"Nehaf Sau Bonout Sau" "Satu Hati Satu Komitmen"

Rabu, 20 Oktober 2021

Menyambut Hut Theofani Ke-70, Jemaat di Bumi A3 Mengikuti Seminar

MAYBRAT, (Maybrat News) - Raja Baltasar Kambuaya membuka secara resmi kegiatan seminar guna menyambut HUT Theofani ke-70 pada tanggal 21 Oktober 2021 mendatang. Kegiatan seminar tersebut diselenggarakan di gedung gereja GKI Silo Kambuaya, Selasa (19/10/2021).

Raja Baltasar Kambuaya mengatakan, melalui seminar tersebut guna mengingatkan masyarakat Ayamaru, Aitinyo dan Aifat (A3) terhadap Theofani yang disampaikan Allah untuk terus dilaksanakan sebagai manusia pembangun dan pembawa perubahan di tanah Papua. Dirinya menambahkan, hal ini akan terus dikenang sampai turun temurun karena berkat Allah telah dirasakan oleh semua masyarakat A3.

“Suku bangsa A3 dipilih dan ditetapkan Allah untuk melaksanakan mandat pembangunan dan pembawa perubahan di tanah Papua. Oleh karena suku A3 harus berpedoman pada Theofani itu. Kalau tidak, maka hidup tidak akan berarti,” tegas Baltasar.

Sementara itu, Bupati Maybrat, Dr. Bernard Sagrim mengatakan, Pemerintah Kabupaten Maybrat tetap mendukung kegiatan tersebut karena Theofani yang telah diwahyukan melalui Pendeta Ruben Rumbiak guna mempersatukan seluruh masyarakat A3 agar selalu diberkati. Melalui pewahyuan tersebut, maka masyarakat A3 dituntut untuk menghayati Empat hukum Theofani tersebut yakni memelihara kesatuan, kerendahan hati, kasih dan kehormatan terhadap sesama.

“Pemerintah Maybrat selalu mendukung kegiatan-kegiatan kerohanian karena ini merupakan bagian dari pembangunan. Bukan saja hanya membangun infrastruktur namun mengubah karakter menjadi hidup berimana,” ungkap Sagrim.

Lanjut Bernard Sagrim, ke-Empat hukum tersebut harus dihayati dan dilaksanakan oleh seluruh masyarakat A3 melalui perbuatan setiap hari. Mengingat hukum tersebut datang dari Allah sendiri melalui Ruben Rumbiak.

“Hut Theofani ini selalu diperingati karena berkat Allah yang turun kepada masyarakat di bumi A3 ini. Janji Allah ini harus dilaksanakan. Tidak bisa hanya merenungkan danghayati saja namun harus dilaksanakan. Berkat Allah inilah seluruh masyarakat A3 sudah rasakan,” tambahnya.

Acara seminar tersebut diikuti oleh seluruh jemaat dan tamu undangan dengan antusias dan penuh penghayatan dihadiri oleh para narasumber terbaik hingga berakhir dengan tertib, (VB).

 

 

Senin, 18 Oktober 2021

"Stok Obat di Puskesmas Mare Kurang, Kapus dan Staf Patungan Beli Obat"

MAYBRAT, (Maybrat News) - Kepala Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Mare, Marta Bame mengutarakan stok obat di Puskesmas itu sangat kurang padahal wilayah pelayanan Puskesmas di dua distrik yaitu Distrik Mare ada 9 kampung dan Distrik Mare Selatan ada 9 kampung yang butuh pelayanan kesehatan yang kontinu.

Sehingga pada hari Kamis 14 Oktober 2021, Puskesmas Mare melakukan sosialisasi dan pengobatan  filariasis atau kaki gajah di mana pembengkakan tungkai akibat infeksi cacing jenis filaria. 

Sebab, cacing ini menyerang pembuluh getah bening dan ditularkan melalui gigitan nyamuk.

“Sebenarnya hanya dilakukan sosialisasi filariasis tetapi kondisi dan masyarakat membutuhkan pelayanan terpaksa kami melakukan pelayanan pengobatan. Karena kekurangan obatnya terpaksa kami (red) patungan sebesar Rp. 6 juta untuk pembelian obat di Apotek di Fratafen untuk melakukan pelayanan kampung Sire dan sekitarnya. Obat yang dibeli itu seperti Amoxilin, Asafenamat, Anatalgin, Malaria dan lainya,”ujarnya kepada media ini melalui telefon selulernya Sabtu, (16/10/2021).

Dijelaskannya, setiap kami membuat laporan dan permintaan ke gudang Formasi tetapi dikasih itu hanya 50-150 obat sedangkan permintaan kami itu 1000, sesuai dengan kebutuhan di Puskesmas dan tiga Pustu yaitu Sire dan Seni di distrik Mare Selatan dan Pustu Seya di Distrik Mare. 

“Permintaan dan pemberian dari gudang fomasi itu setiap bulan, tetapi yang diberikan itu tidak sesuai dengan permintaan kami. Karena gudang formasi juga bergantung kepada pihak ketiga. Padahal, tingkat kebutuhan masyarakat itu sangat tinggi sehingga permintaan kami itu 1000 obat karena ada satu Puskesmas dibantu tiga Pustu,”tuturnya.

Kondisi itu, kata dia sudah melakukan koordinasi dengan beberapa kepala kampung di wilayah Mare terkait dana desa untuk bidang kesehatan agar bisa setiap pencairan diberikan ke pihak Puskesmas untuk pembelian obat untuk Puskesmas Mare dan tiga pustu yang ada.

Menurutnya, setiap satu atau dua minggu petugas pustu telefon hanya minta-minta obat tetapi juga keterbatasan obat di Puskesmas. Selain stok obat yang kurang, tetapi juga kondisi jalan yang rusak dan tidak ada kendaraan yang menunjang pelayanan kesehatan kepada masyarakat antara distrik dan kampung.

“Itu kendala yang kami hadapi di sana, akhirnya agenda setiap dua tiga bulan melakukan pelayanan kesehatan di setiap kampung di kedua distrik ini tidak terlaksana,”tandasnya. (ES)

 

 

Minggu, 17 Oktober 2021

Heboh! Mantan Kapus Mare, Mengklaim Asset Puskesmas Milik Pribadi

                                    Mantan Kapus Mare saat kasih naik Barang di Mobil Hilux

MAYBRAT, (Maybrat News) - Peristiwa yang bikin heboh warga masyarakat di wilayah Distrik Mare  Kabupaten Maybrat, provinsi Papua Barat dimana mantan Kepala Puskesmas Mare, Marius Baru mengklaim dan ambil asset puskesmas seperti Kursi, Meja, Mesin Rumput, genset, dan lainnya jadi milik pribadi.

Kejadian itu pada 15 Oktober 2021, mantan Kapus dengan Mobil Hilux  dari Sorong malam sampai di Suswa lewat di Puskesmas ambil kasur 7 buah di kamar Kopel, bantal, karpet dan kain horden selanjutnya pagi dengan mobil balik ke Puskesmas tujuan kasih naik asset Puskesmas lain seperti selang air, lemari dan drem tetapi warga lihat itu dan beradu kata-kata dengan mantan Kapus bahwa ini tidak boleh ditarik jadi milik karena ini asset pemerintah.

Akhirnya 1 lemari dan 10 kursi di kasih turung oleh warga. Sedangkan asset yang lainnya berupa kursi 20 buah, mesin rumput 2 unit, genset 1 unit dan lemari 1 unit itu sudah ambil beberapa bulan sebelumnya.  

Kepala Puskesmas Mare, Marta Bame yang dihubungi media ini Sabtu, (16/10/2021) membenarkan peristiwa itu bahwa klaim mantan Kapus Mare atasa nama Marius Baru mengangkut asset Puskesmas untuk jadi miliknya.

Mantan Kapus itu, malam dari Sorong sempat ke Kopel Puskesmas tujuan ambil kasur dan bantal tapi paginya itu datang lagi mau ambil lemari, selang air dan drem tetapi warga lihat itu dan datang ribut akhirnya meja dan kursi tidak jadi bawa. 

Mantan Kapus saat itu sampaikan bahwa asset itu dia yang belanja jadi ambil, tetapi masyarakat katakan bahwa itu asset Puskesmas bukan barang milik bapak,tiru Kapus Mare Marta Bame

Menurut Kapus Marta Bame, kami tau bahwa itu asset Puskesmas karena dibelanjakan dengan menggunakan anggaran negara atau APBD Kabupaten Maybrat. Tetapi mantan Kapus yang menjabat sejak 2016 sampai Apirl 2020 itu, mengklaim bahwa itu asset dia yang belanja jadi harus ambil jadi miliknya.

Diketahui bahwa mantan Kapus Mare, Marius Baru bertugas sebagai kepala Puskesmas dari Tahun 2016-2020 dan pensiun di tahun 2020. Kapus Mare, Marta Bame mengatakan hal itu sudah disampaikan ke pihak Dinas Kesehatan dan tunggu upaya lanjut seperti apa.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Maybrat, Paber Hutahaean yang dihubungi media ini menguatarakan sebenarnya pegawai kesehatan kabupaten Maybrat tidak boleh begitu. Inikan asset pemerintah untuk menunjang kerja dan pelayanan petugas kesehatan untuk masyarakat kita.

Itu asset pemerintah yang kita semua jaga untuk menunjang kerja dan pelayanan tenaga kesehatan untuk masyarakat kita. Nanti saya kordinasikan lagi dengan Kapus Mare,singkat Paber. (ES)

 

Jumat, 15 Oktober 2021

Ibadah Syukuran HUT PI Ke-73 Injil Masuk Dikampung Ikuf-Jitmau

                                                  Hamba Tuhan Alfaris Kambuaya

MAYBRAT, (Maybrat News) - “Mari kita bersyukur kepada kepada orang tua yang pertama menerima injil, sehingga tidak terjadi perdebatan karena injil sudah masuk, maka tugas kita menjaga dan hidup untuk terus maju, “demikian ungkapan Hamba Tuhan, Alfaris Kambuaya yang juga merupakan Ketua Panitia HUT PI ke 73 yang di kemas dalam bentuk ibadah KKR bersama di Kampung Yumame Distrik Aitinyo Raya, Kabupaten Maybrat.

Injil Yesus Kristus sudah diterima orang Papua pada tanggal 5 Februari 1855 di Pulau Mansinam Teluk Doreri Manokwari, dan sudah di abadikan oleh Johan Gotlob Geissler dan Carl Wilhem Ottow menjadi suatu peringatan agama yang bersifat kekal dengan seuntai kalimat skral berbentuk doa, yang dijuluki Doa Agung, yakni, Dengan nama Tuhan, kami menginjak Tanah ini.

Begitu pula dikampung Ikuf dan Jitmau dibawa injil oleh Nabot Ginuni dan Titus Ginuni pada tahun 1948 yang silam . Injil yang sama menumpang perahu tradisional suku-suku yang mendiami dan menjadi sejarah Tuhan telah hadir ditengah-tengah kehidupan masyarakat kampung ini.

Dengan demikian semua orang Ikuf, Jitmau, insas, Ayamaru Utara, Ayamaru Utara Timur mengintropeksi dirinya masing-maisng apabila hidupnya tidak sesuai dengan apa kata Injil ? mari kita menyerahkan diri kepada Tuhan sertamengaku selalu hidup menurut Injil, maka Tuhan selalu mengisi hidup kita dengan anugerah-Nya setiap saat dan sepanjang hidup.

Dikatakan, mari satu hati membangun Maybrat berikan telinga mendengar Firman Nya, maka kan terjadi perubahan yang besar, keluarga-keluarga akan diberkati, karena berikan hati untuk Yesus dan orang Maybrat diberkati. (Mrk)

 

Peletakan Batu Pertama Pembangunan Pastoran St Paulus Kumurkek

MAYBRAT, (Maybrat News) - Peletakan batu pertama pembangunan pastoran St Paulus Kumurkek yang diawali ibadah pemberkatan yang dipimpin pastor paroki St Yosef Ayawasi, Markus Malar, OSA Sabtu, (9/10/2021).

Hadir dalam ibadah pemberkatan dan peletakan batu pertama, Pastor Paroki St Yosef Ayawasi, Markus Malar OSA, Asisten II Setda Maybrat, Engelbertus Turot, SP, M.Si, perwakilan Klasis Aifat, Karel Saa, 7 kepala kampung di Kumurkek raya, ketua dan pengurus Stasi St Paulus Kumurkek serta umat yang hadir.

Pastor Markus Malar dalam Kotbahmya menegaskan orang bijaksana mendirikan rumahnya diatas dasar batu sebagaimana Kristus sendiri mendirikan Gereja diatas dasar batu karang.

"Sehingga ada goncangan besar maupun kecil dia tetap berdiri kokoh karena dibangun diatas dasar batu. Tetapi orang yang tidak bijaksana mendirikan rumah di atas dasar pasir, ketika ada goncangan pasti hebat kerusakannya,"ungkap pastor.

Untuk itu, kata pastor kalau orang yang sungguh berakar dalam Iman, dia akan menghasilkan pohon yang besar dan bercabang akan menghasilkan buah itu memberikan kesejahteraan dan keselamatan bagi sesama yang lain.

"Maka pembangunan pastoran St Paulus Kumurkek dilihat dari dua perspektif yaitu Allah sebagai ahli bangunan dan batu penjuru sedangkan kita hanya pembantu yang ikut membangun rumahnya"terang.

Pastor Markus berpesan, umat St Paulus Kumurkek agar selalu menjaga dan membangun relasi keakraban dan persaudaraan, semua umat yang ada di ibu kota di Kumurkek baik sesama Katolik maupun teman-teman gereja lain dan juga agama yang ada.

"Hal itu, kita menunjukan kepada dunia tentang ciri dan corak Kekatolikan kita, terletak pada membangun persaudaraan dan saling mengasihi satu sama lain,"harap pastor Markus.

Asisten II Setda Maybrat, Engelbertus Turot saat hadiri pemberkatan

Selain itu, Asisten II Setda Maybrat, Engelbertus Turot, SP, M.Si mengutarakan pembangunan pastoran di Kumurkek wajib dibangun karena ini ibu kota kabupaten Maybrat.


"Perkembangan umat di Stasi St Paulus Kumurkek kedepan, itu lebih cepat berkembang karena pusat pemerintahan berarti umat akan lebih banyak lagi,"terangnya.

Untuk itu, dirinya berharap terlaksananya pembangunan pastoran butuh kordinasi dan kerjasama dari umat dan warga yang ada di Kumurkek. "Tercapainya pembangunan pastoran karena atas kerjasama kita umat.  Ada hal yang kurang, butuh kordinasi dan kerjasamanya dari umat untuk kemajuan dan kebaikan bersama,"harapnya.

Selain itu ketua panitia pembangunan pastoran Pilos Kosho menjelaskan pastoran yang dibangun dengan ukuran 12x17 itu, target 1 bulan sudah selesai dan anggaran yang dibutuhkan diperkirakan Rp,500 juta.

"Untuk selesainya pembangunan pastoran, butuh partisipasi, kerjasama dan dukungan dari umat agar proses pembangunan pastoran selesai tepat waktunya,"tandasnya. (ES)

 

 

Nakes Puskesmas Ayamaru Kabupaten Maybrat Memberikan Obat Kaki Gajah

MAYBRAT, (Maybrat News) - Tenaga Kesehatan Puskesmas Ayamaru Kabupaten Maybrat melakukan pengobatan kaki gajah dan kecacingan terhadap anak-anak sekolah yakni SD Inpres 14 Ayamaru, SD YPK Lahairoi Mefkajim, Paud Lahairoi dan Paud GPI Jalan Suci Ayamaru yang diselenggarakan di lapangan bola basket Ayamaru dibantu oleh Babinsa Ayamaru, Jum’at (15/10/2021)

Kepala Puskesmas Ayamaru Kabupaten Maybrat, Mira maria kambu saat ditemui media ini mengatakan, pengobatan kaki gajah tersebut dimulai dari anak-anak hingga lanjut usia (lansia) agar terhindar dari penyebaran penyakit kaki gajah dan kecacingan. Hal ini dilakukan karena terdapat kasus kaki gajah di Kabupaten Maybrat sehingga pengobatan akan terus dilakukan setiap tahun pada bulan Oktober.

“Kami sudah memberikan pengobatan kepada anak-anak sekolah sebelumnya. Dan hari ini kami kembali untuk memberikan kepada mereka yang belum mendapat obat kaki gajah pada kesempatan awal. Nah ini kami terus lakukan karena kami peduli dengan masyarakat terkait penyakit kaki gajah. Jadi masyarakat yang belum mendapat obat harus segera hubungi kami untuk memberikan obat kaki gajah ini,” ungkap Mira

Sementara itu, Dokter Dorsila Kambuaya mengatakan, obat kaki gajah ini sangat penting untuk kesehatan setiap orang agar tidak tertular penyakit serupa. Mengingat penyakit tersebut sangat berbahaya pada diri setiap orang. Oleh karena itu dirinya menghinbau kepada masyarakat agar tetap menjaga kebersihan tubuh dan lingkungan serta minun obat sebelum terpapar.

“Mencegah terlebih dahulu lebih baik dari pada sudah kena baru mau berobat. Jadi masyarakat jangan takut kalau minun obat kaki gajah. Ini jangan dianggap enteng tapi harus hindari dengan cara minum obat dan jaga kebersihan. Karena penyakit ini datang dari gigitan nyamuk,” terang Dorsila.

Dari pantauan media ini, pimpinan dan tenaga kesehatan Puskesmas Ayamaru ini tidak mengenal lelah terus memberikan pengobatan kaki gajah guna melindungi masyarakat dari bahaya tersebut. (VB)

 

 

Sekda Maybrat Membuka Pelaksanaan Pendidikan Tradisional (Woun) di Kampung Sauf

MAYBRAT, (Maybrat News) - Bupati Maybrat, Dr. Bernard Sagrim mengeluarkan suatu kebijakan yakni melakukan pendidikan tradisional woun di Tiga wilayah besar di Kabupaten Maybrat Ayamaru, Aitinyo dan Aifat (A3).

Pendidikan ini telah dilakukan di wilayah Aifat, Aitinyo dan pada kesempatan kali ini dilakukan di Ayamaru Raya yang dipusatkan di Kampung Sauf, Kamis (14/10/2021)

Pendidikan ini telah ditinggalkan oleh nenek moyang sejak dahulu kalah untuk mengubah karakter seseorang menjadi jauh lebih baik.

Bernard Sagrim melalui Sekretaris Daerah, Jhoni Way mengatakan, mengingat pendidikan ini sangat bermanfaat bagi seluruh masyarakat di bumi A3 dan terkesan hampir punah, maka Bernard Sagrim memiliki inisiatif untuk kembali menghadirkan budaya woun tersebut. Dirinya berjanji akan melakukan rapat untuk dijadikan sebagai festival budaya terbesar setiap tahun.

“Ini merupakan hal positif yang harus dilakukan. Kalau tidak maka budaya kita akan hilang karena sudah diwariskan oleh nenek moyang kita pada masa silam. Dan akan dibahas sehingga dijadikan sebuah Festival budaya Maybarat,” ungkap Jhoni Way.

Sementara itu, kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Maybrat, Yohanes Sentuf merasa bangga karena melalui pendekatan terhadap masyarakat sehingga dapat melaksanakan pendidikan woun dengan berhasil tanpa halangan yang menghambat pesta budaya terbesar ini.

“Saya merasa bangga karena animo masyarakat sangat tinggi untuk mengikuti pendidikan ini. Dan kami akan lakukan lagi di Kisor dan Arus bahkan di daerah yang masyarakat belum mengikuti pendidikan ini pada tahun 2022 sambil mempersiapkan seluruh kebutuhan,” jelas Yohanes Sentuf.

Pendidikan ini dibagi dalam Tiga wilayah Empat Zona diantaranya wilayah Ayamaru dipusatkan di Kampung Sauf, wilayah Aitinyo Raya dipusatkan di Aitinyo Induk, wilayah Aifat di Dua Zona yakni Kumurkek dan Ayawasi dengan jumlah peserta didik sebanyak 71 peserta woun, (VB)

 

Michael R Kareth "Pengisian Jabatan DOB PBD Wajib Prioritaskan Orang Asli Papua"

                                                    Dr. Michael Rafael Kareth, S.Hut, M.Si Dr. Michael R Kareth, S.Hut,  M.Si., mantan Aktif...