Kesehatan Maybrat, Martha Naa, Str. Kep.
Dia mengatakan evaluasi ini, akan dipaparkan semua kendala di Puskesmas dan capaiannya selama setahun.

“Kalau tidak mencapai target yang ditentukan kendalanya dimana, sehingga menjadi tugas bagi kami di tahun berikutnya,” terang dia.

Di kabupaten Maybrat, ada beberapa Puskesmas yang aktif memberi laporan diatas 50 persen adalah Aitinyo, Aitinyo Tengah dan Ayamaru Jaya dan lainnya masih dibawah dan ada yang sama sekali tidak membuat laporan.

“Waktu yang kita tentukan untuk memberikan laporan, minggu terakhir dari bulan berjalan minggu pertama dari bulan baru, dan laporannya harus masuk ke dinas untuk disampaikan secara berjenjang keatas,” tukasnya.

“Namun kadang sampai dua bulan sekali baru laporan diserahkan, dan ada yang tiga bulan dan ada yang tidak pernah. Hal ini membuat kami tidak tau apa yang terjadi ditingkat bawah,” sambungnya.
Kepala Dinas Kesehatan Maybrat, dr. Nelce Kambuaya, MSc. Sp. Rad, dalam arahanya menegaskan pelayanan kesehatan di Maybrat berjalan baik, meski butuh koordinasi, kerjasama dan kolaborasi antara lintas sektor.

“Program kesehatan berjalan baik dan sukses serta masyarakat terlayani, namun tetap butuh kerjasama, baik sektor pelayanan kesehatan sendiri dan lintas sektor yang ada di wilayah masing-masing,” tuturnya.

Dia berharap, evaluasi program ini dapat mengukur sejauh mana kita bekerja, sehingga kekurangannya dapat diperbaiki di tahun depan dan kelebihan yang ada ditingkatkan lagi.(Mrk)

Rabu, 13 November 2019

DWP Maybrat Gelar Pelatihan Keterampilan Membuat Kue Berbahan Lokal

Dharma Wanita Persatuan (DWP) Maybrat, menggelar pelatihan keterampilan pembuatan kue bagi ibu-ibu di Jemaat Marthrn Luter Mirafan, Klasis Aifat, Rabu, (13/11/2019).

MAYBRAT, (Maybrat News) – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Maybrat, menggelar pelatihan keterampilan pembuatan kue bagi ibu-ibu di Jemaat Marthrn Luter Mirafan, Klasis Aifat, Rabu, (13/11/2019).

Kegiatan tersebut dibuka oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak Maybrat Yuliana Isir, SE, dan dihadiri pengurus dan anggota DWP Maybrat dan masyarakat sekitarnya.

“Kami berharap pelatihan kue, dengan bahan dasar lokal ini dapat memacu ibu-ibu lebih kretif, sekaligus dapat meningkatkan perekonomian keluarga,” kata Ketua DWP Maybrat, Ny. Irene Sahetapi, ST, M.Si.

Dia mengatakan bahan makanan lokal, seperti betatas dan kasbi di Maybrat sangat banyak, tetapi belum dimaksimalkan penggunaannya.

“Materi yang kita berikan, berupa pembuat kue dengan bahan kasbi dan petatas. Hasilnya ada 9 hingga 10 resep. Salah satunya kue onde-onde yang dibuat dengan bahan kasbi,” tandasnya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak Maybrat Yuliana Isir, SE, menambahkan kegiatan ini sangat baik merubah cara alami yang mengelola bahan lokal, yang biasanya hanya direbus dan digoreng, kini bisa memberikan pemasukan tambahan bagi masyarakat.

“Ibu-ibu sebaiknya aktif, karena kegiatan ini mempunya manfaat langsung bagi untuk lebih kreatif, terampil dan mampu mengolah bahan makanan lokal yang ada menjadi makanan yang dikomsumsi banyak orang,” tandasnya.(Mrk)

Pemkab Maybrat Rayakan HKN Ke-55 di RS Pratama

Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-55, yang dipusatkan di Rumah Sakit Pratama, di Sonere Susumuk Selasa, (12/11/2019).
MAYBRAT, (Maybrat News) – Pemkab Maybrat memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-55, yang dipusatkan di Rumah Sakit (RS) Pratama, di Sonere Susumuk, Selasa (12/11/2019).

Peringati HKN ini diawali doa syukur dipimpin Pdt. Piet Hein Untayana, S.Th, dan dihadiri Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Maybrat, Dra. Yohana Ick, sejumlah pimpinan OPD, 14 Kepala Puskesmas, Kepala Pustu, kader dan tamu undangan lainnya.

Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Maybrat, Dra. Yohana Ick, mengatakan dengan tema HKN tahun ini, yakni Generasi Sehat Indonesia Unggul, selain sebagai upaya bersama pembangunan kesehatan dalam lima tahun terakhir, juga bentuk kesiapan bidang kesehatan yang menitikberatkan pada aspek sumber daya manusia (SDM).

“Dari tema ini, maka strategi pembangunan kesehatan yang kita bangun melalui tiga pilar, yaitu paradigma sehat, penguatan akses pelayanan kesehatan dan penyediaan biaya melalui Jaminan Kesehatan Nasional (JKN),” jelasnya.

Dia berharap rangkaian kegiatan dalam peringatan HKN dapat bermanfaat bagi seluruh masyarakat dan menjadi ajang mensosialisasikan kegiatan-kegiatan yang telah dan akan dilaksanakan untuk mewujudkan masyarakat yang sehat.

Kepala Dinas Kesehatan Maybrat, dr. Nelce Kambuaya, MSc.Sp, Rad, menambahkan pelaksanaan di rumah sakit pratama, dengan harapan dapat merayakan bersama dengan masyarakat, terutama pemilik hak ulayak dan Pemda Maybrat.

“Perayaan ini juga menunjukan Maybrat sudah memiliki rumah sakit yang lengkap dengan alat-alat kesehatan yang baik dan berstandar. Meski, pelayanan kesehatan keliling 24 distrik, daerah terjauh, terpencil dan dokter mobael akan tetap dilaksanakan,”tutupnya.(Mrk)

Sabtu, 09 November 2019

Renungan Kristen "Arti Sebuah Kesempurnaan"


Ada seorang lelaki yang sangat tampan dan sempurna merasa bahwa Tuhan pasti menciptakan seorang perempuan yg sangat cantik dan sempurna pula untuk jodohnya.

Karena itu ia pergi berkeliling untuk mencari jodohnya.

Kemudian sampailah ia disebuah desa. Ia bertemu dengan seorang petani yang memiliki 3 anak perempuan dan semuanya sangat cantik.

Lelaki tersebut menemui bapak petani dan mengatakan bahwa ia ingin mengawini salah satu anaknya tapi bingung; mana yang paling sempurna.

Sang Petani menganjurkan untuk mengencani mereka satu persatu dan si Lelaki setuju. Hari pertama ia pergi berduaan dengan anak pertama. Ketika pulang, ia berkata kepada bapak Petani, “Anak pertama bapak memiliki satu cacat kecil, yaitu jempol kaki kirinya lebih kecil dari jempol kanan.”

Hari berikutnya ia pergi dengan anak yang kedua dan ketika pulang dia berkata, “Anak kedua bapak juga punya cacat yang sebenarnya sangat kecil yaitu agak juling.”

Akhirnya pergilah ia dengan anak yang ketiga. Begitu pulang ia dengan gembira mendatangi Petani dan berkata,”inilah yang saya cari-cari. Ia benar-benar sempurna.”

Lalu menikahlah si Lelaki dgn anak ketiga Petani tersebut. Sembilan bulan kemudian si Istri melahirkan. dengan penuh kebahagian, si Lelaki menyaksikan kelahiran anak pertamanya. Ketika si anak lahir, Ia begitu kaget dan kecewa karena anaknya sangatlah jelek. Ia menemui bapak Petani dan bertanya “Kenapa bisa terjadi seperti ini Pak? Anak bapak cantik dan saya tampan, kenapa anak saya bisa sejelek itu..?”

Petani menjawab, “Ia mempunyai satu cacat kecil yang tidak kelihatan. Waktu itu Ia sudah hamil duluan…..”


 Pesan Moralnya

Kadang kala saat kita mencari kesempurnaan, maka yang kita dapat adalah kekecewaan. Tetapi kalau kita bertemu dengan kekurangan duluan, maka segala sesuatu akan terasa istimewa (semua akan indah pada waktunya) (Mrk)

Kamis, 07 November 2019

Bupati "Pembangunan Maybrat Tidak Hanya Soal Fisik"

Bupati Kabupaten Maybrat, Drs. Bernard Sagrim, MM

MAYBRAT, (Maybrat News) Bupati Kabupaten Maybrat, Drs. Bernard Sagrim, MM dalam membangun daerahnya memastikan tidak hanya terfokus ke pembangunan fisik semata, tetapi akan mengembangkan dan meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM), perekonomian, kesehatan masyarakat dan kearifan lokal. 

“Saya kira pembangunan fisik itu penting, karena berkaitan dengan daerah baru. Tetapi lebih dari itu, membangun non fisik juga sangat penting, agar nantinya ada keberlanjutan dan terus berkembang,”tutur bupati saat ditemui di Kumurkek, belum lama ini.  

Oleh karena itu, bupati meminta kepada semua pejabat, staf dan kelompok yang berkepentingan agar mendukung penuh upaya Pemkab Maybrat untuk pengembangan dan meningkatkan SDM Maybrat melalui pola pendidikan perwilayahan yang akan diterapkan. (Mrk)

Rabu, 06 November 2019

Bupati Maybrat "Pemuda Harus jadi Garda Terdepan Pembangunan"

Bupati Kabupaten Maybrat, Drs. Bernard Sagrim, MM.
MAYBRAT, (Maybrat News) Bupati Maybrat, Drs. Bernard Sagrim, MM mengharapkan generasi muda untuk menjadi garda terdepan dalam  pembangunan di daerah. Sebab menurut bupati, pemuda adalah asset pembangunan di masa yang akan datang. 

Oleh karena itu, kata bupati, para pemuda perlu mengembangkan diri, sikap dan mentalitas yang baik, serta menjauhi minuman keras, narkoba dan pergaulan bebas, yang dapat menyebabkan penyakit dan hal buruk lainnya.

“Sebaiknya pemuda di Kabupaten Maybrat hadir sebagai garda terdepan dalam pembangunan. Itu berarti, lebih banyak hadir memberi solusi daripada membawa masalah bagi masyarakat di wilayah Pemerintahan Kabupaten Maybrat,”ujar bupati, saat diwawancarai di Kumurkek, Selasa (17/9/19).

Selain itu, bupati juga meminta pemuda menjadi agen perubahan, dengan mengedepankan kualitas diri dan bertanggung jawab terhadap setiap persoalan yang terjadi di Maybrat, serta belajar memperbaiki dan menata diri untuk masa depan yang lebih baik. (Mrk)

Di Maybrat, Ada Dana Desa Digunakan untuk Bayar Denda Adat


MAYBRAT, (Maybrat News) – Pengeoloaan Dana Desa di beberapa kampung di Kabupaten Maybrat, saat ini tak berjalan maksimal karena beberapa hal. Diantaranya biaya transportasi yang tinggi, serta persoalan sosial budaya dan adat yang dilimpahkan kepada pemerintah kampung untuk diselesaikan. Kamis, 7/11/2019.

Kepala Distrik Aifat Timur, Jhoni Mate, kepada Maybrat News mengungkapkan, di wilayah Aifat Timur ada beberapa kampung yang dana desanya tidak berjalan maksimal, karena persoalan sosial budaya dan adat yang dilimpahkan kepada pemerintah kampung untuk diselesaikan, seperti membayar denda dan lain sebaginya.

“Kami maunya dana desa diperuntukan pembangunan rumah layak huni bagi rakyat di kampung, tetapi kami alami kesulitan karena masalah sosial. Yang sedianya alokasi dana desa diperuntukan untuk 2 sampai 3 rumah, tetapi hanya bisa jadi satu rumah saja,”ungkap Mate, di Kumurkek,

Dicontohkannya, di beberapa daerah tertentu terjadi perubahan signifikan karena penggunaan dana desa yang sesuai peruntukan dan perencanaannya. Namun kata dia, di wilayahnya pembangunan berlatar belakang dana desa terhambat, karena sering terjadi perdebatan soal adat, pergantian kepala kampung, bayar hutang pinjaman dan lain sebagainya, yang bisa memicu keributan antar masyarakat di kampung. 

“Hal itu dapat dikatakan menjadi penghambat dalam pergerakan pembangunan, sesuai dengan apa yang direncanakan untuk menata dan membangun kampung. Kita maunya dana itu digunakan untuk pembangunan, sesuai tujuan pokok dan fungsinya. Tetapi ada persoalan yang muncul dan maunya melibatkan pemerintah kampung, sehingga tujuan penggunaan dana desa tidak tercapai,”tuntasnya. (Mrk)

Michael R Kareth "Pengisian Jabatan DOB PBD Wajib Prioritaskan Orang Asli Papua"

                                                    Dr. Michael Rafael Kareth, S.Hut, M.Si Dr. Michael R Kareth, S.Hut,  M.Si., mantan Aktif...