"Nehaf Sau Bonout Sau" "Satu Hati Satu Komitmen"

Sabtu, 19 Januari 2019

PKK Kabupaten Maybrat Lakukan Pengobatan Massal di Distrik Aifat Timur Jauh dan Aifta Timur


Bupati Sagrim memberikan suapan obat cacing. foto (Mrk)
Maybrat News: ada beberapa hal penting yang menjadi tugas pokok PKK yaitu, melaksanakan 10 program pokok PKK sesuai program kerja yang telah ditetapkan serta memebrikan bimbingan dan pembinaan kepada tim Penggerak PKK ditingkat Distrik dan Kampung, Salah satu program prioritas adalah meweujudkan keluarga kecil, bahagia dan sehat. Kata Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Maybrat. Ny. Naomi Nety Howay, S.KM, M.Kes saat jumpa pers di Distrik Aifat Timur Jauh dan Distrik Aifat Timur. pada jumat 18 januari 2019.

Naomi menyampaikan bahwa tim Penggerak PKK Kabupaten Maybrat bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Maybrat dan Klinik Bunda Naomi pada kesempatan ini melaksanakan kegiatan pengobatan massal yang dilaksanakan di kampung Frameneway dan Kampung Aisa di Distrik Aifat Timuf Jauh dan Distrik Aifat Timur. Kegiatan ini digelar sebagai bentuk kepedulian PKK Kabupaten mengingat masih terbatasnya tenaga dokter special pada Puskesmas di Distrik dan Kampung.
pelayanan pengobatan masal oleh tim medis
Saya berharap,kegiatan ini dapat memberikan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya yang berada di dua Distrik ini. harap Naomi. saya secara pribadi dan mewakili seluruh pengggurus PKK Teluk Bintuni menyampaikan terima kasih kepada Bupati Kabupaten Maybrat selaku dewan penyantun. Ucapan yang sama juga kepada Kepala Dinas Kesehatan, Pengelola Klinik Bunda dan kedua Kepala Distrik yang telah memberikan dukungan sehingga sehingga kegiatan pengobatan massal ini dapat terlaksana. Juga bagi tenaga Dokter maupun paramedis yang terlibat dalam kegiatan ini juga kami ucapkan terima kasih.

Ny. Naomi Nety howay saat memberikan arahan pola hidup sehat
Selain pengobatan massal, juga dilakukan sosialisasi terkait kesehatan dan cara mencuci tangan serta  yang benar bagi anak anak sekolah di kampung Frameneway dan kampung Aisa (Mrk)

Masyarakat Aifat Timur “Nyatakan Sikap Ganti Kepala Distrik”

Rudolof Fatem, Saat membacakan pernyataan sikap. Foto (Mrk)

Maybrat News: Rudolof fatem, selaku tokoh pemuda dan intelektual  bersama masyarakat di Distrik Aifat Timur meminta kepada Bapak Bupati Kabupaten Maybrat Drs. Bernard Sagrim,MM., yang pada hari Jumat 18 Januari 2019 melakukan kunjungan kerja ke Distrik Aifat Timur untuk segera mengantikan Kepala Distrik yang sekarang dengan Kepala Distrik yang baru yaitu Bapak. Kristian Frabuku, mantan Sekretaris Distrik Aifat Timur. 

menurut Rudolof, Dasar penyataan sikap ini dibuat karena selama ini masyarakat merasa kefakuman pemerintahan,  kebutuhan ATK dan kelengkapan kantor juga tidak memadai, selama 8 tahun kepemimpinan pemerintahan Kepala distrik tidak berjalan di tempat tetapi berjalan di Ibu Kota Kabupaten atau di luar distrik, serta para staf kantor juga tidak mendapat bagian di dalamnya. 

Menanggapi pernyataan sikap ini, Bupati sampaikan bahwa beliau tidak mungkin menggantikan Kadistrik yang lama dengan Kadistrik yang baru begitu saja, saya perlu pertimbangan dan perlu waktu untuk melakukan hal ini tandas Bupati,  menurut beliau jangan karena hal-hal sepeleh mebuat akhirnya kalian menjadi ribut, hal-hal seperti ini sangat sensitive dalam kehidupan kita masyarakat Papua terlebih khusus Masyarakat Maybrat. Oleh sebab itu aspirasi ini saya terima dan pelajari lebih dalam lagi. Bupati juga menyampaikan bahwa ini bukan masa kampanye pemilihan bupati lagi jadi masi ada perbedaan di masyarakat antara Tim KARYA maupun Tim SAKO, semua itu sudah berlalu sekarang yang kita pikirkan adalah bagaimana bergandengan tangan, saling bahu- membahu serta saling pengertian untuk membangun kabupaten Maybrat yang kita cintai dan sayangi ini.


Penyerahan surat penyataan sikap yang di terima oleh Bupati Bernard Sagrim. Foto (Mrk)

Ditanya mengenai adanya kunjugan kerja Bupati Bernard Sagrim, Rudolof mengatakan bahwa ia beserta seluruh masyarakat Aifat Timur mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Bupati, kami sangat senang dan bangga karena bisa mendapat kunjungan dari seorang kepala daerah yang sangat luar biasa hebatnya. Orangnya penuh kharisma sebagai pemimpin, tandas Rudolof.

selain itu di ruang terpisah, Rudolof juga mengatakan bahwa dengan adanya kunjugan bupati ini maka kami dari kalangan pelajar dan mahasiswa juga sangat membutuhkan adanya perhatian pemerintah di bidang pendidikan yaitu memberikan bantuan pendidikan berupa beasiswa bagi mereka yang pada saat ini sedang sekolah atau kuliah di kota studi yang berada dimanapun, serta kami meminta kepada Bapak Bupati Kabupaten Maybrat untuk dapat melihat pembangunan infrastruktur berupa jalan sehingga kami juga tidak susah untuk melakukan aktifitas keluar kota, Demikian penyataan dan harapan Rudolof. (Mrk)

Jurnalis      : Mrk
Fotografer : Mrk

Kunjungan Kerja Pertama “Sagrim” Segera Bentuk Tim Musyawarah Kampung & Distrik


Buapti dalam kegiatan persiapan Muskam & Musdis. Foto (Mrk)
Maybrat News: Bupati Kabupaten Maybrat Drs.Bernard Sagrim MM, dalam jumpa persnya di kampung Aisa distrik Aifat Timur Jumat 18 Januari 2019 mengatakan bahwa beliau telah putuskan untuk segera melakukan musyawarah kampung dan musyawarah distrik  di seluruh wilayah Aifat Timur Raya, dimana rencana kegiatan ini nantinya akan di laksanakan pada akhir bulan februari. Beliau menyampaikan bahwa empat distrik ini semuanya akan berpusat di kampung Jifromen dan Kampung Aimau di daerah tigimana dekat kali weriagar, sehingga keluarga maupun saudara-saudari kita yang berada di daerah Kabupaten Teluk Bintuni juga akan kita undang agar mereka juga datang pada momen itu, sehingga kita bisa duduk bersama-sama untuk membicarakan hal-hal yang terkait dengan itu. 

Termasuk juga pembicaraan mengenai peningkatan ruas jalan nasional yang menghubungkan antara Kabupaten Maybrat dan Kabupaten Teluk Bintuni sehingga masyarakat kita nantinya tidak susah lagi dalam hal mobilitas, sehingga masyarakat dapat mengakses jalur transportasi dengan waktu dan ongkos yang tidak terlalu membebani mereka. Oleh sebab itu mau tidak mau beliau harus turun langsung ke lapangan, walaupun mobil yang beliau tumpangi mengalami kemacetan dan beliau harus turun dan berjalan kaki sejauh 4 kilo meter melewati jalan yang penuh lumpur dan berbatu. 

terjebak lumpur bupati turun berjalan kaki. foto (Mrk)
Ketika di tanya mana yang masuk jalan provinsi atau nasional, sahut beliau ini sudah, tetapi yang menggunakan jalan ini adalah masyarakat kita, jadi mau tunggu sampai kapan terpaksa mau tidak mau kita harus turun dan melaksanakan itu. Beliau berkata bahwa pekerjaan jalan penghubung antara dua kabupaten ini akan di kerjakan pada tahun anggaran 2020, namun pada bulan februari akan di upayakan untuk penimbunan sehingga dapat di gunakan sebagaimana mestinya sambil menunggu putusan atau kesepakatan bersama pada kegiatan Muskam dan Musdis.

Kegiatan yang berlangsung di gedung di kampung aisa ini di hadiri oleh kepala distrik Aifat Timur dan tiga kepala Kampung, acara yang di pandu oleh Asisten Satu Kabupaten Maybrat ini berakhir dengan kesepakatan bersama yaitu, pembanguna Tugu Batas Wilayah yang dapat menjadi bukti perbatas dua wilayah.

kepala distrik bersama para kepala kampung dalam pembahasan persiapan Muskam dan Musdis. Foto (Mrk)
Dalam kunjungan kerja ini, bupati  bersama istri tercinta dan di damping oleh, Asisten I Kabupaten Maybrat, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat,Kepala Dinas Pendidikan, Kaban Kesbangpol, Kaban Pertanahan, Kabag Pemerintahan Kampung dan Kabag  Humas protokoler.

Bupati dan rombongan melakukan kunjungan kerja ke Distrik Aifat Timur di kampung Aisa dan Kampung Framenewai Distrik Aifat Timur Raya dalam rangka, peninjauan pembangunan infrastruktur  jalan dan jembatan,  penijauan kelola angaran APBD dan APBN dana  desa dan dana subsidi APBDK. (Mrk)

Jurnalis      : Mrk
Fotografer : Mrk

Rabu, 26 Desember 2018

Drs. Bernard Sagrim, MM. melakukan peletakan batu pertama pembangunan gedung Gereja GPIJS Jemaat Kolose Kambufatem

Ibadah bersama peletakan baru pertama
Maybrat News- Bupati Kabupaten Maybrat, Drs. Bernard Sagrim, MM. pada hari ini Rabu 27 Desember 2018, melakukan peletakan batu pertama pembangunan gedung Gereja GPIJS Jemaat Kolose Kambufatem Distrik Aitinyo Barat.
Dalam sambutannya, Bupati mengatakan bahwa dalam pembangunan gedung gereja adalah suatu upaya baik yang bisa membangun suatu perkumpulan atau tempat peribadatan setiap umat manusia yang pada prinsipnya dapat merubah mental dan sikap orang sehingga berpengaruh pada kehidupan yang lebih baik. Sehingga dalam pembangunan rumah Ibadah ini dapat kami mendorong dan mendukung sepenuhnya sehingga kedepan khususnya kepada panitia agar selalu berkordinasi dgn pemerintah daerah untuk selalu membantu baik dalam bentuk matrial ataupun uang yang nantinya di pergunakan di setiap pembangunan nanti. Dalam kesempatan ini juga dapat kami berikan apresiasi maupun do,a sehingga dalam pembangunan sampai dengan selesai kita semua dalam keadaan sehat yang kemudian bisa beribadah di gedung yang kita bangun bersama. 
Di akhir sambutan lagi-lagi, beliau menyampaikan bahwa saya harap agar jangan lagi ada aliran-aliran baru yang masuk, kita cukupkan saja yang ada. sebab kalau semakin banyak aliran maka akan di pertanyakan mana umatnya, sebab semakin banyak kelompok atau aliran yang baru maka ini akan berdampak pada situasi politik kita nantinya, tandas beliau sembari menutup sambutanya.


Rombongan Bupati menuju tempat ibadah peletakan batu pertama gedung Gereja GPIJS Jemaat Kolose
(Mrk)

JANGAN MENUTUP HATI DAN PIKIRAN UNTUK MASALAH PAPUA (Dari anak Kuri Pasai.)

LUKAS ENEMBE DLM KAPASITASNYA SBG GUBERNUR PAPUA, DIA JUGA DIPANDANG DAN DIHORMATI SEBAGAI TOKOH MASYARAKAT PAPUA SECARA FORMAL-INFORMAL (2 ATRIBUT ITU MELEKAT BAGI SIAPA SAJA ORANG ASLI PAPUA YANG JADI GUBERNUR DI TANAH INI).
IMPLIKASI HUKUM, POLITIK DAN SOSIAL TERHADAP DIRINYA...AKAN SAMA HALNYA TERHADAP APA YG DIRASAKAN OLEH MAYORITAS ORANG ASLI PAPUA DI TANAH PAPUA. OLEH KARENA ITU, JGN TUNJUKAN AROGANSI KEKUASAAN DENGAN BERJUBAH HUKUM. TANAH PAPUA BUTUH KEARIFAN...BUTUH KASIH...BUTUH PEMAHAMAN YANG LUAS. 

BILA TIDAK BEGITU....SECARA UMUM KITA DAPAT MELIHAT ADA KECENDERUNGAN PENDEKATAN PENERAPAN DEKOLONIALISASI PUSAT TERHADAP DAERAH/PAPUA. INTITUSI HATI-HATI MEMAHAMI INSTRUMENT DAN IMPLEMENTASINYA. LIHAT DAN PAHAMI PERSPEKTIF (TERITORIAL) UNTUK MEMBANGUN PENGUATAN DAN PERSATUAN DAERAH2 (SABANG-MERAUKE) MENUJU DAN MENOPANG KEKUATAN & KESATUAN NASIONAL/NKRI. 

JANGAN CEPAT-CEPAT MEMBUAT STATEMENT ATAS NAMA. INSTITUSI DAN MENARIK KESIMPULAN DAN DAKWAAN HUKUM SECARA HITAM PUTIH. PAPUA BUTUH DIALOG...PAPUA BUTUH SOLUSI....PAPUA BUTUH KEADILAN...KARENA PAPUA PUNYA SEJARAH YG BERBEDA DI REPUBLIK INI.

MARI....!!!
JANGAN MENUTUP MATA, JANGAN MENUTUP HATI DAN PIKIRAN, MARI KITA BANGUN SEMANGAT DIALOG UTK MENCARI SOLUSI YG TERBAIK DI HARI NATAL INI.

TERIMA KASIH :
Dari anak Kuri Pasai.

Sejarah Tahun Baru & Penetuan Tanggal 1 Januari


Maybrat News: Kalender Romawi kuno menggunakan tanggal 1 Maret sebagai Hari Tahun Baru. Belakangan, orang Romawi Kuno menggunakan tanggal 1 Januari sebagai awal tahun yang baru. Pada Abad Pertengahan, kebanyakan negara-negara Eropa menggunakan tanggal 25 Maret, hari raya umat Kristen yang disebut Hari Kenaikan Tuhan, sebagai awal tahun yang baru. Hingga tahun 1600, kebanyakan negara-negara Barat telah menggunakan sistem penanggalan yang telah direvisi, yang disebut kalender Gregorian. Kalender yang hingga kini digunakan itu menggunakan 1 Januari kembali sebagai Hari Tahun Baru.

Inggris dan koloni-koloninya di Amerika Serikat ikut menggunakan sistem penanggalan tersebut pada tahun 1752. Kebanyakan orang memperingati tahun baru pada tanggal yang ditentukan oleh agama mereka. Tahun baru umat Yahudi, Rosh Hashanah, dirayakan pada bulan September atau awal Oktober. Umat Hindu merayakannya pada tanggal-tanggal tertentu. Umat Islam menggunakan sistem penanggalan yang terdiri dari 354 hari setiap tahunnya. Karena itu, tahun baru mereka jatuh pada tanggal yang berbeda-beda pada kalender Gregorian tiap tahunnya. namun orang yang pertama kali merayakan dan menetapkan tanggal 1 Januari sebagai tahun baru yang pertama kali dirayakan pada tahun 1582 oleh Paus Gregory XIII.


Perayaan Tahun Baru

Pada mulanya perayaan ini dirayakan baik oleh orang Yahudi maupun orang Kafir yang dihitung sejak bulan baru pada akhir September. Selanjutnya menurut kalender Julianus, tahun Romawi dimulai pada tanggal 1 Januari.

Orang Kristen ikut merayakan Tahun Baru tersebut dan mereka mengadakan puasa khusus serta ekaristi berdasarkan keputusan Konsili Tours pada tahun 567. Pada mulanya setiap negeri mempunyai perayaan Tahun Baru yang berbeda-beda. Di Inggris dirayakan pada tanggal 25 Maret. Di Jerman dirayakan pada hari Natal sedangkan di Perancis dirayakan pada Hari paskah.

Paus Gregorius XIII mengubahnya menjadi 1 Januari pada tahun 1582 dan hingga kini seluruh dunia merayakannya pada tanggal tersebut.

(MRK)


Michael R Kareth "Pengisian Jabatan DOB PBD Wajib Prioritaskan Orang Asli Papua"

                                                    Dr. Michael Rafael Kareth, S.Hut, M.Si Dr. Michael R Kareth, S.Hut,  M.Si., mantan Aktif...