"Nehaf Sau Bonout Sau" "Satu Hati Satu Komitmen"

Selasa, 26 Februari 2019

PKK Maybrat Adakan Pengobatan Massal di Distrik Aifat Timur Tengah

Ketua PKK Kabupaten Maybrat, Ny. Naomi Howay yang didampingi Bupati dan Ketua DPRD Maybrat saat memberikan obat kepada balita dalam pengobatan massal yang berlangsung di Distrik Aifat Timur Tengah
MAYBRAT, (Maybrat News) – Tim Penggerak PKK Kabupaten (TPKK) Maybrat mengadakan pengobatan massal di Distrik Aifat Timur Tengah Dusun Aimesa. Ada beberapa hal penting yang menjadi tugas pokok PKK yaitu, melaksanakan 10 program sesuai program kerja yang telah ditetapkan serta memberikan bimbingan dan pembinaan kepada PKK tingkat distrik dan kampung. Salah satu program prioritas adalah mewujudkan keluarga kecil, bahagia dan sehat,” ujar Ketua PKK Kabupaten Maybrat, Naomi Netty Howay, S.KM., M.Kes kepada media saat menggelar jumpa pers, Selasa, (26/02/2019).

Naomi Netty Howay, S.KM., M.Kes, saat di wawancarai awak media.
TPKK yang bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Maybrat melakukan pengobatan massal diantaranya, pemeriksaan ibu hamil, bayi, balita dan pemeriksaan orang tua. Selain itu juga pemberian vitamin A kepada bayi, ibu-ibu yang sedang menyusui dan pemeriksaan pasien umum serta pemberian imunisasi bagi bayi.

Menuru Naomi, tujuan dari pengobatan massal ini sebagai bentuk kepedulian PKK Maybrat mengingat, masih terbatasnya tenaga dokter spesialis, terutama bagi Ibu Hamil yang mengakibatkan tingakt resiko persalinan terlalu tunggi. untuk itu ini merupakan tugas pokok dan program rutin bagi PKK di tingkat kabupaten.

Proses pelayanan kesehatan oleh Tim Pengerak PKK
Naomi berharap, pengobatan massal ini dapat memberikan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya yang berada distrik Aifat Timur. “Saya secara pribadi dan mewakili seluruh pengurus PKK kabupaten Maybrat  menyampaikan terima kasih kepada Bupati Maybrat selaku dewan penyantun, tutup Naomi.

Jurnalis           : Mrk
Foto Grafer     : Mrk
Editor              : Mrk

Kunjungan Kerja "Sagrim Minta Jalan Menuju Frambu Aifam dan Saud Segera Dikerjakan"

Bupati Maybrat saat melakukan kunjungan kerja
MAYBRAT, (Maybrat News) – Bupati Kabupaten Maybrat, Drs. Bernard Sagrim, MM., meminta kepada  OPD terkait dan kontraktor agar segera membangun jalan dan jembatan penghubung antara kampung Frambu Aifam dan kampung Saud Distrik Aifat Timur untuk segera dikerjakan.

Hal itu ditegaskan Bupati pada saat melakukan Kunjungan Kerjanya ke Distrik Aifat Timur Dusun Aimasa yang didampingi Ketua DPRD Maybrat, Ferdinando Salossa,SE. bersama rombongan. Selasa, (26/Februari/2019)

Bupati bersama rombongan yang berjalan kaki menelusuri jalan dengan panjang  kurang lebih 3 kilometer untuk melihat alat berat excavator yang pernah mengerjakan jalan tersebut namun terbalik dari atas tebing ke kali Ainem. 

Hingga saat ini alat berat tersebut tidak dapat di evakuasi. Oleh karena itu ia meminta kepada kontraktor untuk meninjau ulang jalan yang menghubungkan antara kampung Frambu menuju kampung Aifam dan Saud untuk segera dikerjakan.

Jalan menjadi kendala utama untuk masyarakat yang ada di dua kampung untuk melakukan akses ke kota atau ke distrik, karena sampai saat ini, kampung Aifam dan Saud itu mengalami kendala transportasi. Selain itu, daerah tersebut memiliki potensi alam yang sangat luar biasa seperti kayu, tembaga, emas dan batubara,”kata Sagrim.

Bupati Maybrat bersama rombongan saat melakukan kunjungan kerja pantau jalan penghubung antara kampung Frambu Aifam dan kampung Saud Distrik Aifat Timur yang melewati hutan dan dan jurang. Senin, 26 Februari 2019
Sagrim menambahkan, dengan adanya peningkatan ruas jalan Nasional yang menghubungkan antara Kabupaten Maybrat dan Kabupaten Teluk Bintuni untuk mempermudah masyarakat melakukan mobilitas. Dengan demikian, waktu tempuh sangat cepat, dengan biaya yang relatif murah.

“Masyarakat harus bersabar karena saat ini kita (pemda maybrat-red) tengah berkoordinasi dengan pemerintah provinsi papua barat terkait pengerjaan dan penyelesaian jalan trans papua barat,”imbuhnya.

Ia juga mengimbau kepada masyarakat pemilik hak ulayat untuk tidak menuntut ganti rugi, melakukan pengalihan alat berat untuk mengerjakan pekerjaan pribadi saat pengerjaan jalan dilakukan.

Bupati Berdiri tepat di lokasi tempat Jatuhnya alat berat (jurang kali Ainem)
Turut serta dalam rombongan, Kepala Inspektorat, Asisten I Kabupaten Maybrat, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Kepala Badan Kesbangpol, Kepala Badan Pertanahan, Kabag Pemerintahan Umum, Kabag Pemerintahan Kampung dan Kabag  Humas Protokoler serta LO Maybrat 


Jurnalis          : Mrk
Foto Grafer   : Mrk
Editor            : Mrk 

Minggu, 24 Februari 2019

4 Maret 2019 "TES CPNS KABUPATEN MAYBRAT" Di Buka

Kepala BKD Maybrat. Drs. Yakob M. Kareth, M.Si

JAKARTA, (Maybrat News) - Seleksi CPNS Kabupaten Maybrat di pastikan akan di buka pada bulan Maret 2019 oleh Kepala BKD Kabupaten Maybrat, Drs. Yakob M. Kareth, M.Si. ketika di konfirmasi fia Tlp. (Senin, 25 Februari 2019).

Tahapan Seleksi
1. Pengumuman Penerimaan mulai dari Tanggal 4-22 Maret 2019
2. Pendaftaran dan Pengiriman Berkas 7-27 Maret 2019 
3. Seleksi Administrasi 9-28 Maret 2019
4. Pengumuman Seleksi Administrasi 30 Maret 2019
5. Cetak Nomor Ujian tanggal 1-5 April 2019
6. Seleksi Competensi Dasar (CAT) 24 April-10 Mei
7. Pengumuman Kelulusan 10 Juni 2019
8. Pemberkasan Bagi Peserta Yang Di Nyatakan Lulus 13 Juni-3 Juli 2019


Persyaratan Tes
1. 80% OAP dan 20% Non Papua
2. Nilai Memakai Rangking
3. Asli Papua adalah Bapak dan Ibu Asli Papua
4. Asli Papua adalah Bapak Asli Papua
5. Asli Papua adalah Ibu Asli Papua
6. Lahir dan Besar Serta Sekolah Di Tanah Papua Mulai Dari s/d Perguruan Tinggi
7. Sekolah Di Tanah Papua Mulai Dari SD s/d Perguruan Tinggi
8. Memiliki Integritas Yang Tinggi Terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia
9. Tidak Berkedudukan Sebagai Anggota atau Pengurus Partai
10. Tidak Pernah di Berhentikan Dengan Hormat Sebagai PNS, TNI dan POLRI

Persyaratan Tes CPNS Maybrat
Berdasarkan informasi di atas maka, Mantan Kepala Badan Keuangan Kabupaten Maybrat yang kini menjabat sebagai Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Drs. Yakob M. Kareth, M.Si. Menghimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Maybrat bahwa, agar masyarakat tidak termakan isu-isu CPNS yang tidak jelas atau Hoax sehingga membuat masyarakat berlomba-lomba mengumpulkan ijazah ke oknum-oknum tertentu, kumpul kain, kumpul uang dan segala macam dengan perjanjian bahwa nanti saya akan urus kau masuk di sini, tembus di sini dan segala macam tipu muslihat lainya. Maka YK/ Yakob Kareth (sapaan akrab Masyarakat) menuturkan bahwa ini adalah berita hoax atau berita bohong alias berita tidak benar.

Tahapan Seleksi Tes CPNS
Begitu juga dengan K-2 ataupun Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK/P3K), artinya menurut Yakob, karena kepentingan pemilu maka informasi hoax akan semakin marak terjadi, oleh sebab itu saya harap agar masyarakat jangan percaya akan berita-berita itu. karena sesunguhnya yang menetukan kelulusan untuk P3k, K2 dan CPNS murni adalah orang atau si pencaker itu sendiri. artinya bahwa yang menentukan dirinya lulus atau tidak adalah dia sendiri. karena proses penilian tersebut berdasarkan hasil dan nilai dari si pencaker tersebut. tidak ada yang bilang saya akan lulus karena dekat dengan penguasa atau saya ini tim sukses atau saya ini ikut bermain politik yang akan memiliki pengaruh dalam kelulusan bagi CPNS, P3K maupun K2 itu tidak ada, tidak ada istilah-istilah seperti itu karena yang menentukan kelulusan adalah si pencaker itu sendiri. tgas Yakob.

Jadi menjelang pemilu ini, saya menghimbau kepada masyarakat  untuk jangan terpengaruh dengan isu-isu hoax atau berita-berita tidak benar. bahkan menurut informasi yang saya dengar itu, ada yang bawa kain timur untuk pergi gade dengan uang, ada yang bawa ini lah, itu lah untuk urus nasib menjadi PNS. jadi sekali lagi saya tekankan bahwa informasi itu semua adalah hoax atau berita yang tidak benar.

kemudian menurut yakob, setelah CPNS, ada yang di sebut dengan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja atau yang di sebut dengan PPPK (P3K) berdasarkan Undang-Undang No.5 Tahun 2014 dan Peraturan Pemerintah (PP) yang mengantur tentang P3k yaitu PP No. 49 Tahun 2018 yang mengatur Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja.

Ditanya mengenai suara hati pencaker di Maybrat yang di rilis oleh Yohanes Lokden, Drs. Yakob M Kareth, M.Si mengatakan bahwa, barang ini atau tes CPNS ini kita tidak bikin atau laksanakan di Kumurkek atau di Ayamaru atau bahkan di Manokwari, semua ini di atur di jakarta, kami ini hanya perpanjangan tangan pemerintah pusat untuk melakukan agenda tersebut (sebagai panitia lokal) sedangkan PANSELNAS ini ada di jakarta bukan PANSELNAS ada di Maybrat tutur Yakob.

Tahapan Seleksi (Seperti Di Atas)
Mengenai tempat pelaksanaan, beliau mengatakan bahwa, mereka PEMDA Maybrat sudah menyurati BKN 14 Provinsi Papua Barat dimana kita lebih banyak menggunakan UPT di Kabupaten Sorong, karena kalau ada beberapa sekolah yang telah selesai melaksanakan UNBK atau ujian Nasional maka kita akan mengunakan Gedung tersebut untuk melaksanakan tes CPNS tersebut. Mengapa? karena sekarang MENPAN sudah melakukan kerja sama dengan  Kementrian Pendidikan karena anak-anak sekolah sekarang mengikuti ujian dengan menggunakan Computer, nah ruangan computer tersebut yang akan kami gunakan sebagai wadah untuk melakukan TES CPNS tersebut. 

Yakob juga mengatakan bahwa kalau hasil kerja sama MENPAN dengan Kementrian Pendidikan sudah terlaksana dengan baik maka, maka proses tes akan di laksanakan di Kabupaten Maybrat tetapi kalau tidak maka akan di laksanakan di sorong karena kita menggunakan fasilitas UPT yang di miliki oleh BKN 14 di Kabupaten Sorong dan itu juga terbatas. 

Oleh sebab itu apabila dalam satu hari kita bisa melayani 150 Orang maka yang lain akan tunggu di jadwalkan kemudian sesuai dengan jadwal yang akan di berlakukan. Dimana tes ini akan berlangsung kurang lebih dua sampai tiga minggu.

Di tanya mengenai Formasi Yakob menuturkan bahwa, Guru sebanyak 150, kesehatan sebanyak 150, dan 242 itu akan di peruntukan buat umum.

Ditanya mengenai persoalan Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang sempat di persoalkan,  Yakob menjawab bahwa pengurusan KTP ini dilihat bukan dari dari batas bulan tetapi dari batas tahun pengeluaran yang tetap berlaku umum, karena kita pakai KTP Maybrat ini menunjukan bahwa anak-anak Maybrat ini ada yang selesai di berbagai kota studi, jadi waktu mereka keluar atau pergi sekolah secara otomatis NIK mereka itu NIK Maybrat. jadi mereka ini punya hak untuk mendaftar. 

 Intinya bahwa ketentuan ini di keluarkan untuk mengantisipasi masuknya kaum migran, menurut saya sebenarnya ini hanya hal-hal tehknis saja yang kami lakukan untuk memberikan peluang untuk Pencaker Asli Maybrat, seandainya kalau di biarkan, lalu orang-orang dari luar datang tes lalu kalian mau bicara apa, mau salahkan kami pemerintah lagi, atau mau tulis suara hati jilid kedua lagi. (Tegas Yakob)

Jurnalis            : Mrk
Foto Grafer      : Mrk
Editor               : Mrk









Jumat, 22 Februari 2019

KPU Maybrat Tetapkan Daftar Pemilih Tambahan (DPTB) Sebesar 38.734

MAYBRAT, (Maybrat News) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Maybrat dalam rapat pleno, menetapkan Daftar Pemilih Tambahan (DPTB) untuk Pemilu serentak 2019 sebanyak 38.734. seperti dikatakan Ketua KPU Maybrat, Titus Nauw dalam rapat Pleno yang berlangsung di Aula Sekretariat KPU. Senin, 18 Februari 2019.

Jumlah tersebut terdiri dari pemilih laki-laki 19.415, dan pemilih perempuan berjumlah 19.319. Sementara jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) sebanyak 167 yang tersebar di 259 kampung, 24 Distrik se- Kabupaten Maybrat, kata Tutur titus kepada Jurnalis Maybrat News.

Ungkap Etus (sapaan Akrab), Pleno DPTB perlu dilakukan setiap bulan agar dapat mengetahui beberapa jumlah pemilih yang bertambah dan berkurang serta yang telah pindah domisili. Apabila ada pemilih yang pindah dari daerah pemilihan (Dapil) maka pada hari memasuki pencoblosan hanya akan diberikan tiga surat suara saja yaitu, Pilpres, DPR-RI dan DPD-RI.

Pleno DPTB perlu dilakukan agar semua tahapan DPT yang belum sempurna dievaluasi lagi sampai sempurna pada saat pemungutan suara hari  atau pada saat hari H nanti ujarnya.

Titus berharap agar warga masyarakat Maybrat yang belum melakukan perekaman Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-E) dan Kartu Keluarga (KK) agar segera dilakukan dan memberikannya kepada petugas Panitia Pemilihan Distrik (PPD) yang nantinya, petugas PPD akan membawa data-data tersebut ke KPU untuk rekapitulasi menjadi Daftar Pemilih Khusus (DPK) sehingga warga dapat melangsungkan Pemilu yang diselenggarakan pada tanggal 17 Maret 2019.

Jurnalis           : Mrk
Foto Grafer     : Mrk
Editor              : Mrk

Selasa, 19 Februari 2019

Sekda Papua Jadi Tersangka Penganiayaan Anggota KPK

Sekda Papua (Titus Emanuel Adopehan Hery Dosinaen)
Penetapan tersangka diberikan saat Hery memenuhi panggilan penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya untuk diperiksa sebagai saksi dalam kasus tersebut, sejak Senin siang. Namun Hery tidak ditahan karena dianggal koperatif. Ia diperbolehkan pulang setelah menjalani pemeriksaan selama sekitar 11 jam. Didampingi kuasa hukumnya Yance Salambauw, Hery keluar dari ruang pemeriksaan Gedung Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Senin malam pukul 23.00.

Kepada wartawan yang masih menunggunya Hery menyampaikan permohonan maafnya ke pimpinan KPK atas apa yang dilakukannya ke penyelidik KPK hingga dirinya ditetapkan tersangka. Ia menyatakan pemukulan terjadi karena emosional sesaat dan bentuk refleks. "Saya Ditetapkan sebagai tersangka dari bukti-bukti dan saksi-saksi yang telah dimintai keterangan oleh Polda Metro Jaya, sebelumnya" kata Hery, Senin malam. Karenanya kata Hery ia langsung di BAP penyidik dengan status tersangka.

"Kami tadi di BAP dalam status saya sebagai tersangka. Untuk itu secara pribadi maupun kedinasan dan atas nama Pemerintah Provinsi Papua, atas yang terjadi karena emosional sesaat dan refleks hingga mengenai salah satu pegawai KPK di Hotel Borobudur, saya memohon maaf ke pimpinan KPK dan segenap jajaran KPK atas kekhilafan ini," kata Hery. Apalagi kata dia selama ini pihaknya selaku Sekda Papua kerap bekerjasama dengan KPK dalam pemberantasan korupsi di Papua.

Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua, Titus Emanuel Adopehan Hery Dosinaen atau Hery menyampaikan permohonan maaf kepada jajaran Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas penetapannya sebagai tersangka. Hery menjalani pemeriksaan di Ditreskrimum Polda Metro Jaya pukul 13.00-22.50 WIB, Senin (18/2/2019).

"Atas nama pribadi dan kedinasan dan Pemprov Papua memohon maaf ke pimpinan KPK dan segenap jajaran KPK atas kekhilafan ini," kata Hery di Polda Metro Jaya, Senin malam. Hery mengaku belum tau langkah hukum yang akan ditempuh selanjutnya. Ia hanya siap menjalani jalannya proses hukum yang berlaku.

"(Langkah selanjutnya) kami menunggu," ujar Hery. (Kutip., http://wartakota.tribunnews.com).


Editor: Mrk

Minggu, 17 Februari 2019

Suara Hati Pencaker "CPNS KABUPATEN MAYBRAT" Yohanes LOkden

Dalam penerimaan tes CPNS ofline 2018 yang terlaksana pada tahun 2019 ini, maka kami pencaker asal kab.maybrat menghimbau kepada pemerintah daerah kabupaten Maybrat agar kami putra putri Papua asal kabupaten Maybrat harus di perioritaskan dalam seleksi CPNS, harapan kami harus 100% lolos semua dan kalau bisa berjumlah 500 lebih yg nantinay akan di bagikan ke setiap SKPD. Sekali lagi kami pencaker Maybrat harus di akumodir dan di tanggapi degan serius, karena sesuai UU otonomi khusus no.21 tahun 2001 tentang pemberdayaan OAP di segala bidang namun sampai saat ini belum di realisasikan dengan baik.  

Kabupaten Maybrat adalah kabupaten yang mayoritas OAP yg memimpin di negerinya sendiri. Harapan kami agar Pemda Maybrat melihat kekurangan SDM Maybrat maka melalui tulisan ini, maka kami minta agar para pencaker Maybrat diterima 100 persen, untuk mengisi kekosongan yg ada di Pemda Maybrat. 

Kami pencaker Maybrat bertanya kepada Pemda Maybrat bahwa kenapa jadwal pendaftaran tes yg sudah di putuskan Pemda provinsi Papua barat tgl 11 Februari harus ditunda, jika demikian maka statemen kami adalah kami pencaker Maybrat lulus semuanya dalam tes CPNS.

Pkami juga menghimbau kepada para pemangku kepentingan asal kab Maybrat agar  memperhatikan regenerasi Maybrat yang saat ini berlomba lomba untuk mengikuti tes CPNS agar di kondisikan dengan baik, jangan egois terhadap anak kandungnya sendiri.

Alasan kami menyampaikan statemen ini yaitu: selama ini kami melihat realita yang terjadi di Maybrat, kenyataannya dalam kerja politik, kami pencaker jadi objek untuk pemangku kepentingan yang ada di Maybrat selama ini.
 
Demikian Tulisan Suara Hati ini, Nama Yohanes Lokden , alamat kampung Temel, Distrik Ayamaru jaya, sekretaris ikatan pemuda pelajar & mahasiswa Temsos. Tujuan Statement ini untuk pemerintah daerah kabupaten Maybrat.
 

Kamis, 14 Februari 2019

Rocky Gerung Kunjungi UNIPA "Jangan Di Politisasi"

Rocky Gerung
Manokwari (Maybrat News) - Sebagai seorang ilmuwan filsafat, salah satu bidang kajian Rocky adalah filsafat Feminisme, Bakal hadirnya Rocky Gerung di Kampus Unipa untuk memberikan kuliah umum, dimana kehadirnanya selaku akademisi. mendapat sorotan dari berbagai pihak.
Badan Eksektif Mahasiswa Universitas Papua (BEM UNIPA) berencana bakal mengundang pakar pengamat politik atau Tokoh akademisi, Rocky Gerung datang ke Unipa, hanya untuk kepentingan independensi mahasiswa dan tidak ada unsur politik.

Rocky Gerung sang pengamat politik, diundang untuk memberikan kuliah umum pada mahasiswa, murni dari akademisi dan independensi mahasiswa, kata Ketua BEM Unipa, Pilatus Lagowan, ketika melakukan pertemuan dengan awak media, Di sekretariat Bem unipa di amban, Kamis (14/02/2019), Dikatakan, Walapun tahun ini merupakan tahun politik, segala macam cara digunakan untuk mengumbar kepentingan politik dan serta sorotan politik, terkait kedatangan bung Rocky Gerung, dimana kehadirannya tidak ada campur baur dengan politik,

Dia (Rocky Gerung) diundang murni di kampus Unipa untuk kepentingan independensi akademik dalam kuliah umum, mengenai 51% Saham PT Freeport Indonesia, bukan untuk kepentingan politik.
Selaku ketua BEM Unipa, dirinya membantah jika kehadiran pengamat politik, Rocky Gerung memberikan kuliah umum di Kampus Unipa, ada unsur politiknya.

Senada dengan itu, salah satu aktivis Panglima Parlemen Jalanan, Ronald Mambieuw, sangat mendukung penuh kegiatan dilakukan BEM Unipa, sehingga bakal mendatangankan tokoh akdemisi Rokcy Gerung, bertujuan untuk memberikan pencerahan melalui kuliah umum bagi mahasiswa unipa, ternagnya. (kontributor Maybrat News)

Jurnalis        : Bambang
Fotografer    : Tirto.ID
Editor           : Mrk

Michael R Kareth "Pengisian Jabatan DOB PBD Wajib Prioritaskan Orang Asli Papua"

                                                    Dr. Michael Rafael Kareth, S.Hut, M.Si Dr. Michael R Kareth, S.Hut,  M.Si., mantan Aktif...