"Nehaf Sau Bonout Sau" "Satu Hati Satu Komitmen"

Sabtu, 25 Januari 2020

Bupati Maybrat "Pimpinan OPD Harus Tegas Terhadap Stafnya"

Bupati Kabupaten Maybrat. Drs, Bernard Sagrim, MM.

MAYBRAT, (Maybrat News) - Bupati Kabupaten Maybrat, Drs, Bernard Sagrim, MM, meminta kepada seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk segera menata pejabat dan staf yang ada, meskipun akan ada pergeseran pejabat eselon III dan IV dalam waktu dekat ini. (20/1/20)

Dalam penuturanya, Bupati Bernard Sagrim mengatakan bahwa, semua ASN harus diatur, jam berapa harus masuk dan pulang kantor, sehingga pelayanan masyarakat dapat berjalan dengan baik dan nantinya juga masyarakat itu sendiri yang akan merasakan pelayanan dari pemerintah.

Sagrim juga meminta kepada seluruh ASN di linkup Pemda Maybrat untuk bekerja dengan baik dan maksimal, jangan bekerja asal jadi tetapi tunjukan kemampuan yang pada diri anda, sehingga pimpinan bisa melihat staf siapa yang benar kerjanya dan staf siapa yang perlu di tingkatkan lagi etos kerjanya.

Menurut Sagrim, perintah pergantian itu sudah lama tetapi belum dilakukan. Hal ini lanjut bupati agar proses penyelenggaraan pemerintahan itu berjalan baik dan efektif di masing-masing OPD, tutup orang nomor satu di Kabupaten Maybrat ini. (Mrk)
 
 

Masyarakat Maybrat "Waspada Kejahatan Begal"


MAYBRAT, (Maybrat News) - Peristiwa ini benar-benar harus menjadi perhatian bagi seluruh masyarakat Maybrat, terlebih khusus masyarakat Maybrat yang berada di Kota Sorong maupun yang hendak melakukan perjalanan dari Maybrat menuju Kota Sorong agar selalu mawas diri dan berhati-hati.


Aksi begal sadis kembali terjadi di komplek Malanu, Kota Sorong, Minggu  (Minggu 6/1/2020) sekitar pukul 10.00 WIT. Satu korban pria berinisial EK Baru saja di begal. selain merampas barang milik korban, begal juga tidak segan-segan untuk melukai korban bahkan bisa sampai pada pembunuhan. (Mrk)



Pemkab Maybrat Mengucapkan Selamat Merayakan HUT PI ke 165 di Tanah Papua


Pemkab Maybrat Mengucapkan Selamat Merayakan HUT PI ke 165 di Tanah Papua


Sabtu, 18 Januari 2020

Renungan Kristen "Batu di Tengah Jalan"

(M-N)
MAYBRAT, (Maybrat News) - Dahulu kala, ada seorang raja yang dengan sengaja meletakkan sebuah batu besar persis ditengah-tengah Jalan Desa. Dimana sang raja ini ingin mengetahui, apakah ada seseorang yang akan memindahkannya. lalu dengan cepat Sang raja bersembunyi di dalam semak-semak yang tak jauh dari situ. 

Banyak penduduk lalu lalang, termasuk abdi kerajaan. Mereka hanya diam sebentar, lalu pergi.
Beberapa hari kemudian, keluhan-keluhan mulai menggema di seantero kerajaan, mereka menuding raja mereka malas, tak mampu walau hanya membersihkan jalanan.

Mereka terus menyalahkan raja tanpa ada usaha nyata memindahkan batu. Satu hari, petani sayur melintas. Dia langsung meletakkan bawaan, lalu mencoba menggeser batu Sedikit demi sedikit, batu bergerak, diantara peluh dan nafas tersengal-sengal.
Akhirnya, batu seutuhnya dipindah ke sisi jalan.
Baru saja hendak melanjutkan perjalanan, petani itu menemukan sebuah pundi-pundi. Isinya emasberlian, dan sepotong surat dari raja, “Ini untuk mereka yang bersedia memindahkan batu”.


 Pesan Moralnya adalah;
Pertama: Setiap rintangan, hambatan, tantangan, dan kerja keras pasti akan membawa hal baik dalam hidup.
Kedua: orang-orang malas kerjanya hanya bisa omong banyak, mengkritik dan mengeluh.
Ketiga, selalu ada orang di dunia ini yang dengan kemurahan hatinya menciptakan peluang bagi mereka yang mau berusaha. Dan kita tak pernah tahu kapan, dan di mana akan bertemu golongan ini. (Mrk)

Bupati Maybrat “Pelantikan Jabatan Eselon II Akan di Lakukan Secepatnya"

Bupati Kabupaten Maybrat, Drs. Bernanrd Sagrim, MM.
MAYBRAT, (Maybrat News) - Pelantikan jabatan eselon dua akan di lakukan secepatnya, kemungkinan akan dilakukan bersamaan dengan penyerahan DPA SKPD ini. Terutama pelantikan ini akan di prioritaskan untuk yang sudah mengikuti Job Fit dan kemudian ada beberapa yang akan menjadi Pelaksana Tugas (PLT) demikian ungkapan Bupati Kabupaten Maybrat, Drs. Bernanrd Sagrim, MM. di sela-sela kegiatan lepas sambut 2019-2020 di Yukase pada hari Sabtu lalu.

Sagrim juga menegaskan bahwa, orang Maybrat inikan banyak jadi harus rasa-rasa lah, ada yang dapat ada yang turun lagi, dan ada juga yang naik ganti lagi.

Jadi sebagian akan menjadi pelaksanan tugas sambil menunggu pelelangan jabatan, jadi begitu, semua inikan ada mekanismenya.

Di tanya mengenai kapan proses pelantikan, Sagrim menyampaikan bahwa mungkin akan di lakukan secepatnya, kalau tidak ada halangan dan hambatan ya bisa di lakukan di bulan Januari atau minggu pertama bulan Februari, karena beliau sangat sibuk dengan tanggung jawab besar yang di berikan kepada beliau paska di lantik  sebagai Wakil Sekjen I Pusat Partai Golongan Karya (Partai GOLKAR)

Jadi saya mungkin hanya satu atau dua hari saja di Maybrat, sisanya saya di Jakarta untuk menyelesaikan semua tugas dan tanggung jawab saya paska di lantik sebagai Wasekjen I Pusat Partai Golkar, tutup Orang Nomor Satu di Kabupaten Maybrat ini. (Mrk)

Bupati Maybrat “Penghapusan Eselon III dan IV Menjadi Masalah Baru di Tanah Papua"


Bupati Kabupaten Maybrat, Drs. Bernanrd Sagrim, MM.,

MAYBRAT, (Maybrat News) - Bupati Kabupaten Maybrat, Drs. Bernanrd Sagrim, MM., menuturkan bahwa, eselon tiga dan eselon empat memang menjadi masalah khususnya kami di tanah papua. , tetapi puji Tuhan karena mendagri masih, mengkaji secara baik. Prosesnya dilakukan secara proposional. Seperti kementrian dan lembaga, ini akan segera di berlakukan tetapi kalau untuk daerah butuh waktu.

Hal ini kan tidak mungkin di ambil kebijakan begitu saja, karena Orang Asli Papua (OAP) ini sebagian besar ada menyebar di eselon-eselon itu, tapi kalau kemudian di hilangkan lalu Orang Asli Papua ini mau di kemanakan.

Jadi kami di sini (Maybrat) tetap jalan seperti biasa saja, tidak ada masalah. Karena ini mengenai pertimbangan orang banyak, namanya kita buat aturan ini untuk menguntungkan siapa, saya kira harus menguntungkan orang banyak. Kalau untuk orang banyak berarti mereka-ini sudah yang berada di basis eselon tiga dan empat ini harus tetap ada untuk menjawab kebutuhan Orang Asli Papua (OAP).

Karena kita lihat dimana-mana, seperti pemilu legislative kemarin ini kan sangat tersasa, kalau di Maybrat mungkin tidak terlalu terasa tetapi kalau di Sorong dan Kota Sorong pasti sangat terasa, karena kursi DPR untuk Orang Asli Papua ini sudah tidak ada, dimana dari 30 sekian kursi DPR itu Orang Asli Papua hanya 5 atau 6 orang saja memperoleh kursi, nah coba kita bayangkan apakah ini nantinya tidak menyusahkan orang Papua kita kedepan. Hal-hal semacam inilah yang akan bisa memicu kanflik.

Oleh sebab itu mari kita semua OAP berdoa agar supaya UU OTSUS ini segera di bahas supaya masalah kepegawaian ini juga kita bahas didalam.

Contoh seperti ada pengecualian, seperti masalah kepegawaian, tidak usah lagi ada lelang jabatan. Kita bagi saja menurut keseimbangan, kemudian masalah CPNS, tidak usah lagi di lakukan proses seleksi melalui system CAT, kembalikan saja ke tes manual, kemudian berikan kewenangan kepada kepala daerah untuk menentukan hasil kelulusan, karena kepala-kepala daerah inilah yang lebih mengetahui dan memahami apa sebenarnya kebutuhan dan masalah di daerah, bukan computer, karena computer itu hanya untuk mengetahui kemampuan akademis setiap peserta tes tutup Sagrim. (Mrk)

Michael R Kareth "Pengisian Jabatan DOB PBD Wajib Prioritaskan Orang Asli Papua"

                                                    Dr. Michael Rafael Kareth, S.Hut, M.Si Dr. Michael R Kareth, S.Hut,  M.Si., mantan Aktif...