"Nehaf Sau Bonout Sau" "Satu Hati Satu Komitmen"

Senin, 10 Desember 2018

Pemda Maybrat Akan Menambah Armada Bus

MAYBRAT, Maybrat News- Pemerintah Kabupaten Maybrat dalam waktu dekat akan menambah armada Bus guna melayani masyarakat di wilayah Ayamaru, Aitinyo, Aifat dan Yumases Raya.

”Pemda sudah melakukan kontrak kerjasama dengan pihak management Djawatan Angkutan Motor Republik Indonesia (Damri) guna menambah armada bus demi meningkatkan pelayanan kepada masyarakat di wilayah maybrat,” kata Sekda kabupaten maybrat,  Agustinus Saa saat di confirmasi fai Telpon seluler, Saa mengatakan penambahan armada bus ini untuk membantu dan mempermudah masyarakat dalam hal transportasi. Selain itu, pemerintah akan menghadirkan bus yang sangat bagus yang disertai dengan fasilitas lengkap seperti AC dan kelengkapan lainya.

“Untuk tarif angkutan rute maybrat tidak berubah seperti biasanya yaitu sorong – ayamaru Rp 100.000, sorong – aitinyo Rp 130.000, dan sorong – yumassesa Rp 100.000 sedangkan sorong -Aifat sebesar Rp Rp 150.000,” ujarnya. tandas sekda. (Dani)

300 Pencaker Satgas Merah Putih Kabupaten Maybrat Mengikuti Pelatihan di Samubah

Maybrat News: Senin 10 Desember bertempat di lapangan sepak bola Ayamaru (LA), para pencaker yang dinamakan Satgas Merah Putih, menggunakan pakaian Putih-Hitam sedang bersiap-siap mengikuti arahan panitia sebelum menuju ke Samu Bah, dalam kegiatan ini menurut pantauan Maybrat News, sempat terjadi ketegangan dikarenakan beda pendapat, dimana ada peserta yang bertanya tentang kejelasan status mereka setelah mengikuti pelatihan yang rencananya akan di lakukan selama 3 hari. (Mrk)

Jadwal Pemadaman Lampu di Kabupaten Maybrat

Jadwal Pemadaman Lampu Secara Bergilir oleh PT. PLN (Persero) Cabang Maybrat. (Foto: By. Mrk)

Keterangan Pemadaman Listrik PLN Cabang Ayamaru, Fiane, Kartapura, Ayamaru Kota, Sauf, Koma-Koma, Segior dan Soroan padam pada Tanggal (12, 14, 20, 22, 24, 26, 28, 30, 1 Desember 2018)

sementara untuk jalur

Isme, Johafah, Aus, Yukase, Mapura, Suwiam, Ismayo, Kambuaya, Kambuskato, Feitcamah, Hosyobanah, Kambufatem, Ewaiyu, Jitmau, Srirtabam, Framafir dan Fategomi punya giliran padam pada tanggal: (11, 13, 15, 17, 19, 21, 23, 25, 27, 29, 31,2 Desember 2018) jadwal sewaktu-waktu dapat berubah.



Maybrat News: Fahrul Manipi (Penanggung Jawab Lisdes Ayamaru) menuturkan bahwa, proeses pemadaman lampu secara bergilir di lakukan karena telah terjadi kebocoran pompa belink pada mesin sehingga air masuk ke radioator yang mengakibatkan mesin tidak bisa beroperasi dengan baik. untuk itu kami melakukan pemadaman sekitar 200 KW yang di padamkan sesuai jalur LBS, yaitu LBS ayamaru dan LBS kambuaya. Mengenai jam pemadaman, kita mulai dari jam 6 sore sampai jam 7 pagi, karena pada jam 7 pagi pemakaian sudah mulai berkurang sehingga mesin mampu mengangkat beban.



Proses perbaikan mesin yang sedang rusak











Ditanya mengenai stok bahan bakar menjelang hari raya Natal dan Tahun baru, Fahrul menyampaikan bahwa untuk stok bahan bakar masi sangat cukup, cuma kami mohon maaf kepada seluruh warga masyarakat Kabupaten Maybrat bahwa keyamanan anda dalam menggunakan jasa penerangan sedikit mengalami gangguan dikarenakan kerusakan mesin, namun untuk sementara kami sedang melakukan perbaikan yang di kerjakan oleh teknisi kami yang berjumlah 3 orang sambil menunggu kedatangan mesin baru demikian tegas Fahrul. (Mrk)



Jumat, 07 Desember 2018

Jelang Natal Dan Tahun Baru 2019 Di Sorong, Staf Menteri Perdagangan Tinjau Harga Bahan Pokok

''Staf ahil Kementrian Perdaganagnh meninjau Gudang Bulog di Kota Sorong''
 Sorong Maybrat News - Je
lang natal dan tahun baru 2019, pada umumnya kenaikan harga sering terjadi, untukm mengetahui perkembangan harga kebutuhan pokok, Staf Ahli Menteri Perdagangan Bidang Pengamanan Pasar RI, kamis ( 6 /12) melakukan pengecekan harga di kota sorong .

Hal ini guna mengetahui secara pasti Stabilitas Harga dan Ketersediaan Barang Kebutuhan Pokok menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) kata Sutrisno Adi, selaku staf ahli mentri perdagangan bidang pengamanan pasar RI
Terkait perkembangan harga Sembako di pasar tardisonal dan supermarket di Kota Sorong, relatif masih stabil dan apabila  ada lonjakan harga, disebabkan adanya kekurangan stok bahan sembako belum tersedia,

memasuki hari raya, umumnya terkendala di pengiriman bahan sembako, dimana para distributor mengirim langsung dari surabaya dan makasar menggunakan transportaai laut.
Semntera ketersediaan sembako di Kota Sorong masih mencukupi hingga 3 bulan kedepan, ketika malaksanakan Peninjauan harga bahan pangan di Pasar Remu dam peninjauan Gudang Distributor Tri Abadi Km 8 jalan basuki rahmat, Gudang Pt Mariat Utama Km 9 jalan Basuki Rahmat, Gudang PT Mariat Utama Km 9 jalan Basuki Rahmat menuju Gudang SubDivre Bulog, guan mengecek harag beras dan gula pasir, bahkan rombongan melakukan pula Peninjauan ke Supermarket.  (Mrk)

Pembentukan Forum Jurnalis Perempuan Indonesdia (FJPI)


Ketua FJPI Pusat, Uni Lubis, bersama dua wartawati asal Manokwari, Fenty Rumbiak dan Dina Insyur.''

Manokwari, Maybrat News – Upaya pengembangan Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI), tak hanya di tingkat pusat dan provinsi, namun juga dilakukan di tingkat kabupaten/kota. Ketua Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI), Uni Lubis, mengungkap rencana pembentukan FJPI bisa dilakukan di daerah, dengan syarat dan ketentuan AD/ART FJPI. “Silahkan jika FJPI Manokwari hendak dibentuk, asal memenuhi aturan. Pada prinsipnya, FJPI juga butuh pengembangan hingga ke daerah,” bebernya, Kamis (22/11), saat ditemui wartawan perwakilan Manokwari di Jakarta.

Menurutnya, FJPI  merupakan organisasi wartawan perempuan dengan salah satu misinya mempererat silaturahmi dan mendukung profesionalisme jurnalis perempuan, baik dalam pelatihan, sarasehan juga kegiatan lain. Uni mengingatkan pembentukan pengurus FJPI di Manokwari, digelar secara musyawarah dan berdemokrasi. “Buat apa bersaing rebutan posisi ? gak akan dapat keuntungan ekonomi maupun politik di FJPI. Yang ada malah sediakan extra time dan keluar uang, misalnya  untuk travelling teman-teman,” terangnya.

Selain itu, FJPI juga diingatkan tidak menggunakan atau bahkan memanfaatkan APBN dan APBD, kecuali melalui Dewan Pers. Kerjasama dengan lembaga pemerintahan, dibolehkan dalam bentuk fasilitas pelatihan dan pendidikan. Pertemuan untuk membahas pembentukan FJPI Manokwari ini, dibenarkan Ketua terpilih FJPI  Manokwari, Fenty Rumbiak. “Kami membutuhkan wadah untuk menaungi kami jurnalis perempuan di Manokwari dan sekitarnya. Kehadiran FJPI Manokwari bukan untuk bersaing dengan FJPI Papua Barat di Sorong,” jelasnya. 

Kondisi geografis menjadi salah satu alasan kenapa FJPI Manokwari harus dibentuk, namun tidak ada niat sama sekali untuk mengambilalih FJPI Papua Barat.

“Kami siap dukung program FJPI, sembari menyiapkan proses dan syarat pembentukan FJPI Manokwari,” tandas Fenty

Jurnalist: MRK

Editor: MRK

Pic: Bambang

TPNPB : Itu serangan bersenjata, bukan eksekusi

Pasukan TPN PB



Jayapura, Maybrat News- Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) akhirnya buka suara terkait dugaan pembunuhan yang dituduhkan kepada mereka. TPNPB mengaku sebagao pihak yang bertanggungjawab atas penembakan beberapa orang yang disebut sebagai karyawan PT.  Istaka Karya yang tengah membangun jalan Trans Papua.
“Kami yang bertanggungjawab. Ada kontak senjata. Itu serangan bersenjata, bukan eksekusi seperti yang disampaikan aparat keamanan Indonesia,” ungkap juru bicara TPNPB, Sebby Sambom kepada Jubi melalui sambungan telepon, Rabu (5/12/2018), membantah keterangan aparat keamanan Indonesia yang menyebutkan para pekerja dibunuh dengan cara eksekusi.

Kapendam Cenderawasih, Kolonel Muhamad Aidi sebelumnya mengatakan karyawan PT Istaka Karya dieksekusi di sebuah tempat bernama Puncak Kabo.

Panglima Daerah Tentara Pembebasan Nasional Papaua Barat (TPNPB) Makodap III Ndugama Egianus Kogeya, lanjut Sebby telah memerintahkan Pemne Kogoya untuk menyerang sejumlah orang di kali Aworak, Kali Yigi dan Pos TNI Distrik Mbua.
Lanjutnya, TPNPB sudah cukup lama memantau para pekerja di kali Awarok dan Kali Yigi.

“Mereka itu anggota militer, Denzipur. Bukan pekerja sipil,” lanjut Sebby yang ketika dihubungi sedang berada di Papua Nugini.

Pada tahun 2016, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menjadikan Zeni TNI AD sebagai mitra kerja membuka trans Papua. Langkah ini melanjutkan kebijakan Presiden SBY yang menerbitkan Kepres No. 40 Tahun 2013 yang menjadi dasar keterlibatan TNI dalam pembangunan Jalan Trans Papua yang sebelumnya bernama Jalan Percepatan Pembangunan Papua dan Papua Barat (P4B)

Zeni Angkatan Darat mengerahkan sejumlah 394 orang personel dengan komposisi meliputi Denzipur-10 dan Denzipur-12, mengerjakan ruas jalan Wamena-Habema dan Habema-Mbua. Yonzipur-18, mengerjakan ruas jalan Mbua-Mugi dan Mugi-Paro, sedangkan dari Yonzikon-14 mengerjakan ruas jalan Paro-Kenyam dan Kenyam-Mamugu, dengan kekuatan tiap kelompok berjumlah 107 personel.

Kurang lebih tiga bulan lamanya TPNPB memantau pekerja Jembatan Kali Aworak, Kali Yigi dan Pos Mbua. Selama tiga bulan itu, mereka mempelajari gerak-gerik  pekerja di kali Aworak, Kali Yigi hingga Pos TNI Distrik Mbua.

“Mereka yang bekerja di Kali Aworak, Kali Yigi murni Anggota TNI dari Zeni Tempur.  Selama ini TPNPB juga tahu yang berkerja pada proyek Jalan Trans dan Jembatan-Jembatan yang ada sepanjang Jalan Habema, Juguru, Kenyam hingga Batas Batu adalah Anggota TNI,” jelas Sebby.
Sehingga menurutnya, sekalipun orang-orang tersebut berpakaian sipil atau preman, mereka tetap saja anggota militer.

SSebby juga menyebutkan TPNPB bukanlah kelompok kriminal sebagaimana yang sering disebutkan oleh aparat keamanan Indonesia. TPNPB adalah tentara pembebasan nasional rakyat Papua Barat yang bertujuan membebaskan Papua Barat dari Indonesia.

"kami sudah sampaikan pernyataan perang pada awal tahun 2018 ini," ujar Sebby.


Dikutip tirto.id, secara terpisah, Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyebut 20 orang menjadi korban dalam pembunuhan di Nduga, Papua. 19 orang adalah pekerja PT Istaka Karya dan seorang lagi personel TNI.

"Informasi sementara adalah 20 [korban]," kata Tito saat memberikan keterangan pers di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta,

Eliya Bagau, Kontributor Maybrat News

Terkendala Cuaca, 7 Jenazah Belum Dievakuasi

WAMENA- Maybrat News- Setelah menemukan 16 jenazah korban penembakan di Distrik Yal, Kabupaten Nduga kemarin, maka saat ini tim gabungan TNI-Polri langsung melakukan evakuasi terhadap jenazah tersebut ke Timika.
Namun evakuasi yang dilakukan dari Distrik Yal Kabupaten Nduga ke Bandara Moses Kilangin Timika, terkendala cuaca di Distrik Yal.
Evakuasi Jenazah korban penembakan di Wamena
Kondisi kabut yang menyelimuti Distrik Yal mengakibat hingga kemarin baru 9 jenazah yang berhasil dievakuasi. Sementara 7 jenazah yang masih ada di Distrik  Yal, rencananya dievakuasi, Jumat (7/12) ini.

Selain mengevakuasi jenazah dari Distrik Yal, aparat TNI dan Polri juga mengevakuasi para korban yang ditemukan selamat serta keluarga para korban yang selama ini menunggu di Wamena, Kabupaten Jayawijaya.

Informasi yang diperoleh Cenderawasih Pos menyebutkan dari 9 jenazah yang sudah dievakuasi ke Timika, 4 jenazah sudah berhasil diidentifikasi. Namun hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan mengenai identitas empat jenazah yang sudah teridentifikasi.

Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI  A.P Sembiring mengatakan, awalnya evakuasi akan dilakukan ke Wamena mengingat sebagian besar keluarga korban berada di Jayawijaya. Namun pihak keamanan melihat kondisi cuaca dan ketersediaan tenaga medis serta peralatan yang menunjang yang masih minim, sehingga diputuskan untuk mengevakuasi jenazah ke Timika.

“Kita lihat di Timika fasilitas sarana lebih baik, kemudian juga perangkat lain sudah di sana, ini semua dalam rangka upaya kepentingan kemanusiaan,” ungkap Pangdam Sembiring sebelum terbang dari Bandara Wamena menuju Bandara Moses Kilangin Timika, Kamis (6/12).

Menurut Pangdam, faktor cuaca yang lebih menyebabkan pilihan evakuasi ke Timika dibandingkan jika dievakuasi ke Wamena. Selain itu, adanya hambatan lain, sehingga evakuasi ini dilakukan untuk kemanusiaan. Oleh sebab itu, pihaknya juga menerbangkan keluarga korban yang ada di Wamena.
“Yang jelas semua itu hanya demi keamanan. Keluarga korban semuanya akan difasilitasi. Bukan hanya untuk kembali ke Wamena ada yang akan dikirim ke Makassar, ke Medan semua akan difasilitasi,” tegasnya.

Untuk situasi terakhir di lokasi evakuasi, Pangdam mengatakan, pihaknya tetap melakukan pengamanan dan memberikan keamanan bagi masyarakat agar tetap tenang pasca kejadian. Selain itu juga memberikan waktu kepada tim untuk melakukan identifikasi terhadap jenazah.
“Di Timika sendiri sudah ada Panglima TNI dan Wakapolri disana. Jadi yang dibawa ke Timika 16 jenazah, 4 orang selamat dari PT. Istaka Karya, 2 orang pekerja di SMP, 6 orang di Puskesmas, ditambah satu orang teknisi jaringan telekomunikasi,” tutupnya.

Di tempat yang sama, Kapolda Papua, Irjen Pol. Martuani Sormin menambahkan, Polri telah menyiapkan seluruh tim forensik ke Timika guna melakukan otopsi jenazah. Tim forensik ini diakuinya sejak awal ada di Wamena dan saat ini telah diberangkatkan ke Timika.
“Semua keluarga akan difasilitasi, begitu juga korban yang masih dinyatakan hilang akan tetap dicari oleh anggota kami yang ada di lapangan saat ini,”tegasnya.

Sementara itu, Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Muhammad Aidi mengatakan dua helikopter milik TNI Angkatan Udara akan digunakan dalam proses evakuasi terhadap 7 jenazah yang masih berada di TKP.
“Tidak menutup kemungkinan masih ada korban lainnya yang belum ditemukan  di TKP. Untuk proses evakuasi masih berlangsung dan seluruh korban baik yang selamat maupun meninggal dunia, akan dibawa ke Timika,” terangnya.

Aidi menambahkan, tim gabungan saat ini masih berada di Distrik Yigi dan Mbua. Sementara pembangunan jembatan sendiri tetap dilanjutkan dengan mendapatkan pengawalan pengamanan.
Secara terpisah Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. AM Kamal menyebutkan proses otopsi dan identifikasi yang dilakukan untuk mengetahui penyebab meninggalnya para korban dan identitasnya.
“Untuk sembilan jenazah belum diketahui identitasnya karena masih menunggu identifikasi yang dilakukan oleh Tim Forensik Pusdokkes Polri dan tim Forensik FK Uncen,” jelsnya.

Kamal menambahkan direncanakan ada beberapa helikopter yang akan dikerahkan ke TKP, Jumat (7/12) untuk mengevakuasi para korban yang sudah dievakuasi dari Puncak Kabo ke sekitar lapangan terbang Distrik Yal.
Kamal tak memungkiri bahwa faktor cuaca dan kondisi geografis di lokasi kejadian yang terjal dan di atas ketinggian sekira 1.000 meter dari permukaan laut membuat proses evakuasi sulit dilakukan oleh TNI-Polri.

“Hal ini membuat pergerakan personel di lapangan lebih berhati-hati. Bahkan saat  anggota di lapangan melakukan evakuasi terhadap jenazah, terjadi kontak senjata dengan  KKB,” tutur Kamal.
Selain mengevakuasi para korban, aparat keamanan menurut Kamal juga berupaya mengejar dan menangkap KKSB tersebut untuk mempertanggung jawabkan  perbuatannya.

Keluarga korban dari 16 orang pekerja yang dibunuh dan korban selamat mengharapkan evakuasi semua korban ulah Kelompok Kriminal Sipil Bersenjata (KKSB)  diarahkan ke Wamena, Kabupaten Jayawijaya.
Permintaan ini menyusul pihak  TNI dan Polri memindahkan lokasi Posko Evakuasi korban ke Timika, Kamis (6/12) kemarin.

Ketua Ikatan Keluarga Toraja (IKT) Jayawijaya, Yohanes Tuku, ST mengakui jika, sejumlah keluarga korban menyesalkan pemindahan lokasi posko evakuasi ini. Sebab sebagian besar keluarga korban masih berada di Wamena, sehingga sudah seharusnya dibawa ke Wamena.
“Titik keberangkatan semua warga ke tempat kerja di Yigi dan Yal semua dari Wamena sehingga khusus masyarakat Toraja di Wamena mengharapkan semua jenazah dievakuasi ke Wamena. Kami masyarakat Toraja mengharapkan semua jenazah dievakuasi ke Wamena,“ ungkapnya kepada wartawan di Wamena sebelum diberangkatkan menggunakan pesawat Hercules ke Timika.

Ia bersama keluarga korban sendiri tak tahu menahu terkait rencana pemindahan posko evakuasi ini sebelumnya. Mereka baru diinformasikan pada pukul 11.00 WIT bahwa semua jenazah dan korban selamat akan dibawa ke Timika.

“Keluarga kami berharap mereka ini langsung ke Wamena, karena kami pasti tahu anak kami. Semua istri dan anak korban ada di sini. Oleh karena itu saya akan sampaikan di Timika agar bisa dibawa jenazah,“ pungkasnya. Eliya Bagau (Kontributor Maybrat News)

Michael R Kareth "Pengisian Jabatan DOB PBD Wajib Prioritaskan Orang Asli Papua"

                                                    Dr. Michael Rafael Kareth, S.Hut, M.Si Dr. Michael R Kareth, S.Hut,  M.Si., mantan Aktif...