"Nehaf Sau Bonout Sau" "Satu Hati Satu Komitmen"

Selasa, 05 November 2019

Maybrat Dapat 48 Tenaga Nusantara Sehat, Untuk Enam Puskesmas

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menghadirkan 48 orang tenaga Nusantara Sehat tahap ke II tahun 2019, yang ditugaskan di Kabupaten Maybrat. 

MAYBRAT, (Maybrat News) – Dalam rangka untuk mensukseskan program Nusantara Sehat, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menghadirkan 48 orang tenaga Nusantara Sehat tahap ke II tahun 2019, yang ditugaskan di Kabupaten Maybrat.

Sebelumnya tahap I di tahun 2018 lalu, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah menghadirkan 10 tenaga Nusantara Sehat, yang ditempatkan diwilayah Mare, Kabupaten Maybrat. “Kita patut menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Kesehatan RI yang telah menempatkan 48 tenaga Nusantara Sehat di Maybrat,” kata Wakil Bupati Maybrat, Drs. Paskalis Kocu, M.Si, Senin (4/11/2019).

Dia mengatakan, tahap pertama tenaga Nusantara Sehat, yang ditempatkan tak berjalan maksimal, namun kali ini pihaknya tetap komitmen meningkatkan sumber daya manusia melalui bidang kesehatan. “Ini perlu ada singkronisasi dan kolaborasi dengan petugas kesehatan ditingkat Puskesmas, Pustus, Polindes, kepala kampung dan kepala distrik, sehingga proses pelayanan selama 2 tahun yang dilakulan berjalan maksimal, masyarakat dapat terlayani baik,” jelasnya.

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Maybrat, dr. Nelce Kambuaya, Msc,Sp.Rad mengatakan tim Nusantara Sehat ini akan ditempatkan di 6 Puskesmas, yakni di Aifat Utara, Aifat Selatan, Aifat Timur, Mare, Aitinyo Utara dan Aitinyo Tengah, dan mereka akan diawasi. “Saya sudah perintahkan Kabid SDM Kesehatan bersama staf dan 6 kepala Puskesmas agar kerjasama lintas sektor dan 6 kepala distrik terkait keamanan dari tim Nusantara Sehat dan kami tetap lakukan pendampingan,” tukasnya.

Dia menambahkan, keberadaan tenaga Nusantara Sehat ini diharapkan dapat menjawab hambatan yang selama ini terjadi, apalagi di Maybrat sumber daya manusia kesehatan masih terbatas, sehingga pelayanan tidak maksimal bagi masyarakat yang berada di daerah pinggiran. (Mrk)

Bupati Maybrat Ajak Orang Maybrat Berinvestasi

Bupati Kabupaten Maybrat, Drs. Bernard Sagrim. MM.
MAYBRAT, (Maybrat News) – Bupati Maybrat, Drs. Bernard Sagrim, MM menantang para pemilik modal hingga para pejabat Maybrat untuk melakukan kegiatan investasi di daerah tersebut. Hal ini disampaikan bupati saat diwawancarai awak media usai menandatangani kerja sama dengan Uncen Jayapura untuk pengembangan ekonomi daerah di Maybrat, belum lama ini.

Bupati mengatakan, wilayah maybrat menyimpan banyak potensi yang jika dikembangkan akan mendatangkan keuntungan baik bagi investor, masyarakat maupun pemerintah setempat. Hanya saja, kata bupati, potensi-potensi yang ada di belum dieksploitasi, sehingga belum bisa memberikan manfaat apa-apa bagi masyarakat.

“Di bidang pariwisata, kita punya situs-situs sejarah, danau, pegununan dan sebagainya. Kemudian, pertambangan di  wilayah Timur Maybrat ada emas, batu bara dan lainnya, namun sampai saat ini sama sekali belum dieksploitasi,” kata Sagrim.

Sagrim pun menantang para pengusaha, pejabat ataupun pemilik modal asli Papua yang ada di Maybrat bisa memanfaatkan sumber daya yang ada tersebut melalui kegiatan investasi.

“Jangan mau langsung yang besar-besar, mulailah dengan yang kecil-kecil dulu, nanti dengan sendirinya pasti berkembang. Saya yakin orang Maybrat ini banyak yang punya uang, tapi kemauan saja untuk melakukan investasi di daerahnya sendiri yang belum ada,” ungkap Sagrim. (Mrk)

Minggu, 03 November 2019

Bupati Maybrat: Cukup A3, Jangan Tambah Lagi


MAYBRAT, (Maybrat News) Sejak dulu kala, di Kabupaten Maybrat sudah dikenal dengan 3 suku yang ada di dalamnya. Ketiga suku itu adalah Ayamaru, Aitinyo dan Aifat (A3). Mempertetgas itu, Bupati Drs. Bernard Sagrim, MM meminta untuk tidak menambah-nambah lagi suku lainnya. 

“Kalau tambah nomenklatur itu biasanya banyak kelompok kepentingan di sana. Akhirnya kita pusing mengurusnya, karena banyak faksi-faksi. Kalau sudah A3 jangan tambah-tambah lagi, nanti bikin pusing, jadi tetap A3 di Kabupaten Maybrat “ujar bupati, saat ditemui awak media usai tatap muka khusus dengan staf di Lingkup Pemerintahan Kabupaten Maybrat, di aula pertemuan Setda Maybrat.

Mengenai Yumasses, sambung bupati, sesuai sejarahnya di sana dulu adalah tempat orang berkebun dan kehadiran Yumasses untuk mempermudah orang A3, karena dulunya orang Mare masuk di Kepala Pemerintah Setempat (KPS) dan masuk di wilayah Ayamaru. 

“Secara adat, Yumasses masuk dalam Ayamaru. Saya juga dari kelompok Yumasses, tetapi tidak menyebutkan nomenklatur itu. Nenek saya orang Mare dan masih keturunan ketiga dari orang Mare,”imbuhnya. 

Oleh karena itu, bupati berharap agar semua masyarakat Maybrat untuk menyatukan presepsi seperti dahulu dan membangun Maybrat bersama-sama. (Mrk)

Lewi Saa: Perlu Ada Stadion Mini di Tiga Titik



MAYBRAT, (Maybrat News) – Anggota DPRD Kabupaten Maybrat dari Partai Hanura, Lewi Saa, mengatakan pemerintah Kabupaten Maybrat, sebaiknya memperhatikan kegiatan pembinaan kemasyarakatan seperti olah raga bola kaki, bola voly dan lainnya.

Dalam rangka pembinaan bakat tersebut, ia menyarankan agar Pemda segera membangun stadion mini di tiga titik, yakni di Aifat, Ayamaru dan Aitinyo.

“Ada bakat sepak bola, voly dan lainnya di Maybrat. Hanya saja tidak didukung sarana atau fasilitas pendukung agar bakat-bakat tersebut bisa disalurkan dengan baik. Kami sarankan Pemda segera membangun semacam stadion mini yang dipusatkan di tiga titik yakni Aifat, Ayamaru dan Aitinyo,” ujar Lewi Saa, kepada Maybrat News, Jumat, (25/10).

Menurutnya, hal ini perlu dilakukan agar bakat-bakat olahraga, khususnya bola kaki di Maybrat tidak terputus. Ia mencontohkan, pemain top seperti Eduar Isir, Ortisan Solosa, Boas Solosa, Yanto Basna dan lainnya terbukti mampu mengharumkan nama Maybrat, bahkan Indonesia hingga di kanca internasional. “Mereka ini sudah punya bakat alami dalam olahraga, tinggal pemerintah siapkan fasilitas. Toh nanti kita juga yang bangga kalau mereka sukses,”pungkasnya. [(Mrk)

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Maybrat lakukan Panen Raya


MAYBRAT, (Maybrat News) - Kepala dinas Ketahanan Pangan kKbupaten Maybrat, Marthen Howay S.Hut ,MP bersama kelompok tani Faitjano kampung Keyum, Distrik Ayamaru Timur, panen raya Pertanian Sayur Mayur, Jumat (1/11/2019).

Kepala dinas ketahanan pangan kabupaten Maybrat Marthen Howay,S.Hut,MP dalam arahannya, menyampaikan, kita melakukan panen raya ini merupakan wujud nyata dari pada Visi dan misi Bupati dan wakil Bupati Maybrat periode 2017-2022, maka dinas ketahanan pangan kabupaten Maybrat harus hadir bersama masyarakat guna menekankan beberapa komoditi unggulan yang akan dilakukan pencanangan dibeberapa distrik di kabupaten Maybrat diantaranya distrik Ayamaru, Aitinyo ,Aifat dan Yumases.

Dinas ketahanan pangan sudah membentuk Kelompok tani sebagai pilot projek itu seperti kampung Futon distrik Aifat, kampung Frakomi distrik Aitinyo utara dan kampung karetht tubun distrik Ayamaru utara, tiga daerah tersebut, dipilih sebagai kampung mandiri pangan. Kelompok Tani ini dibagi menjadi kelompok tani sayur sayuran, kelompok tani umbi umbian,dan juga kelompok tani kacang hijau,kacang tanah dan kacang merah.

” Kami membentuk kelompok tani ini agar bagaimana mereka bisa mengembangkan pertanian yang ada demi mempertahankan komoditi pangan dikabupaten Maybrat agar tidak mengalami kendala pada stok pangan yang ada supaya tetap hidup,”ujar Marthen Howay.

Selain itu juga, Dinas Ketahanan Pangan kabupaten Maybrat, menyerahkan dana pembinaan kepada 8 kelompok tani tani binaan diantaranya, kelompok tani isijik, Faitjano, Arkek, Bawy, Forsi Pante, Sukaaf, Krimara dan kelompok tani keladi.

Dikatakan Marthen Howay, dana binaan yang diberikan itu dapat membantu kelancaran para kelompok tani agar mereka lebih semangat untuk meningkatkan usaha mereka dibidang pertanian di kabupaten Maybrat.

Efraim Sinon selaku ketua kelompok tani Faitjano, memberikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi kepada dinas ketahanan pangan kabupaten Maybrat yang mana selama ini ikut memberikan dorongan dan motivasi kepada kami kelompok tani yang ada dikabupaten Maybrat untuk bisa berkembang di bidang pertanian yang ada.

” Selain itu juga kami baru melihat secara langsung dan juga merasakan bantuan yang diberikan dari dinas ketahanan pangan kepada kami 8 kelompok tani yang ada, “tutup Efraim Sinon. (Mrk)

Sabtu, 02 November 2019

Sosialisasi Pondok Imunisasi Ibu Hamil, Bayi dan Balita di Maybrat


MAYBRAT. (Maybrat News) – Peserta Diklat PIM III Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Maluku, menggelar sosialisasi proyek perubahan strategi peningkatan target capaian melalui pondok Imunisasi bagi ibu Hamil, Bayi dan Balita di Puskesmas Aitinyo Utara Jumat, (1/11/2019).

Sosialisasi yang dirangkaikan dengan pengobatan massa tersebut dibuka oleh Kepala Dinas Kesehatan Maybrat, dr. Nelce Kambuaya, Msc, Sp. Rad, dan dihadiri Kepala distrik Aitinyo Utara, petugas kesehatan dan masyarakat sekitar.

“Kami sangat mendukung proyek perubahan dan inovasi yang dilakukan oleh peserta PIM III PPSDM Maluku, Kepala Bidan Sumber Daya Manusia (SDM) Kesehatan ini,” kata Kadinkes Maybrat, dr. Nelce Kambuaya.

Dia mengatakan apa yang diterapkan dalam proyek perubahan dan inovasi ini akan menjadi satu model, yang cocok di Maybrat, karena kondisi geografis dan masih kekurangan tenaga medis.

Apalagi capaian pelayanan imunisasi terutama imunisasi rutin, imunisasi kepada ibu hamil tidak sesuai target yang diharapkan oleh pemerintah pusat, provinsi maupun kabupaten.

“Kami harap strategi peningkatan cakupan imunisasi melalui pondok imunisasi bagi ibu hamil, bayi dan balita, dapat dilakukan di Puskesmas Aitinyo Utara dan bagi Puskesmas lainnya akan menyusul,” tukasnya.

“Pondok imunisasi ini akan dicanangkan oleh pemerintah daerah, dan selanjutnya ditempatkan tenaga medis, vaksin dan peralatan pendukung lainnya,” tandasnya.(Mrk)

Kamis, 31 Oktober 2019

Kepala Dinas PTSP Maybrat Di Duga Sabotase Semua Kegiatan

Sekretaris Dinas PTSP Kab. Maybrat, Yulianus Sinon SE, M.Dev  

MAYBRAT, (Maybrat News) - Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) kabupaten Maybrat, Yulianus Sinon SE, M.Dev menilai kinerja kepala Dinas PTSP, Selviana Sangkek menggunakan manejemen ” Bakso dan Tukang Cukur ” artinya semua kegiatan dikerjakan oleh pimpinan, Selasa (29/10/2019).

Yulianus Sinon, yang saat ini menjabat sebagai sekretaris PTSP kabupaten Maybrat mengungkapkan bahwa saya selaku sekretaris dan beberapa kepala bidang di kantor ini tidak pernah di berikan kewenangan.

Seluruh kegiatan dikantor secara prosedural seperti, Foto copy DPA kemudian dibagikan kepada Sekretaris, kepala bidang dan staf namun datang pelaksanaan kegiatan itu Kepala Dinas ambil dananya sendiri dan bawa jalan, entah kemana.

Ia menambahkan, selama ini seorang kepala Dinas PTSP, Selviana Sangkek itu masuk kantor apabila ada Bupati, kalau tidak ada Bupati ya dia juga tidak masuk kantor, biasanya datang ikut apel pagi selesai pulang, kadang dia sampaikan bahwa saya ada perintah bapak Bupati untuk saya laksanakan, namun faktanya tidak ada perintah Bupati.

Yulianus Sinon menambahkan bahwa, Semua kegiatan di dinas PTSP itu diambil alih oleh pimpinan, Ia memerintahkan kami untuk kerja semua kegiatan sampai selesai, Ibu Kadis hanya urusan ke Bank untuk melakukan proses tagihan kalau sudah cair berarti telepon bendahara datang tandatangan dan keluarkan uang lalu pergi entah kemana, pake bikin apa, dengan siapa dan di mana kami semua tidak tahu.

Oleh karena demikian maka kami menggunakan istilah Bapak Mantan Bupati Sorong Selatan, Otow Ihalauw yang menyebutkan bahwa cara-cara seperti ini adalah cara atau sistem manajemen bakso/tukang cukur, tutup Yulianus Sinon. (Mrk)

Michael R Kareth "Pengisian Jabatan DOB PBD Wajib Prioritaskan Orang Asli Papua"

                                                    Dr. Michael Rafael Kareth, S.Hut, M.Si Dr. Michael R Kareth, S.Hut,  M.Si., mantan Aktif...