"Nehaf Sau Bonout Sau" "Satu Hati Satu Komitmen"

Selasa, 21 Mei 2019

Pasar Sentral Maybrat Akan Dibangun di Athabu

Pertemuan Bupati, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah dan masyarakat, terkait rencana pembangunan Pasar Sentra di Maybrat.
MAYBRAT, (Maybrat News) – Bupati Kabupaten Maybrat, Drs. Bernard Sagrim. MM, mengatakan pembangunan Pasar Sentral, akan dibangun di Athabu pertigaan antara Aitinyo, dan Teminabuan. Sehingga nantinya mama-mama dari Maybrat tak lagi berjualan di Sorong Selatan. (selasa 21 Mei 2019)

Hal ini disampaikan Bupati dalam tatap muka yang digelar di Aula pertemuan Setda Kabupaten Maybrat, yang dihadiri Wakil Bupati Maybrat, Asisten I dan II, pimpin OPD (Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta mama dari wilayah Aitinyo dan Ayamaru, Senin kemarin.

“Untuk lokasi berjualan sementara dapat mengunakan pasar darurat yang sedang dibangun, sambil menunggu pasar permanen yang siap dibangun, dan tidak lagi kembali jualan di Teminabuan,” ungkap Bupati.

“Bila pasar permanen jadi, diharapkan jualan nanti bisa dipakai sistem borongan, serta pasar itu juga bisa dipakai oleh warga terdekat, seperti Wayer, Waigo dan Moswaren,” terangnya.

Menurutnya, pasar ini sangat strategis karena orang bisa datang dari Aitinyo, Ayamaru, Moswaren dan Waigo untuk berjualan maupun belanja. “Kami melihat pasar itu akan lebih hidup,” ujar Bupati.

Bupati mengatakan, dirinya telah berkomunikasi dengan Bupati Sorong Selatan, dan mengharapkan agar mama-mama dari Maybrat, tetap berjualan di pasar Kajase Teminabuan.

“Tapi dalam rapat, mereka tidak mau kembali ke pasar Kajase Teminabuan, akhirnya pimpinan OPD sepakat bangun pasar baru di Athabu,”tutur Sagrim. (es)

Disiplin ASN Harus Ditunjang Sarana Transportasi yang Memadai

Suasana apel gabungan Aparatur Sipil Negara (ASN), di Pemkab Kabupaten Maybrat
MAYBRAT, (Maybrat News) – Bupati Kabupaten Maybrat, Drs. Bernard Sagrim, MM, mengaku kedisiplinan Aparatur Sipil Negara (ASN), masih jauh dari harapan. Hal ini juga disebabkan faktor geografis penyebaran ASN di tiga wilayah, Ayamaru, Aitinyo, dan Aifat, yang sangat jauh.

“Memang disiplin ASN itu tidak mudah, tentu harus ada prasyarat. Artinya ada syarat-syarat yang harus kita siapkan sebelum kita menegakan displin. Seperti ketersediaan kendaraan dinas, angkutan bis,” ungkap Sagrim, Senin lalu.

Selain itu, perlu ada kerendahan hati dari pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang mempunyai kendaran fasilitas, dimana mereka dapat mengangkut pegawai yang kebetulan sama-sama di kampung dan distrik tempat tinggalnya.

Sagrim mengatakan dalam TPP (Tunjangan Perbaikan Penghasilan), perlu ada tunjangan transportasi bagi pegawai. “Itu kita siapkan semua baru disiplin kita tegakan. Kalau tidak memang agak susah, pegawai juga gaji berapa bayar ojek pergi pulang sehari saja Rp500 ribu,” ucap Sagrim.

“Jangankan staf, pejabat juga tidak ada kekayaan. Yang ada hanya menang gayanya saja,” terang Sagrim.

“Kalau sudah siapkan prasyarat semua, maka kita tegakkan disiplin, termasuk absen ceklok di masing-masing kantor. Kalau sekarang kita siapkan absen ceklok, namun tidak ditunjang oleh alata transportasi, percuma saja,” tandas Sagrim. (es)

Minggu, 19 Mei 2019

Mama-Mama Maybrat Minta Agar Pemda Bangun Gudang Sembako

Sekda Kabupaten Maybrat, Drs. Agustinus Saa, M.Si
MAYBRAT, (Maybrat News) – Mensikapi keluhan dari mama-mama pelaku ekonomi ini maka, Sekda Kabupaten Maybrat, Drs. Agustinus Saa, M.Si meminta kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD), termasuk rumpun ekonomi agar segera membangun gudang besar untuk menampung bahan bangunan atau sembilan bahan pokok (Sembako).

Hal ini dimaksudkan, agar dapat mempermudah masyarakat, khususnya para pemilik kios yang berasal dari distrik dan kampung, untuk bisa belanja kebutuhan bahan pokok, yang nantinya akan dijual kembali.

“Karena tidak ada gudang sembako, maka mau-tidak mau, masyarakat harus naik turung ke kabupaten dan kota Sorong untuk belanja kebutuhan mereka. jika demikian maka sudah tentu  mereka akan mengeluarkan biaya yang sangat besar untuk transportasi, makan, minum dan lain-lain.

Sehingga akan berpengaruh terhadap harga jual kebutuhan bahan pokok. Selain itu, rumpun atau pelaku ekonomi juga harus merancang suatu Draf Perda agar dijadikan pedoman dalam pengembangan ekonomi didaerah ini,”ujarnya sekda. Kamis, (16/5/2019).

Dia mengutarakan, pasar-pasar yang ada di distrik dan kampung harus difungsikan. Sebab, pasar itu dibangun dengan anggaran Negara, maka harus dimanfatkan demi kepentingan pergerakan perekonomian di daerah itu.

“Maksudnya supaya masyarakat tidak selamanya turung naik ke Sorong terus menerus untuk belanja, tetapi kita disini juga ada pasar dan gudang bahan bangunan dan sembako untuk kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

“Potensi daerah sudah ada, hanya kurang peka terhadap peluang ekonomi dan kebutuhan masyarakat, terutama kemajuan daerah harus didukung dengan masukan pendapatan asli daerah,” ucap dia.

Untuk itu, dia minta kepada pejabat OPD agar merencanakan suatu program yang berjangka panjang kedepan. Apakah produk hukum daerah, atau pengembangan ekonomi rakyat dengan menggali potensi lokal yang ada demi pembangunan dan kemajuan di Maybrat.(es)

Sabtu, 18 Mei 2019

Maybrat Ditargetkan Merdeka Signal di Tahun 2020


MAYBRAT, (Maybrat News) – Pemerintah menargetkan jangkauan sinyal layanan seluler merata di seluruh kabupaten/kota pada tahun 2020. Tak terkecuali di Kabupaten Maybrat. Guna merealisasikan kebutuhan telekomunikasi bagi masyarakat, Pemda Maybrat mendapat alokasi bantuan BTS Blankspot USO, sebanyak 20 unit yang siap dibangun dibeberapa lokasi yang dianggap belum terjangkau sinyal Telkomsel. 

Hal ini diungkapkan, Penanggung Jawab Program PICU USO (Universal Service Obligation) di Dinas Komunikasi dan Informatika Maybrat, Fransiskus Xaferius Tenau, A.Md.
“Kami targetkan tahun 2020, Maybrat sudah merdeka signal. Sebab usulan kami ke pemerintah pusat melalui Kemenkominfo RI, direspon baik, dan tahun ini siap dibangun ,” ujarnya di Kumurkek, Sabtu, (18/5/2019).

Fransiskus, yang pernah menerima penghargaan Anugerah ASN Inspiratif terbaik perwakilan Papua dan Papua Barat ini, menerangkan sebagai penanggungjawab program sejak 2015, dirinya terus memperjuangkan BTS Blankpost USO, hingga akhirnya keinginan masyarakat Maybrat, untuk memperoleh layanan telekomunikasi yang memadai dapat segera terwujud.

“Sarana telekomunikas ini sudah menjadi kebutuhan dasar bagi masyarakat. Apalagi mereka yang tinggal di wilayah yang sulit dijangkau,” tutupnya.(es)

Jumat, 17 Mei 2019

259 Kades Ikut Bimtek Peningkatan Kapasitas Aparat Kampung

259 Kepala Desa, yang mengikuti Bimbingan Teknik (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Aparat Kampung, Kamis (16/5/2019).
MAYBRAT, (Maybrat News) – Sebanyak 259 Kepala Desa (Kampung) dari 24 Distrik di Kabupaten Maybrat, mengikuti Bimbingan Teknik (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Aparat Kampung, Kamis (16/5/2019).

Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Pertemuan Setda ini, dibuka oleh Sekda Maybrat, Drs. Agustinus Saa, M.Si, dan dihadiri Asisiten II Bidang Pemerintahan, Pimpinan OPD.
Sekda, Drs Agustinus Saa, mengatakan Bimtek ini diselenggarakan dalam upaya peningkatan kapasitas aparat kampong, agar menambah pengetahuan dan wawasan dalam penyelenggaraan pemerintahan dan penggunaan anggaran.

“Ilmu yang diterima harus bisa diterapkan sekembali ke kampungnya masing-masing. Kalau ada yang tidak jelas bisa ditanyakan, jangan hanya berdiam saja,” ungkap Agustinus.

Sementara, Kepala Bidang Pemerintah Kampung, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung, Melkias Homer, S.Sos, mengatakan tujuan Bimtek ini agar proses pelayanan dan pembangunan di kampung berjalan baik dan dapat dirasakan masyarakat.

Dia minta kepada aparat kampong, agar dapat mengikuti kegiatan ini dengan saksama, karena ini akan berpengaruh terhadap tugas pelayanan dan pembangunan masyarakat di kampungnya masing-masing.(es)

Kamis, 16 Mei 2019

Kecewa Hasil Pileg " Mama-Mama Maybrat di Larang Berjualan di Pasar Kajase Sorsel"

Mama asal Maybrat yang sedang menaikan jualanya ke dalam truk
SORSEL/Teminabuan, (Maybrat News) - Kecewa denga hasil Pemilihan Anggota Legislatif (Pileg) periode 2019-2024, mama-mama dari kampung wersar melarang mama-mama dari Maybrat berjualan di areal pasar Kajase (Kamis 6/5/2019)

Berdasarkan informasi yang di hinpun oleh kontributor Maybrat News, Kejadian ini terjadi pada pukul 10.00 WIT di sekitar pasar Kajase, di mana terjadi adu mulut dan ancaman di antara para mama-mama yang berasal dari kampung wersar kepada mama dari Maybrat yang di karenakan rasa kecewa dengan perolehan suara bagi para calon anggota legislatif asal kabupaten sorong selatan.

Mereka atau mama-mama ini mengutarakan bahwa kenapa sampai calon Anggota Legislatif  Provinsi asal Kabupaten Sorong Selatan dapil empat (4) tidak memperoleh suara di Kabupaten Maybrat yang mengakibatkan tidak ada keterwakilan orang Sorsel yang akan lolos ke kursi DPR Provinsi.

"kenapa semua itu hanya kamu orang-orang Maybrat yang berhasil lolos jadi anggota DPR Provinsi  baru kita yang lain ini apa kata seorang mama sambil tongka pinggang.

Salah satu mama asal kampung wersar Henny Saway menuturkan bahwa, hal inilah yang membuat kami merasa kesal dan marah. meskipun mama Henny Saway juga menyampaikan maaf karena mereka atau mama-mama dari Maybrat ini adalah teman keseharianya sewaktu berjualan bersama.

Kendati demikian, selang beberapa jam kemudian mama-mama Maybrat dengan menggunakan kendaraan roda enam atau truk langsung menuju ke kantor bupati sorsel untuk bertemu langsung dengan Bupati Sorong selatan.
 
Proses mediasi antara mama-mama Maybrat dan Bupati Sorong Selatan
Hal ini terjadi dikarenakan adanya mediasi dari anak-anak maybrat yang sudah lama bertugas di Kabupaten sorsel. 

Tak lama berselang, Bupati sorong selatan melakukan pertemuan dengan mama-mama maybrat untuk mendengar penjelasan dari mama-mama Maybrat yang mana di tindak lanjuti juga dengan pertemuan antara kepala-kepala sukuguna mengambil kebijakan atau keputusan yang bijaksana agar masalah ini jangan sampai meluas, sehingga merugikan para pelaku ekonomi lintas 2 kabupaten ini.
 
selang beberapa jam kemudian Bupati Kabupaten Sorong Selatan, Samsudin Anggiluli, SE menyampaikan bahwa semua hasil jualan kalian atau mama-mama asal kabupaten maybrat saya bayar Rp 10.000.000 (Sepuluh Juta Rupiah).

 dengan adanya kebijakan atau keputusan ini maka situasi kembali normal dan mama-mama Maybrat boleh kembali berjualan seperti biasanya. (DK)

Rabu, 15 Mei 2019

Dispenda Maybrat Bahas Draf Pajak dan Retribusi

Kegiatan Rapat Dispenda Bersama OPD yang lain membahas pajak dan retribusi daerah
MAYBRAT, (Maybrat News) – Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda), Kabupaten Maybrat, bersama pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), membahas Draf Pajak dan Retribusi Daerah, Rabu (15/5/2019).

Pertemuan yang dilaksanakan diruang Setda Maybrat, dibuka oleh Wakil Bupati, Drs. Paskalis Kocu, dan dihadiri Sekda Drs. Agustinus Saa, M.Si, Asisten 1 dan II, pimpinan OPD bersama staf dan Kepala Distrik.

Wakil Bupati, Drs. Paskalis Kocu, mengatakan selama kurang lebih 3 tahun, setoran pajak tidak dilakukan, sehingga kabupaten ini mendapat evaluasi dari Dirjen Keuangan Negara.

“Pajak bumi dan bangunan pedesan dan perkotaan juga tidak berjalan baik, maka kita akan mulai menarik pungutan dengan membagi STTS, SPT, SAPD, termasuk penarikan di sektor jasa,” jelas Kocu.

Kocu mengaku kios saat ini belum ditarik retribusi. Padahal semua pungutan, seperti pajak, retribusi, dan pendapatan lain yang sah, telah diatur dalam Undang-undang (UU) Nomor 28 tahun 2009.

“Rumpun ekonomi, seperti perdagangan, pertanian, perhubungan, perikanan, PTSP, kesehatan, PU dan kepala distrik, itu ada pungutan meski nilainya kecil, termasuk galian C, spanduk dan reklame. Ini sudah sesuai SK Bupati Nomor 61 tahun 2013,” ungkap Kocu.

Kocu mengatakan berkaitan dengan pajak bumi dan bangunan, serta retribusi daerah belum dilakukan sosialisasi sepenuhnya ke semua tempat.

“Draf Raperda yang sudah dimuat bisa ditambah atau kurang. Selanjutnya dilakukan pembahasan bersama DPRD dan dilakukan konsultasi ke provinsi untuk ditetapkan,” tutup Kocu.(es)

Michael R Kareth "Pengisian Jabatan DOB PBD Wajib Prioritaskan Orang Asli Papua"

                                                    Dr. Michael Rafael Kareth, S.Hut, M.Si Dr. Michael R Kareth, S.Hut,  M.Si., mantan Aktif...