"Nehaf Sau Bonout Sau" "Satu Hati Satu Komitmen"

Kamis, 16 Juli 2020

PGRI Maybrat Gelar Konferda ke- 1, Sekda: Organisasi PGRI Hadir Berjuang Untuk Nasib Guru


MAYBRAT, (Maybrat News) - Pj. Sekda Maybrat, Ferdinandus Taa, SH., M.Si saat memberi sambutan dan membuka Konfrensi Kerja Daerah (Konferda) ke -1 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Maybrat di Aula pertemun Setda Maybrat Rabu, (15/7). Konferda ke 1 yang mengusung tema terwujudnya PGRI sebagai organisasi perjuangan, profesi dan ketenaga kerjaan, yang mandiri dan bermanfat di Aula pertemuan Setda Maybrat di Kumurkek Kemarin, (15/7/20).

Pjs Sekda Maybrat, dalam arahanya berpesan organisasi guru yang ada di Nusantara termasuk di Maybrat hadir untuk berjuang kebutuhan guru-guru bukan kepentingn lain. Organisasi PGRI hadir untuk memperjungkan kebutuhan dan kesejahteraan dari 426 guru, yang terdiri dari guru PAUD/TK, SD dan SMP di kabupaten Maybrat, tidak berjuang kepentingan lain, kalau bicara partisipasi itu silahkan," terang Sekda.
 
Menurut Sekda, organisasi PGRI itu terbentuk dari pusat sampai derah bagaimana hadir berjuang tenaga profesi guru itu mendapat kesejahteraan. "Kalau guru melaksanakan tugasnya dengan baik, saya kira hal lain juga dengan sendirinya baik," katanya.

Lanjut Sekda, kedepan ketika ada pesta demokrasi jangan buat kubu-kubuan dari pengurus ini mendukung sana sini akhirnya organisasi ini tidak berjalan maksimal sebaiknya partsipasi secara individu tidak membawa nama organisasinya.

Karena kaitan dengan visi dan misi bupati itu bahwa cinta profesi dan sayang pelayanan sehingga diwujudnyatakan pemerintah daerah dalam memberi tunjangan anggaran, fasilitas kendaraan agar tugas itu tidak terkendala tetapi berjalan baik demi pelayanan bagi masyarakat.

"Kalau ada bantuan kendaraan roda dua bagi tenaga pendidik tidak untuk hal lain tetapi dipakai untuk menunjang tugas dan pelayanan di sekolah yang ada," harap dia. Sementara itu, Ketua PGRI Kabupaten Maybrat, Zeth Duwit, S.Pd yang ditemui wartawan usai kegiatan mengatakan kegiatan Konferda ke 1 saat ini untuk berbicara program kerja antara lain kesejahteraan guru, tugas dan fungsi guru dan mengaktifkan kembli guru untuk mengajar karena situasi Covid 19 tidak ada proses belajar mengajar sehingga kembali aktif karena daerah kita berada di zona hijau. 
 
"Selama ini guru bicara hak-hak mereka diluar tetapi melalui Konferda PGRI saat ini kita bicara persoalan dan kebutuhan guru di Maybrat dan akan muncul sebuah rekomendasi yang nantinya disampikan ke pemerintah daerah maupun dinas, pendidikan pemuda dan olahraga kabupaten Maybrat," tuturnya.

Hadir dalam kegiatan konferda ke 1 itu, Sekda Maybrat, Asisten I Setda Mybrat, Assiten III Setda Maybrat, sejumlah pimpinan OPD dan 150 peserta dari kepala-kepala sekolah PAUD/TK, SD dan SMP. (Mrk)

3 Agustus 2020 "13 SMP di Kabupaten Maybrat Mulai Buka Kembali"


 MAYBRAT, (Maybrat News) - Kabupaten Maybrat, Propinsi Papua Barat tak lama lagi akan membuka kembali sekolah untuk proses belajar mengajar melalui tatap muka yang selama ini hanya dilakukan secara online.
 
Wabup Maybrat, Drs. Paskalis Kocu, M.Si mengatakan mulai 3 Agustus 2020 nanti, sekolah mulai dibuka untuk proses belajar mengajar (BM) tetapi hanya berlaku bagi 13 SMP di kabupaten Maybrat.
"Jadi, mulai 3 Agustus 2020 itu, pemerintah Maybrat akan melakukan launching mulainya aktifitas belajar mengajar di kabupaten Maybrat. Launchingnya itu di tiga titik yaitu Ayamaru di Yukase, Aifat di Susumuk dan Aitinyo, di Aitinyo,"ujar wabup saat pencairan dana sertifikasi guru tunjangan penghasilan dan tunjangan derah terpencil Selasa, (14/7/20).

Proses belajar mengajar dilaksanakan saat itu, hanya saja kata wabup perlu memperhatikan protokol kesehatan yang dicanangkan oleh pemerintah dengan memakai masker, duduk jarak, dan cuci tangan dan tes suhu.

"Proses belajar mengajar itu dimulai dari SMP, ketika dievaluasi berjalan baik maka dilanjutkan dengan SD maupun PAUD/TK. Jadi mulai saat ini, sebelum proses belajar mengajar dilakukan mulai mempersiapkan Hal-hal yang berkiatan dengan protokol kesehatan di 13 SMP yang ada di kabupaten Maybrat," paparnya.

Karena itu, menurut Wabup yang juga ketua dewan pembina partai NasDem kabupaten Maybrat ini bahwa Pemerintah daerah akan meninjau kesiapan di masing-masing sekolah dari tanggl 25-30 Juli 2020, agar proses belajar mengajar bisa berjalan termasuk kesiapan protokol kesehatan dan pemeriksaan kesehatan bagi guru-guru, tenaga kependidikan, siswa dan orang tua siswa.

Pjs Kepala Dinas Pendidikan pemuda dan olahraga kabupaten Maybrat, Hendrikus Frasawi, S.Sos kepada awak media menegaskan pada pronsipnya kami siap melaksanakan aktifitas belajar mengajar tetapi memperhatikan standar-standar kesehatan. 

"Iya, kami sudah melakukan sosialisasi bersama kepala sekolah dan tenaga kependidikan beberapa waktu dalam penerapan new normal di kabupaten Maybrat khusus sekolah-sekokah yang ada. Pemberlakun hanya bagi SMP sedangkan SD dan TK/PAUD menunggu hasil evaluasi kalau baik maka aktifitas belajar mengajar juga diterapkan. (Mrk)

426 Guru Dapat Tunjangan Penghasilan Daerah Tepencil dan Sertifikasi Guru di Kab. Maybrat

Wakil Bupati Maybrat, Drs. Pasklis Kocu, M.Si
MAYBRAT, (Maybrat News) - Sebanyak 426 guru di kabupaten Maybrat mendapat tunjangan penghasilan, daerah tepencil dan sertifikasi guru di aula pertemuan Dinas Pendisikan Pemuda dan Olahraga kabupaten Maybrat, Selasa, (14/7/20) senilai 5 Milyar Rupiah.

Dana yang disiapkan untuk membayar tenaga pengajar khususnya PNS sebanyak 5 miliar tersebut yang kegiatan  penyerahannya dibuka wakil bupati Maybrat, Drs. Pasklis Kocu, M.Si yang dihadiri Sekda Maybrat,  Ferdinandus Taa, SH.,M.Si, pjs Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan olahraga kabupten Maybrat, Hendrikus Frasawi, S.Sos dan guru-guru.

Wabup mengatakan angaran yang tersedia dan siap dibayarkan itu Rp, 5 miiar untuk 426 guru yang terdiri dari tunjangan penghasilan, tunjangn daerah terpencil dan tunjangan sertifikasi guru.

Jadi, sebanyak 426 guru yang terima tunjangan terdiri dari 60 guru sekolah dasar dan 13 guru SMP. Tunjangan yang diberikan bukan sekedar tunjangan diberikan melaingkan diimbangi pula tugas dan pengabdiannya sebagai guru kepada bangsa dan negara khususnya anak didik kita di sekolah," jelas Wagub.
 
Menurut Wabup, tunjangan ini, ada guru yang terima dan ada yang belum terima. Karena mungkin berkaitan dengan data yang diimput ke pusat, sehingga kedepan pasti juga terima.

Pjs Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan olahraga kabupaten Maybrat, Hendrikus Frasawi, S.Sos kepada wartawan mengutarakan dinas pendidikan Maybrat melakukan proses pembayaran tunjangn pemghasilan, tunjangn daerah terpencil dan tunjangan sertifikasi guru. Pendapatnnya itu berfariasi, ada yang hanya terima sertifikasi guru, tetapi tidak terima tunjangan daerah terpencil atau tunjangn pengahasilan dan sebaliknya. 

"Ini berkaitan dengan persyaratan yang dipenuhi. Seperti sertifikasi guru itu wajib srata satu (S1) termasuk tunjangan daerah terpencil syaratnya daerah jauh atau terluar," jelasnya. Menurut Hendrikus, kami dinas mengusulkan itu tidak atas kemaun sendiri tetapi sudah di data pokok pendidikan (Dapodik) yang disampaikan. 
 
"Jadi evaluasinya itu di Dapodik, guru yang tidak dapat bisa juga data di Dapodik itu tidak valid. Karena standar penilian itu dari pusat. Karena data Dapodik itu mandiri dari sekolah langsung ke pusat, dinas pendidikan hanya sifatnya mengawasi," ucapnya.

Dia berharap kepada guru-guru di kabupaten Maybrat agar data Dapodik itu jangan diabaikan itu sangat berpengruh sehingga pengisian Dapodik di sekolah itu baik dan hati-hati. (Mrk)

Sekda Bantah Rp 43 Miliar Digunakan Pemkab Maybrat "Hanya Estimasi"

Pj. Sekda Maybrat, Ferdinandus Taa, SH., M.Si

MAYBRAT, (Maybrat News) - Pj. Sekda Maybrat, Ferdinandus Taa, SH., M.Si menegaskan banyak orang kita yang komentari di Media Sosial (Medsos) terkait anggaran Covid 19, itu hanya perkiraan pemerintah yang sebesar Rp. 43 miliar dan belanja bahan makanan, bahan makanan lokal dan alat kesehatan yang didistribusikan ke masyarakat juga tidak sampai 15 miliar tetapi dibawah itu.

"Jadi, 43 miliar itu hanya estimasi atau perkiraan pemerintah terkait anggaran untuk belanja penanggulangan dan pencegahan covid 19 di Maybrat. Kami lqpor ke pemerintah pusat bahwa Pemdemi Covid 19 ini kalau jalan trus kami di kabupaten Maybrat akan menyiapkan dana sekitar Rp, 43 miliar," jelas Sekda kemarin di Kumurkek (15/7/20). 

Fernandus menyampaikan besaran dana itu disebutkan karena ada tiga aitem yang kita harus belanjakan yaitu logistik bahan makanan, kesehatan dan perggerakan ekonomi lokal.

"Kita di Maybrat belanja sekitr 12 aitem dan beras itu 10 kg sedangkan derah lain tidak sampai 5 aitem dan beras hanya 5 kg hanya bagi masyarakat pra sejahtera. tetapi kita di Maybrat pembagian Bama itu mulai dari anak sekolah sampai pejabat juga terima bantuan itu karena konsekwensinya ada pembatasan jalur kelur masuk ke Maybrat jadi dapat bantuan semua, termasuk belanja Bama lokal silang," jelasnya.

Kata Ferdinandus, bukan hanya itu, dana kampung 10 persen itu aparat kampung belanja Bama sendiri dan bagikan ke masyarakatnya di 259 kampung di 24 Distrik di Maybrat.  Pemerintah sudah banyak berbuat untuk kita, misalnya kita masih d zona hijau, itu tidak mudah tetapi komitmen pemerintah Maybrat memperketat akses masuk kelur Maybrat.

"Jadi dana belanja untuk Covid 19 itu kabupaten Maybrat terbuka di slide dari Kejaksaan Negeri Sorong juga ikut pantau dan pendampingan melihat apa yang dipresentasikan pemkab Maybrat terkait penggunaan anggaran Maybrat," jelasnya lagi. 

Dijelaskan anggaran itu pula, termasuk belanja bahan makanan lokal untuk subsidi silang di Maybrat seperti masyarakat Aifat produksi sagu muat ke Ayamaru dan Aitinyo dan ikan dari Ayamaru ke Aifat dan sekitranya. 

"Hal itu Maybrat yang lakukan sedangkan daerah lain kan tidak," ucap Sekda. Sebelumnya, Anggota DPR-RI, dapil Papua Barat,  juga ikut mempertanyakan anggaran Covid-19 sebanyak 43 milyar.  Salah satu yang disorot adalah pengadaan bahan makanan untuk masyarakat.  Menurut anggota DPR RI komoisi lima ini bahwa anggaran tersebut mencapai 11 miliar rupiah.  Untuk itu, Jimmy D menuding adanya tumpang tindih anggaran Covid-19 dan dana kampung sehingga berpotensi terjadi penyimpangan. (Mrk)

Minggu, 12 Juli 2020

Sikapi New Normal, Dinas Pendidikan Maybrat Gelar Sosialisasi kepada Kepsek se-kabupaten Maybrat.


MAYBRAT, (Maybrat News) - Dinas pendidikan pemuda dan olahraga kabupaten Maybrat melakukan rapat bersama kepala sekolah Paud/TK, SD dan SMP se-kabupaten Maybrat  di aula pertemuan dinas pendidikan di Faitmayaf Kamis, (9/7/20).
Kepala dinas Kornelius Kambu, S.So., M.Si yang didampingi kepala bidang mutu Paskalis Kosamah, S.Pd kepada awak media mengatakan, untuk menindaklanjuti SKB empat Menteri yaitu Menteri Pendidikan, Agama, Kesehatan dan Mendagri. Selain itu juga surat edaran dari Dirjen Dikdasmen dan LPP Papua Barat dalam memasuki masa new normal sebagaimana kabupaten Maybrat berada pada zona hijau. Sehingga, aktifitas belajar mengajar sesuai kalender pendidikan dimulai 13 Juli 2020.
"Untuk menindaklanjuti itu maka kami melakukan rapat bersama dengan kepala sekolah PAUD/TK, SD dan SMP di kabupaten Maybrat maupun rapat sebelumnya yang dipimpin Sekda Maybrat beberapa waktu lalu di Sorong yang di hadiri asisten 1 bidang pemeintahan dan sejumlah pimpinan OPD serta tim gugus tugas kabupten Maybrat yang dituangkan didalam berita acara dengan 5 point kesepakatan.
Sehingga hari ini (kemarin) kami melakukan sosialisasi dan menyampaikan SKB tiga menteri jadwal kalender pendidikan pada 13 Juli 2020 dan menyampaikan hasil kesepakatan di Sorong beberapa waktu lalu. Supaya guru-guru tahu bahwa ini langkah-langkah yang dilalui merespon new normal dalam proses belajar mengajar di kabupaten Maybrat.
Menurut Kornelius Kambu dalam arahan kepala dinas kesehatan kabupaten Maybrat agar merespon new normal di Maybrat sebaiknya memperhatikan protokoler kesehatan.
"Berti kepala sekolah bersama guru-guru memperiapkan kebersihan di sekolah, tempat cuci tangan, sosialisasi ke orang tua murid, atur jarak tempat duduknya, mengenakan masker dan guru dan siswa termasuk orang tua siswa diperiksa alat suhunya. Kalau dilakukan aktifitas new normal dalam kegiatan belajar mengajar berarti guru atau siswa tidak diperbolehkan turung ke Sorong, karena disana itu zona merah," katanya.
Dikatakannya, mudah-mudahan hasil pertemuan ini dibriekdaow oleh kepala sekolah di masing-masing sekolah atau wilayah dimana ada.
Lebih jauh Kornelius mengatakan rencana kami itu, 73 sekolah SD dan SMP yang ada di kabupaten Maybrat tetapi kami mulai uji coba 13 SMP, berjalan selama 1 atau 2 minggu kita evaluasi ketika berjalan baik berarti dilanjutkan ke SD maupun PAUD/TK di kabupaten Maybrat.

Ia berharap, SKB tiga Menteri ini kita patut laksanakan, agar pendidikan anak-anak kita tidak diabaikan begitu saja tetapi proses pendidikan bisa berjalan dengan memperhatikan protokol kesehatan yang ada.
Hadir dalam sosialisasi itu kepala sekolah SD, SMP se-kabupaten Maybrat, termasuk pejabat di dinas pendidikan dan kepala dinas kesehatan kabupaten Maybrat.(Mrk)

Sabtu, 11 Juli 2020

Ruas jalan Aihrurur Kampung Sory ke Aifat Timur Akan Dkeerjakan Tahun 2021

Anggota DPRD Kabupaten Maybrat dari partai  Hanura, Sefnat Momao

MAYBRAT, (Maybrat News) - Ruas jalan Nasional dari Aihrurur kampung Sory ke Aifat Timur akan dikerjakan pihak Balai di tahun 2021. Hal itu diungkapkan Anggota DPRD Kabupaten Maybrat dari partai  Hanura, Sefnat Momao yang ditemui Kamis, (9/7/20).

Sefnat Momao mengatakan ruas jalan nasional Aihrurur kampung Sory ke Aifat Timur sampai di kali Weriagar akan dikerjakan pihak balai dan kami minta tua-tua adat atau marga disetiap kampung agar bertanggung jawab menjaga dan mengawal aktifitan pekerjaan jalan ini sampai pengaspalan.

"Tidak lama lagi, kami akan melakukan pertemuan dan mengundang tua-tua adat, marga dan tokoh di kampung sepanjang jalan yang akan dikerjakan bersama-sama bertanggung jawab keamanan dibuktikan berita acara yang ditandatangani semua pihak diwilayah itu," ujar Septinus Momao.

Lanjut dia menjelaskan kami tiga anggota DPRD kabupaten Maybrat wilayah Aifat Timur sudah melakukan kordinasikan dengan pihak balai, sekaligus mengantar surat dari Bupati Maybrat, Drs. Bernard Sagrim, MM di Manokwari dan balai sudah mempresentasikan itu di Kementerian PUPR dan Bapenas RI. 

"Puji Tuhan, sudah direspon baik dan di tahun 2021 dikerjakan dari Aihrurur kampung Sory distrik Aifat Selatan ke Aifat Timur. Maka diharapkan masyarakat terutama tua adat khususnya marga hak ulayat mendukung sepenuhnya," ucap dia.

Ia menegaskan kalau ada masyarakat yang melakukan pemalangan, dijalan itu maka, kata dia kami tiga anggota DPRD dari wilayah itu bertanggung jawab batalkan dan alihkan ke tempat lain. "Ruas jalan itu sebenarnya sudah dikerjakan beberapa tahun yang lalu tetapi ulah mayarakat yang melakukan pemalangan akhirnya batal dan akhirnya dilanjutkan tahun depan," jelasnya. (Mrk)

Peduli Covid 19, DWP Maybrat Bagikan Bama ke Pengurus ditingkat distrik


MAYBRAT, (Maybrat News) - Pengurus Dharma Wanita Persatuan (DWP) kabupaten Maybrat laksanakan kegiatan bhakti sosial membagikan Bahan Makanan (Bama) kepada pengurus DWP tingkat distrik di 24 distrik kabupaten Maybrat.

Bantuan tersebut dilaksanakan pada kunjungan kerja ketua DWP Maybrat bersama pengurus ke distrik Aifat Rabu, (24/6/20).

Kunjungan kerja dan bantuan Bama tersebut juga dihadiri Asisten II bidang Ekonomi Pembangunan Setda Maybrat, Engelbertus Turot, SP, M.Si, kepala distrik Aifat, Aifat Selatan dan Aifat Utara serta pengurus DWP tingkat kabupaten dan  tingkat distrik.

Asisiten II Bidang Ekonomi Pembangunan, Engelbertus Turot, dalam kesmpatan itu mengatakan, organisasi dharma wanita ini ada di seluruh Indonesia termasuk di Maybrat dan sebagai organisasi yang bermitra dengan pemerintah sehingga  ketua DWP, PKK dan GOW ikut dibiayai oleh negara, dimana pemerintah menyiapkan anggaran dengan tujuan supaya istri-istri PNS bekerja secara baik untuk mendukung suaminya. 

"Istri adalah tulang punggung keberhasilan dari seorang suami, maka ketiga organisasi wanita yang ada sebaiknya melibatkan semua istri-istri pegawai untuk belajar. Setelah saya ikuti ternyata memang istri itu luar biasa, ya mudah-mudahan saya buka acara ini mengingatkan saya supaya istri saya bisa aktif di dharma wanita," ujarnya.

Menurut dia, anggapan perempuan kita beranggapan bahwa mereka cukup di dapur dan berkebun, sedangkan istri mempunyai peran yang luar biasa bagaimana cara melayani tamu, keluarga dan urus rumah.

"Sebenarnya perempuan Papua juga bisa hanya saja atau tidak pengetahuan mereka maka tidak ikut terlibat dalam organisasi tersebut. Ibu ketua dan pengurus lainya yang sudah berpengelaman agar membimbing mereka yang belum atau baru ikut belajar sehingga suatu kelak mereka juga bisa seperti perempuan Papua lainnya," lanjut dia. 

Selain itu, ia mengatakan organisasi yang ada dapat membentuk ibu-ibu agar lebih terampil dan kreatif didalam berorganisasi dan kehidupan bermasyarakat, sebab kata dia, karier dari suami baik karena dukungan dari seorang istri. Lanjut dia, bantuan yang diberikan DWP tidak ada maksud lain, hanya kepedulian pengurus DWP Maybrat bagi anggotanya. 

"Bantuan yang diberikan DWP Maybrat ke pengurus tingkat distrik itu murni bantuan sosial bagi anggotanya, dan hal itu menunjukan bahwa organisasi DWP Maybrat itu masih ada untuk kita," uturnya.

Dia minta kepada pejabat-pejabat dilingkungan Pemkab Maybrat agar memberi waktu dan mendukung istri untuk belajar dan mengembangkan diri di organisasi wanita yang ada. 

Sementara itu, Ketua DWP Maybrat, Ny Irene Sahetapi, ST.,M.Si kepada awak media usai kegiatan mengutarakan DWP Maybrat mempunyai program tahun ini yaitu kunjungan kerja dan pendataan anggota pengurus DWP tingkat dan selanjutnya ada bantuan sosial Sembako bagi anggota anggota kami. 

"Sembako itu ada 7 item seperti beras, minyak goreng, susu, gula, kopi, sarimi dan teh,"jelasnya. Menurutnya bantuan ini diharapkan tidak melihat kecil atau besar tetapi bantuan ini merupakan kepedulian bagi 346 anggota kami yang tersebar di 24 distrik mendapat bantuan ini, dari kacamata manusia itu mungkin itu kecil  tetapi kami bersyukur karena bisa melakukan kunjungan, mendengar aspirasi masukan dan saran dari mereka," akuinya.

Kepala distrik Aifat, Risiard Saa, S.IP, sebagai tuan rumah menyampaikan terima kasih atas kunjungan dan kepedulian dari DWP Maybrat yang membagikan Sembako bagi ibu-ibu ditingkat distrik Aifat.

"Kami sampaikan terima kasih kepada ketua DWP bersama pengurusnya yang telah melakukan kunjungan kerja sekaligus mengambil data dan memberi bantuan Sembako bagi ibu-ibu yang berkekurangan di distrik ini," ucapnya.

Pantauan media ini, usai pembagian Sembako di Kumurkek dilanjutkan ke distrik Aifat Utara ke distrik Aitinyo, Mare dan Ayamaru. (Mrk)

Michael R Kareth "Pengisian Jabatan DOB PBD Wajib Prioritaskan Orang Asli Papua"

                                                    Dr. Michael Rafael Kareth, S.Hut, M.Si Dr. Michael R Kareth, S.Hut,  M.Si., mantan Aktif...