"Nehaf Sau Bonout Sau" "Satu Hati Satu Komitmen"

Kamis, 07 November 2019

Bupati "Pembangunan Maybrat Tidak Hanya Soal Fisik"

Bupati Kabupaten Maybrat, Drs. Bernard Sagrim, MM

MAYBRAT, (Maybrat News) Bupati Kabupaten Maybrat, Drs. Bernard Sagrim, MM dalam membangun daerahnya memastikan tidak hanya terfokus ke pembangunan fisik semata, tetapi akan mengembangkan dan meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM), perekonomian, kesehatan masyarakat dan kearifan lokal. 

“Saya kira pembangunan fisik itu penting, karena berkaitan dengan daerah baru. Tetapi lebih dari itu, membangun non fisik juga sangat penting, agar nantinya ada keberlanjutan dan terus berkembang,”tutur bupati saat ditemui di Kumurkek, belum lama ini.  

Oleh karena itu, bupati meminta kepada semua pejabat, staf dan kelompok yang berkepentingan agar mendukung penuh upaya Pemkab Maybrat untuk pengembangan dan meningkatkan SDM Maybrat melalui pola pendidikan perwilayahan yang akan diterapkan. (Mrk)

Rabu, 06 November 2019

Bupati Maybrat "Pemuda Harus jadi Garda Terdepan Pembangunan"

Bupati Kabupaten Maybrat, Drs. Bernard Sagrim, MM.
MAYBRAT, (Maybrat News) Bupati Maybrat, Drs. Bernard Sagrim, MM mengharapkan generasi muda untuk menjadi garda terdepan dalam  pembangunan di daerah. Sebab menurut bupati, pemuda adalah asset pembangunan di masa yang akan datang. 

Oleh karena itu, kata bupati, para pemuda perlu mengembangkan diri, sikap dan mentalitas yang baik, serta menjauhi minuman keras, narkoba dan pergaulan bebas, yang dapat menyebabkan penyakit dan hal buruk lainnya.

“Sebaiknya pemuda di Kabupaten Maybrat hadir sebagai garda terdepan dalam pembangunan. Itu berarti, lebih banyak hadir memberi solusi daripada membawa masalah bagi masyarakat di wilayah Pemerintahan Kabupaten Maybrat,”ujar bupati, saat diwawancarai di Kumurkek, Selasa (17/9/19).

Selain itu, bupati juga meminta pemuda menjadi agen perubahan, dengan mengedepankan kualitas diri dan bertanggung jawab terhadap setiap persoalan yang terjadi di Maybrat, serta belajar memperbaiki dan menata diri untuk masa depan yang lebih baik. (Mrk)

Di Maybrat, Ada Dana Desa Digunakan untuk Bayar Denda Adat


MAYBRAT, (Maybrat News) – Pengeoloaan Dana Desa di beberapa kampung di Kabupaten Maybrat, saat ini tak berjalan maksimal karena beberapa hal. Diantaranya biaya transportasi yang tinggi, serta persoalan sosial budaya dan adat yang dilimpahkan kepada pemerintah kampung untuk diselesaikan. Kamis, 7/11/2019.

Kepala Distrik Aifat Timur, Jhoni Mate, kepada Maybrat News mengungkapkan, di wilayah Aifat Timur ada beberapa kampung yang dana desanya tidak berjalan maksimal, karena persoalan sosial budaya dan adat yang dilimpahkan kepada pemerintah kampung untuk diselesaikan, seperti membayar denda dan lain sebaginya.

“Kami maunya dana desa diperuntukan pembangunan rumah layak huni bagi rakyat di kampung, tetapi kami alami kesulitan karena masalah sosial. Yang sedianya alokasi dana desa diperuntukan untuk 2 sampai 3 rumah, tetapi hanya bisa jadi satu rumah saja,”ungkap Mate, di Kumurkek,

Dicontohkannya, di beberapa daerah tertentu terjadi perubahan signifikan karena penggunaan dana desa yang sesuai peruntukan dan perencanaannya. Namun kata dia, di wilayahnya pembangunan berlatar belakang dana desa terhambat, karena sering terjadi perdebatan soal adat, pergantian kepala kampung, bayar hutang pinjaman dan lain sebagainya, yang bisa memicu keributan antar masyarakat di kampung. 

“Hal itu dapat dikatakan menjadi penghambat dalam pergerakan pembangunan, sesuai dengan apa yang direncanakan untuk menata dan membangun kampung. Kita maunya dana itu digunakan untuk pembangunan, sesuai tujuan pokok dan fungsinya. Tetapi ada persoalan yang muncul dan maunya melibatkan pemerintah kampung, sehingga tujuan penggunaan dana desa tidak tercapai,”tuntasnya. (Mrk)

Selasa, 05 November 2019

Maybrat Dapat 48 Tenaga Nusantara Sehat, Untuk Enam Puskesmas

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menghadirkan 48 orang tenaga Nusantara Sehat tahap ke II tahun 2019, yang ditugaskan di Kabupaten Maybrat. 

MAYBRAT, (Maybrat News) – Dalam rangka untuk mensukseskan program Nusantara Sehat, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menghadirkan 48 orang tenaga Nusantara Sehat tahap ke II tahun 2019, yang ditugaskan di Kabupaten Maybrat.

Sebelumnya tahap I di tahun 2018 lalu, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah menghadirkan 10 tenaga Nusantara Sehat, yang ditempatkan diwilayah Mare, Kabupaten Maybrat. “Kita patut menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Kesehatan RI yang telah menempatkan 48 tenaga Nusantara Sehat di Maybrat,” kata Wakil Bupati Maybrat, Drs. Paskalis Kocu, M.Si, Senin (4/11/2019).

Dia mengatakan, tahap pertama tenaga Nusantara Sehat, yang ditempatkan tak berjalan maksimal, namun kali ini pihaknya tetap komitmen meningkatkan sumber daya manusia melalui bidang kesehatan. “Ini perlu ada singkronisasi dan kolaborasi dengan petugas kesehatan ditingkat Puskesmas, Pustus, Polindes, kepala kampung dan kepala distrik, sehingga proses pelayanan selama 2 tahun yang dilakulan berjalan maksimal, masyarakat dapat terlayani baik,” jelasnya.

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Maybrat, dr. Nelce Kambuaya, Msc,Sp.Rad mengatakan tim Nusantara Sehat ini akan ditempatkan di 6 Puskesmas, yakni di Aifat Utara, Aifat Selatan, Aifat Timur, Mare, Aitinyo Utara dan Aitinyo Tengah, dan mereka akan diawasi. “Saya sudah perintahkan Kabid SDM Kesehatan bersama staf dan 6 kepala Puskesmas agar kerjasama lintas sektor dan 6 kepala distrik terkait keamanan dari tim Nusantara Sehat dan kami tetap lakukan pendampingan,” tukasnya.

Dia menambahkan, keberadaan tenaga Nusantara Sehat ini diharapkan dapat menjawab hambatan yang selama ini terjadi, apalagi di Maybrat sumber daya manusia kesehatan masih terbatas, sehingga pelayanan tidak maksimal bagi masyarakat yang berada di daerah pinggiran. (Mrk)

Bupati Maybrat Ajak Orang Maybrat Berinvestasi

Bupati Kabupaten Maybrat, Drs. Bernard Sagrim. MM.
MAYBRAT, (Maybrat News) – Bupati Maybrat, Drs. Bernard Sagrim, MM menantang para pemilik modal hingga para pejabat Maybrat untuk melakukan kegiatan investasi di daerah tersebut. Hal ini disampaikan bupati saat diwawancarai awak media usai menandatangani kerja sama dengan Uncen Jayapura untuk pengembangan ekonomi daerah di Maybrat, belum lama ini.

Bupati mengatakan, wilayah maybrat menyimpan banyak potensi yang jika dikembangkan akan mendatangkan keuntungan baik bagi investor, masyarakat maupun pemerintah setempat. Hanya saja, kata bupati, potensi-potensi yang ada di belum dieksploitasi, sehingga belum bisa memberikan manfaat apa-apa bagi masyarakat.

“Di bidang pariwisata, kita punya situs-situs sejarah, danau, pegununan dan sebagainya. Kemudian, pertambangan di  wilayah Timur Maybrat ada emas, batu bara dan lainnya, namun sampai saat ini sama sekali belum dieksploitasi,” kata Sagrim.

Sagrim pun menantang para pengusaha, pejabat ataupun pemilik modal asli Papua yang ada di Maybrat bisa memanfaatkan sumber daya yang ada tersebut melalui kegiatan investasi.

“Jangan mau langsung yang besar-besar, mulailah dengan yang kecil-kecil dulu, nanti dengan sendirinya pasti berkembang. Saya yakin orang Maybrat ini banyak yang punya uang, tapi kemauan saja untuk melakukan investasi di daerahnya sendiri yang belum ada,” ungkap Sagrim. (Mrk)

Minggu, 03 November 2019

Bupati Maybrat: Cukup A3, Jangan Tambah Lagi


MAYBRAT, (Maybrat News) Sejak dulu kala, di Kabupaten Maybrat sudah dikenal dengan 3 suku yang ada di dalamnya. Ketiga suku itu adalah Ayamaru, Aitinyo dan Aifat (A3). Mempertetgas itu, Bupati Drs. Bernard Sagrim, MM meminta untuk tidak menambah-nambah lagi suku lainnya. 

“Kalau tambah nomenklatur itu biasanya banyak kelompok kepentingan di sana. Akhirnya kita pusing mengurusnya, karena banyak faksi-faksi. Kalau sudah A3 jangan tambah-tambah lagi, nanti bikin pusing, jadi tetap A3 di Kabupaten Maybrat “ujar bupati, saat ditemui awak media usai tatap muka khusus dengan staf di Lingkup Pemerintahan Kabupaten Maybrat, di aula pertemuan Setda Maybrat.

Mengenai Yumasses, sambung bupati, sesuai sejarahnya di sana dulu adalah tempat orang berkebun dan kehadiran Yumasses untuk mempermudah orang A3, karena dulunya orang Mare masuk di Kepala Pemerintah Setempat (KPS) dan masuk di wilayah Ayamaru. 

“Secara adat, Yumasses masuk dalam Ayamaru. Saya juga dari kelompok Yumasses, tetapi tidak menyebutkan nomenklatur itu. Nenek saya orang Mare dan masih keturunan ketiga dari orang Mare,”imbuhnya. 

Oleh karena itu, bupati berharap agar semua masyarakat Maybrat untuk menyatukan presepsi seperti dahulu dan membangun Maybrat bersama-sama. (Mrk)

Lewi Saa: Perlu Ada Stadion Mini di Tiga Titik



MAYBRAT, (Maybrat News) – Anggota DPRD Kabupaten Maybrat dari Partai Hanura, Lewi Saa, mengatakan pemerintah Kabupaten Maybrat, sebaiknya memperhatikan kegiatan pembinaan kemasyarakatan seperti olah raga bola kaki, bola voly dan lainnya.

Dalam rangka pembinaan bakat tersebut, ia menyarankan agar Pemda segera membangun stadion mini di tiga titik, yakni di Aifat, Ayamaru dan Aitinyo.

“Ada bakat sepak bola, voly dan lainnya di Maybrat. Hanya saja tidak didukung sarana atau fasilitas pendukung agar bakat-bakat tersebut bisa disalurkan dengan baik. Kami sarankan Pemda segera membangun semacam stadion mini yang dipusatkan di tiga titik yakni Aifat, Ayamaru dan Aitinyo,” ujar Lewi Saa, kepada Maybrat News, Jumat, (25/10).

Menurutnya, hal ini perlu dilakukan agar bakat-bakat olahraga, khususnya bola kaki di Maybrat tidak terputus. Ia mencontohkan, pemain top seperti Eduar Isir, Ortisan Solosa, Boas Solosa, Yanto Basna dan lainnya terbukti mampu mengharumkan nama Maybrat, bahkan Indonesia hingga di kanca internasional. “Mereka ini sudah punya bakat alami dalam olahraga, tinggal pemerintah siapkan fasilitas. Toh nanti kita juga yang bangga kalau mereka sukses,”pungkasnya. [(Mrk)

Michael R Kareth "Pengisian Jabatan DOB PBD Wajib Prioritaskan Orang Asli Papua"

                                                    Dr. Michael Rafael Kareth, S.Hut, M.Si Dr. Michael R Kareth, S.Hut,  M.Si., mantan Aktif...