"Nehaf Sau Bonout Sau" "Satu Hati Satu Komitmen"

Sabtu, 25 Mei 2019

Rakor Dinas Kesehatan Maybrat, Hasilkan 20 Rekomendasi


MAYBRAT, (Maybrat News) – Kepala Dinas Kesehatan, Kabupaten Maybrat, dr. Nelce Kambuaya, M.Sc.SP,Rad mengatakan dalam Rapar Kordinasi (Rakor) Evaluasi Kinerja Kepala Bidang, Seksi dan Kepala Distrik, telah menghasilkan 20 rekomendasi.

Diantaranya, mini lokakarya tingkat Puskesmas, akan dilaksanakan 3 bulan sekali, evaluasi program 3 bulan sekali di Dinas Kesehatan, Kolaborasi dan kordinasi kerja dari tingkat dinas hingga tingkat Polindes pada Minggu pertama setiap bulan.

Selanjutnya, laporan dibuat dalam Soft copy dan Hard Copy, disertai tanda terima laporan, rekomendasi berikutnya, pencatatan dan laporan obat harus teratur dan kontinue dari tingkat Pustu, Puskesmas, ke seksi Farmasi Dinas Kesehatan.

Kemudian envaluasi kembali tenaga kontrak, penilaian kinerja ASN di Dinas Kesehatan secara berjenjang, kehadiran ASN baik pejabat dan staf 50 persen setiap bulan berjalan, gaji dan hak lain harus di ambil oleh bendahara Puskesmas, pemotongan uang duka menjadi tanggung jawab di unit kerja masing-masing.

Selain itu, validasi ulang data peserta JKN setiap 3 bulan sekali, management pengelolaan data kesehatan terintegrasi melalui sistem satu pintu (one gate), membangun jejaring komunikasi dari Dinas Kesehatan sampai Puskesmas, Pustu dan Polindes.

Rekomendasi lainnya, Membangun tim work yang solid, Kolaborasi lintas sektor organisasi profesi dan lain-lain, Bimtek dan training bagi SDM kesehatan dan studi banding ke center yang lebih maju dan baik dalam pelayanan kesehatan, FGD perbulan antara Dinkes dan Puskesmas, Audit pelayanan Dinkes sampai FKTP, Gerak gugus kendali mutu (GKM) dan meningkatkan pelayanan dasar di seluruh FKTP.

“20 point yang disepakati ini, telah dilaksanakan dari tingkat Dinkes sampai ke Polindes, dalam peningkatan pelayanan dasar kesehatan. Ada kaitannya dengan proses pelayanan kesehatan yang belum berjalan maksimal, sehingga disepakati untuk dijalankan bersama,”ujarnya, Rabu, lalu.
Bila dalam kesepakatan itu mengalami kekeliruan akan dilakukan evaluasi dalam rapat kerja kesehatan yang digelar pada bulan Juli 2019 mendatang.

“Rekomendasi ini juga membawahi bidang pelayanan kesehatan, ketenagakerjaan, disiplin dan kinerja ASN, laporan pertanggung jawaban kegiatan dan anggaran serta lainnya,”terangnya.
Dia berharap dengan rakor dan evaluasi kinerja, dapat meningatkan pelayanan di 14 Puskesmas terjauh, seperti Puskesmas Mare dan Aifat timur. Sebelum kami tempatkan 13 tenaga dokter NS yang akan diserahkan kementerian kesehatan RI pada bulan Juli 2019 nanti.

“Sebelumnya kami akan melakukan pelayanan dokter turun kampung sekaligus mendata, dan menyampaikan kepada kepala distrik dan kampung, agar membantu dalam menyiapkan tempat tinggal dari tenaga-tenaga dokter ini, sebab dari Kementerian sampaikan tempat tinggal bagi para dokter-dokter di Puskesmas disiapkan oleh pemerintah daerah,”tandasnya.(es)

Bupati Maybrat Tinjau Lokasi Pembangunan Pasar Sentral di Athabu


MAYBRAT, (Maybrat News) – Bupati Maybrat, Drs Bernard Sagrim, MM, bersama perwakilan Dinas Perhubungan Papua Barat, meninjau lokasi pembangunan Pasar Sentral di Athabu, Distrik Aitinyo Tengah.

Bupati Maybrat, Bernard Sagrim, mengatakan Pasar Sentral, ini diharapkan dapat menampung semua pedagang asli Papua dan non Papua dari Moswaren dan Distrik Wayer, untuk menjual hasil pertaniannya.

“Kita bangun Pasar ini, sesuai keinginan Mama-mama Papua, yang tak ingin kembali berjualan di Pasar Kajase Kabupaten Sorong Selatan,” ungkap Sagrim.

Selain itu, kata Sagrim, keberadaan Pasar tersebut, juga dapat berimplikasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya yang bermata pencarian sebagai petani.
“Dari hasil jualannya, tentu mereka bisa menyekolahkan anak-anaknya, mulai dari SD hingga Perguruan Tinggi,” tukas Sagrim.

Sagrim menambahkan, sambil menunggu bangun permanen jadi, pihaknya akan menyiapkan los Pasar sementara untuk berjualan, serta penyediaan sarana air bersih dan listrik.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Papua Barat, yang diwakili oleh Kepala Seksi Terminal, Harold Jan, mengatakan untuk menunjang sarana transportasi, Pemprov siap membangun terminal penumpang diareal Pasar tersebut.

“Kita sangat mengapresiasi Pemda Maybrat, yang sudah menyiapkan lahan untuk pembangunan terminal, dan rencananya pembangunan infrastruktur dasar mulai dilakukan tahun depan,” tukasnya.(es)

Selasa, 21 Mei 2019

Hasil Seleksi CPNS Offline Tidak Ditentukan Pejabat

Bupati Kabupaten Maybrat, Drs. Bernard Sagrim, MM.
MAYBRAT, (Maybrat News) – Bupati Maybrat, Drs. Bernard Sagrim, MM, menegaskan hasil testing Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) formasi 2018 lalu, tidak ada intervensi dari pejabat, karena tes sistem CAT, hanya ditentukan oleh peserta tes.

“Jadi, jangan ada pejabat yang mengatasnamakan pemerintah untuk minta uang tebusan, itu tidak benar. Kalau ada yang minta uang dan nomor itu pribadi, tidak mewakili pemerintah, dasarnya apa. Kalau tidak lulus urusan langsung dengan orang yang minta uang dan nomor itu,” tegas Sagrim, Selasa, (21/5/2019).

Menurut Sagrim, yang menentukan lulus dan tidak itu ada di orang yang bersangkutan yang mengikuti tes, tidak ditentukan oleh orang lain.

Jadi testin itu bentuknya online, tetapi membatasi wilayah atau arealnya Papua Barat, maka disebut offline.

“Seperti teman-teman kita dari Papua, masuk tidak diterima apalagi luar Papua, karena khusus wilayah Papua Barat saja maka disebut offline,” terang Sagrim.(es)

Dinas Kesehatan Maybrat Gelar Rakor dan Evaluasi Kinerja

Kepala Dinas Kesehatan Maybrat duduk di tengah (dr. Nelce Kambuaya, M.Sc, SP.Rad)
MAYBRAT, (Maybrat News) Dinas Kesehatan Kabupaten Maybrat, menggelar Rapat Kordinasi (Rakor) dan Evaluasi Kinerja bagi kepala bidang, kepala seksi dan kepala Puskesmas di Aula pertemuan Kantor Dinas Kesehatan di Vaitmayaf,  Selasa, (21/5/2019).

Kepala Dinas Kesehatan, dr. Nelce Kambuaya, M.Sc, SP.Rad mengatakan kegiatan ini tujuan untuk saling bersinergi dan berkolaborasi terkait program kerja yang dilaksanakan di tahun 2018, dan dievaluasi di Mei tahun 2019.

“Apa yang kami evaluasikan adalah bagaimana melihat bersama-sama kendalanya atau masalah yang dihadapi ditingkat pelayanan dasar. Karna di Kabupaten Maybrat belum memiliki sarana rumah sakit,”ujarnya.

Melalui Rakor dan Evaluasi ini juga, untuk membangun kembali komunikasi terkait dengan pencatatan dan pelaporan, ditingkat Puskesmas dalam melaksanakan program, karena laporan ini tidak sampai di Dinas Kabupaten maupun Provinsi.

“Ada beberapa program yang datanya tidak ada, sementara dilapangan sudah dikerjakan oleh teman-teman di Puskesmas,” sebutnya.

“Maka melalui pertemuan ini kita akan satukan program Dinas Kesehatan melalui data base dan disiapkan ruangan khusus untuk dan tempatkan tenaga adminnya agar semua data kesehatan baik dari Pustu, Puskesmas sampai ketingkat dinas, dan terconect di tingkat provinsi,” terangnya.

Untuk itu, dia mengharapkan, akhir dari pertemuan nanti, akan menghasilkan suatu rekomendasi yang dibuat dalam berita acara yang ditandatangani 14 Kepala Distrik, Kepala Seksi, Bidang dan Kepala Dinas. “Sehingga ini akan menjadi cacatan bersama, untuk kita kerjakan di tahun ini,”tandasnya. (es)

Mamberob Rumakiek Minta Elit Politik dan Pemda Hentikan Isu Provokatif di Maybrat

Anggota DPD RI Terpilih Dapil Papua Barat Periode 2019-2024, Mamberob Yosephus Rumakiek.
MAYBRAT, (Maybrat News) – Anggota DPD RI Terpilih Dapil Papua Barat  Periode 2019-2024, Mamberob Yosephus Rumakiek mendesak para elit politik dan Pemda Kabupaten Maybrat untuk segera mengatasi alias menghentikan isu provokasi di daerah setempat.

Pernyataan ini disampaikan Mamberob Yosephus Rumakiek menyikapi kondisi di Maybrat yang menyebabkan mama-mama (Perempuan) Tehit dan Maybrat di pasar Kajase Teminabuan saling palang-memalang, Senin (20/05).

Menurutnya, aksi tersebut dipicu adanya isu-isu provokasi pasca atau setelah pleno rekapitulasi suara hasil pemilu Kabupaten Maybrat di Manokwari pekan lalu.

Mamberob menegaskan jika persoalan politik tak mempunyai hubungan dengan mama-mama sebagai pelaku ekonomi yang seharian berjualan di pasar Kajase Teminabuan. Karena itu ia menyayangkan kejadian tersebut. Untuk itu, dia berharap kondisi demikian tak terulang lagi, sebab dapat merusak hubungan keluarga suku Tehit dan Maybrat.

“Jujur kami merasa kesal saat mendengar persoalan yang terjadi di Kota Teminabuan beberapa hari lalu. Saya minta kepada para pemuda-pemudi yang sebagai tulang punggung gereja, untuk tidak terprovokasi dengan isu-isu yang menyesatkan masyarakat.

Karena pemuda adalah generasi penerus yang akan membagun hubungan baik dengan masyarakat, oleh sebab itu saya minta untuk tidak menyebarluaskan informasi – informasi yang menyinggung ras suku dan agama di media sosial sehingga tidak menimbulkan persoalan yang dapat merugikan banyak orang,” cetus Mamberob Yosephus Rumakiek kepada Maybrat News, (Senin 20 Mei 2019).

Semestinya pemuda mempunyai komitmen rasa percaya diri untuk terus memberikan informasi yang bersifat membangun, sehingga pemuda bisa diandalkan untuk menjadi seorang pemimpin yang hebat dan bisa memimpin negerinya sendiri.

“Kami meminta kepada para elit politik dan pemerintah daerah segera menindaklanjuti persoalan ini sebab akan merugikan banyak orang khususnya masyarakat Maybrat dan Sorong Selatan yang selama ini membangun hubungan baik di bidang ekonomi, politik dan budaya,” pungkasnya. [fer]

Pasar Sentral Maybrat Akan Dibangun di Athabu

Pertemuan Bupati, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah dan masyarakat, terkait rencana pembangunan Pasar Sentra di Maybrat.
MAYBRAT, (Maybrat News) – Bupati Kabupaten Maybrat, Drs. Bernard Sagrim. MM, mengatakan pembangunan Pasar Sentral, akan dibangun di Athabu pertigaan antara Aitinyo, dan Teminabuan. Sehingga nantinya mama-mama dari Maybrat tak lagi berjualan di Sorong Selatan. (selasa 21 Mei 2019)

Hal ini disampaikan Bupati dalam tatap muka yang digelar di Aula pertemuan Setda Kabupaten Maybrat, yang dihadiri Wakil Bupati Maybrat, Asisten I dan II, pimpin OPD (Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta mama dari wilayah Aitinyo dan Ayamaru, Senin kemarin.

“Untuk lokasi berjualan sementara dapat mengunakan pasar darurat yang sedang dibangun, sambil menunggu pasar permanen yang siap dibangun, dan tidak lagi kembali jualan di Teminabuan,” ungkap Bupati.

“Bila pasar permanen jadi, diharapkan jualan nanti bisa dipakai sistem borongan, serta pasar itu juga bisa dipakai oleh warga terdekat, seperti Wayer, Waigo dan Moswaren,” terangnya.

Menurutnya, pasar ini sangat strategis karena orang bisa datang dari Aitinyo, Ayamaru, Moswaren dan Waigo untuk berjualan maupun belanja. “Kami melihat pasar itu akan lebih hidup,” ujar Bupati.

Bupati mengatakan, dirinya telah berkomunikasi dengan Bupati Sorong Selatan, dan mengharapkan agar mama-mama dari Maybrat, tetap berjualan di pasar Kajase Teminabuan.

“Tapi dalam rapat, mereka tidak mau kembali ke pasar Kajase Teminabuan, akhirnya pimpinan OPD sepakat bangun pasar baru di Athabu,”tutur Sagrim. (es)

Disiplin ASN Harus Ditunjang Sarana Transportasi yang Memadai

Suasana apel gabungan Aparatur Sipil Negara (ASN), di Pemkab Kabupaten Maybrat
MAYBRAT, (Maybrat News) – Bupati Kabupaten Maybrat, Drs. Bernard Sagrim, MM, mengaku kedisiplinan Aparatur Sipil Negara (ASN), masih jauh dari harapan. Hal ini juga disebabkan faktor geografis penyebaran ASN di tiga wilayah, Ayamaru, Aitinyo, dan Aifat, yang sangat jauh.

“Memang disiplin ASN itu tidak mudah, tentu harus ada prasyarat. Artinya ada syarat-syarat yang harus kita siapkan sebelum kita menegakan displin. Seperti ketersediaan kendaraan dinas, angkutan bis,” ungkap Sagrim, Senin lalu.

Selain itu, perlu ada kerendahan hati dari pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang mempunyai kendaran fasilitas, dimana mereka dapat mengangkut pegawai yang kebetulan sama-sama di kampung dan distrik tempat tinggalnya.

Sagrim mengatakan dalam TPP (Tunjangan Perbaikan Penghasilan), perlu ada tunjangan transportasi bagi pegawai. “Itu kita siapkan semua baru disiplin kita tegakan. Kalau tidak memang agak susah, pegawai juga gaji berapa bayar ojek pergi pulang sehari saja Rp500 ribu,” ucap Sagrim.

“Jangankan staf, pejabat juga tidak ada kekayaan. Yang ada hanya menang gayanya saja,” terang Sagrim.

“Kalau sudah siapkan prasyarat semua, maka kita tegakkan disiplin, termasuk absen ceklok di masing-masing kantor. Kalau sekarang kita siapkan absen ceklok, namun tidak ditunjang oleh alata transportasi, percuma saja,” tandas Sagrim. (es)

Michael R Kareth "Pengisian Jabatan DOB PBD Wajib Prioritaskan Orang Asli Papua"

                                                    Dr. Michael Rafael Kareth, S.Hut, M.Si Dr. Michael R Kareth, S.Hut,  M.Si., mantan Aktif...