"Nehaf Sau Bonout Sau" "Satu Hati Satu Komitmen"

Rabu, 16 Desember 2020

Januari 2021, Peletakan Batu Pertama Pembangunan Kantor Sekretariat DPC Partai PDI-P

MAYBRAT, (Maybrat News) - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kabupaten Maybrat Papua Barat, merencanakan untuk melakukan peletakan batu pertama pembangunan kantor sekretariat DPC Partai PDI-P pada tanggal 7 Januari 2021 mendatang di Kampung Fiane Distrik Ayamaru Tengah.

Perencanaan peletakan batu pertama pembangunan kantor PDI-P tersebut telah dibentuk panitia pembangunan dengan melibatkan semua kader dan simpatisan agar proses pembangunan dapat terlaksana sesuai dengan yang diinginkan.

Ketua panitia pembangunan kantor DPC PDI-P Kabupaten Maybrat, Hanok Jitmau mengaku bahwa pembangunan Kantor DPC Partai PDI-P tersebut tidak memiliki unsur politik dan kepentingan lainnya namun pembangunan tersebut murni.

Dirinya mengatakan, peletakan batu pertama tersebut sekaligus penyerahan sertifikat tanah kepada Dewan Pimpinan Daearah (DPD) dan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai PDI Perjuangan sebagaimana memenuhi syarat pembangunan.

“Tanah sudah aman dan tidak ada masalah. Tinggal saja peletakan batu pertama lalu melakukan pembangunan. Dan jangan beranggap bahwa ini ada unsur politik. Sama sekali tidak,” terang Hanko, Jum’at (11/12/20)

Dirinya optimis bahwa pembangunan kantor DPC Partai PDI Perjuangan tersebut akan terlaksana dengan sukses karena memiliki persatuan dari anggota Partai. Oleh karena itu, tanggal 7 Januari mendatang peletakan batu pertama akan tetap dilakukan karena telah dijadwalkan.

“Panitia pembangunan sudah kami bentuk dan ketua panitianya saya sendiri. Dan koordinasi untuk pembangunannya tentu kami jalani,” tutup Hanok (Mrk)

DPD PPNI Maybrat Menyelenggarakan Workshop Standarisasi Kinerja Perawat



MAYBRAT, (Maybrat News) - Dewan Pengurus Daerah Persatuan Perawat Nasional Indonesia (DPD PPNI) Kabupaten Maybrat menyelenggarakan workshop standarisasi satuan kerja perawat dan sosialisasi STR serta NIRA online. Kegiatan tersebut melibatkan tenaga Bidan karena sangat berkaitan dengan tugas pelayanan di lapangan. Kegiatan ini diselenggarakan di aula Samubah Ayamaru Kabupaten Maybrat, Rabu (16/12/20)

Wakil ketua PPNI Provinsi Papua Barat, Mikhael Hansen Suu mengatakan,
Kegiatan tersebut dilakukan agar para Perawat dapat memahami tugas standar perawat dan profesi berdasarkan undang-undang keperawatan nomor 38 tahun 2014 sehingga dapat dikerjakan di unit pelayanan masing-masing terhadap masyarakat yang membutuhkan pelayanan.

Dikatakannya, workshop tersebut berkaitan dengan uji kompetensi perawat sehingga memahami agar dapat melakukan persiapan pengusulan kenaikan pangkat.

“Kegiatan ini sangat membantu tenaga perawat dan bidan sehingga mereka memahami tupoksi mereka saat bekerja di lapangan. Karena ini menangani masyarakat,” Rabu (16/12/20)

Kegiatan workshop tersebut berlangsung selama Tiga hari dan berakhir dengan antusias guna meningkatkan kinerja para perawat Maybrat. (Mrk)

 

80 Kepala Kampung Non Job Mempertanyakan Nasib Mereka


MAYBRAT, (Maybrat News) – Sebanyak 80 kepala kampung  yang non job di Kabupaten Maybrat mempertanyakan nasib mereka. Pasalnya sejak tanggal 1 Oktober 2017 lalu, tidak ada surat pemberhentian yang di keluarkan oleh pemerintah untuk menggantikan kami. pada hal kalau kami di ganti oleh kepala kampung yang baru berarti harus ada Surat keputusan (SK) dan ada acara pelantikan kepala kampung baru yang di lakukan oleh pemerintah, sehingga dengan dasar itu maka kami merasa masih berhak untuk mengelola anggaran daerah maupun nasional yang begitu besar.

Hal itu disampaikan, Fransiskus Bame mantan kepala kampung Yarat mewakili 80 kepala kampung di wilayah Ayamaru, Aitinyo, Aifat dan Yumases yang Non Job akibat kerja politik 2017. “Ganti kepala kampung itu, konsekuensi kerja politik, tetapi harus ada surat pemberhentian dan kepala kampung yang baru harus dilantik dan mendapat SK yang jelas agar berhak mencairkan dan mengelola anggaran negara,”ujarnya kepada media ini Senin, (14/12/20)

Menurut Fransiskus Bame, sudah 3 tahun 3 bulan kepala kampung yang baru hanya dengan nota bisa cairkan dana APBD dan APBN yang ratusan juta sampai Miliar. “Kami pun tidak ada surat pemberhentian berarti SK kami sebagai kepala kampung masih berlaku termasuk hak kami sampai saat ini,” kata dia.

Ia menjelaskan, Undang-undang (UU) Nomor 6 tahun 2014 tentang Desa pemerintah Kabupaten Maybrat abaikan. Padahal kata dia, itu sangat jelas bahwa kepala kampung menjabat selama 6 tahun melalui proses pemilihan atau Musyawarah Kampung (Muskam)

“Diberhentikan kepala kampung apabila kepala kampung itu meningal dunia, tidak melaksanakan tugas selama 6 sampai 12 bulan, menyalahgunakan anggaran APBD dan APBN untuk kepentingan pribadi, melakukan hal-hal yang terlarang yaitu Narkoba, Narapidana atau organisasi terlarang ,”sebut Fransiskus.

Namun selama ini yang terjadi, langsung diganti tidak melalui Bamuskam, usulkan ke tingkat distrik, lanjutkan ke Kabupaten dan Bupati keluarkan rekomendasi kepada kepala distrik memberikan pelaksana harian (PLH) seorang PNS untuk persiapan pemilihan kepala kampung.

“Setelah pemilihan dan menerima SK pelantikan dan menerima resmi atribut negara itu baru kepala kampung berhak mencairkan dan mengelola dana kampung.  Tetapi kepala kampung di Maybrat mendapat nota penunjukan bisa mencairkan dana bersumber dari dana APBD dan APBN selama 3 tahun lebih apakah ada aturan menghendaki itu atau tidak,”tanya dia.

Selain itu Thomas Turot mantan kepala kampung Hainkanes distrik Aifat Utara mempertanyakan sampai saat ini belum ada SK pemberhentian yang kami terima bahwa kami diberhentikan.

“Pemberhentian kami sebagai kepala kampung yang memiliki SK tidak ada alasan yang jelas. Pesta demokrasi yang diikuti itu bebas, dan kami terima itu, tetapi harus ada surat pemberhentian ada ditangan kami,”tanya dia. (Mrk)

Selasa, 03 November 2020

Bernard Sagrim Menargetkan Peresmian Kantor Bupati Maybrat Pada Bulan Agustus 2021

MAYBRAT, (Maybrat News) - Bupati Maybrat Papua Barat, Drs. Bernard Sagrim,MM beserta beberapa pejabat  meninjau pembangunan kantor Bupati yang terletak di alun-alun Fait Mayaf yang merupakan lokasi sangat strategis pembangunan perkantoran.

Bernard Sagrim saat ditemui di lokasi pembangunan mengatakan, pembangunan kantor Bupati tersebut tetap mengutamakan aspek kualitas sehingga dapat digunakan dalam waktu tang cukup lama.

Pembangunan kantor Bupati tersebut akan dibangun dengan konstruksi Dua lantai dengan ukuran gedung mencapai 88×40 meter. Dirinya menargetkan pembangunan tersebut akan selesai pada bulan Juli 2021 dan diresmikan pada bulan Agustus.

“Apapun hambatannya, saya sudah berkomitmen agar bulan Agustus saya harus resmikan kantor Bupati. Jadi saya sampaikan kepada kontraktor harus kerja ekstra sehingga pembangunan ini dapat diselesaikan tepat waktu yang telah saya tetapkan,” terang Bernard Sagrim, Senin (2/11/20)

Meskipun pembangunan tersebut dihalangi dengan Covid-19 dan cuaca yang tidak bersahabat, namun Bupati Maybrat ini tetap berkomitmen agar pembangunan kantor selesai tepat waktu.

Dalam peninjauan pembangunan kantor, Bupati beserta pejabat lainnya tetap mematuhi protokol kesehatan dengan menggunakan masker. (Mrk)

 

Sabtu, 31 Oktober 2020

Renungan Kristen: Arti Kesetiaan

Kisah nyata yang bagus sekali untuk  kita semua. Kisah ini pernah ditayangkan di MetroTV.  Namun saya mencoba menuliskannya kembali, semoga kita dapat mengambil pelajaran.

Ini cerita nyata, beliau adalah Bp. Eko Pratomo Suyatno, Direktur Fortis Asset Management yg sangat terkenal di kalangan Pasar Modal dan Investment, beliau juga sangat sukses dalam memajukan industri Reksadana di Indonesia. Apa yg diutarakan beliau adalah sangat benar sekali. Silakan baca dan dihayati.


Dilihat dari usianya beliau sudah tidak muda lagi, usia yg sudah senja bahkan sudah mendekati malam, Pak Suyatno 58 tahun kesehariannya diisi dengan merawat istrinya yang sakit istrinya juga sudah tua. Mereka menikah sudah lebih 32 tahun. Mereka dikarunia 4 orang anak.

Disinilah awal cobaan menerpa, setelah istrinya melahirkan anak keempat tiba-tiba kakinya lumpuh dan tidak bisa digerakkan. Itu terjadi selama 2 tahun. Menginjak tahun ke tiga, seluruh tubuhnya menjadi lemah bahkan terasa tidak bertulang, lidahnyapun sudah tidak bisa digerakkan lagi.

Setiap hari pak suyatno memandikan, membersihkan kotoran, menyuapi, dan mengangkat istrinya keatas tempat tidur. Sebelum berangkat kerja, dia letakkan istrinya didepan TV supaya istrinya tidak merasa kesepian. Walau istrinya tidak dapat bicara tapi dia selalu melihat istrinya tersenyum.

Untunglah tempat usaha pak suyatno tidak begitu jauh dari rumahnya sehingga siang hari dia pulang untuk menyuapi istrinya makan siang. Sorenya dia pulang memandikan istrinya, mengganti pakaian dan selepas waktu maghrib dia temani istrinya nonton televisi sambil menceritakan apa2 saja yg dia alami seharian. Walaupun istrinya hanya bisa memandang tapi tidak bisa menanggapi, Pak Suyatno sudah cukup senang, bahkan dia selalu menggoda istrinya setiap berangkat tidur.

Rutinitas ini dilakukan Pak Suyatno lebih kurang 25 tahun, dengan sabar dia merawat istrinya bahkan sambil membesarkan ke 4 buah hati mereka, sekarang anak2 mereka sudah dewasa, tinggal si bungsu yg masih kuliah.

Pada suatu hari, ke empat anak suyatno berkumpul dirumah orang tua mereka sambil menjenguk ibunya. Karena setelah anak mereka menikah, sudah tinggal dengan keluarga masing-masing dan Pak Suyatno memutuskan ibu mereka dia yang merawat, yang dia inginkan hanya satu semua anaknya berhasil.

Dengan kalimat yang cukup hati-hati anak yg sulung berkata “Pak kami ingin sekali merawat ibu, semenjak kami kecil melihat bapak merawat ibu, tidak ada sedikitpun keluhan keluar dari bibir bapak, bahkan bapak tidak ijinkan kami menjaga ibu”.

Dengan air mata berlinang anak itu melanjutkan kata-kata: “sudah yang keempat kalinya kami mengijinkan bapak menikah lagi, kami rasa ibupun akan mengijinkannya, kapan bapak menikmati masa tua bapak, dengan berkorban seperti ini kami sudah tidak tega melihat bapak. Kami janji kami akan merawat ibu sebaik-baik secara bergantian”.

Pak Suyatno menjawab hal yg sama sekali tidak diduga anak-anaknya: “Anak-anakku… Jikalau perkawinan & hidup di dunia ini hanya untuk nafsu, mungkin bapak akan menikah.. tapi ketahuilah dengan adanya ibu kalian disampingku itu sudah lebih dari cukup, dia telah melahirkan kalian. Sejenak kerongkongannya tersekat, kalian yg selalu kurindukan hadir didunia ini dengan penuh cinta yg tidak satupun dapat dihargai dengan apapun.”

“Coba kalian tanya ibumu apakah dia menginginkan keadaannya seperti ini? Kalian menginginkan bapak bahagia, apakah bathin bapak bisa bahagia meninggalkan ibumu dengan keadaanya sekarang, kalian menginginkan bapak yang masih diberi Tuhan kesehatan dirawat oleh orang lain? Bagaimana dengan ibumu yg masih sakit.”

Sejenak meledaklah tangis anak-anak pak suyatno. Merekapun melihat butiran-butiran kecil jatuh dipelupuk mata ibu Suyatno. Dengan pilu ditatapnya mata suami yg sangat dicintainya itu.
Sampailah akhirnya Pak Suyatno diundang oleh salah satu stasiun TV swasta untuk menjadi nara sumber dan merekapun mengajukan pertanyaan kepada Suyatno, kenapa mampu bertahan selama 25 tahun merawat Istrinya yang sudah tidak bisa apa-apa.

Disaat itulah meledak tangis beliau dengan tamu yang hadir di studio, kebanyakan kaum perempuanpun tidak sanggup menahan haru. Disitulah Pak Suyatno bercerita..” Jika manusia didunia ini mengagungkan sebuah cinta dalam perkawinannya, tetapi tidak mau memberi (memberi waktu, tenaga, pikiran, perhatian) itu adalah kesia-siaan”.

“Saya memilih istri saya menjadi pendamping hidup saya, dan sewaktu dia sehat diapun dengan sabar merawat saya, mencintai saya dengan hati dan bathinnya bukan dengan mata, dan dia memberi saya 4 orang anak yg lucu-lucu. Sekarang dia sakit karena berkorban untuk cinta kita bersama. Dan itu merupakan ujian bagi saya, apakah saya dapat memegang komitmen untuk mencintainya apa adanya. Sehatpun belum tentu saya mencari penggantinya apalagi dia sakit…”

Hidup adalah Perjuangan tanpa henti-henti, tidak usah kau tangisi hari kemarin. (Mrk)

 

Selamat Ulang Tahun Yang Ke-2 Maybrat News


 

Wakil Ketua Klasis Ayamaru Komitmen Untuk Mencegah Bahaya Covid-19


MAYBRAT, (Maybrat News) - Wakil ketua Klasis Ayamaru Kabupaten Maybrat, Dr. Naomi Netty Howay, S.Km.M.Kes menegaskan kepada pihak gereja, pemerintah dan adat agar membangun kerja sama yang baik guna bersatu mencegah dan membasmi penyebaran bahaya Covid-19 di Maybrat.

Dirinya mengatakan, jika ketiga komponen tersebut dapat bekerja sama dengan baik, maka bahaya virus tersebut dapat dicegah secara mudah sehingga masyarakat dapat melaksanakan aktivitas dengan tenang.

Ditambahkannya, bahaya virus tersebut harus diberantas secara bersama-sama agar Maybrat kembali menjadi zona hijau.


Ditambahkannya, masyarakat harus tetap tinggal di Maybrat jika tidak mempunyai urusan penting di luar daerah agar virus tersebut tidak menyebar luas. Hal tersebut dikatakan wakil ketua Klasis ini agar tetap menjaga dan melindungi warga jemaat sehingga tetap sehat.

“Karena jemaat kami ini adalah warga Maybrat, jadi mereka harus dilindungi oleh bahaya Covid-19. Jadi pihak pemerintah, gereja dan adat harus bersinergis untuk mencegah bahaya tersebut,” kata Naomi Netty Howay, Sabtu (31/10/20)

Lebih jauh Naomi Netty Howay mengatakan, ketiga komponen telah bekerja keras namun masyarakat harus mematuhi kebijakan pemerintah dengan tetap menjaga protokol kesehatan. (Mrk)

 

Michael R Kareth "Pengisian Jabatan DOB PBD Wajib Prioritaskan Orang Asli Papua"

                                                    Dr. Michael Rafael Kareth, S.Hut, M.Si Dr. Michael R Kareth, S.Hut,  M.Si., mantan Aktif...