"Nehaf Sau Bonout Sau" "Satu Hati Satu Komitmen"

Sabtu, 29 Februari 2020

Gubernur Papua Barat "DOB Maybrat Sau Sudah Menjadi Agenda Nasional"

Gubernur Provinsi Papua Barat, Drs. Dominggus Mandacan
MAYBRAT, (Maybrat News) - Bertempat di Swesbell Hotel Kota Sorong, Pemerintah Kabupaten Maybrat bersama tim pemekaran kabupaten Maybrat Sau melakukan pertemuan bersama Gubernur Papua Barat, perwakilan Pemerintah Pusat, Forkopimda dan Dandim guna membahas tindak lanjut hasil paripurna dan pernyerahan  Personel, Pembiayaan, Perlengkapan dan Dokumen (P3D) serta Penganggaran yang terkait dengan pemekaran Kabupaten Maybrat Sau yang sedang kami perjuangkan ini, 29/2/20.

Menurut Juru Bicara (Jubir) Tim Pemekaran Maybrat Sau, Maximus Air, S.E,  DOB Maybrat Sau ini hadir karena merupakan kebutuhan bersama, oleh sebab itu, dalam pertemuan tadi juga Gubernur Papua Barat, Drs. Dominggus Mandacan sudah menjelaskan kepada kami sebagai tim pemekaran Maybrat Sau bahwa, beliau sendiri juga sudah di panggil oleh Mendagri (Tito Karnavian)  yang mana mendagri menitipkan calon kabupaten Maybrat Sau kepada saya pada saat beliau di lantik sebagai Mendagri dan juga kabupaten Maybrat Sau ini sudah menjadi Agenda Nasional.

Rapat Bersama Pemkab Maybrat, DPR Maybrat & Tim Pemekaran Maybrat Sau
Sehingga tadi kami dari tim pemekaran sudah minta kepada Gubernur untuk harus ada audens, ada pertemuan bersama, antara pemerintah kabupaten Maybrat, tim pemekaran kabupaten Maybrat Sau dan Masyarakat kabupaten Maybrat di Manokwari untuk menindak lanjuti kesepakatan tersebut.

Sehingga dari hasil kesepakatan itu, kita harapkan pemerintah Provinsi, Forkopimda Provinsi, dan Gubernur Papua Barat untuk memfasilitasi pemerintah kabupaten Maybrat, DPR kabupaten Maybrat, masyarakat dan tim pemekaran kabupaten Maybrat Sau bisa bersilahturahmi atau bertemu dengan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) untuk mendesak segera hadirkan kabupaten Maybrat Sau.

Menyikapi hal itu, Gubernur Provinsi Papua Barat, Drs. Dominggus Mandacan tadi sudah menelpon Kepala Biro Pemerintahan Provinsi untuk segera mengatur waktu dan segera menindak lanjuti perintah tersebut, yang mana kalau bisa dalam minggu ini sudah ada hasil yang akan gubernur sampaikan lewat radiogram untuk melakukan pertemuan di Manokwari tutup Juru Bicara (Jubir) tim pemekaran Maybrat Sau. (Mrk)







Rabu, 26 Februari 2020

Bupati Maybrat Launching Pengisian Sensus Penduduk Secara Online

Bupati Maybrat, Drs Bernard Sagrim, saat launcing pengisian Sensus Penduduk secara Online bersama Muspida dan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kampung Sune, Distrik Aifat, Rabu (26/2/2020).

MAYBRAT (Maybrat News) – Bupati Maybrat, Drs. Bernard Sagrim, MM, mengajak seluruh warga Maybrat aktif berpartisipasi mensukseskan Sensus Penduduk (SP) online tahun 2020.

Hal itu disampaikan Bupati Sagrim, pada launcing pengisian Sensus Penduduk secara Online bersama Muspida dan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kampung Sune, Distrik Aifat, Rabu (26/2/2020).

“Mulai hari ini, kita mencanangkan dan saya harapkan setiap minggu dapat melakukan evaluasi bersama BPS Sorsel perwakilan Maybrat, agar dapat mengetahui progresnya berapa persen hingga waktu yang sudah ditentukan itu,” ujar bupati.

Bupati mengatakan data kependudukan ini sangat bermanfat bagi kebijakan anggaran, pembangunan dan lainnya secara berjenjang baik tingkat nasional, provinsi dan daerah, serta Sensus Penduduk ini dalam upaya mewujudkan satu data kependudukan Indonesia.

Sementara Kepala BPS Kabupaten Sorong Selatan, Ratna MH Gusti, SE, MP, mengatakan Sensus Penduduk di tahun 2020, menggunakan dua cara yaitu secara online dari 15 Februari hingga 31 Maret 2020 dan sensus wawancara tanggal 1 Juli hingga 31 Juli 2020.

“Kita harap SP 2020 dapat berjalan lancar dan masyarakat dapat mengisi secara mandiri data-data kependudukannya. Jadi, tinggal diatur, kapan akan diisi ketika jaringan itu ada. Bila ke Sorong, bisa diisi disana dan kalau secara manual kami akan tempatkan 100 orang di Maybrat untuk mendata,” tandasnya.(Mrk)

Selasa, 25 Februari 2020

Pastor Emanuel Bofitkamon Air, OSA, Gelar Misa Perdana di Gereja St. Yohanes Rasul Konja


MAYBRAT, (Maybrat News) – Pastor, Emanuel Bofitkamon, Air, OSA, melakukan misa perdananya di Gereja Katolik Stasi Yohane Rasul Konja Paroki Santo Yosef Ayawasi, Selasa (25/2/2020).

Misa perdana ini dilakukan setelah dirinya ditabiskan oleh Uskup Manokwari Sorong, Mgr. Hilarion Datus Lega, Pr, tanggal 23 Februari 2020 yang lalu.

Sebelum dilakukan misa dilaksanakan prosesi inisiasi adat (wuon) sesuai adat Suku Maybrat.
Selain itu, Pastor Emanuel Bofitkamon Air, OSA secara resmi diserahkan dari pihak keluarga kepada Gereja Katolik sebagai pastor untuk melayani seluruh umat Katolik di Keuskupan Manokwari Sorong, khusus Paroki Santo Yoseph Ayawasi.

Pastor dalam khotbahnya mengajak kita semua untuk dapat meningkatkan kebersamaan, di Kampung Konja, Man, Yarat maupun Ayawasi dan sekitarnya.

“Kita tidak berpikir sesuatu yang membangun, tetapi kita harus mau mengalahkan satu sama yang lain, sehingga dalam komunitas kita sebagai saudara, keluarga, Umat, Stasi, Paroki dan masyarakat dan jangan mudah pudar dan terpecah,” ucapnya.

Usai ibadah, Pastor Emanuel Bofitkamon Air, OSA melakukan pemberkatan pertama bagi keluarga, marga, guru-guru dan pemerintah kabupaten Maybrat.

Misa perdana itu dihadiri oleh Pastor Paroki Emanuel Sanggeng Manokwari, Pastor Paroki Kristus Raja Kampung Baru Sorong, Pastor Paroki Ayawasi, Pastor Paroki St. Andreas Ayata dan Pastor Pra Laroki St. Ambrosius Mare.

Selain itu juga hadir Wakil Bupati Maybrat Drs Paskalis kocu M.Si, Plt. Sekda Ferdinandus Taa SH,M.Si dan Ketua DPRD Kabupaten Tambrauw, Cosmas Baru, S.Hut.( Mrk)

Silahkan Berikan Penilaian Anda Tentang Media Maybrat News (Beritanya Orang Maybrat)


Saudara-saudari sekalian, kami sangat membutuhkan komentar dan penilaian anda tentang group ini, apakah group ini sudah membantu saudara-saudari sekalian dalam memberikan informasi tentang perkembangan kabupaten Maybrat atau belum.

Segala kritik dan saran yang di berikan sangat membantu kami untuk menjadi bahan koreksi,  sehingga kami bisa menjadi sebuah media informasi yang lebih profesionlal lagi, terima kasih Tuhan Yesus Memberkati kita semua

                                        Nehaf Sau Bonout Sau "Satu Hati Satu Komitmen"
                                                                          (Admin)

Maximus Air "Keputusan Pembentukan Maybrat Sau Sudah Final"

 Juru Bicara Tim Pemekaran Maybrat Sau, Maximus Air, S.E.


MAYBRAT, (Maybrat News) – Juru Bicara (Jubir) tim pemekaran kabupaten Maybrat Sau, Maximus Air, S.E, mengatakan bahwa usulan pembentukan kabupaten Maybrat Sau bukan lagi merupakan agenda daerah ataupun masyarakat, melainkan sudah menjadi agenda nasional.

Adapun wilayah yang mencakup Maybrat Sau adalah Ayamaru raya , Yumases raya dan Aitinyo raya. Sementara untuk ibu kota Maybrat saat ini hanya fokus di wilayah Aifat raya, berdasarkan keputusan yang dikeluarkan oleh Bupati Maybrat yang selanjutnya diusulkan ke pemerintah pusat.

“Persoalan Maybrat Sau sudah menjadi agenda nasional, proses dan pengusulannya sudah berjalan. Oleh karena itu dengan adanya usulan letaknya ibu kota in tidak perlu dipermasalahkan, karena usulan Maybrat Sau sudah sementara berjalan,”ujar Maximus di Sorong, Senin (10/02).

Menurut Maximus, pembentukan Maybrat Sau merupakan sebuah solusi yang baik guna penyelesaian berbagai permasalahan Maybrat. Selain itu, dengan adanya pembentukan Maybrat Sau, secara otomatis Sumber Daya Manusia (SDM) disana akan diberdayakan.

“Saya mengharapkan dukungan dari masyarakat terutama yang ada di daerah cakupan Maybrat Sau. Kedepannya ketika Maybrat Sau sudah terealisasi dan pemerintah pusat melayani keinginan kita, bukan berarti menjadi pembedah diantara kita orang Maybrat. Selain itu, dengan adanya daerah administrasi ini, SDM yang melimpah ruah di Maybrat bakal mempunyai kesempatan untuk melayani masyarakat disana. Hal itu jugalah yang akan meredakan konflik yang sering terjadi,”jelas Maximus.

Disamping itu, Maximus mengimbau kepada seluruh lapisan stokeholder dan masyarakat agar tidak membangun polemik menyangkut pembentukan Maybrat Sau. Sebab, jika polemik-polemik itu dibuat, maka akan menimbulkan polemik yang besar dan sulit untuk diselesaikan.

“Kita berkaca dengan persoalan Maybrat dlu, ada kelompok Kmurkek dan Ayamaru yang menyebabkan kita berkonflik selama beberapa dekade. Saya berharap jangan sampai lagi terjadi kabupaten Maybrat Sau. Mari kita dukung apa yang sudah dilakukan Pemerintah daerah, pemerintah provinsi, dan pemerintah pusat,”harapnya.

Maximus menambahkan, Bupati Maybrat pernah menyampaikan bahwa untuk lokasi pemerintahannya akan ditentukan setelah dilakukan pertemuan dan kesepakatan bersama dengan tokoh masyarakat dan hak ulayat di wilayah itu.

Ditegaskannya juga, keputusan pembentukan ibu kota Maybrat Sau sudah final dan tidak bisa ditawar lagi. Sebab, jika ada beda pendapat yang berbeda, maka akan menghambat proses pembentukan ibu kota Maybrat sau.

“Tim pemekaran Maybrat Sau dibentuk oleh pemerintah karena berkonsekuensi dengan pembiayaan. Mumpung Pemkab Maybrat sudah membentuk tim untuk memperjuangkan Maybrat Sau, jadi kami minta masyarakat mendukung kami dan tidak boleh adalagi pembentukan tim-tim lainnya yang akan menimbulkan polemik diantara kita,”tandas Maximus. (Mrk)

Senin, 24 Februari 2020

Bulan Maret Absen Elektrik Akan Diberlakukan di Maybrat

Wakil Bupati Kabupaten Maybrat, Drs. Paskalis Kocu, M.Si

MAYBRAT, (Maybrat News) – Pemkab Maybrat mulai Maret 2020 akan menerapkan absen elektronik sidik jari atau fingerprint kepada aparatur sipil negara (ASN).

Kebijakan ini diterapkan untuk mendisiplinkan para pegawai. Apabila melanggar maka terancam terkena sanksi berupa pemotongan tunjangan tambahan penghasilan (TPP).

Hal itu disampaikan Wakil Bupati Maybrat, Drs. Paskalis Kocu, M.Si, usai apel pagi pegawai di lapangan Vaitmayaf, Senin, (24/2/2020).

“Saya kira, ketika ada mesin elektrik pegawai pasti aktif masuk kantor, karena LP dan kinerja itu dibayar didasari kehadiran tidak seperti sebelumnya. Sehingga bulan depan akan dimulai dari Setda selanjutnya dinas lainnya,” ujarnya.

Hal ini, lanjut Wabup untuk berbenah kinerja pegawai dilingkup Pemkab Maybrat dalam proses penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan pembinaan kemasyarakatan melalui kehadiran dan kinerja pegawai.

Wabup berharap kepada pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), agar dapat menertibkan pegawainya untuk masuk kantor. Karena, kita dipanggil untuk bekerja dan melakukan perubahan di masyarakat.

“Kita mau tunggu siapa lagi, kita ini sudah yang meletakan dasar pembangunan dan generasi berikutnya tinggal melanjutkan” tutup Wabup.(Mrk)

Wabup Maybrat Keluhkan ASN yang Malas Masuk Kantor

Wakil Bupati Kabupaten Maybrat, Drs. Paskalis Kocu, M.Si.

MAYBRAT, (Maybrat News) – Kinerja aparatur sipil negara (ASN) di lingkup Pemerintahan Daerah Kabupaten Maybrat, masih memprihatinkan, (24/2/2020).

Padahal pemerintah daerah telah menyediakan alat transportasi berupa bus yang siap antar jemput. Namun itu belum sepenuhnya dapat merangsang ASN untuk rajin masuk kantor.

“Bus ini sudah beroperasi selama dua minggu, namun masih saja ada ASN yang tidak masuk kantor,” kata Wakil Bupati Maybrat, Drs. Paskalis Kocu, M.Si, Senin .

Wabup mengatakan dalam tatap muka bersama pimpinan OPD dan staf, keluhan yang muncul itu kendaraan antar jemput pegawai, mengingat kondisi wilayah yang sangat berjauhan.

“Keluhannya sudah dipenuhi, tetapi kenyatannya pegawai ramai itu hanya di hari Senin, sedangkan Selasa dan seterusnya bus dari wilayah Ayamaru, Aitinyo dan Aifat Timur Sabah dan Yumases terlihat kosong,” ucapnya.

“Kalau saya lihat dalam 2 minggu ini selama bus beroperasi, kehadiran pegawai sekitar 40 persen dari jumlah pegawai di Maybrat,” sebutnya.

Wabup meminta para pegawai sebagai abdi negara dan andi masyarakat harus dapat menunjukan loyalitasnya, karena mereka terima gaji dari pemerintah setiap bulannya.

“Jangan karena teman kita tidak masuk, kita juga tidak masuk. Ini tidak boleh terjadi, dan kami harap ASN dapat menggunakan fasilitas bus yang sudah disediakan sebagai transportasi ke kantor, tegas Wabub” (Mrk)

Michael R Kareth "Pengisian Jabatan DOB PBD Wajib Prioritaskan Orang Asli Papua"

                                                    Dr. Michael Rafael Kareth, S.Hut, M.Si Dr. Michael R Kareth, S.Hut,  M.Si., mantan Aktif...