"Nehaf Sau Bonout Sau" "Satu Hati Satu Komitmen"

Jumat, 13 Agustus 2021

Bupati Bernard Sagrim Resmikan dan Melantik 6 Kepala Kampung di Distrik Ayamaru Barat dan Satu Kampung di Distrik ASJ

Bupati Maybrat, Dr. Bernard Sagrim,Drs.MM., saat menyerahkan SK pelantikan 6 kepala kampung di  Yaboh Distrik Ayamaru Barat Kabupaten Maybrat Provinsi Papua Barat, Ju’mat, (13/8/2021)

MAYBRAT, (Maybrat News) - Bupati Maybrat, Dr. Bernard Sagrim, MM meresmikan dan melantik 6 kepala kampung yakni Kampung Yaboh dengan Kepala Kampung, Gustaf Sefle, Kampung Brilo, Samuel Blesia, Kampung Ksop, Zeth Sefle, Kampung Svachomen Mika duwit dan Kampung Boware, Philipus Bleskadit distrik Ayamaru Barat dan kampung Howaykoah, Distrik Ayamaru Selatan Jaya (ASJ), Yemima Howay. Peresmian dan pelantikan itu, berdasarkan Surat Keputusan Bupati Maybrat No 36 Tahun 2021 tanggal 9 Agustus 2021.

Pantauan media ini, usai pembacaan surat keputusan bupati dilanjutkan dengan pelantikan dan penyerahan SK kepada kepala kampung yang baru dilantik yang disaksikan sejumlah pejabat dan warga masyarakat yang hadir jumat, (13/8/2021).

“Soal kampung dan distrik wilayah tapal batas, itu membutuhkan waktu yang lama sehingga hari ini kita bisa dapat meresmikan operasinya pemerintahan kampung sebagaimana yang termuat dalam peraturan bupati dan surat keputusan bupati yang dilanjutkan dengan pelantikan tadi. Itu artinya, wilayah ini sudah resmi jadi penyelenggaraan pemerintahan dan mulai dilaksanakan,"ujar Bernard Sagrim.

Kampung ini kata Bernard Sagrim berada di dua wilayah pemerintahan yaitu kabupaten Maybrat dan Kabupaten Sorong Selatan dan juga ada yang menyentuh di kabupaten Sorong.

"Masalah tapal batas ini menjadi persoalan, sering jadi konflik di mana-mana dan sehingga menjadi perhatian pemerintah dan saling berharap kabupaten mana yang urus. Terutama hal-hal begini terjadi saat Pemilu dan Pilkada di Maybrat coblos di Maybrat begitupun Sorong Selatan. Sehingga hari ini dikasih jelas melalui keputusan bupati Maybrat terkait pemerintahan kampung,”akui Bernard Sagrim.

Dikatakan Bernard Sagrim nanti ada pandangan lain bahwa mengapa kabupaten Maybrat ambil warga kabupaten Sorong Selatan kasih pindah kesini.

“Saya kira kita urus orang Papua ini, beda dengan kita urus yang lain. Intinya apa yang masyarakat minta saya kira itu yang kita penuhi, soal aturan itu nanti kita penuhi kemudian,”tegasnya Bernard Sagrim.

Penetapan kampung yang ada, lanjut Sagrim kemudian gereja ikut menyesuaikan. Apakah masuk di bakal Klasis Sawiat atau masuk di Klasis Ayamaru.

“Hal-hal ini yang nanti kita bicarakan di kemudian, jangan dipersoalkan jadi kita mengalir saja dahulu,”katanya.

Bernard Sagrim mencontohkan wilayah Moswaren, pemerintahan itu masuk di Kabupaten Sorong Selatan sedangkan gereja masuk di Bakal Klasis Aitinyo Kabupaten Maybrat. Nanti kita sesuaikan dengan aturan tata gereja maupun pedoman GKI di tanah Papua.

Orang nomor satu di kabupaten Maybrat ini mengingatkan tugas kepala kampung itu menyesuaikan tapal batas wilayah pemerintahan kampung, harus melalaui kesepakatan bersama. Agar kedepan ada peta wilayah tidak menjadi masalah lagi.

Setelah itu mendata jumlah penduduknya, berapa kepala keluarga (KK) dan jiwanya. Kalau tidak didata secara baik kata Bernard Sagrim kampung-kampung ini akan dilebur kembali gabung ke kampung induk.

“Setelah data jumlah penduduk selanjutnya dilakukan perekaman KTP-e di dinas kependudkan dan cacatan sipil (Disdukcapil) kabupaten Maybrat. Jangan terkesan ada nama kampung tetapi tidak ada orang,”pesan Sagrim.

Kampung-kampung yang baru diresmikan dan dikukuhkan ungkap Bernard Sagrim belum ada dana kampung, sedangkan yang ada hanya honor aparat. Dana kampung itu urusan di pusat dan ada beberapa tahapan yang harus diurus.

“Itu jangan kita persoalkan, itu jalan dengan sendirinya setelah proses peresmian dan pelantikan kepala kampung,”jelasnya.

Dirinya berharap dukungan dari kampung-kampung induk di Distrik Ayamaru Kabupaten Maybrat dan Distrik Fkour Kabupaten Sorong. Terkait wilayah batas pemerintahan kampung disepakati dari keluarga supaya ada patok.

“Itu hanya batas wilayah pemerintahan tetapi hubungan kekeluargaan, dusun dan lainnya berjalan seperti biasa. Patok itu hanya yang diisyaratkan dalam ketentuan perundang-undangan saja. Jadi jangan dipersoalkan lagi. Kalau pemerintah kampung berjalan dahulu setelah itu baru distrik, supaya daerah ini cepat bertumbuh, karena ini daerah tapal batas pinggir jalan poros Nasional,”tandas Bernard Sagrim (Mrk)

 

Bupati Maybrat Bernard Sagrim Tinjau Lokasi Pembangunan Pasar Sehu Distrik Ayamaru Barat

Bupati Maybrat, didampingi kepala Bappeda dan kepala dinas perdagangan dan tenaga kerja serta pemilik hak ulayat meninjau lokasi pembangunan pasar di Sehu Distrik Ayamaru Barat Kabupaten Maybrat provinsi Papua Barat Ju'maat (13/8/2021)

MAYBRAT, (Maybrat News) - Bupati Maybrat, Dr. Bernard Sagrim, MM menyampaikan terima kasih kepada pemilik hak ulayat, marga Bleskadit dan Sefle yang sudah memberikan tanah untuk pembangunan pasar.

Mengapa pasar ini kita bangun di sini, karena daerah ini merupakan salah satu pusat pertumbuhan ekonomi. Pasar ini sudah jadi daerah ini akan didata, apalagi kampung-kampung yang tadi kita resmikan akan mengundang orang lain akan datang kesini,”ujarnya.

Dirinya beraharap kepada seluruh warga yang ada disekitar ini harus memberi dukungan untuk pembangunan pasar yang dilakukan pemerintah. Terlebih intelektual Ayamaru Barat dan Welek raya agar segera mendukung pembangunan pasar ini.         

Selain itu, Kepala Dinas Perdagangan dan tenaga kerja Kabupaten Maybrat, Arius Jitmau, S.Sos mengatakan pembangunan pasar sudah mulai dikerjakan dengan pematangan lahan setelah itu langsung dibangun. Pembangunan pasar ini lanjut Arius itu menggunakan APBN 2021. Target itu 6 bulan tetapi kalau tidak ada halangan 4 bulan sudah bisa selesai.

“Ukuran lebar panjang 12x24 meter, target penyelesaian pembangunan pasar ini sekitar 6 bulan kedepan kalau tidak ada hambatan berarti 4 bulan sudah harus selesai,”ucap Arius Jitmau kepada awak media usai mendampingi Bupati Maybrat, Dr. Bernard Sagrim, MM meninjau lokasi pembangunan pasar Sehu jumat, (13/8/2021).

Kaitan dengan pemilik hak ulayat marga Bleskadit dan Sefle, itu akan dibicarakan. Sebab kata Arius Jitmau, APBN tidak ada biaya kompensasi soal ganti rugi tanah dan lainnya tetapi dibebankan ke APBD kabupaten Maybrat.

“APBN hanya membangun termasuk biaya tenaga kerja (tukang) sedangkan kompensasi pemilik hak ulayat itu akan dibebankan ke APBD tetapi belum dibicarakan,”terangnya.

Dirinya berharap dukungan dari warga masyarakat yang ada, terkait pembangunan pasar ini, sebab adanya pasar yang dibangun saat ini karena permintaan masyarakat di Tahun 2018 akhirnya pemerintah pusat merespon dan realisasinya di tahun ini.

Pantauan media ini, sebelum Bupati Maybrat, kepala Bappeda, kepala dinas perdagangan dan tenaga kerja bersama pemilik hak ulayat melakukan peninjauan lokasi pembangunan pasar, diawali penandatangan berita acara penyerahan tanah pembangunan pasar oleh marga Bleskadit dan Sefle sebagai pihak pertama dan pemerintah sebagai pihak kedua dan saksi-saksi dari  marga sekitarnya. (Mrk)        

 

Bupati Maybrat Minta Dukungan Doa untuk Hadirnya DOB Maybrat Sau

        Bupati Maybrat, Dr. Bernard Sagrim, MM saat memberikan sambutan usai pelantikan 6 kepala     kampung di   Yaboh distrik Ayamaru Barat Kabupaten Maybrat provinsi Papua Barat

MAYBRAT, (Maybrat News) - Bupati Maybrat, Dr. Bernard Sagrim, Drs. MM., minta dukungan doa dari warga masyarakat di kabupaten Maybrat agar secepatnya hadir Daerah Otonomi Baru (DOB) Maybrat Sau. Sebab Undang-undang (UU) Otsus sudah disahkan kita tunggu Peraturan Pemerintah (PP).

“Kalau Tuhan berkehendak kabupaten Maybrat Sau akan segera dibahas,”kata Bupati  Bernard Sagrim usai meresmikan dan melantik 6 kepala kampung di Yaboh Distrik Ayamaru Barat Kabupaten Maybrat Provinsi Papua Barat jumat, (13/8/2021)

Hadirnya Kabupaten Maybrat Sau kata Bupati Bernard Sagrim maka pelayanan pemerintah ke masyarakat itu lebih dekat dan masyarakat mendapat sentuhan pembangunannya. 

“Masyarakat tidak lagi jauh-jauh tetapi pembangunan lebih dekat lagi ke masyarakat,”paparnya.

Kita semua berdoa agar supaya rancangan peraturan pemerintah tentang implemnetasi Undang-undang (UU) Otsus Papua Nomor 2 Tahun 2021 yang sudah disahkan beberapa minggu yang lalu, itu bisa dapat dilaksanakan.

“Sehingga hal-hal yang terkait masalah dana dan pemekaran bisa dapat dilaksanakan termasuk calon kabupaten Maybrat Sau provinsi Papua Barat,”tandas Bernard Sagrim. (Mrk)

 

"Badan Pengurus BAPERA Distrik Aitinyo Tengah Dilantik"

                               Badan Pengurus BAPERA Distrik Aitinyo Tengah Dilantik

MAYBRAT, (Maybrat News) - Komitmen organisasi masyarakat Barisan Pemuda Nusantara (BAPERA) Kabupaten Maybrat Papua Barat untuk membentuk dan melantik badan pengurus BAPERA di 24 Distrik dan 259 serta 1 Kelurahan di Kabupaten Maybrat terus di lakukan.

Ketua BAPERA Kabupaten Maybrat, Kornelius Kambu, S.Sos, M.Si., menegaskan bahwa organisasi ini memiliki kewajiban untuk mengajak masyarakat guna menjaga keutuhan bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) baik suka maupun duka.

Oleh sebab itu, dirinya berharap agar badan pengurus yang baru dilantik dapat mengibarkan bendera BAPERA kepada setiap Kampung agar bersatu tekad membangun NKRI yang lebih maju.

“Pelantikan badan pengurus BAPERA tingkat Distrik ini merupakan semangat organisasi untuk mengajak masyarakat guna mendukung proses penyelenggaraan pemerintahan dan membantu kesejahteraan masyarakat. Dan  (BAPERA) juga aktif memberikan bantuan terhadap masyarakat dan sudah terbukti,” tutur Kornelius Kambu, Kamis (12/8/2021)

Suksesnya pelantikan badan pengurus BAPERA tingkat Distrik, menuai apresiasi dari ketua BAPERA Provinsi Papua Barat, Dr. Bernard Sagrim, Drs. MM., karena dengan semangat tinggi sehingga badan pengurus BAPERA Distrik resmi dilantik. 

“Saya melihat kerja keras dari pengurus BAPERA Kabupaten Maybrat ini sangat luar biasa. Semua Kabupaten dan Kota lainnya pun akan dilantik namun karena dihambat oleh Covid-19. Nanti kalau wabah ini sudah mulai berkurang baru kami melantik badan pengurus di Kota dan Kabupaten lainnya,” tutur Bernard Sagrim.

Usai pelantikan, ketua BAPERA Provinsi Papua Barat menyerahkan bantuan semen kepada pemuda setempat guna membangun lapangan Basket dan peresmian sekretariat BAPERA Distrik Aitinyo Tengah. tutup orang nomor satu di Kabupaten Maybrat ini. (Mrk)

 

Senin, 09 Agustus 2021

Sebanyak 7 Siswa SMU Negeri 1 Aifat Disiapkan Untuk Upacara 17 Agustus

                     Siswa-siswi SMU Negeri 1 Aifat mengikuti latihan PBB persiapan 17 Agustus

MAYBRAT, (Maybrat News) - Sebanyak 7 Siswa-siswi SMU Negeri 1 Aifat di Kumurkek disiapkan untuk pengibaran bendera pada 17 Agustus 2021 di Vaitmayaf Kumurkek Kabupaten Maybrat.

Kapt. Inf. Suryanto intelijen Ops sebagai Instruktur dari Kodim 1809/Maybrat, yang didampingi 4 anggota lainya mengatakan sesuai intruksi dari bapak bupati Maybrat, Dr. Bernard Sagrim, MM, Dandim 1809/Maybrat dan Sekda Maybrat bahwa kita menyiapkan Hari Ulang Tahun (Hut) Proklamasi RI 17 Agustus 2021 untuk pengibaran bendera merah putih.

“Upacara bendera Hut RI ke 76 Tahun 2021, itu akan dilakukan secara Virtual di Alun-alun Vaitmayaf Kumurkek kabupaten Maybrat provinsi Papua Barat. Sehingga peserta pengibaran bendera, pejabat dan masyarakat peserta upacara juga dibatasi,”ujarnyaa kepada media in di Vaitmayaf Senin, (9/9/2021).

Menurutnya, kita ada pada situasi Pandemi Covid-19 maka upacara Hut Ri ke 76, kita lakukan tidak secara mewah sederhana tetapi penuh hikmat. Formasi yang kita gunakan kata Kapt. Inf. Suryanto intelijen Ops hanya formasi Beresap saat pengibaran bendera guna menjaga protokol kesehatan yang dianjurkan oleh pemerintah.

“Waktunya sangat mepet, tetapi kita maksimalkan waktu 8 hari latihan pengibaran bendera, dengan fokus latihan peraturan baris berbaris dan tata upacara militer pada saat upacara nanti,”tandasnya. (Mrk)

 

 

Bupati Bernard Sagrim Pimpin Rakor Pegelolaan Level PPKM Di Maybrat

Bupati Maybrat, Dr. Bernard Sagrim, Drs. MM., saat pimpin Rakor PPKM di  Pendopo Vaitmayaf Senin, (9/8/2021)

MAYBRAT, (Maybrat News) -Bupati Maybrat, Dr. Bernard Sagrim, MM mengatakan rapat koordinasi (Rakor) ini untuk tindak lanjut dari pengelolaan level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang di fasilitasi oleh Bapak Kapolda Papua Barat dua pekan lalu di Manokwari.

“Sebenarnya rapat koordinasi ini tindak lanjut dari rapat dengan bapak Kapolda, Wagub, Pangdam dua pekan lalu di Manokwari, hanya karena kesibukan saya ikut Wisuda S3 di IPDN Cilandak Jakarta Selatan akhirnya baru dilaksanakan hari ini,”ujar Bernard Sagrim kepada Maybrat News usai melakukan rapat koordinasi dengan pejabat dilingkungan Pemda Maybrat Senin, (9/8/2021).

Intinya kata Bernard Sagrim bagaimana kita mengelola Maybrat untuk melakukan pembatasan-pembatasan supaya warga masyarakat pejabat sipil, TNI dan Kepolisian, pengusaha kontraktor tetap berada di Maybrat.

“Meskipun kita semua, ada akses di kota Sorong, sementara Kota Sorong itu masih berada di level 4 PPKM atau daerah merah,”ucap Bernard Sagrim

Kita di Maybrat sesuai dengan hasil rapat di Manokwari diharapkan bapak Wagub, Kapolda, Pangdam dan semua bahwa kita kembali menjaga, kelola dan mempertahankan daerah kita masing-masing. Agar jangan kita memberi kontribusi ke kota Sorong.

“Kita di Maybrat yang saat ini berada di level 2 (Kuning) kalau tidak kita kasih turung lagi ke level 1 (hijau). Bukan itu di Maybrat sendiri tetapi beberapa daerah di provinsi Papua Barat,”ajaknya.

Jangan sampai kita salah kelola, kata Bernard Sagrim bisa naik lagi ke level 3 dan level 4. Sehinga, melalui rapat ini, dipertegas kita tidak melakukan pengetatan tetapi kembalikan ke warga masyarakat.

“Alkitab menyatakan bahwa keselamatan adalah urusan pribadi masing-masing orang, jadi keselamatan itu bukan datang dari orang lain. Pemerintah wajib memberi imbauan kepada masyarakat agar tidak ke mana-mana dan tetap di kampung sambil menunggu kebijakan pemerintah seperti apa,”terangnya.

Lanjut Bernar Sagrim, bukan jamanya lagi untuk kita tekan-tekan orang, tetapi bagaimana kita kelola pikiran dan kesadaran orang dan masyarakat bahwa keselamatan itu datang dari dia sendiri bukan orang lain.

“Kalau dia kecolongan ya, dia bawa penyakit itu datang ke anak, istri dan keluarga disekitarnya. Sebaiknya dia mati sendiri karena dia tidak menjaga diri, jangan ke orang lain,”tandasnya. (Mrk)

"Keluarga Bernard Sagrim Membagi Kasih"

 

MAYBRAT, (Maybrat News) - Sebagai ungkapan syukur atas wisuda Bupati Maybarat Papua Barat, Dr. Bernard Sagrim, Drs. MM., beberapa hari lalu, keluarga Bernard Sagrim membagi kasih dengan memberikan bantuan kepada 58 kepala keluarga dari Dua Kampung diantaranya Kampung Tuso dan Kampung Aves Distrik Ayamaru Kabupaten Maybrat. Bantuan tersebut berupa 1 ram telur dan uang sebanyak Rp 300.000 per KK.

Mengingat syukuran tersebut di tengah pandemi Covid-19 yang menghambat perekonomian masyarakat sehingga ketahanan pangan pun menjadi terganggu.

Bantuan kasih tersebut menuai apresiasi dari masyarakat karena sangat membantu masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidup di tengah pandemi Covid-19.

Tokoh masyarakat Distrik Ayamaru, Yulianus Karet mengapresiasi keluarga Bernard Sagrim karena telah membantu masyarakat dengan memberikan bantuan kasih di tengah pandemi Covid-19.

“Kami sangat bersyukur karena keluarga Bernard Sagrim telah membantu kami bantuan. Ini sangat bermanfaat bagi kami masyarakat yang ada di Dua Kampung ini,” tutur Yulianus Karet, Senin (9/8/2021).

Dirinya merasa bangga karena orang yang paling dihormati di Kabupaten Maybrat berhasil menyandang gelar Doktor di Institut Dalam Negeri (IPDN) Cilandak Jakarta.

“Bantuan ini merupakan ungkapan keluarga Bernard Sagrim karena telah diwisuda Doktor. Kami masyarakat merasa bangga atas keberhasilan orang terhormat kami,” tambahnya. (Mrk)

 

 

Michael R Kareth "Pengisian Jabatan DOB PBD Wajib Prioritaskan Orang Asli Papua"

                                                    Dr. Michael Rafael Kareth, S.Hut, M.Si Dr. Michael R Kareth, S.Hut,  M.Si., mantan Aktif...