"Nehaf Sau Bonout Sau" "Satu Hati Satu Komitmen"

Selasa, 25 Februari 2020

Maximus Air "Keputusan Pembentukan Maybrat Sau Sudah Final"

 Juru Bicara Tim Pemekaran Maybrat Sau, Maximus Air, S.E.


MAYBRAT, (Maybrat News) – Juru Bicara (Jubir) tim pemekaran kabupaten Maybrat Sau, Maximus Air, S.E, mengatakan bahwa usulan pembentukan kabupaten Maybrat Sau bukan lagi merupakan agenda daerah ataupun masyarakat, melainkan sudah menjadi agenda nasional.

Adapun wilayah yang mencakup Maybrat Sau adalah Ayamaru raya , Yumases raya dan Aitinyo raya. Sementara untuk ibu kota Maybrat saat ini hanya fokus di wilayah Aifat raya, berdasarkan keputusan yang dikeluarkan oleh Bupati Maybrat yang selanjutnya diusulkan ke pemerintah pusat.

“Persoalan Maybrat Sau sudah menjadi agenda nasional, proses dan pengusulannya sudah berjalan. Oleh karena itu dengan adanya usulan letaknya ibu kota in tidak perlu dipermasalahkan, karena usulan Maybrat Sau sudah sementara berjalan,”ujar Maximus di Sorong, Senin (10/02).

Menurut Maximus, pembentukan Maybrat Sau merupakan sebuah solusi yang baik guna penyelesaian berbagai permasalahan Maybrat. Selain itu, dengan adanya pembentukan Maybrat Sau, secara otomatis Sumber Daya Manusia (SDM) disana akan diberdayakan.

“Saya mengharapkan dukungan dari masyarakat terutama yang ada di daerah cakupan Maybrat Sau. Kedepannya ketika Maybrat Sau sudah terealisasi dan pemerintah pusat melayani keinginan kita, bukan berarti menjadi pembedah diantara kita orang Maybrat. Selain itu, dengan adanya daerah administrasi ini, SDM yang melimpah ruah di Maybrat bakal mempunyai kesempatan untuk melayani masyarakat disana. Hal itu jugalah yang akan meredakan konflik yang sering terjadi,”jelas Maximus.

Disamping itu, Maximus mengimbau kepada seluruh lapisan stokeholder dan masyarakat agar tidak membangun polemik menyangkut pembentukan Maybrat Sau. Sebab, jika polemik-polemik itu dibuat, maka akan menimbulkan polemik yang besar dan sulit untuk diselesaikan.

“Kita berkaca dengan persoalan Maybrat dlu, ada kelompok Kmurkek dan Ayamaru yang menyebabkan kita berkonflik selama beberapa dekade. Saya berharap jangan sampai lagi terjadi kabupaten Maybrat Sau. Mari kita dukung apa yang sudah dilakukan Pemerintah daerah, pemerintah provinsi, dan pemerintah pusat,”harapnya.

Maximus menambahkan, Bupati Maybrat pernah menyampaikan bahwa untuk lokasi pemerintahannya akan ditentukan setelah dilakukan pertemuan dan kesepakatan bersama dengan tokoh masyarakat dan hak ulayat di wilayah itu.

Ditegaskannya juga, keputusan pembentukan ibu kota Maybrat Sau sudah final dan tidak bisa ditawar lagi. Sebab, jika ada beda pendapat yang berbeda, maka akan menghambat proses pembentukan ibu kota Maybrat sau.

“Tim pemekaran Maybrat Sau dibentuk oleh pemerintah karena berkonsekuensi dengan pembiayaan. Mumpung Pemkab Maybrat sudah membentuk tim untuk memperjuangkan Maybrat Sau, jadi kami minta masyarakat mendukung kami dan tidak boleh adalagi pembentukan tim-tim lainnya yang akan menimbulkan polemik diantara kita,”tandas Maximus. (Mrk)

Senin, 24 Februari 2020

Bulan Maret Absen Elektrik Akan Diberlakukan di Maybrat

Wakil Bupati Kabupaten Maybrat, Drs. Paskalis Kocu, M.Si

MAYBRAT, (Maybrat News) – Pemkab Maybrat mulai Maret 2020 akan menerapkan absen elektronik sidik jari atau fingerprint kepada aparatur sipil negara (ASN).

Kebijakan ini diterapkan untuk mendisiplinkan para pegawai. Apabila melanggar maka terancam terkena sanksi berupa pemotongan tunjangan tambahan penghasilan (TPP).

Hal itu disampaikan Wakil Bupati Maybrat, Drs. Paskalis Kocu, M.Si, usai apel pagi pegawai di lapangan Vaitmayaf, Senin, (24/2/2020).

“Saya kira, ketika ada mesin elektrik pegawai pasti aktif masuk kantor, karena LP dan kinerja itu dibayar didasari kehadiran tidak seperti sebelumnya. Sehingga bulan depan akan dimulai dari Setda selanjutnya dinas lainnya,” ujarnya.

Hal ini, lanjut Wabup untuk berbenah kinerja pegawai dilingkup Pemkab Maybrat dalam proses penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan pembinaan kemasyarakatan melalui kehadiran dan kinerja pegawai.

Wabup berharap kepada pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), agar dapat menertibkan pegawainya untuk masuk kantor. Karena, kita dipanggil untuk bekerja dan melakukan perubahan di masyarakat.

“Kita mau tunggu siapa lagi, kita ini sudah yang meletakan dasar pembangunan dan generasi berikutnya tinggal melanjutkan” tutup Wabup.(Mrk)

Wabup Maybrat Keluhkan ASN yang Malas Masuk Kantor

Wakil Bupati Kabupaten Maybrat, Drs. Paskalis Kocu, M.Si.

MAYBRAT, (Maybrat News) – Kinerja aparatur sipil negara (ASN) di lingkup Pemerintahan Daerah Kabupaten Maybrat, masih memprihatinkan, (24/2/2020).

Padahal pemerintah daerah telah menyediakan alat transportasi berupa bus yang siap antar jemput. Namun itu belum sepenuhnya dapat merangsang ASN untuk rajin masuk kantor.

“Bus ini sudah beroperasi selama dua minggu, namun masih saja ada ASN yang tidak masuk kantor,” kata Wakil Bupati Maybrat, Drs. Paskalis Kocu, M.Si, Senin .

Wabup mengatakan dalam tatap muka bersama pimpinan OPD dan staf, keluhan yang muncul itu kendaraan antar jemput pegawai, mengingat kondisi wilayah yang sangat berjauhan.

“Keluhannya sudah dipenuhi, tetapi kenyatannya pegawai ramai itu hanya di hari Senin, sedangkan Selasa dan seterusnya bus dari wilayah Ayamaru, Aitinyo dan Aifat Timur Sabah dan Yumases terlihat kosong,” ucapnya.

“Kalau saya lihat dalam 2 minggu ini selama bus beroperasi, kehadiran pegawai sekitar 40 persen dari jumlah pegawai di Maybrat,” sebutnya.

Wabup meminta para pegawai sebagai abdi negara dan andi masyarakat harus dapat menunjukan loyalitasnya, karena mereka terima gaji dari pemerintah setiap bulannya.

“Jangan karena teman kita tidak masuk, kita juga tidak masuk. Ini tidak boleh terjadi, dan kami harap ASN dapat menggunakan fasilitas bus yang sudah disediakan sebagai transportasi ke kantor, tegas Wabub” (Mrk)

Rabu, 19 Februari 2020

Wabup Maybrat Tegur Pimpinan OPD dan Staf yang Pakai Disiplin Mata dan Telinga

Wakil Bupati Kabupaten Maybrat, Drs. Paskalis Kocu, M.Si

MAYBRAT, (Maybrat News) – Wakil Bupati Maybrat, Drs. Paskalis Kocu, M.Si Menegur pimpinan OPD dan staf dilingkup Pemkab Maybrat yang lebih pakai disiplin mata dan telinga, dimana lihat bupati masuk kantor berarti pimpinan OPD dan staf banyak yang hadir ikut apel dan masuk kantor untuk kerja.

“Prilaku ini sebaiknya di hilangkan karena yang mengangkat saudara jadi PNS dan kasih gaji saudara itu bukan Bupati tetapi negara, oleh sebab itu saudara  harus bekerja dan melayani masyarakat di mana saudara ditugaskan,”ujarnya.

Wabup mengingatkan kepada pejabat dan staf bahwa walaupun bupati tidak berada di tempat, atau sedang dinas luar dari Maybrat, pimpinan OPD dan staf harus tetap masuk kantor.

Jangan lelihat bupati tidak ada ditempat  terus semua pimpinan dan staf tidak masuk kantor, “Itu tandanya bahwa pegawai itu masuk kantor bukan untuk melayani rakyat dan cari prestasi kerja tetapi hanya mencari perhatian supaya bupati lihat orang ini ada, tetapi kenyataanya malas masuk kantor dan kerja,”terangnya.

Cara ini, menurut wabup membuat pegawai tidak berkembang dan tidak bersaing, sehingga kinerja rendah karena kualitas juga rendah. Untuk itu, dia minta kepada pimpin OPD dan staf agar jangan bergantung kepada pejabat daerah, tetapi tunjukan kinerja yang baik, agar masyarakat melihat bahwa ada pemerintah di daerah ini.

“Pejabat daerah hanya pimpin tetapi menentukan kemajuan dan pembabangunan daerah itu ada di SKPD/OPD yang ada. Sehingga kita semua bertanggung jawab untuk pembangunan, kemajuan dan kesejahteraan rakyat bukan bergantung kepada pejabat daerah,”tandasnya. (Mrk)

Robianus Jitmau "Tim Sepak Bola Olstar Setda Maybrat Siap Ikut Turnamen Dandim Cup"

Pencetus Club Bola Olstar Setda Maybrat, Robianus Jitmau, S.IK

MAYBRAT, (Maybrat News) - Tokoh intelektual Maybrat asal Kampung Mapura, Robianus Jitmau S.IK, atau akrab di sapa (RJ) yang juga merupakan pencetus berdirinya Club Sepak Bola Olstar Setda Maybrat ini menuturkan bahwa, ide dasar pendirian Club Sepakbola Olstar Setda Maybrat ini karena kami hanya termotifasi dengan kata "Sehat Itu Mahal" Rabu, 19/2/20.

Mengapa kami termotifasi dengan kata "Sehat Itu Mahal" karena kebanyakan kita yang sebagai pemain ini rata-rata semuanya adalah Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Maybrat yang masing-masing memiliki kesibukan kantor dari pagi sampai malam.

"Dengan melihat keadaan seperti ini maka, kami menyadari bahwa hal ini akan berdampak negatif terhadap kesehatan dari masing-masing kita"

 Oleh sebab itu, kami berinisiatif untuk membuat tim sepak bola yang di mana ada waktu luang kita bisa memanfaatkan waktu itu dengan berolahraga.

Awalnya kami cuma 4 orang yang kebetulan di kantor selalu sama-sama, saling komunikasi lewat Handpone dan Facebook, lalu kemudian sering makan bersama di warung.

Berangkat dari pertemuan dan kebersamaan inilah, kami mulai munculkan ide dan gagasan untuk bagaimana kalau kita bentuk satu club sepak bola di kabupaten Maybrat yang sekarang kami sebut dengan nama Persatuan Sepak Bola Olstar Setda Maybrat.

Seiring dengan berjalanya waktu pembentukan Club Bola Olstar ini, akhirnya kami mendapat bantuan kostum dari Pemkab Maybrat lewat bung Jefri Asmuruf.

RJ juga menyampaikan bahwa, dengan adanya Club bola Olstar ini, maka kita bisa saling tau, saling mengenal satu sama lain, nanti pas kumpul di lapangan baru kita baku tau kalau kaka ini kerja di OPD ini, ade ini di OPD ini begitu juga dengan teman-teman yang lain. 

Kini, PS.Olstar Setda Maybrat sedang mempersiapkan diri untuk mengikuti tunamen Dandim Cup Kota Sorong yang akan di adakan pada tanggal 7 Maret 2020 mendatang.

RJ juga berharap agar ada respon positif dari Pemerintah Kabupaten Maybrat, mengingat hampir semua kabupaten se sorong raya ini memiliki club sepak bola dari skretariad daerah masing-masing.

Menurut RJ, selain persiapan untuk mengikuti ivent atau turnamen-turnamen di luar sana, kegiatan ini juga membawa dampak poisitif tersendiri bagi generasi muda, stengah muda dan usia lanjut untuk tetap hidup sehat, tidak mudah terpengaruh dengan kebiasaan-kebiasaan buruk seperti, Miras, Judi, Narkoba, Aibon dan lain-lain, akhir kata SEHAT ITU MAHAL, salam olahraga. (Mrk)






Selasa, 18 Februari 2020

Luis Iek: BUs Antar Jemput Pegawai Lancar

Kepala Dinas Perhubungan, Luis Iek, S.Sos

MAYBRAT, (Maybrat News) – Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Maybrat, Luis Iek, S.Sos mengatakan pelayanan bus antar jemput pegawai sejak Senin, (17/2/20) dan Selasa, (18/2/20) berjalan lancar.  

Ia mengakui, ada beberapa wilayah yang dilakukan pelayanan bus antar jemput pegawai seperti wilayah Ayamaru  ada dua bus, Aitinyo ada dua bis, Yumases juga ada 2 bus ,sedangkan Aifat Utara memang belum dilakukan layanan karena ada berapa spot dan tanjakan yang belum diaspal sehingga belum dilakukan pelayanan penjemputan pegawai disana,  tetapi hanya dilayani dari Kokas dan sekitarnya.

“Rencana awal Aifat utara itu bis angkut pegawai dari Konja, Ayawasi, Kokas dan Kumurkek tetapi tanjakan  patah hati yang belum diaspal, maka bus sementara hanya layani wilayah Kokas dan sekitarnya,” ujar Luis Iek, (18/2).
 
Dia katakan sudah dua hari ini, sejak dilunching bupati Maybrat, Drs. Bernard Sagrim, MM pelayanan antar jemput pegawai terus dilakukan sambil melihat dan mengevaluasi pelayanan yang berjalan. 

“Ini kaitan dengan jumlah pegawai yang banyak dan kurang  ada diwilayah mana saja, sehingga nanti dilihat dan dievaluasi bahwa wilayah ini, membutuhkan penambahan kendaraan atau tidak. Jadi sementara ini pelayanan antar jemput bisa dilakukan dibeberapa wilayah yang ditentukan,”jelasnya.(Mrk)

DOB Maybrat Sau, Solusi Atasi Konflik Ibu kota di Maybrat


MAYBRAT, (Maybrat News) – Pemkab Maybrat, DPRD dan tim Pemekaran Otonomi Baru (DOB) Maybrat Sau, menggelar rapat, di Aula Pertemuan Setda Maybrat, Senin, (17/2/2020).

Rapat guna menyatukan presepsi dalam memperjuangkan pemekaran daerah otonomi baru ini, juga dihadiri seluruh tokoh masyarakat dan pemangku kepentingan diwilayah tersebut.

Maximu Air, selaku Juru bicara pemekaran DOB Maybrat Sau, mengatakan pertemuan ini guna menjawab keluhan masyarakat terkait konflik ibu kota Kabupaten Maybrat.

“Tim bersama pimpinan dan anggota DPRD melakukan rapat agar terus mendorong pemerintah pusat, sehingga DOB Maybrat Sau segera hadir,” ungkapnya.

“Ini sudah menjadi agenda Nasional, baik Pemprov maupun Pempus, terkait penyelesaian konflik di Maybrat, sehingga solusinya DOB Maybrat Sau untuk mengakhiri konflik tersebut,” tukasnya.

Sementara, Bupati Maybrat, Drs. Bernard Sagrim mengatakan kehadiran DOB Maybrat Sau, perlu diproritaskan, sebagaimana solusi untuk mengatasi konflik.

“Persiapan pemekaran DOB Maybrat Sau telah disepakati dan didasari dokumen pengusulan ibu kota kabupaten Maybrat Sau di Ayamaru,” terang Bupati.

Bupati mengatakan untuk daerah bawahan meliputi Distrik Ayamaru, Ayamaru Timur, Ayamaru Utara, Aitinyo, Aitinyo Barat dan Aitinyo Utara, termasuk distrik pemekaran lainnya.

“Untuk Distrik Mare menunggu penetapan DOB Maybrat Sau, lalu dilakukan harmonisasi dengan masyarakat Mare Raya, apakah memilih masuk di Maybrat Sau atau tetap di Maybrat,” ucap Bupati.(Mrk)

Michael R Kareth "Pengisian Jabatan DOB PBD Wajib Prioritaskan Orang Asli Papua"

                                                    Dr. Michael Rafael Kareth, S.Hut, M.Si Dr. Michael R Kareth, S.Hut,  M.Si., mantan Aktif...