"Nehaf Sau Bonout Sau" "Satu Hati Satu Komitmen"

Senin, 07 Juni 2021

Bupati Maybrat “Tidak Ada Formasi Tambahan ASN”

                          Bupati Kabupaten Maybrat, Dr. Bernard Sagrim, Drs. MM.

MAYBRAT, (Maybrat News) – Bupati Kabupaten Maybrat, Dr. Bernard Sagrim, Drs. MM., dalam jumpa persnya menjelaskan kalau formasi tambahan tentang ASN itu hanya masalah informasi dan komunikasi dimana informasi yang mereka dengar ini adalah hasil yang waktu kita rapat dengan MenpanRB yang membuat terjadinya aksi demo di mana-mana, sehingga Bapa Gubernur mengumpulkan kita, Bupati dan Wali Kota Seprovinsi Papua Barat untuk rapat di Manokwari. (Faitmayaf 7/6/2021).

Kemudian dari hasil pertemuan ini kita bersepakat untuk kita bertemu dengan Bapa Presiden, tetapi karena presiden ada kesibukan jadi akhirnya kita dipertemukan dengan Bapa MenpanRB sesuai dengan bidang kewenangan kementrian yang bersangkutan.

Setelah pertemuan itu kita mendapat arahan dari Bapa Mentri untuk kita lakukan pemetaan, dimana kita petakan kira-kira kebutuhan formasi apa saja yang ada di masing-masing daerah, tentunya setiap daerah tidak sama.

Dimana kebutuhan formasi yang ada di Maybrat pasti berbeda dengan daerah lain seperti, Kabupaten Sorong, Kota Sorong, Raja Ampat, Fak-Fak, Manokwari dan lain-lain,  begitu juga sebaliknya.

Kemudian hasil dari pemetaan itu kita laporkan, dan kemudian kita kembali ke daerah kita masing-masing dan kita mulai bekerja, dimana sudah mau hampir satu tahun ini kita kerja

Dari hasil kerja ini barulah keluar persetujuan dari menpan untuk kuota CPNS kurang lebih 1200 formasi yang terdiri dari formasi ASN dimana di Undang-Undang ASN itu terdiri dari Pegawai Negeri Sipil dan P3K

“Mengenaik P3K ini selalu saya bicara ulang-ulang karena banyak anak-naka atau ade-ade kita yang tidak mengerti lalu sampaikan kalau  P3K itu bukan Pegawai padahal salah P3K itu juga Pegawai”

Kenapa P3k ini di munculkan karena berdasarkan refleksi atau flashback terhadap semua persoalan pencaker ini, terutama di Guru, Mantri, dan Suster, di mana mereka ini rata-rata mereka ini  mengapdi apa adanya, jadi honorer sampai puluhan tahun.

Ketika ada penerimaan Pegawai mereka ini sudah termakan usia atau tidak memenuhi syarat, akhirnya pemerintah carai jalan bagaimana biar mereka ini juga bisa di rekrut sebagai Pegawai meskipun sudah termakan usia, maka munculah ASN yang terbagi menjadi dua dimana yang pertama itu ASN dan yang kedua itu P3K.

Mengenai mekanisme perekrutan, Sagrim menjelaskan kalau semua sama baik ASN maupun P3K, semua akan mengikuti prosedur tes yang sama, soal yang sama, materi yang sama dan sama-sama mengunakan system CAT dan lain-lain.

Nanti pada saat tes itulah sistem yang akan menyaring atau memblok, siapa yang usia diatas 35 tahun berarti masuk di P3K dan yang usia dibawah itu berarti ASN.

Ketika tembus ya semua sama-sama pegawai, memiliki gaji dan golongan yang sama, cuma hanya beda di hak-hak pensiun nanti.

Jadi begitu, bukan ada tambahan formasi tetapi ini adalah hasil pertemuan bersama kita dengan MenpanRB itu.

Ada juga tambahan tetapi itu untuk mereka yang anak-anaknya sudah tembus pegawai tetapi sudah meninggal, jumlahnya sekitar 17 atau 18 formasi, karena yang bersangkutan sudah meninggal maka keluarganya ngotot harus keluarga mereka sendiri yang mengantikan atau mengisi formasi itu tidak boleh orang lain.

Padahal kita sudah jelaskan bahwa ini tidak bisa, karena tidak sesuai ketentuan. Bahkan kita sudah menyurat ke MenpanRB tetapi tetap juga tidak bisa. Nah mungkin karena informasi ini mereka coba untuk cek sendiri kesana dan lalu salah dengar  informasi pemberkasan dan lain-lain  akhirnya terrjadi keributan atau pemalangan jalan dan lain-lain.

Kemudian adalagi informasi mengenai 1% dari formasi sebelumnya yang berjumlah 530 sekian, berarti kan hanya 5 orang atau 5 stenga lah kalau kita mau hitung matematisnya, masa ada orang siapkan formasi 5 stengah nanti manusianya mau dibagi bagaimana, kecuali kalau Beras atau Kacang Tanah tegas Sagrim.

Tetapi tadi saya sudah janji kepada pendemo atau penghalang tadi, baik yang di Ayamaru maupun yang di Kumurkek sini, saya bilang kamu tunggu dan kasi waktu ke saya untuk saya cek dulu karena saya juga baru dapat informasi ini. Tutup orang nomor satu di Kabupaten Maybrat ini. (Mrk)

 

Feri Taa: Pengurus BAPERA Harus Melakukan Kerjasama Yang Baik

                      Sekertaris Dewan Kabupaten Maybrat Feri Ferdinandus Taa, S.H, M.Si

MAYBRAT, (Maybrat News) – Mewakili PEMDA kabupaten Maybrat, Feri Ferdinandus Taa, S.H, M.Si selaku Sekertaris Dewan (Sekwan) dalam sambutanya pada acara pelantikan badan pengurus BAPERA (Barisan Nusantara) menyampaikan bahwa, dari sekian banyak pengurus yang baru saja di lantik harus bisa bersinergi atau bekerja sama dengan pemerintah. (Faitmayaf 7/6/2021)

Sebab dari pengalaman saya, biasanya dalam suatu organisasi itu pada umumnya yang bekerja itu hanya ketua, sekretaris bendahara dan beberapa anggota yang lain.

“Padahal saat momen begini banyak yang hadir karena inigin dilantik tetapi setelah itu tidak ada yang bekerja”

Oleh sebab itu kita atau pemerintah berharap agar kedepan kita semua yang tadi namanya sudah sebutkan mari membantu atau bekerja sama dengan pemerintah, mendukung program-program pemerintah. Tutupnya. (Mrk)

 

Bernard Sagrim Lantik Pengurus BAPERA Maybrat

          Ketua BAPERA (Barisan Nusantara) Provinsi Papua Barat, Dr. Bernard Sagrim, Drs. MM,

MAYBRAT, (Maybrat News) – Ketua BAPERA (Barisan Nusantara) Provinsi Papua Barat, Dr. Bernard Sagrim, Drs. MM, dalam sambutanya pasca pelantikan badan pengurus organisasi BAPERA (Barisan Merah Putih menuturkan kalau BAPERA adalah sebuah ORMAS (Organisasi Masyarakat) yang didirikan berdasarkan refleksi terhadap perjalanan bangsa, negara, pemerintahan, pembangunan serta pelayanan masyarakat maupun situasi politik. (Faitmayaf 7/6/2021)

Berdasarkan hal itu maka beberapa senior kita, petinggi-petinggi kita yang peduli soal bagaimana mengawal kebijakan pembangunan, penyelenggaraan pemerintahan maupun pembangunan kedepan secara berjenjang di nusantara ini memebentuk suatu organisasi kemasyarakatan yang di sekarang kita sebut dengan sebutan BAPERA (Barisan Nusantara ini).

Karena itu lanjut sagrim, biar bagaimanapun menurut pengalaman, ada beberapa ORMAS yang didirikan tetapi kemudian dalam perjalananya melenceng dari substansi perjuanganya  yang ada di dalam Anggaran Dasar & Anggaran  Rumah Tangganya (AD/ART).

Oleh sebab itu maka dideklarasikanlah sebuah ormas yang di sebut BAPERA (Barisan Pemuda Nusantara) yang tentunya pasti kita semua akan dengar dan kaget bahwa Bernard Sagrim kan bukan pemuda lagi karena sudah berumur/usia di atas 55 tahun

“baru kenapa jadi ketua diangkat menjadi Ketua BAPERA propinsi, namun terang Bernard jangan dilihat dari usiannya tetapi lihatlah dari semangatnya”

Dimana semangatnya untuk merangkai semua perbedaan yang ada di nusantara, oleh sebab kita membutuhkan kekuatan untuk membangun Bangsa dan Negara ini  khususnya yang ada di wilayah Provinsi papua barat. Dimana saya dipercayakan untuk menjadi ketua BAPERA.

 Di Provinsi Papua Barat ini kita sudah membentuk dua pengurus yaitu, Bapera Kabupaten Sorong, Kota Sorong dan Kabupaten Maybrat yang sedang berjalan sekarang ini.

Jadi sejarahnya seperti begitu, namun kemudian ada yang bertanya kenapa seragam BAPERA harus pake yang loreng-loreng seperti ini, menurut Sagrim ini mungkin kesepakatan dari pengurus mula-mula dari ormas ini yang artinya bahwa kita mau menggerakkan sesuatu itu cepat dan tepat berarti kita harus berkolaborasi dengan Institusi yang ada, baik itu Institusi TNI dan Kepolisisan karena mereka ini adalah mitra kita. Dimana bagian dari ikatan-ikatan keluarga yang ada artinya bahwa ORMAS ini melewati semua batas yang ada. Dimana tidak ada kepentingan dan tendensi politik.

Buktinya kita bisa lihat sendiri, dimana dewan pertimbangan DPP (Dewan Pengurus Pusat) BAPERA saja Bapa Airlangga Hartarto yang adalah Menko Perekonomian dimana beliau sendiri adalah ketua DPP Partai Golkar, kemudian sekertaris dewan pertimbangan BAPERA adalah Hasto Kristianto,  dimana bilau sendiri adalah Sekjen DPP Partai PDIP, nah dengan demikian hal ini menunjukan bahwa organisasi ini adalah organisasi yang bebas hambatan atau organisasi yang bergerak untuk merangkai nusantara ini.

Oleh sebab itu Bernard juga berharap agar pengurus yang dilantik harus terus bergerak maju, dengan kegiatan-kegiatan yang meriah masal, seperti kerja bakti, bikin bersih gereja, mesjit, kantor-kantor dan lain-lain sebagainya tutup BS.

 

Sabtu, 05 Juni 2021

Membuka Rakerda I KNPI, Bupati Maybrat: Pemuda Harus Bangkit

Maybrat, (Maybrat News) - Bupati Maybrat, Dr. Bernard Sagrim,MM membuka rapat kerja daerah (rakerda) I Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD-KNPI) Kabupaten Maybrat periode 2020-2023 digelar di gedung Samubah Ayamaru, dibawah sorotan thema: bersatu, bergerak for pilot project.

Rakerda tersebut berlangsung selama Dua hari kerja sejak tanggal 2-3 Juni 2021 dengan tetap menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19 meskipun Maybrat masih dalam zona hijau.

Usai membuka rakerda, Bernard Sagrim mengatakan bahwa, pemuda harus bangkit untuk melakukan sebuah pergerakan guna membangun diri sendiri dan orang lain tanpa harus mengejar Pegawai Negeri Sipil (PNS) namun menciptakan wirausaha sendiri yang sifatnya membangun.

“Yang saya mau itu pemuda harus kreatif untuk menciptakan lapangan kerja jangan hanya mengejar PNS saja tapi ciptakan suatu usaha. Seperti tanam jangung. Banyak orang gemar sekali dengan jagung bakar. Dan masih banyak lagi usaha lainnya. Nah itu yang harus dikembangkan,” tuturnya

Dirinya berharap kepada pengurus KNPI Maybrat agar dapat menetapkan program berdasarkan kebutuhan sehingga dapat dikerjakan secara baik untuk mencapai target yang diinginkan dan bermamfaat bagi pemuda Maybrat.

“Jangan tetapkan program yang banyak tapi tidak dikerjakan. Lebih baik tetapkan program sedikit, tapi dapat dikerjakan dan bermanfaat bagi pemuda. Nah itu yang harapkan,” harapnya

Sementara Ketua KNPI Maybrat, Klemens Howay menjelaskan, pelaksanaan rakerda I DPD-KNPI Maybrat merupakan amanat konstitusi organisasi KNPI yang harus dilakukan agar pemuda Maybrat tetap bersatu mendukung pemerintahan dalam pembangunan

“Yang kami harapkan agar pemuda Maybrat harus menjadi contoh dan acuan bagi banyak orang. Dan kami akan tetapkan program agar dapat bermanfaat bagi pemuda. Program utama kami setelah raker ini adalah melakukan konsolidasi di tingkat Distrik dengan OKP-OKP Maybrat,” terangnya.

Dirinya mengaku akan menpendata pemuda Maybrat sebagai dasar untuk melakukan berbagai upaya kerja KNPI guna membantu pemuda untuk memperoleh pekerjaan atau kesejahteraan.

“Dengan adanya pendataan, kami bisa mengetahui kualifikasi pendidikan dan keterampilan pemuda sehingga melakukan kerja sama dengan instansi terkait sehingga pemuda mendapat pekerjaan. Bukan saja PNS tapi jenis pekerjaan lainnya,” tutup Klemens Howay

Rakerda I DPD KNPI yang berlangsung selama Dua hari ini berakhir dengan aman dan sukses serta seluruh anggota mengikuti dengan antusias. (Mrk)

 

Bernard Sagrim: Tahapan Pansus PAW Wabup Maybrat Harus Ada Hasil

                                 Pembina Partai Koalisi Sako,Dr. Drs. Bernard Sagrim, MM.

MAYBRAT, (Maybrat News) - Pembina partai koalisi pasangan Sagrim-Kocu (Sako) pada pilkada tahun 2017 silam di Maybrat, Drs. Bernard Sagrim, MM., menegaskan bahwa pemilihan Pergantian Antar Waktu (PAW) wakil bupati Maybrat sisa masa jabatan periode 2017-2022 harus tetap terlaksana dan memiliki hasil pemilihan hingga tahapan pelantikan wakil Bupati Maybrat karena anggaran telah direalisasikan kepada pansus.

Dikatakan Bernard Sagrim karena anggaran untuk panitia khusus (pansus) PAW wakil Bupati Maybrat telah dianggarkan dan harus memperoleh hasil akhir.

“Anggaran sudah ada jadi mau tidak mau harus ada hasil akhir itu pemilihan wakil Bupati Maybrat, bukan tidak ada. Dan kami sudah bicarakan hal ini supaya proses pemilihan harus terlaksana,” terang Bernard Sagrim, Rabu (2/6/2021)

Dirinya mengatakan, proses pemilihan PAW Wakil Bupati sebenarnya tidak terhambat, namun terdapat kekeliruan pada pansus saat memberikan surat kepada setiap partai pengusung Sako.

“Sebenarnya surat itu kirim ke gabungan partai politik yang mengusung pasangan Sako sehingga tim koalisi mengambil langkah-langkah lalu koordinasi dengan saya supaya kami sepakati 2 nama itu yang benar,” jelas Bernard.

Terkait hal tersebut, Bernard Sagrim menegaskan bahwa harus dilakukan rapat bersama untuk menyepakati agar proses dapat terlaksana agar jabatan wakil Bupati harus diisi karena komitmen politik.

“Tidak bisa ada yang mengatakan untuk menghentikan tahapan itu. Mau dia dilantik hari ini besok masa jabatannya berakhir pun tidak jadi soal, asalkan harus ada pemilihan sampai pada pelantikan,” tutup Bernard. (Mrk)

 

Stadion Termegah Se-Papua Barat Akan Dibangun Tahun Ini di Kabupaten Maybrat

                                         Bupati Maybrat,Dr.Drs. Bernard Sagrim,MM

MAYBRAT, (Maybrat News) - Tahun ini pembangunan stadion termegah se-Papua Barat akan segera dibangun di Kabupaten Maybrat dengan menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Hal ini atas permintaan Bupati Maybrat, Dr. Bernard Sagrim kepada Kementerian PUPR untuk mengembangkan potensi generasi Maybrat pada berbagai cabang olahraga.

Stadion ini dibangun karena pemuda Maybrat sangat berprestasi di berbagai cabang olah raga dan telah terbukti hingga di luar daerah bahkan tingkat nasional.

Bupati Maybrat, Bernard Sagrim saat ditemui mengatakan, upaya untuk menghadirkan stadion tentu membutuhkan upaya dan keterobosan untuk memperoleh sebuah hasil yang diinginkan.

“Stadion ini akan termegah di Papua Barat. Dan ini merupakan upaya dan kerja keras sehingga Maybrat bisa mendapatkan stadion. Karena orang mau minta stadion ini susah sekali. Hanya Maybrat saja yang langsung dijawab. Itu karena dilihat dari prestasi pemuda Maybrat pada cabang olahraga seperti Boas Solosa,” terang Bernard Sagrim kepada media ini, Rabu (2/6/2021)

Dirinya menambahkan, pembangunan stadion ini telah disediakan lahan sebesar 5 ha dan pemilik hak ulayat telah menyetujui pembangunan stadion tersebut untuk dipergunakan generasi emas bangsa.

“Lokasi pembangunan ini berada di arah Selatan Soroan. Sebenarnya saya mau kasih pembangunannya di lapangan Ella tapi di dekat Soroan itulah yang sangat strategis sehingga dari Kabupaten/Kota Sorong bisa datang ke sini, Sorong Selatan juga bisa datang ke sini untuk bertanding dengan mudah,” jelasnya

Selain pembangunan stadion yang akan dibangun, namun berbagai jenis pembangunan lainnya telah dilakukan Bernard Sagrim dengan sebuah upaya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Maybrat.

“Jangan kita hanya bicara saja tapi tidak lakukan. Lakukan baru bicara. Lihat saja jalan ini sudah bangun mulus. Ini merupakan sebuah tindakan nyata,” tutupnya. (Mrk)

 

Jika Digugat "Pansus PAW Cawabup Maybrat Selalu Siap Dan Tak Gentar"

                                    Ketua Pansus PAW Cawabup Maybrat, Thomas Aitrem

MAYBRAT, (Maybrat News) - Ketua panitia khusus (Pansus) DPRD Pergantian Antar Waktu (PAW) sisa masa jabatan Wakil Bupati Maybrat Papua Barat 2017-2022, Thomas Aitrem menanggapi statemen yang disampaikan oleh ketua DPC Partai PDIP Kabupaten Maybrat, Septinus Naa beberapa waktu lalu kepada media ini di Ayamaru bahwa akan menggugat pansus kepada pihak yang berwajib apabila kerja pansus tidak membuahkan hasil pemilihan PAW Wakil Bupati Maybrat.

Hal ini Thomas Aitrem sangat bersedia 101 persen untuk digugat kepada pihak yang berwajib apabila terdapat pihak lain tidak menerima hasil putusan pansus dan merasa dirugikan.

“Kalau memang dari partai PDIP merasa dirugikan atau tidak puas dengan putusan pansus lalu mau melakukan gugatan ke ranah hukum, kami selalu siap 101 persen. Karena kami bekerja sesuai aturan. Kalau mau gugat, silahkan itu hak setiap orang yang tidak puas,” kata Thomas Aitrem saat dihubungi melalui via telepon celuler, Jum’at (28/5/2021)

Thomas Aitrem menilai bahwa pernyataan ketua DPC partai PDIP tersebut merasa takut karena telah mendapat tekanan dari ketua DPP PDIP pusat sehingga lupa diri sebagai anggota pansus dan sebagai ketua koalisi pemenang pasangan Sagrim-Kocu pada pilkada tahun 2017 silam. Menurut Putera kelahiran Aifat Timur ini bahwa wacana gugatan tersebut oleh ketua DPC PDIP terhap pansus merupakan gugat atas diri sendiri.

“Beliau kalau mau gugat, berarti gugat diri sendiri karena pak Septinus Naa merupakan anggota pansus dan sebagai ketua koalisi. Ini dilakukan karena sudah merasa takut sebab telah mendapat tekanan dari ketua DPP PDIP pusat,” tuturnya

Politisi partai Golkar ini menjelaskan, berdasarkan undang-undang pemilu yang berlaku tidak mengatur tentang koalisi namun partai pengusung. Namun secara kewilayahan, partai koalisi mempunyai hak untuk melakukan komunikasi dengan partai pengusung guna melancarkan pemilihan PAW Wakil Bupati Maybrat bukan untuk untuk menggugat.

“Beliau kan sebagai ketua koalisi jadi jadi punya hak untuk mengundang partai pengusung tersebut sehingga menyamakan persepsi supaya bagaimana proses ini bisa berjalan baik. Kami menginginkan supaya proses ini berakhir dengan pemilihan bukan berhenti tanpa hasil. Tapi tergantung dari ke-4 partai pengusung,” jelaa Thomas.

Dirinya mengaku bahwa tahapan kerja pansus telah terlaksana secara maksimal. Namun lanjut dia, telah memberikan waktu dengan menyurati kepada masing-masing partai pengusung diantaranya partai Golkar, PDIP, Nasdem dan PKS sebanyak 2 kali untuk mengajukan 2 orang calon dari ke-4 partai tersebut namun hingga saat ini tidak diindahkan oleh partai pengusung itu.

“Kami sudah melaksanakan tahapan-tahapan berdasarkan aturan yang berlaku dan diputuskan bersama melalui rapat pleno bahwa jika surat kami tidak ditanggapi oleh ke-4 partai pengusung maka tahapan kami akan terus berjalan. Bukan hanya tetap diam. Karena kami kerja ikuti aturan bukan berdasarkan keinginan kami,” tegasnya

Ketua pansus PAW calon Wakil Bupati Maybrat ini menuturkan, telah melaporkan hasil kerja pansus terhadap Direktorat Jenderal Otonomi Daerah (Dirjen Otda) dan hingga saat ini masih menunggu jawaban dari Dirjen Otda terkait hasil laporan tersebut.

“Kami akan mengikuti jawaban dari Dirjen Otda. Kalau jawabannya bilang mau lanjut tahapan, ya kami ikuti. Tapi kalau bilang hentikan tahapan karena kerja sudah berlarut-larut dan efek pemborosan anggaran, ya kami akan hentikan dalam bentuk sidang paripurna. Lalu pihak yang tidak terima hal itu dan mau gugat, ya silahkan,” tutupnya. (Mrk)

 

Michael R Kareth "Pengisian Jabatan DOB PBD Wajib Prioritaskan Orang Asli Papua"

                                                    Dr. Michael Rafael Kareth, S.Hut, M.Si Dr. Michael R Kareth, S.Hut,  M.Si., mantan Aktif...