"Nehaf Sau Bonout Sau" "Satu Hati Satu Komitmen"

Jumat, 30 Oktober 2020

Hari Sumpah Pemuda Ke-92, Bupati Maybrat AjakPemuda Harus Pro-Aktif Mencegah Covid-19


MAYBRAT, (Maybrat News) - Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) bersama pemerintah Kabupaten Maybrat memperingati hari sumpah pemuda ke-92 tahun di halaman kantor Distrik Aifat Selatan, Rabu (28/10/20)

Usai upacara peringatan hari sumpah pemuda, kepada RRI Bupati Maybrat Drs, Bernard Sagrim,MM menegaskan kepada pemuda Maybrat agar bangkit dan bersatu untuk berkomitmen membangun negara NKRI yang harmonis. Sebab pemuda sangat berperan aktif dalam pembangunan.

Peringatan hari sumpah pemuda di tengah pandemi Covid-19 ini, Bernard Sagrim mengajak pemuda Maybrat agar selalu membantu pemerintah mencegah penyebaran bahaya Covid-19. Sebab pemuda merupakan harapan bangsa yang diprioritaskan.

“Saya berharap agar pada momen hari sumpah pemuda jangan diperingati dengan serimonial belaka. Namun harus ditandai dengan sebuah pergerakan untuk membangun pemuda di Kabupaten Maybrat,” tutur Bernard Sagrim

Bernard Sagrim memberikan sebuah harapan kepada pemuda Maybrat agar dapat mencanangkan pemuda menanam pasca Covid-19 sebagai bentuk keterlibatan dalam penyediaan bahan makanan di tengah pandemi saat ini.

“Pemuda harus mempunyai sebuah komitmen agar bagaimana bisa mempersiapkan bahan makanan di tengah pandemi Covid-19 saat ini dengan mencanangkan pemuda menanam,” tutup Sagrim (Mrk).

MRPB Lantik Sub Suku di Suku A3

 

MAYBRAT, (Maybrat News) – Satu dari sembilan sub suku  di Suku A3 (Ayamaru, Aitinyo dan Aifat) Kabupaten Maybrat dilantik oleh Anggota Majelis Rakyat Papua Barat (MRPB) Samuel Kambuaya, S.Sos. Pelantikan tersebut berlangsung di Temel , Kabupaten Maybrat, Minggu (25/10/20).

Dimana kesembilan sub suku A3 yang dilantik yakni Sub Suku Ayamaru, Aitinyo, Aifat, Mare, Maysomara, Sawiat, Wayer, Pkoursa, Weta Ngin Brat (WNB). Sedangkan satu sub suku yang dilantik yakni Pkoursa.  “Pelantikan hari ini dilakukan hanya satu sub suku saja, yakni sub suku Pkoursa, terdiri dari ketua, wakil dan sekretaris, sedangkan untuk 8 sub suku lain yang belum dilantik saya harap segera melakukan musyawarah adat untuk memilih Kepala sub suku, struktur organisasi yang diharapkan adalah ketua, wakil dan sekretaris,”ujar Semuel dari Pokja Adat.

Keberadaan sembilan  sub suku ini, kata dia, memiliki hak penuh untuk melakukan pemilihan ketua dewan adat suku (DAS) di  Kabupaten Maybrat saat Musyawarah besar (Mubes) Maret 2021 mendatang. “Proses pemilihan suku dan sub suku Maybrat ini dilakukan secara mudah, karena di Kabupaten Maybrat memiliki satu budaya, bahasa dan adat istiadat, sehingga mudah,”teran Semuel Kambuaya.

Dirinya berharap, ketua sub suku yang sudah dilantik harus merangkul masyarakat dan bekerjasama dengan pemerintah sekaligus menyuarakan kondisi keterisolasian masyarakat di wilayah yang sulit dijangkau agar pembangunan ini bisa dilakukan secara merata. “Itu akan terwujud apabila kita bekerja sama antar lembaga MRPB dan pemerintah daerah,”ucapnya kepada awak media.

Pelantikan ini juga merupakan suatu kepercayaan anggota MRPB kepada masyarakat, sebagai lembaga representatif kultur orang asli Papua yang memiliki wewenang dalam perlindungan hak-hak OAP dengan berasaskan pada penghormatan terhadap adat dan budaya di setiap sub suku, bahasa dan adat istiadat di wilayah Maybrat.

Ketua Sub Suku Ayamaru, Yulianus Kareth memberikan apresiasi kepada anggota MRPB dari Pokja Adat secara Resmi melantik kami sub suku dihari Minggu ini menjadi hari bersejarah. “Kepala sub suku yang baru di lantik harus bekerja jujur terhadap masyarakat, pemerintah dan juga Tuhan atas tugas yang baru diberikan dipundak saudara,” ujarnya.

Pantauan media ini, usai pelantikan dilanjutkan dengan deklarasi penetepan dan pengakuan bersama yang ditandatangai oleh pihak pemerintah, DPRD Provinsi, DPRD Maybrat, Sorong Selatan, pimpinan 8 dedominasi gereja dan 9 sub suku yang ada serta  penandatanganan prasasti oleh Bupati Maybrat dan MRPB.

Hadir dalam acara tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Maybrat bersama anggota, Ketua Klasis Ayamaru Pdt Bastian Bleskadit, S.Th, MM, Anggota DPRD Provinsi Papua Barat dari Fraksi Otsus, Agustinus Kambuaya, SE, Kepala Distrik Ayamaru Jaya Maikel Solosa, Anggota MRPB Papua Barat Dominggus Monsafe, dan anggota MRPB dari Pokja perempuan, Agnes Isir, S.Sos, M.Si. (Mrk)


 

Bupati Maybrat Bagikan 10 Ribu Masker


MAYBRAT, (Maybrat News) – Bupati Kabupaten Maybrat, Drs. Bernard Sagrim, MM membagikan 10 ribu masker kepada masyarakat di seluruh kabupaten Maybrat.  Pembagian masker itu diserahkan secara simbolik kepada kepala kampung di Aula Samubah Ayamaru Minggu, (25/10/20). “Jadi bapak inisiatif cetak masker ada 10 ribu, warna hitam, logo kabupaten Maybrat dan cantumkan moto Maybrat Nehaf Sau Bonout Sau (satu hati satu komitmen) bapak sudah bagikan ke wilayah Ayamaru Aitinyo, dan Aifat,” kata bupati.

Bupati berharap kepada kepala kampung dan dikoordinir oleh kepala distrik agar membagikan masker kepada seluruh masyarakat termasuk anak kecil. Selain itu bupati ingin agar seluruh masyarakat Maybrat melakukan  test sweb, sehingga bisa diketahui dan dapat diberikan tindakan pertolongan.  “Bila siapa yang terkena Covid-19 dapat kita segera tolong. Kalau tidak dilakukan, ini seperti bom waktu, kita tidak tau si A atau si B kena, karena interaksi dengan dia punya keluarga, akhirnya semua kena. Kalau sudah begitu, kita semua terlambat”, kata bupati menerangkan. (Mrk)

 

Theofani Harus Dijadikan Visi Besar Bagi Orang A3 Secara Turun Temurun

 
MAYBRAT, (Maybrat News) – Ketua DPRD Maybrat, Ferdinando Solosa, SE mengatakan, setiap 21 Oktober selalu dikenang sebagai momen bersejarah bagi segenap masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Maybrat. Tanggal tersebut merupakan pijakan peradaban bagi orang Maybrat.

Oleh karenannya, pesan Theofani harus dijadikan visi besar bagi tiap orang Maybrat. Pesan Theofani kedepan akan dirumuskan sebagai sebuah produk yang akan dilegitimasi oleh pemerintah Maybrat agar menjadi pegangan bersama secara turun temurun. Pemimpin ganti pemimpin harus mengacu pada pesan Theofani tersebut.

“Pemimpin ganti pimimpin, visi daerah, visi kabupaten ini tentu mengacu pada pesan Theofani, kita harus punya satu tekad, karena ini adalah janji berkat, kalau kita punya visi diluar itu tentu akan bertolak belakang dengan Theofani maka murtatlah yang akan mengahmpiri kita,” ujar Nando sapaan akrabnya, Kamis (21/10).

Ia juga menilai di Maybrat selama ini terjadi kemunduran dan pergeseran nilai iman yang bertolak belakang dengan cita-cita besar kelima raja yang kala itu sebagai pioner peradaban orang Maybrat.

“Lima raja waktu itu dengan keterbatasan SDM, fasilitas dan medan yang begitu sulit tapi Tuhan memberikan hikmat kepada mereka untuk menyampaikan janji berkat ini. Hasil investasi merekalah berkat hari ini kita nikmati bersama,” sebut Nando yang diaminkan oleh para hadirin.

Sebagai sebuah kesinambungan Theofani secara turun temurun, Nando juga mengajak kedelapan denominasi geraja yang ada di Maybrat untuk menciptakan sebuah konsep jangka panjang yang harus dirumuskan sehingga menjadi konsep yang baku bagi generasi jilid ke dua setelah kelima raja tersebut.

“Gereja begitu banyak, khotbah yang luar biasa, tetapi pertumbuhan iman dan kesadaran orang Maybrat umumnya masih jalan di tempat, apa yang dikatakan lain dari pada apa yang dilaksanakan, ini sebuah potret kehidupan kita akhir-akhir ini,” ucapnya.

Kondisi teakhir saat ini, kata dia bahwa kematian orang Maybrat telah mengalami grafik yang begitu tinggi.

“Kematian adalah otorotias dari Tuhan, tapi tentu kita sadari secara baik bahwa ada sebuah kelalaian yang telah kita lakukan,” tandsanya.

Menurut Nando, kondisi ini jika tidak dievaluasi secara komprehensif oleh gereja, pemeritah dan para tokoh yang ada maka hal ini tentu akan jadi ancaman bagi semua orang Maybrat ke depan karena karakter generasi Maybrat akhir-akhir ini tidak dibenahi secara baik.

Pada kesempatan itu, Nando mengajak semua orang Maybrat untuk terus saling mengedukasi serta berbenah diri dengan menjadikan Theofani sebagai satu-satunya pesan iman dan visi besar yang harus diladeni bersama hingga akhir hayat. (Mrk)

 

Gereja Baru dan Pastori GPI Jalan Suci Mulai Dibangun


MAYBRAT, (Maybrat News) – Orang Tua Rohani GPI “Jalan Suci” Tanah Papua, Yuliana Handayani Solossa  melakukan peletakan batu pertama pembangunan Gereja Baru dan pastori  Gereja pelebaran Injil (GPI) jalan suci jemaat El- Bethel kampung Fiane, Distrik Ayamaru tengah kabupaten Maybrat, Kamis(22/10/20).

Penatua GPI jalan suci cabang Kabupaten Maybrat Yulianus Karet saat memberi sambutan mengatakan acara peletakan batu pertama dapat berjalan dengan aman. Perkembangan jemaat GPI El- Bethel di KabupatenMaybrat sangat banyak, sehingga perlu adanya pembangunan gereja El -Bethel di distrik Ayamaru Tengah. “Jemaat dapat memuji dan membesarkan nama Tuhan sehingga nama Tuhan dapat dimuliakan,”ujarnya.

“Mari kita bersama-sama bergandeng tangan dalam pembanguna gereja El Bethel GPI “Jalan Suci”dapat berjalan dengan aman dan lancar tidak ada hambatan suatu apapun,”tutup Yulianus karet.

Sementara itu Ketua DPRD Kabupaten Maybrat Ferdinando Solossa, SE menyampaikan saat ini, Maybrat bermazmur karena berkat Tuhan tercurah di tanah ini. “Marilah kita bersama-sama memberitakan Injil di tanah ini, sehingga kerja sama antara gereja dan pemerintah dapat berjalan sesuai dengan firman Tuhan. Gereja, Adat dan pemerintah dapat berjalan bersama-sama sehingga apa yang menjadi harapan kita bersama dapat berjalan sesuai dengan yg diharapkan,”akunya.

Dirinya mengajak jemat agar terus memberikan dukungan dalam pembangunan gedung gereja GPI “Jalan Suci” sehingga dapat terlaksana sesuai dengan cita-cita kita bersama dan dapat digunakan dan jemaat GPI “Jalan Suci di Kabupaten  Maybrat.

Ferdinando Solossa berharap semua jemaat harus bekerja  sama antara pemerintah dan gereja selama ini dapat berjalan, sehingga kedepan visi yang telah disampaikan oleh para leluhur dapat diteruskan hingga generasi mendatang.

“Saat ini Negara kita sedang berjuang untuk mencegah wabah pandemi Covid 19. Saya mewakili pemerintah daerah sampaikan mari kita bersama-sama berdoa agar pandemi Covid 19 cepat berlalu dan kita bersama-sama dapat berjalan seperti biasanya,” tutupnya. (Mrk)

 

Jumat, 23 Oktober 2020

Peletakan Batu Pertama Gereja GPI Jalan Suci Jemaat El-Bethel


MAYBRAT, (Maybrat News) - GPI Jalan Suci Jemaat El Bethel melakukan peletakan batu pertama pembangunan gedung gereja dan pembangunan Pastori di Distrik Ayamaru Tengah Kabupaten Maybrat, Kamis (22/10/20)

Pembangunan rumah Tuhan tersebut merupakan sebuah landasan iman yang kokoh untuk berkumpul memuliakan kebesaran nama Tuhan melalui pembangunan fisik. Hal ini disampaikan Sekretaris panitia pembangunan gedung gereja El Bethel, Jufri Soni Kambu, kepada media ini.

Ditambahkannya, lahan yang dibutuhkan untuk pembangunan ini membutuhkan luas lahan sebesar 1 ha dan pekerjaan ini diperkirakan akan menghabiskan waktu selama 7 bulan terhitung mulai bulan November 2020 hingga bulan Juni 2021.

“Pembangunan sebuah gedung gereja tentunya membutuhkan keterlibatan dan kerja sama dengan semua pihak. Karena ini pekerjaan rumah Tuhan. Jadi berat atau ringan harus dipikul bersama. Dan ini bukan saja beban panitia, namun anggota Jemaat,” terang Jufri.

Sementara itu anggota Seru Babel, Teryanus Isir mengatakan, pembangunan gedung gereja dan pastori ini diperkirakan akan membutuhkan dana sebesar Rp 3,5 Miliar sehingga pembangunan tersebut dapat berdiri dengan megah.

Ditambahkannya, pembangunan gereja tersebut dengan luas gedung sebesar 22×30 meter persegi. Sementara luas pembangunan gedung pastori sebesar 12×15 meter persegi.

Dirinya berharap agar perlu ada dukungan dari berbagai pihak agar pembangunan dapat terselesaikan dengan baik melalui keterlibatan anggota Jemaat

“Kami berkomitmen agar pembangunan gedung gereja dan gedung pastori dapat dibangun. Apapun hambatannya. Semuanya dapat terlaksana dengan baik jika mengandalkan Tuhan. Dan kami yakin bahwa Tuhan selalu mendengarkan apa yang kami rencanakan saat ini,” tutur Tery Isir.

Acara peletakkan batu pertama tersebut terlaksana dengan mikmat dan diikuti oleh seluruh anggota Jemaat dengan tertib dan antusias. (Mrk)

 

Michael R Kareth "Pengisian Jabatan DOB PBD Wajib Prioritaskan Orang Asli Papua"

                                                    Dr. Michael Rafael Kareth, S.Hut, M.Si Dr. Michael R Kareth, S.Hut,  M.Si., mantan Aktif...