"Nehaf Sau Bonout Sau" "Satu Hati Satu Komitmen"

Jumat, 15 November 2019

Dinas Ketahanan Pangan Maybrat Dorong Pengembangan Umbi-umbian di Aifat dan Aifat Utara

Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Maybrat, saat melakukan pendampingan dalam pengembangan umbi-umbian bagi 5 kelompok tani di Distrik Aifat dan Distrik Aifat Utara.

MAYBRAT, (Maybrat News) – Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Maybrat, berkomitmen untuk mendorong pengembangan umbi-umbian bagi 5 kelompok tani yang tersebar di Distrik Aifat dan Distrik Aifat Utara.

“Wilayah ini sangat cocok untuk dikembangkan budidaya umbi-umbian sesuai hasil kajian yang sebelumnya telah dilakukan,” kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan kabupaten Maybrat, Marthen Howay, S.Hut, MP, Jumat (15/11/2019).

“5 kelompok tani ini berada di Kampung Bori, Sune dan Kampung Maan dan Konja. Mereka diberikan bantuan dari Dana Otsus 2019, sebesar Rp5 juta, untuk pengembangan umbian-umbian dan kacang hijau,” jelasnya.

Sementara untuk wilayah Ayamaru dan Aitinyo nantinya akan dikembangkan sayur-sayuran, kacang panjang dan bawang merah, sedangkan Ayawasi budidaya tanaman nanas.

Dia menambahkan ini wujud komitmen pemerintah daerah membangun masyarakat yang hampir 95 persen Orang Asli Papua (OAP), apalagi berdasarkan peta Dinas Ketahanan Provinsi, Maybrat berada pada angka merah dalam artian kondisi rawan pangan. (Mrk)

Kamis, 14 November 2019

BKOW Provinsi Konsolidasi Penguatan Organisasi ke GOW Maybrat

Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Papua Barat, melakukan kunjungan kerja (kunker) untuk program kerja konsolidasi penguatan internal organisasi ke Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Maybrat, Kamis, (14/11/2019). 

MAYBRAT, (Maybrat News) – Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Papua Barat, melakukan kunjungan kerja (kunker) untuk program kerja konsolidasi penguatan internal organisasi ke Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Maybrat, Kamis, (14/11/2019).

Ketua BKOW Provinsi Papua Barat, Ny. Lani Lakotani, mengatakan konsolidasi bersama GOW Maybrat ini, diharapkan dapat mensenergikan program kerja ditingkat provinsi dan kabupaten.

“Ini konsolidasi penguatan internal organisasi dan kita saling sinergikan program kerja BKOW dan GOW,” tuturnya.

Ia mengatakan kedepan akan dilakukan Rapat Kerja Daerah (Rakerda), sehingga hasil konsolidasi ini akan dibawa kedalam Rakerda tersebut. “Kalau ada program yang sama akan kita padukan dan dilakukan bersamaan,” tandasnya.

Sementara Ketua GOW Maybrat, Ny. Paulina Wafom, SE, menyampaikan akan bekerja sama dengan BKOW provinsi terkait program kerja yang dimunculkan dalam Rakerda.

“Kita juga akan sampaikan kendala yang kami hadapi, dimana kondisi geografis antara kampung dan distrik itu berjauhan sehingga sulit bagi kami melakukan kegiatan atau kunjungan kerja,” tutupnya.(Mrk)

PAM Jemaat GKI Emaus Susumuk Gelar Latihan Dasar Kepemimpinan

Persekutuan Anggota Muda (PAM), Jemaat GKI Emaus Susumuk, menggelar pelatihan dasar kepemimpinan selama tiga hari, 14-16 November 2019.
MAYBRAT, (Maybrat News) – Persekutuan Anggota Muda (PAM), Jemaat GKI Emaus Susumuk, Kabupaten Maybrat, menggelar pelatihan dasar kepemimpinan selama tiga, 14-16 November 2019.

Ketua panitia, Ivon Wafom mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk melatih dasar-dasar kepemimpinan bagi anggota pemuda di jemaat GKI Emaus Susumuk.

“Kegiatan latihan kepemimpinan dasar merupakan bagian yang perlu dipelajari untuk meningkatkan kemandirian, mentalitas dan kemampuan anggota di waktu yang akan datang, di lembaga gereja, pemerintah, masyarakat dan keluarganya,”ujarnya.

Dikatakannya, selama 3 hari ini, peserta akan dibimbing dengan sejumlah materi baik oleh gereja maupun non gereja, seperti cara menyusun materi liturgi, teknik menjadi MC, proposal dan kepemimpinan dalam organisasi dan lainnya .

“Karena banyak orang yang hebat dimana-mana tidak datang begitu saja, tetapi melalui proses latihan dasar sampai ke tingkat tinggi,” tandasnya.

Sekretaris II, Viktor Lek menambahkan kegiatan ini melibatkan pemuda dari 15 jemaat dan 4 bakal jemaat dengan jumlah peserta 120 orang. Masing-masing mengutus 5 orang anggota PAM untuk mengikuti kegiatan tersebut. (Mrk)

Dinkes Maybrat Rapat Evaluasi Program KIA

Dinas Kesehatan Kabupaten Maybrat, melalui Bidan Kesehatan Masyarakat, melakukan rapat evaluasi program Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) dan Gizi, Rabu (13/11/2019).
MAYBRAT, (Maybrat News) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Maybrat, melalui Bidang Kesehatan Masyarakat, melakukan rapat evaluasi program Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), Rabu (13/11/2019).
Evaluasi Ini untuk mengukur kinerja dari setiap Puskesmas, mulai dari Januari hingga Desember 2019.

“Kami lakukan monitoring 4 kali, kemudian mengakhiri dengan evaluasi setiap tahun berjalan seperti saat ini,” kata Kepala Bidan Kesehatan Masyarakat, Dinas Kesehatan Maybrat, Martha Naa, Str. Kep.
Dia mengatakan evaluasi ini, akan dipaparkan semua kendala di Puskesmas dan capaiannya selama setahun.

“Kalau tidak mencapai target yang ditentukan kendalanya dimana, sehingga menjadi tugas bagi kami di tahun berikutnya,” terang dia.

Di kabupaten Maybrat, ada beberapa Puskesmas yang aktif memberi laporan diatas 50 persen adalah Aitinyo, Aitinyo Tengah dan Ayamaru Jaya dan lainnya masih dibawah dan ada yang sama sekali tidak membuat laporan.

“Waktu yang kita tentukan untuk memberikan laporan, minggu terakhir dari bulan berjalan minggu pertama dari bulan baru, dan laporannya harus masuk ke dinas untuk disampaikan secara berjenjang keatas,” tukasnya.

“Namun kadang sampai dua bulan sekali baru laporan diserahkan, dan ada yang tiga bulan dan ada yang tidak pernah. Hal ini membuat kami tidak tau apa yang terjadi ditingkat bawah,” sambungnya.
Kepala Dinas Kesehatan Maybrat, dr. Nelce Kambuaya, MSc. Sp. Rad, dalam arahanya menegaskan pelayanan kesehatan di Maybrat berjalan baik, meski butuh koordinasi, kerjasama dan kolaborasi antara lintas sektor.

“Program kesehatan berjalan baik dan sukses serta masyarakat terlayani, namun tetap butuh kerjasama, baik sektor pelayanan kesehatan sendiri dan lintas sektor yang ada di wilayah masing-masing,” tuturnya.

Dia berharap, evaluasi program ini dapat mengukur sejauh mana kita bekerja, sehingga kekurangannya dapat diperbaiki di tahun depan dan kelebihan yang ada ditingkatkan lagi.(Mrk)

Rabu, 13 November 2019

DWP Maybrat Gelar Pelatihan Keterampilan Membuat Kue Berbahan Lokal

Dharma Wanita Persatuan (DWP) Maybrat, menggelar pelatihan keterampilan pembuatan kue bagi ibu-ibu di Jemaat Marthrn Luter Mirafan, Klasis Aifat, Rabu, (13/11/2019).

MAYBRAT, (Maybrat News) – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Maybrat, menggelar pelatihan keterampilan pembuatan kue bagi ibu-ibu di Jemaat Marthrn Luter Mirafan, Klasis Aifat, Rabu, (13/11/2019).

Kegiatan tersebut dibuka oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak Maybrat Yuliana Isir, SE, dan dihadiri pengurus dan anggota DWP Maybrat dan masyarakat sekitarnya.

“Kami berharap pelatihan kue, dengan bahan dasar lokal ini dapat memacu ibu-ibu lebih kretif, sekaligus dapat meningkatkan perekonomian keluarga,” kata Ketua DWP Maybrat, Ny. Irene Sahetapi, ST, M.Si.

Dia mengatakan bahan makanan lokal, seperti betatas dan kasbi di Maybrat sangat banyak, tetapi belum dimaksimalkan penggunaannya.

“Materi yang kita berikan, berupa pembuat kue dengan bahan kasbi dan petatas. Hasilnya ada 9 hingga 10 resep. Salah satunya kue onde-onde yang dibuat dengan bahan kasbi,” tandasnya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak Maybrat Yuliana Isir, SE, menambahkan kegiatan ini sangat baik merubah cara alami yang mengelola bahan lokal, yang biasanya hanya direbus dan digoreng, kini bisa memberikan pemasukan tambahan bagi masyarakat.

“Ibu-ibu sebaiknya aktif, karena kegiatan ini mempunya manfaat langsung bagi untuk lebih kreatif, terampil dan mampu mengolah bahan makanan lokal yang ada menjadi makanan yang dikomsumsi banyak orang,” tandasnya.(Mrk)

Pemkab Maybrat Rayakan HKN Ke-55 di RS Pratama

Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-55, yang dipusatkan di Rumah Sakit Pratama, di Sonere Susumuk Selasa, (12/11/2019).
MAYBRAT, (Maybrat News) – Pemkab Maybrat memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-55, yang dipusatkan di Rumah Sakit (RS) Pratama, di Sonere Susumuk, Selasa (12/11/2019).

Peringati HKN ini diawali doa syukur dipimpin Pdt. Piet Hein Untayana, S.Th, dan dihadiri Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Maybrat, Dra. Yohana Ick, sejumlah pimpinan OPD, 14 Kepala Puskesmas, Kepala Pustu, kader dan tamu undangan lainnya.

Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Maybrat, Dra. Yohana Ick, mengatakan dengan tema HKN tahun ini, yakni Generasi Sehat Indonesia Unggul, selain sebagai upaya bersama pembangunan kesehatan dalam lima tahun terakhir, juga bentuk kesiapan bidang kesehatan yang menitikberatkan pada aspek sumber daya manusia (SDM).

“Dari tema ini, maka strategi pembangunan kesehatan yang kita bangun melalui tiga pilar, yaitu paradigma sehat, penguatan akses pelayanan kesehatan dan penyediaan biaya melalui Jaminan Kesehatan Nasional (JKN),” jelasnya.

Dia berharap rangkaian kegiatan dalam peringatan HKN dapat bermanfaat bagi seluruh masyarakat dan menjadi ajang mensosialisasikan kegiatan-kegiatan yang telah dan akan dilaksanakan untuk mewujudkan masyarakat yang sehat.

Kepala Dinas Kesehatan Maybrat, dr. Nelce Kambuaya, MSc.Sp, Rad, menambahkan pelaksanaan di rumah sakit pratama, dengan harapan dapat merayakan bersama dengan masyarakat, terutama pemilik hak ulayak dan Pemda Maybrat.

“Perayaan ini juga menunjukan Maybrat sudah memiliki rumah sakit yang lengkap dengan alat-alat kesehatan yang baik dan berstandar. Meski, pelayanan kesehatan keliling 24 distrik, daerah terjauh, terpencil dan dokter mobael akan tetap dilaksanakan,”tutupnya.(Mrk)

Sabtu, 09 November 2019

Renungan Kristen "Arti Sebuah Kesempurnaan"


Ada seorang lelaki yang sangat tampan dan sempurna merasa bahwa Tuhan pasti menciptakan seorang perempuan yg sangat cantik dan sempurna pula untuk jodohnya.

Karena itu ia pergi berkeliling untuk mencari jodohnya.

Kemudian sampailah ia disebuah desa. Ia bertemu dengan seorang petani yang memiliki 3 anak perempuan dan semuanya sangat cantik.

Lelaki tersebut menemui bapak petani dan mengatakan bahwa ia ingin mengawini salah satu anaknya tapi bingung; mana yang paling sempurna.

Sang Petani menganjurkan untuk mengencani mereka satu persatu dan si Lelaki setuju. Hari pertama ia pergi berduaan dengan anak pertama. Ketika pulang, ia berkata kepada bapak Petani, “Anak pertama bapak memiliki satu cacat kecil, yaitu jempol kaki kirinya lebih kecil dari jempol kanan.”

Hari berikutnya ia pergi dengan anak yang kedua dan ketika pulang dia berkata, “Anak kedua bapak juga punya cacat yang sebenarnya sangat kecil yaitu agak juling.”

Akhirnya pergilah ia dengan anak yang ketiga. Begitu pulang ia dengan gembira mendatangi Petani dan berkata,”inilah yang saya cari-cari. Ia benar-benar sempurna.”

Lalu menikahlah si Lelaki dgn anak ketiga Petani tersebut. Sembilan bulan kemudian si Istri melahirkan. dengan penuh kebahagian, si Lelaki menyaksikan kelahiran anak pertamanya. Ketika si anak lahir, Ia begitu kaget dan kecewa karena anaknya sangatlah jelek. Ia menemui bapak Petani dan bertanya “Kenapa bisa terjadi seperti ini Pak? Anak bapak cantik dan saya tampan, kenapa anak saya bisa sejelek itu..?”

Petani menjawab, “Ia mempunyai satu cacat kecil yang tidak kelihatan. Waktu itu Ia sudah hamil duluan…..”


 Pesan Moralnya

Kadang kala saat kita mencari kesempurnaan, maka yang kita dapat adalah kekecewaan. Tetapi kalau kita bertemu dengan kekurangan duluan, maka segala sesuatu akan terasa istimewa (semua akan indah pada waktunya) (Mrk)

Michael R Kareth "Pengisian Jabatan DOB PBD Wajib Prioritaskan Orang Asli Papua"

                                                    Dr. Michael Rafael Kareth, S.Hut, M.Si Dr. Michael R Kareth, S.Hut,  M.Si., mantan Aktif...