"Nehaf Sau Bonout Sau" "Satu Hati Satu Komitmen"

Senin, 21 Oktober 2019

DPPKB Gelar Sosialisasi dan Pembentukan Kampung KB Percontohan di Desa Aisyo

Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Maybrat, menggelar sosialisasi dan pembentukan Kampung KB percontohan di Desa Aisyo, Distrik Aifat, Kamis, (10/10/2019).

MAYBRAT, (Maybrat News) – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Maybrat, menggelar sosialisasi dan pembentukan Kampung KB percontohan di Desa Aisyo, Distrik Aifat, Kamis, (10/10/2019).

Kegiatan ini dihadiri tokoh masyarakat, agama, pemerintah kampung, adat, TNI dan Polri serta masyarakat diwilayah tersebut.

Kepala dinas DPPKB Maybrat, Nikanor Kocu, S.Per, mengatakan pembentukan Kampung KB ini untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di tingkat kampung dalam rangka mewujudkan keluarga kecil berkualitas.

Menurut dia, di Maybrat ada 15 Kampung yang akan dijadikan sebagai percontohan Kampung KB, salah satunya Kampung Aisyo, Distrik Aifat.

“Seluruhnya ada 26 Kampung, tetapi kita fokus hanya 15 kampung. Untuk kampung KB percontohan itu dilakukan dipingiran kota, sungai dan lainnya agar ada peningkatan kehidupan keluarga terutama kesejahteraan bagi masyarakat,” terangnya.

Dia mengungkapkan, kegiatan ini juga disampaikan bina remaja, balita dan lansia (Tribina) agar di usia muda tidak terjadi perkawinan dini, usia 21 tahun ke bawah namun usia 21 ke atas dan laki-laki diusia 25 tahun.

Dia berharap masyarakat dapat mendukung pembentukan Kelompok Kerja (Pokja) Kampung KB percontohan Aisyo, dan di tahun 2020 Pemprov Papua Barat, akan turun untuk melihat langsung kampung KB dimaksud.

“Saya minta kepada seluruh masyarakat di Kampung Aisyo, mari kita mendukung program ini dan kita siap menyukseskannya demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat kita,” tandasnya. (sawe)

"Disdukcapil dan Pengendalian Penduduk dan KB Provinsi Pabar Monev di Maybrat "

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Maybrat, Nikanor Kocu, S.Kep, saat membuka Kegiatan Monev di Aula Samubah Ayamaru.
MAYBRAT, (Maybrat News) – Dinas Adminitrasi Kependudukan dan Pencatatan Sipil Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (KB) Provinsi Papua Barat, melakukan Monitoring dan Evaluasi (Monev) di Kabupaten Maybrat, Jumat (18/10/2019).

Kegiatan Monev di Aula Samubah Ayamaru, dibuka oleh Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Maybrat, Nikanor Kocu, S.Kep.

Hadir diantaranya, Kepala Bidang Pengendalian Penduduk Advokasi Komunikasi Informasi dan Pergerakan Disdukcapil KB Provinsi Papua Barat, dr. Maria Come, Kepala kampung dan Kelompok Kerja (Pokja) 15 Kampung Percontohan KB dan kader.

Kepala DPPKB Maybrat, Nikanor Kocu, S.Kep, mengatakan pembentukan 15 kampung percontohan KB, yang dicanangkan oleh pemerintah di Kabupaten Maybrat, belum berjalan maksimal.

Meski kata dia, telah dibentuk 210 Kelompok Kerja (Pokja) dan pembentukan kader KB di 259 kampung 1 kelurahan dengan jumlah 520 orang.

“Jadi dalam penyampaian materi oleh Disdukcapil dan KB, diharapkan, Pokja maupun kepala kampung yang hadir bisa mendengar dan melanjutkan ke masyarakat, sehingga apa yang dicanangkan ini benar-benar ada dan terlaksana di kampung itu,” ujarnya.

“Kalau soal operasional dan honor proses pembayaran lancar dan honor tahun ini mudah-mudahan beberapa pekan kedepan sudah siap dibayar,” sebutnya.

“Yang lebih penting disini bagaimana kita saling berdiskusi tentang keberadaan kampung KB, situasi terkini, dirasakan dan dilihat dan bagaimana solusinya untuk pemerintah maupun Pokja dan kader di masing-masing kampung,” tutupnya.(Sawe)

Sabtu, 19 Oktober 2019

November 2019 Penerangan PLN di Sorsel dan Maybrat Kembali Normal

Proses Perbaikan Mesin PLN Yang Rusak
MAYBRAT, (Maybrat News) - Pemadaman listrik yang terjadi pada kabupaten Sorong Selatan dan Maybrat saat ini, dikarenakan mesin pembangkit sedang mengalami gangguan dan mesin tersebut saat ini memasuki masa pemeliharaan. Demikian disampaikan Manajer PLN Sorong Albert Safaria  diruang kerjanya, (`Rabu/6/10/19).

Albert menuturkan bahwa terkait pemadaman yang sedang terjadi di kabupaten Sorsel dan Maybrat, ini di karenakan mesin pembangkit sedang mengalami gangguan.

Menurutnya, mesin pembangkit dengan kapasitas Daya 700 dan 200×2 ini pada saat gangguan mesin tersebut, sudah masuk pada jam pemeliharaan MO dan TO.

Oleh sebab itu menurut Albert, pihaknya sedang Overhaul mesin tersebut, artinya adalah kegiatan pembongkaran mesin dan memeriksa komponen di dalam mesin untuk mengembalikan performa mesin atau merekondisi mesin, overhaul biasa kita kenal dengan turun mesin, sehingga membutuhkan waktu, sehingga masyarakat dihimbau untuk bersabar, PLN terus melaksanakan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat.

Sedangkan untuk gangguan yang berada di kabupaten Maybrat, saat itu, terjadi gangguan, langsung kami mengirim teknisi kesana, tetapi karena gangguan Kamtibmas, terpaksa teknisi kembali ke Sorong, jadi, ketika ada terjadi gangguan kami selalu tanggap, “terang Albert.

Sementara Manajer pembangkit area PLN Sorong, Benediktus, menyampaikan, bahwa khusus khusus untuk Maybrat, ia memastikan kalau tidak ada halangan, dua minggu ke depan mesin pembangkit sudah bisa di operasikan dan pemadaman bisa teratasi.

Sedangkan untuk mesin di Teminabuan pun mengalami hal yang sama, yaitu, gangguan pada mesin pembangkitnya. Menurutnya ia telah berkoordinasi dengan pihak Trakindo guna mengatasi gangguannya, namun karena mereka sudah turun dengan teknisi dan timnya maka harus di bongkar dan sementara ini sedang di kerjakan di Teminabuan.

Menurutnya, dalam waktu dekat ini, pihaknya akan relokasi dua mesin Komatsu 750 dari Raja Ampat ke Teminabuan. Tetapi katanya dari kedua mesin tersebut ada salah satu yang mengalami gangguan, namun kami telah berangkatkan dua teknisi ke Raja Ampat guna membenahi mesin yang sedang mengalami gangguan.

” Setelah mesinnya sudah tes dan bisa di operasikan, maka kami PLN akan relokasikan ke Teminabuan. Dan kami pihak PLN  memastikan November mendatang, sebelum memasuki perayaan hari Natal, untuk Teminabuan dan Maybrat penerangan sudah normal, tegasnya (Mrk)

250 Anggota Satpol PP Maybrat Ikut Diklat PPNS

Diklat Satpol PP, yang dilaksanakan mulai 18-19 Oktober 2019, dibuka oleh Staf ahli Bupati Bidang Pembangunan, Viktor Solosa, dilapangan Ela, dan dihadiri Kasatpol PP, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), LO Perwakilan Maybrat dan Perwira Penghubung.

MAYBRAT, (Maybrat News) – Sebanyak 250 Anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Maybrat, mengikuti Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Penyidik Pegawak Negeri Sipil (PPNS) di Distrik Ayamaru.

Diklat yang dilaksanakan mulai 18-19 Oktober 2019, dibuka oleh Staf ahli Bupati Bidang Pembangunan, Viktor Solosa, dilapangan Ela, dan dihadiri Kasatpol PP, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), LO Perwakilan Maybrat dan Perwira Penghubung.

Staf ahli Bupati Bidang Pembangunan, Viktor Solosa mengatakan Satpol PP sebagai penegak Peraturan Daerah (Perda), sudah seharusnya diberi bimbingan teknik (Bimtek) terkait mentalitas, kepribadian dan fisik.

“Kalau anggota Satpol PP sudah menyadari tugas dan fungsinya, maka proses penegakan aturan yang dikeluarkan pemerintah daerah dapat berjalan baik dan tertib,” ungkapnya.

Dia mengatakan anggota Satpol PP ini kebanyakan merupakan perwakilan dari kampung dan distrik, sehingga diharapkan kedepan situasi Kamtibmas dapat berjalan aman, baik dan tentram.

“Kita harapkan, melalui Bimtek PPNS, anggota Satpol PP bisa didistribusikan melekat di dinas yang ada, karena dilihat banyak pejabat dan pegawai yang malas masuk kantor, dan ada persoalan yang ringan bisa dilaporkan ke Inspektorat, kalau masalah yang lebih berat, bisa dinaikan ke Sekda atau Bupati,” tandasnya.

Kepala Satpol PP Maybrat, Philpius Howay, SP, M.Si menambahkan Diklat PPNS instrukturnya berasal dari Anggota Koramil Ayamaru dan Polsek Ayamaru.

“Kegiatan ini diharapkan dapat membentuk anggota Satpol PP dalam menjalankan tugas dan fungsinya sebagai polisi penegak Perda yang disiplin, baik dan tertib,” tutupnya. (Sawe)

Kamis, 17 Oktober 2019

"Tak Ada yang Abadi" (Cerita Inpiratif)

"Tak Ada yang Abadi"

Aktor terkenal yang juga mantan Gubernur California Arnold Schwarzenegger menghebohkan jagad sosial media setelah mengunggah foto dirinya yang sedang tidur di jalan di bawah "patung perunggu dirinya" di luar hotel, dan menulis dengan sedih, 'How times changed' ("Bagaimana waktu berubah").
Melalui foto tersebut, dia menyampaikan sebuah pesan bahwa penghormatan orang terhadap Anda berubah seiring berjalannya waktu.

Seperti dilansir Acek Talaud alasan dia menuliskan kalimat tersebut bukan karena dia tua, melainkan karena ketika dia jadi Gubernur California meresmikan hotel tersebut dengan "patung perunggu dirinya" di depan hotel tersebut. Pihak hotel menyampaikan ke Arnold, "Setiap saat Anda boleh datang dan ada kamar untuk Anda yang selalu tersedia".

Namun, ketika Arnold sudah tidak menjabat gubernur lagi dan datang ke hotel tersebut, pihak hotel menolaknya dengan alasan bahwa kamar hotel sudah penuh.

Dia lalu membawa kantong tidur dan tidur di bawah "patung perunggu dirinya" dan berharap orang bisa mengambil pelajaran dari kejadian tersebut.

Arnold dengan kekayaannya bisa membeli hotel yang dia inginkan, tapi dia ingin menyampaikan pesan kepada orang-orang melalui tindakannya.

Dia memposting foto tersebut di media sosial, menyampaikan sebuah pesan bahwa ketika dia berada dalam posisi yang kuat, semua orang termasuk manajemen hotel memuji dia. Namun, saat dia kehilangan posisinya sekarang, mereka dengan mudah melupakan janji mereka kepadanya.

'How times changed'
Ya, waktu terus berubah.
...............................................
Jangan percaya pada semua atribut duniawi: jabatan Anda, harta benda Anda, atau kekuasaan atau kecerdasaan Anda. Semua itu tidak ada yang abadi.

Kecuali kehidupan setelah kematian. Kehidupan setelah kematian adalah kekal karena itu persiapkan sejak sekarang..

Dinkes Maybrat Gelar Rapat Kerja Program Pelayanan Tahun 2019

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Maybrat, menggelar Pra Rapat Kerja Daerah (Rakerda) tahun 2019, Kamis (17/10/2019).
 MAYBRAT, (Maybrat News) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Maybrat, menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) tahun 2019, Kamis (17/10/2019).

Kegiatan yang dilaksanakan di ruang pertemuan Dinas Kesehatan Maybrat ini dihadiri 14 Kepala Puskesmas, Perwakilan Pustu dan Ketua Kader.

Kegiatan ini dibuka Plh, Sekda Maybrat, Ferdinandus Taa, SH, M.Si, dengan mengangkat tema Singkronisasi, Optimalisasi dan Kolaborasi Pelayanan Kesehatan dalam mewujudkan masyarakat yang sehat menuju Universal Health Coverage (UHC).

Plh, Sekda Maybrat, Ferdinandus Taa, mengatakan kegiatan ini, dapat membangun komitmen bersama dalam merumuskan arah yang jelas untuk menentukan program kebijakan pembangunan kesehatan menuju masyarakat yang maju dan sehat.

“Apa yang dialami atau menjadi kendala dilapangan dalam tugas dan pelayanan kesehatan itu yang disampaikan didalam pra Rakerda tersebut,” tuturnya.

“Sedangkan Raker tanggal 23 Oktober 2019, nanti menuju pada sebuah keputusan bersama yang akan dilaksanakan di tahun 2020,” jelasnya.

Dia mengatakan masih banyak masalah seperti masih tingginya disparitas status kesehatan masyarakat diempat zona pelayanan antara daerah terpencil, tertinggal, berbatasan dan daerah terisolir.

Selain itu, masalah lainnya seperti, rendahnya usia harapan hidup, mordinlitas dan mortalitas tubuh tinggi, kurangnya akses pelayanan kesehatan, petugas kesehatan sangat terbatas, kurangnya sarana dan prasarana penunjang kesehatan, dan tingginya kasus HIV//AIDS.

Kapasitas para media, status gizi pada ibu dan anak yang rendah, kematian ibu dan anak tinggi dan prilaku masyarakat belum sepenuhnya mendukung upaya pembangunan kesehatan.

“Masalah-masalah ini muncul karena masyarakat kita banyak yang tinggal didaerah yang sulit dijangkau, karena faktor geografis, ekonomi dan sumber daya kesehatan didaerah yang sulit itu,” terang dia.

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan dr. Nelce Kambuaya menambahkan kegiatan Pra Rapat Kerja Daerah (Rakerda) 2019, lebih diarahkan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi masyarakat.

Sehingga pembangunan kesehatan didasari prikemanusiaan, pemberdayaan, kemandirian, keadilan, merata dan mengutamakan manfat.

“Persoalan yang dialami, rasakan dan temui dilapangan itu yang disampaikan dalam Pra Rakerda ini, sehingga kekurangan itu kita putuskan dan programkan untuk tahun 2020 nanti,” tandasnya.

Dia berharap, krgiatan ini dapat menghasilkan suatu program yang baik dan tepat sesuai kondisi dan kebutuhan masyarakat terkait pembangunan kesehatan di Maybrat. (Mrk)

Bupati Kabupaten Maybrat, Drs. Bernard Sagrim, MM bersama Menteri Sekretaris Negara Prof. Dr. Drs. Pratikno, M. Soc.Sc


Michael R Kareth "Pengisian Jabatan DOB PBD Wajib Prioritaskan Orang Asli Papua"

                                                    Dr. Michael Rafael Kareth, S.Hut, M.Si Dr. Michael R Kareth, S.Hut,  M.Si., mantan Aktif...