"Nehaf Sau Bonout Sau" "Satu Hati Satu Komitmen"

Rabu, 10 Juli 2019

Bupati Maybrat " Pemilihan Kepala Kampung Akan Dilakukan Secara Serentak"


Bupati Kabupaten Maybrat, Drs. Bernard Sagrim, MM.

MAYBRAT, (Maybrat News) - Bupati Kabupaten Maybrat, Drs. Bernard Sagrim MM, menuturkan  bahwa pemilihan kepala kampung secara serentak  akan di lakukan pada tahun 2019 ini sesuai dengan amanat dan ketentuan undang-undang Nomor 6 tahun 2014 tentang desa. (Selasa/9/7/2019)

Menurutnya, Selama ini, Kepala Kampung telah mengelola Dana Desa (DD), Alokasi Dana Desa (ADD) sejak tahun anggaran 2015, tapi belum menjalankan sepenuhnya UU No. 06 Tahun 2014 tentang Desa yang terdiri 122 pasal dan 65 halaman terkait dengan Pemilihan Kepala Desa secara serentak,” kata Sagrim.

Dimana, syarat pencalonan Kepala Desa, Pengelolaan Keuangan Desa, Muskam, Musdis, Pemerintah Kampung wajib pembuatan Dokumen RPJMK, RKPK, APBK, Dokumen Pencairan, LPJ DD, ADD dan lain-lain.

Dijelaskan, bahwa syarat calon Kepala Kampung mengacu pada Pasal 33- pasal 39 UU No.6 Tahun 2014. Calon Kepala Desa minimal berijasah SMP atau sederajat, tidak PNS, tidak pengurus Parpol, tidak cacat hukum, tidak pernah jabat kepala kampung secara berturut-turut  atau selama 3 periode.

Dan Panitia Pemilihan Kepala Desa dibentuk oleh Pimpinan dan Anggota Baperkam. Masa jabatan kepala Desa selama 6 tahun.

“Dalam waktu dekat pejabat teknis yang ditujuk melakukan proses tahapan guna menyiapkan proses dan mekanisme serta panitia pelaksana seleksi dan panitia persiapan pemilihan kepala kampung se kabupaten Maybrat guna mengikuti proses seleksi calon kepala kampung,” ungkap Sagrim

Untuk itu, Sagrim mengajak masyarakat Maybrat agar dapat memilih kepala kampung yang benar-benar paham akan kebutuhan dan kemajuan kampung. (Mrk)

Minggu, 07 Juli 2019

Bupati Maybrat Menyarankan " Masyarakat Nikah Lebih Dari Satu Orang"



MAYBRAT, (Maybrat News) – Untuk meningkatkan populasi penduduk diwilayah Kabupaten Maybrat, Bupati Drs. Bernard Sagrim, menyarankan agar setiap laki-laki dapat memiliki istri lebih dari satu orang.

“Penduduk kita totalnya itu diperkirakan sekitar 19 ribu jiwa. Namun progres perekaman sudah mentok sampai 13–15 ribu,” ungkap Sagrim, pada hearing DPRD dengan pihak eksekutif di ruangan sidang DPRD Maybrat di Kumurkek, Kamis lalu.

“Itu artinya mereka yang berusia 17 tahun atau dibawah itu, belum menikah, sedangkan usia dibawah itu sekitar 5 ribu,” ujarnya.

Menurutnya, ini merupakan sebuah tantangan. “Sehingga selalu saya utarakan, kalau laki-laki Maybrat kawin lebih dari satu itu bisa, agar dapat anak banyak-banyak untuk menutupi kekurangan penduduk,” terangnya.

Lanjut dia, solusi lain untuk meningkatkan populasi penduduk, yakni mendatangkan transmigrasi. Namun yang jadi soal apakah dapat diterima oleh orang Papua di Maybrat.
“Kalau bagi saya kedatangan transmigrasi tidak jadi masalah, karena mereka nanti di tempatkan di wilayah Aifat, Aitinyo atau Ayamaru,” sebutnya.

“Jadi harus diingat, perkembangan kita orang Papua itu menurut deret hitung, sedangkan perkembangan saudara-saudara kita yang lain itu menurut deret ukur. Artinya kita berkembang itu satu dua dan seterusnya, sementara mereka satu lima sembilan dan seterusnya,” jelasnya.
 
“Jadi kemajuan daerah, bukan hanya satu bidang saja tetapi berbagai hal. Sehingga membangun Papua harus dikaji dari semua aspek,” tandasnya.(es)

Rabu, 03 Juli 2019

Bupati Bernard Sagrim Serahkan 2 Mobil Ambulance Untuk Puskesmas



MAYBRAT, (Maybrat News)– Bupati Maybrat Drs. Bernard Sagrim, MM., secara resmi menyerahkan 2 unit mobil dinas Ambulance kepada Puskesmas Ayamaru dan Puskesmas Aifat, Rabu (3/07).

“Penyerahan mobil Ambulance kepada puskesmas ini, guna membantu memperlancar proses pelayanan pasien yang sangat darurat. Dan juga untuk mengantar orang yang meninggal agar bisa diantar pulang kerumah,” ujar Bernard Sagrim.

Dalam kesempatan tersebut, Sekretaris Daerah Maybrat, Drs. Agustinus Saa, M.Si., juga mengingatkan para kepala puskesmas, agar mobil tersebut dirawat dengan baik dan dapat dipergunakan secara maksimal dalam pelayanan kepada masyarakat.

“Mobil dinas yang sudah diberikan itu jangan pergunakan untuk kepentingan pribadi,” ucapnya.
Ia menambahkan, penyerahannya ini yakni kepada puskesmas rawat inap dan IGD 24 dan puskesmas yang sudah diakreditasi. Mrk

Jalan Rusak Berat Menghambat Pelayanan Kesehatan di Distrik Mare



MAYBRAT, (Maybrat News) – Infrastruktur jalan di Distrik Mare, Kabupaten Maybrat, yang rusak parah, berdampak pada pelayanan kesehatan, yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan setempat. Hal ini diakui oleh Kepala Dinas Kesehatan Maybrat, Nelce Kambuaya, saat ditemui Sabtu (29/6/2019).

“Jalannya susah untuk dilewati karena medan jalan yang rusak. Sehingga pengobatan massal dan sosialisasi hanya sampai di kampung Sun. Sedangkan Kampung Seya, dan harus melewati Kampung Konja,” jelasnya.

Menurutnya, kondisi jalan di Distrik Mare dan Mare Selatan sudah terhubung, hanya saja tinggal peningkatan jalan berupa pengerasan dan pengaspalan.

“Akses jalan memang butuh perhatian dari pemerintah daerah, agar aksebilitas berjalan baik dan lancar dalam proses pelayanan pendidikan, kesehatan, ekonomi, infrastruktur dan lainnya,” sebutnya.(es)

Sekda Maybrat "Uang Lauk Pauk (ULP) Dibayar Sesua Kehadiran Pegawai"



MAYBRAT, (Maybrat News) – Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dilingkup Pemkab Maybrat, diminta terapkan absensi secara manual di masing-masing unit kerja. Hal  ini dimaksudkan agar dapat mengetahui tingkat kehadiran para pegawainya.

“Absensi manual ini sudah harus diterapkan mulai bulan Juli 2019. Agar kita tau pegawai mana yang masuk dan tidak, karena uang lauk pauk (LP) itu dibayar sesuai tingkat kehadirannya,” kata Sekda Maybrat. Drs. Agustinus Saa, MSi.

Sekda menuturkan, bilamana pimpinan OPD belum mengetahui secara keseluruhan nama pegawainya, dapat berkoordinasi atau minta daftar gaji di bagian Keuangan, dan mencatat nama-nama pegawainya.

“Kalau daftar pegawainya sudah lengkap, kedepan ada kebijakan setiap pegawai yang makan di warung, maka uang lauk pauknya dibayar disana,” ucapnya.

“Kebicakan ini diambil supaya pegawai tetap bekerja dan tidak pikir untuk cepat pulang. Bukan jam kantor tapi pulang duluan dari jam kerja,” tutupnya. Mrk

Mencegah Perbedaan Harga "Bappeda Maybrat Bentuk Tim Penyusun Basic Price"



MAYBRAT, (Maybrat News) – Dalam rangka peningkatan stabilitas harga, Bappeda Kabupaten Maybrat, melakukan rapat pembentukan Tim Penyusun Basic Price (Harga Dasar). Rapat tersebut dibuka oleh Sekda Maybrat, Drs. Agustinus Saa, MSi, dan dihadiri pimpinan OPD, di Aula Pertemuan Sekda di kumurkek, Selasa (2/7/2019). 

Kepala Bidang Perekonomian Bappeda Maybrat, Marthen Atkana mengatakan penyusunan Basic Price, tahun 2019, melibatkan delapan OPD dan rumpun ekonomi.

“Tujuan pembentukan tim ini untuk membatasi harga barang dan jasa terlebih sembilan bahan pokok dan bahan bangunan agar tidak melampaui agar standarnya,” ujarnya.

Menurut dia, tim ini akan bekerja selama tiga bulan dan hasilnya disampaikan kepada Bupati dan Wakil Bupati, untuk selanjutnya dikonsultasikan ke DPRD untuk ditetapkan sebagai Perda.

“Kita harapkan tim ini bisa menghasilkan suatu draf, kemudian disampaikan ke pemerintah dan diusulkan ke DPRD untuk disidangkan jadi Perda. Sehingga kedepan ada keseimbangan harga barang dan jasa demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat,” tutupnya. Mrk

Selasa, 02 Juli 2019

"Bupati Kabupaten Maybrat Kunjungi Warga Kambuskato Yang Terkena Banjir"



MAYBRAT, (Maybrat News)– Bupati Kabupaten Maybrat, Drs. Bernard Sagrim, MM., bersama pejabat OPD terkait meninjau langsung lokasi musibah banjir di kampung Kambuskato Distrik Ayamaru Timur Selatan, Senin (1/07).

Kehadirannya di lokasi banjir, selain untuk melihat secara langsung kondisi 33 rumah warga yang masih terendam banjir juga ingin melihat kondisi penyebab banjir yakni saluran irigasi yang diketahui dipenuhi sampah alias, tersumbat.

Dalam kesempatan itu, Bernard Sagrim menyempatkan diri untuk berdialog bersama warga yang tertimpa musibah banjir.

Ia pun mengimbau kepada warga agar waspada dan tak berkenan lagi untuk bertahan di kampung Kambuskato lantaran termasuk daerah rawan banjir.

“Maka dengan kejadian ini, warga harus pindah ke daerah Sipat dan Isuzu supaya tidak terjadi musibah banjir lagi,” ucapnya.

Kata dia, di lokasi banjir ini, nantinya akan dihijaukan kembali dengan berbagai tanaman pohon yang ada untuk menahan kawasan.

Selain itu, Bernard Sagrim juga langsung melakukan pendataan sejumlah warga masyarakat kemudian memerintahkan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Hosea Solossa untuk bersama OPD di lingkungan pemerintah Kabupaten Maybrat berangkat ke Sorong Selatan membeli kebutuhan warga, seperti sembako, penerangan dan air bersih.

Kemudian, ia memerintahkan intansi terkait mengadakan tenda umum penampungan sementara untuk warga dan dapur umum

Hingga saat ini warga kampung Kambuskato Distrik Ayamaru Timur Selatan masih mengungsi di tenda darurat yang sudah disediakan. Mrk

Michael R Kareth "Pengisian Jabatan DOB PBD Wajib Prioritaskan Orang Asli Papua"

                                                    Dr. Michael Rafael Kareth, S.Hut, M.Si Dr. Michael R Kareth, S.Hut,  M.Si., mantan Aktif...