"Nehaf Sau Bonout Sau" "Satu Hati Satu Komitmen"

Selasa, 14 Mei 2019

Aparatur Sipil Negara Harus Kedepankan Disiplin Kerja

Sekda Maybrat, Drs. Agustinus Saa, M.Si
MAYBRAT, (Maybrat News) – Sekda Maybrat, Drs. Agustinus Saa, M.Si meminta Aparatur Sipil Negara (ASN) harus mengkedepankan displin bekerja. Sebab pegawai yang dikenakan kenaikan golongan maupun terima upah didasari kinerjanya. Bila kinerjanya buruk, namun haknya lancar juga tidak etis.

“Pegawai ini, saya kira sudah ditatar baik, hanya perilaku malas kerja, tetapi menuntut. Negara bayar orang sesuai kinerja yang ada, berarti bukan hanya dibayar tetapi tunjukan loyalitas terhadap negara dan bekerja untuk melayani masyarakat didaerah ini,”ujarnya di Kumurkek, Selasa, 14 Mei 2019.

Sekda mengatakan kita semua dikontrak oleh negara, sehingga kita bekerja mengabdi untuk negara dan melayani masyarakat dimana kita ada. Itu tujuan negara mempekerjakan kita.

“Kalau pegawai sudah malas kerja, kita mau bawa masyarakat dan kabupaten ini kemana?. Masyarakat mendapat pelayanan yang baik, tentu karena kinerja yang baik dari ASN,” sebutnya.

“Masyarakat mendapat pelayanan yang baik karena penyelenggaran pemerintahan, kebijakan pembangunan dan pembinaan kemasyarakatan dapat berjalan maksimal,”tuturnya.(es)

Pencairan Dana Desa di Maybrat Mengalami Keterlambatan

Kepala Bagian Pemerintahan Kampung Setda Kabupaten Maybrat, Origenes Howay, S.Sos.
MAYBRAT, (Maybrat News) – Kepala Bagian Pemerintahan Kampung Setda Kabupaten Maybrat, Origenes Howay, S.Sos, mengatakan Anggaran Dana Desa (ADD) tahun 2019, pencairannya mengalami keterlambatan.

Hal ini disebabkan, karena bagian pemerintahan kampung, Bupati dan wakil Bupati, masih sedang melakukan perubahan Nota Dinas menjadi Surat Keputusan (SK) Bupati, terkait pengangkatan Kepala Kampung.

“Nota dinas ini, sudah 1 tahun 6 bulan. Jadi harus ada SK Bupati, sehingga proses penyaluran dana kampung tidak terganjal aturan,” ujarnya.

“SK bupati tujuannya untuk pergantian antara waktu (PAW) bagi Nota Dinas, yang lewat dari 6 bulan itu. Fomnya sudah kami bagi ke 259 kampung untuk diisi struktur aparat kampung ditambah kaur keuangan, yang didasari peraturan menteri dalam negeri,”terangnya, Selasa (14/5/2019).

Ia menjelaskan, nama yang tertera dalam SK itulah yang layak memproses pencairan dana desa, sekaligus evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintahan dan penyalahgunaan anggaran. Apalagi di tahun 2019, anggaran dana desa sudah bertambah sekitar Rp1 Miliar setiap kampung.

“Kami sudah menerima temuan dari Inspektorat, yang tersebar di 24 distrik dan 259 kampung, dari anggaran 2017 dan 2018, karena tidak dilaksanakan secara maksimal. Misalnya setiap distrik penyalahgunaan dana desa itu mencapai Rp1 Miliar hingga Rp2 Miliar.

Untuk itu, dalam waktu dekat, Inspektorat akan menyurati pihak terkait untuk dilakukan pemeriksaan terkait penggunaan dana desa. “Soal pencairan kami harap kepala kampung dapat bersabar, menunggu pemprosesan SK baru selesai,” tukasnya.(es)

Pelajar & Mahasiswa Mare Gelar "Turnamen Futsal Mare CUP I"

Imanuel Yekwam
MAYBRAT,  (Maybrat News) - Dalam rangka mempersatukan Ikatan Pemuda Pelajar dan Mahasiswa Mare se Sorong Raya (IPPMM-SR). Maka kami dari Badan Pengurus (IPPMM-SR) akan melakukan Turnamen Futsal Mare CUP I, kata ketua panitia Imanuel Yekwam di sekretariat panitia, kompleks malanu kampung (Selasa 14/5/2019).

"Pertandingan turnamen futsal Mare Cup I ini di buka untuk umum dengan total biaya pendaftaran sebagai berikut: 1. Pendaftaran untuk Putra sebesar Rp. 300.000, dan untuk Putri sebesar Rp. 250.000, "
  
Disamping itu Imanuel juga menuturkan bahwa untuk hadiah nantinya akan di berikan sesuai dengan hasil juara, dimana untuk yang keluar sebagai pemenang pertama atau Juara I  berhak menerima piala dan uang pembinaan sebesar Rp 1.500.000,  Juara II  berhak menerima piala dan uang pembinaan sebesar Rp 800.000, dan Juara III juga sama, mendapatkan piala dan uang pembinaan sebesar Rp 500.000, serta panitia juga memberikan beberapa penghargaan.

Alamat pendaftaran di Jln. F Kalasuat Malanu Kampung Kota Sorong, (belakang pasar obor), kontak person (085244223291)

Panitia pelaksana : Ketua Fernando Yekwam, Sekretaris Selvi Bless, Mengetahui: BP. Ikatan Pemuda Pelajar Dan Mahasiswa Mare Se-Sorong Raya (IPPMM-SR). (Mrk)

 

Senin, 13 Mei 2019

Sekda : Pemda Maybrat Junjung Tinggi Toleransi Antar Umat Beragama

Sekda Maybrat, Drs. Agustinus Saa, M.Si
MAYBRAT, (Maybrat News) – Pemda Maybrat siap mendirikan rumah ibadah sesuai 5 agama yang diakui di Indonesia, yakni Islam, Kristen, Katolik, Hindu dan Budha, jika nantinya memang dibutuhkan oleh masyarakat.

“Kumurkek sebagai ibukota Maybrat, sehingga kedatangan orang dari luar untuk bekerja tentu ada. Maka keberadaan tempat ibadah ini sangat penting, terutama mereka yang beragama Hindu dan Budha,” ungkap Sekda Maybrat, Drs. Agustinus Saa, M.Si.

Menurutnya, masyarakat juga sudah siap, bilamana ada agama lain, selain Islam dan Kristen, membangun rumah ibadahnya diwilayah Kumurkek.

“Ini merupakan wujud dari toleransi umat beragama dan berarti bersatu membangun wilayah ini. Bhineka tunggal ika, meskipun berbeda-berbeda suku, agama, ras kita tetap satu,” ungkap Sekda dalam kegiatan tatap muka FKUB, Senin (13/5/ 2019).

“Kalau ada yang datang bekerja, kemudian bangun rumah ibadah, berarti kita harus terima dan bergandengan tangan bangun daerah ini yang lebih baik lagi,” tutup Sekda.(es)

Sekda Buka Acara Tatap Muka FKUB di Maybrat


MAYBRAT, (Maybrat News) – Sekda Maybrat, Drs. Agustinus Saa, M.Si membuka acara tatap muka antara Forum Kerukunan Umat Bergama (FKUB) provinsi Papua Barat dan Kabupaten Maybrat, di Aula Pertemuan Setda Maybrat, Senin, (13/5/2019).

Sekda dalam arahannya mengatakan, untuk membangun Maybrat, kita tidak bisa jalan sendiri, sehingga dibutuhkan sinergitas antara adat, agama dan pemerintah.

“Di Maybrat ada tiga agama, Kristen protestan, Katolik dan Islam. Sehingga bilamana tiga tungku ini bergandengan tangan dan berjalan bersama, maka semua orang dapat hidup aman, damai dan tenang,” ungkapnya.

Sementara Koordinator Bidang pemeliharaan Kerukunan Umat Beragama Provinsi Papua Barat, Pdt. Serly Parinusa Siagian, S.Th mengatakan kearifan lokal, seperti tiga tungku, tentu membutuhkan koordinasi, dan komunikasi antara pengurusnya.

Sehingga hadirnya FKUB di Maybrat, diharapkan dapat menghasilkan program yang bisa merangkul semua keberagaman untuk membangun masyarakat yang adil, damai dan sejahtera. (es)

Masyarakat Keluhkan Jaringan Listrik Ayamaru Utara-Mare Selatan

Kondisi jaringan listrik Ayamaru Utara-Mare Selatan tak kunjung berfungsi dan diperbaiki.
MAYBRAT, (Maybrat News) – Masyarakat kampung Arne Timur dan Fase Distrik Mare Selatan Kabupaten Maybrat keluhkan jaringan listrik Ayamaru Utara-Mare Selatan tak kunjung berfungsi dan diperbaiki.

Untuk itu, masyarakat meminta PT. PLN Persero Cabang Sorong Selatan segera memperhatikan kondisi ini.

“Sudah dipasang (Jaringan,red) sejak tahun 2018 lalu, yang menghubungkan antara Distrik Ayamaru Utara menuju Distrik Mare Selatan. Tapi saat ini mengalami rusak berat dan sangat berdampak besar bagi para pengendara yang melintasi di jalan tersebut,” ungkap Yohanes salah satu warga masyarakat kepada Maybrat News, Minggu (12/05).

Yohanes menyebutkan, jaringan atau kabel listrik dan tiang banyak yang tumbang di kiri-kanan sepanjang jalan. Bahkan kabel yang jatuh melintang panjang sangat dikwatirkan membahayakan para pengemudi yang melintasi jalan Ayamaru Utara menuju Distrik Mare Selatan.

Kata dia, masyarakat sangat bersyukur adanya jaringan listrik tersebut namun sampai saat ini tak dipelihara dengan baik oleh pihak PT. PLN. Dan kondisi tersebut sangat sisayangkan sehingga warga masyarakat menuding PT. PLN tidak serius untuk menangani hal ini.

“Kami minta pihak PT. PLN untuk segera turun menjawab keluhan masyarakat terhadap aliran listrik yang sudah dipasang kemudian sampai saat ini kenapa tidak menyala. Kalau memang diabaikan ini maka kami akan cabut tiang listrik dan kabel yang jatuh menghalangi jalan raya untuk dimusnahkan karena mengganggu arus lalu lintas,” cetusnya.

Dan kata Yohanes, bahwa pembangunan jaringan listrik tersebut selesai pada Desember 2018 lalu namun hingga kini belum berfungsi. [ones]

185 Peserta CPNS Maybrat Mengikuti Prajabatan di Kota Sorong

Alfert Kareth, S.STP
MAYBRAT, (Maybrat News) - Kepala Bidang Diklat di Kantor Badan Kepegawaian Kabupaten Maybrat, Alfert Kareth, S.STP, menuturkan bahwa jumlah peserta prajabatan sebanyak 185, yang akan siap mengikuti kegiatan prajabatan selama 3 bulan. (Minggu 12 Mei 2019)

Dalam kegiatan prajabatan ini, terdapat tiga peserta titipan dari kabupaten Tambrauw, yang mana sudah bergabung saat ini dengan peserta yang lain untuk mengikuti segala rangkaian kegiatan. 

Alfret juga berpesan agar para peserta yang nantinya akan di bimbing dan di bekali dengan dasar-dasar kepemimpinan ini kedepanya dapat menjadi ASN yang berguna bagi Bangsa dan Negara.

Salah satu peserta prajabatan Robi Jitmau, SK, atau yang biasa akrab di sapa RJ mengatakan bahwa, setelah menunggu selama 4 tahun akhirnya kejelasan status mereka mulai mendapatkan titik terang. 

Ia juga sangat berterima kasih kepada pemerintah, terutama Bupati Kabupaten Maybrat, Drs. Benard Sagrim, MM. yang mana telah menjawab apa yang selama ini saya dan teman-teman yang lain harapkan. 

Kepala Badab Kepegawaian, Drs. Yakob Kareth, M.Si beserta seluluruh stafnya, yang mana telah bekera dengan baik dalam mempersiapakan seluruh rangkaian kegiatan Prajabatan ini, mulai dari pembukaan hingga selesainya nanti. (Mrk)

Michael R Kareth "Pengisian Jabatan DOB PBD Wajib Prioritaskan Orang Asli Papua"

                                                    Dr. Michael Rafael Kareth, S.Hut, M.Si Dr. Michael R Kareth, S.Hut,  M.Si., mantan Aktif...