"Nehaf Sau Bonout Sau" "Satu Hati Satu Komitmen"

Sabtu, 20 Juni 2020

Kabag Umum Sekwan Maybrat Gelar Bimtek Kehumasan dan Protokoler


MAYBRAT, (Maybrat News) - Bagian Umum Sekretariat Dewan (Sekwan) Maybrat melakukan kegiatan Bimbingan Teknik (Bimtek) terkait Kehumasn dan protokoler yang diikuti staf Humas dan Satgas Merah Putih.  

Kegiatan tersebut dibuka oleh Asisten II bidang ekonomi dan pembangunan Setda Maybrat, Engelbertus Turot, SP, M.Si di Aula Sekwan Jumat, (19/6/20).

Kabag Umum Sekwan Maybrat, Yampiter Safkur, SH, saat ditemui usai kegiatan Bimtek mengatakan kegiatan tersebut bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada semua bagian yang ada di Sekretariat DPRD tentang kehumasan dan keprotokoleran.

“Saya harap bimbingan teknik yang diikuti ini bisa menambah wawasan dan pemahaman tentang Kehumasan dan keprotokoleran yang tujuannya agar agenda-agenda DPRD bisa berjalan lebih baik lagi, sesuai aturan yang berlaku,” paparnya.

Selain itu kata dia, untuk memberikan pedoman penyelenggaraan suatu acara agar berjalan tertib, rapi, lancar, teratur sesuai dengan ketentuan dan kebiasaan yang berlaku secara nasional. Hal ini sangat penting adanya koordinasi antar organisasi atau bagian-bagian agar kegiatan yang dilaksanakan tidak saling bertentangan dan simpang siur termasuk mengurus kegiatan kedewanan di kantor mupun luar kantor agar staf bekerja lebih baik lagi ,”jelasnya. (Mrk)

Kamis, 18 Juni 2020

Warga di Kab. Maybrat Segel Puskesmas dan Pustu Menolak Pergantian Kapus Mare



MAYBRAT, (Maybrat News) - Warga masyarakat Mare Selatan melakukan pemalangan Pustu Mare Selatan di Suksiar karena kesal atas pergantian kepala Puskesmas Mare dan bendahara yang
 dinilai tidak prosedural dan akan memicu konflik di masyarakat Mare dan Mare Selatan.

Pantauan media ini, warga yang diperkirakan sekitar puluhan orang itu melakukan penyegelan dengan palang kayu di pintu Pustu dan kantor distrik Mare Selatan di Suksiar Rabu, (17/6/20).

Ortisan Yumte Intelektual Mare sebagai kordinator aksi kepada media ini mengatakan kami masyarakat dan intelektual yang berada di Mare Selatan merasa kecewaan karena ada salah satu oknum anggota DPRD Maybrat utusan dari wilayah Mare dari fraksi Demokrat atas nama Naftali Hara, S.Sos yang ikut mengintervensi masalah pergantian kepala Puskesmas dan bendahara, padahal menurutnya mereka yang diganti inilah selalu aktif melaksanakan tugas di Puskesmas dan Pustu disana dari pada yang mendapat nota saat ini.

"Iya, kami masyarakat sangat kecewa atas perbuatan yang dilakukan anggota DPRD yang diangkat oleh masyarakat harus melihat dari kepentingan masyarakat di Mare Raya, bukan kepentingan kelompok tertentu," ujarnya.

Ortisan yang didampingi massa aksi menegaskan jika kami sebagai masyarakat Mare Raya mendukung penuh kebijakan dan keputusan pemerintah kabupaten Maybrat  tetapi kami menolak intervensi dari seorang anggota DPRD Maybrat, Naftali Hara, S.Sos yang juga ketua Fraksi Demokrat sehingg kami palang kantor distrik dan Pustu di Mare Selatan



"Situasi Virus Covid 19 yang melanda dunia termasuk kita tetapi mengapa proses pergantian Kepala Puskesmas (Kapus) dan bendahara secara mendadak dilakukan ?" tanya dia. 

Ia juga menjelaskan, kita sudah mediasi dan bicara dengan pihak dinas kesehatan tetapi disampaikan bahwa nanti dilakukan mediasi lagi, tetapi kami menunggu sampai saat ini dan tiba-tiba ada kepentingan oknum DPRD Naftali Hara dengan Bupati dia langsung minta nota di bupati untuk menonaktifkan kepala puskesmas dan bendahara. 

"Mereka inikan selalu aktif melakukan pelayanan kesehatan masyarakat dan keliling diwilayah Mare. Sedangkan 6 orang termasuk yang mendapat nota sejak jadi calon pegawai negeri tidak melaksanakan tugas selama ini, malahan tidak pernah masuk kantor dan kerja di puskesmas Mare tetapi bisa mendapat nota sebagai kepala puskesmas dan bendahara," kesal dia.

Ia minta perhatian dari pemerintah dan pihak keamanan untuk melihat persoalan ini, agar memediasi untuk kita bicara dengan hadirkan 6 orang itu. 

"Apa yang dilalukan ini, secara tidak langsung dapat memancing konflik di masyarakat, sebagai seorang anggota DPRD juga menyadari bahwa keluarga dan masyarakat ini yang mengangkat dia sebagai anggota dewan itu," ucapnya

Selain itu, Samuel Yumte tokoh pemuda Mare Selatan yang juga mantan anggota KPU Maybrat ini menambahkan, pergantian ini tidak melewati prosedur yang berlaku, karena menurut dia masalah ini sudah terjadi sudah 1 bulan yang lalu dan mereka telah melakukan statement tetapi kami sudah mengklarifikasi itu di dinas kesehatan. 

"Ini pergantian secara mendadak atas nama desakan dari saudara Naftali Hara, S.Sos yang juga sebagai ketua fraksi partai Demokrat. Sebenarnya dia punya tugas lain bukan ikut untuk mengintervensi kepala dinas kesehatan tetapi penilaian dinas atas kinerja selama ini apakah kurang baik maka diganti agar pelayanan kesehatan diwilayah Mare berjalan maksimal.

Samuel menilai bahwa cara-cara yang dilakukan seorang anggota DPRD, Naftali Hara gagal dan dia tidak berhasil sebagai anggota DPRD utusan wilayah Mare. 

"Tujuan kami melakukan pemalangan ini agar pemerintah dan pelaku pelapor bahkan penggugat untuk mediasi untuk kita bicara sama-sama baru palang ini dibuka kalau tidak palang ini tidak dibuka sampai waktu yang ditentukan," tandasnya.(Mrk)

Minggu, 14 Juni 2020

Pemda Dinilai Kurang Perhatian, Mahasiswa Maybrat Jogjakarta Salurkan Bapok Kepada Pelajar Asal Maybrat

Mahasiswa Jogjakarta saat melakukan Pendistribusian Bahan Pokok (Bapok)
 
MAYBRAT, (Maybrat News) - Mahasiswa Jogjakarta asal kabupaten Maybrat patungan dalam rangka membantu Bahan Pokok (Bapok) Bama kepada para pejalar SMA asal Maybrat di Jawa Tengah. Hal itu disampaikan Barthomius Korain kepada kami melalui telepon seluler Selasa. (10/6/20).
 
"Saya sebagai ketua disini, kami bentuk tim meminta donasi dari mahasiswa/i Maybrat di Jogja, kita kumpul uang kumpul beras kita packing semua dan kami antar ke 6 titik yakni boyolali, semarang, kudus, pati, kudus, karanganyar, dan yang ke enam purwodadi. Ternyata teman-teman disana sangat membutuhkan bantuan, nah kita kasih bantuan. Dan itu murni dari kami mahasiswa Maybrat di Jogja karena peduli kemanusiaan," Ungkapnya.

Ia mengatakan, hal itu dilakukan, pasalnya nasib para mahasiswa maupun pelajar SMA, belum secara serius diperhatikan oleh Pemda Maybrat dalam konteks wabah Covid 19.

"Mereka (pelajar SMA) itu kan per tahun hanya dapat uang saku 3 juta, yang   seharusnya mereka itu dapat uang saku perbulan, bukan per tahun, sampai covid ini maka mereka minta bantuan ke kami mahasiswa" Kata Korain Lanjutnya dia, para pelajar itu pada prinsipnya senasip dengan mahasiswa tanpa perhatian pemerintah Maybrat.

"Tadi kami bincang bincang dengan mereka, memang mereka sangat butuh sekali untuk mendapat hantuan dari lembaga manapun termasuk uluran tangan Pemda" Ucapnya

Korain pun menyebut, sebelumnya statemen Bupati sudah jelas, untuk berikan bantuan dan prioritaskan adik-adik ademadik, namun hingga sekarang belum juga direalisasikan.

Untuk itu, ia berharap agar pemerintah lebih serius perhatikan nasip, baik mahasiswa maupun para pelajar ademadik atau afirmasi asal Maybrat 

"Kami ini adalah generasi Maybrat, kami juga butuh perhatian penuh dari pemerintah Maybrat, karena ini situasi bencana covid, jadi kami mohon pemerintah juga harus selamatkan generasi mahasiswa Maybrat,"katanya. Barthomius yang juga ketua mahasiswa Maybrat di Jogja ini berharap untuk tahun akan datang agar pemerintah jangan menempatkan para pelajar ademadik di pelosok tanah Jawa, sebab sungguh memprihatinkan.

"Tadi itu kita sampai di tempat tinggal mereka ternyata mereka dititipkan dengan tetangga, bukan di Asrama,  bahkan ada yang dititip di kampung-kampung" Tutup Barto Korain.(Mrk)
 

Cegah Dampak Covid, Polsek Aifat Bagikan 1 Ton Beras Di Aifat Raya


MAYBRAT, (Maybrat News) Kepolisian Sektor (Polsek) Aifat Kabupaten Maybrat kembali menggelar pembagian bahan pokok (Bapok) berupa 1 ton karung beras kepada warga di Aifat Raya.
Pembagian Bapok itu, dimulai dari kampung Bori, Raha, dan Bori Timur, per kampung peroleh 20 paket, tiap warga mendapat 5 kilogram (kg) beras, terdapat juga supermi sekitar enam (6) bungkus dalam tiap paket bama.

Kapolsek Aifat, Iptu Nugraha Didi, SH., mengatakan, bantuan beras yang berasal dari Kapolri melalui Polda Papua Barat  disalurkan oleh Polsek Aifat itu, benar-benar  kepada warga yang  membutuhkanya ditengah pandemi Covid 19 ini.

"Jadi ini bantuan dari Kapolri langsung, yang dibagian kepada masyarakat yang benar-benar berdampak pandemi Covid 19 ini, jadi kita salurkan kepada Kampung-kampung. kita dapat kawal satu ton di bagi per karung itu 5 kg, bagi yang  memang sangat membutuhkan, misalnya orang tua, janda, duda dan lainnya" Tutur Nugraha saat ditemui awak media depan Kantor Polsek Aifat, selasa (9/6/20) di Kumurkek.

Pembagianya, kata Kapolsek, bantuan ini tidak diberikan kepada semua warga, tetapi hanya bagi warga yang benar-benar membutuhkannya. 

"Tidak semua harus kita penuhi tapi inilah kepedulian dari Polri, terkait kebutuhan masyarakat, jadi kita berikan bantuan ini berupa beras yang mungkin bisa menunjang kelanjutan kebutuhan daripada kita punya masyarakat ini, karena ini kita punya masyarakat " Tuturnya. 

Lebih jauh Kapolsek berharap, dengan adanya bantuan itu mungkin tidak seberapa, namun bisa mendekatkan serta mempererat tali kasih antara Polri dan masyarakat di Aifat Raya.
"Mungkin kami punya bantuan ini tidak seberapa tapi mudah-mudahan bisa berarti kepada masyarakat, supaya kita bisa mendekatkan diri antara polri dan masyarakat bisa saling menyatu" Harapnya.

Sementara perwakilan warga dari Bori, Antonius Wafom salah seorang penerima bantuan, turut memberikan apresiasi dan terima kasih kepada pihak Polri melaui Polsek Aifat
"Bapak ucapkan Terimakasih kepada polisi, atas bantuan untuk kami di Bori kemarin, semoga ini bisa bantu kami punya kebutuhan" Ucapnya. 

Untuk diketahui bersama,  Polsek juga telah melakukan penyaluran bantuan kepada warga di kampung Mosun, Mosun Timur, Mosun Utara, dan Wayane, selanjutnya akan dilanjutkan ke kampung-kampung lainya di Aifat Raya. (Mrk)

Penyerahan Ijazah Warnai Prosesi Penamatan 37 Anak PAUD/TK Kartini 1 dan 2 di Maybrat


MAYBRAT, (Maybrat News) - Sebanyak 37 anak didik PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) yang terdiri dari Kartini 1 sebanyak 26 anak dan Kartini 2 sebanyak 11 anak mendapat penamatan dan penyerahan ijazah oleh pengelola Paud Kartini 1 dan II di kabupaten Maybrat.

"Puji Tuhan tahun ini hanya proses penamatan dan pembagian ijazah saja, karena situasi Covid 19, sehingga pengelola bisa menyerahkan ijazah mereka untuk tahun ajaran 2019-2020,"ujar ketua pengelola PAUD Katini 1 dan 2, Ny. Irene Sahetapi, ST, M.Si yang juga ketua DWP Maybrat kepada media ini usai penamatan dan penyerahan ijazah Rabu, (10/6/20).

Untuk itu, Dharma Wanita Persatuan (DWP) kabupaten Maybrat yang mengelola 2 PAUD ini dan sebagai  pengelola kami berharap bahwa anak-anak ini terus diberkati Tuhan dan mereka terus belajar dengan baik dan ada kerjasama dari orang tua dan guru nantinya setelah setelah sudah kerja sama dengan bunda untuk bisa melihat masa depan anak-anak ini dengan baik dengan cara menjaga kesehatan dan belajar lebih baik lagi. "Agar anak itu cerdas, berkualitas dan bertakwan kepada Tuhan yang Mahasa Esa demi kemajuan dan masa depan yang lebih baik lagi,"ucap Sahetap. (Mrk)

Dua Warga di Maybrat Dibacok OTK, Satu Tewas dan Satunya Luka Serius pada Wajah

Salah satu warga yang di bacok OTK di temukan tewas di semak-semak. (Foto: Humas Polda Papua Barat)
 
MAYBRAT, (Maybrat News) – Dua warga Kabupaten Maybart, Provinsi Papua Barat diduga menjadi korban pembacokan Orang Tidak Dikenal (OTK). Satu orang tewas dan seorang lagi luka parah. Peristiwa itu teerjadi di Kampung Sory Distrik Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat Provinsi Papua Barat, Sabtu (13/6/20) sekitar pukul 02.00 WIT. Korban tewas yakni Frins Sewa. Sedangkan temannya, Yohanes Sewa mengalami luka parah di bagian wajah.
Kabid Humas Polda Papua Barat, AKBP Adam Erwindi mengatakan, saat ini pelaku penganiayaan masih dalam proses penyelidikan.  kami belum tahu identitas pelaku yang melakukan penganiyaan terhadap korban. Pelaku masih dilidik oleh Polres Sorong Selatan. Motifnya juga masih didalami, karena masih dalam pemeriksaan saksi-saksi. Setelah pelaku ditangkap, baru kita bisa tahu motif dari kasus ini. imbuhnya.
Menurutnya, kronologis kejadianya adalah, berawal saat kedua korban dan tiga rekannya naik mobil Avanza, warna Silver dengan nopol PB 1790 AC. Mereka rencananya menuju Kampung Tahsimara Distrik Aifat Selatan Kabupaten Maybrat untuk mengantar salah satu kerabat mereka. 

Salah satu warga korban pembacokan OTK di Maybrat yang mengalami luka serius di bagian wajah. (Foto: Humas Polda Papua Barat)

Menurutnya, kronologis kejadianya adalah, berawal saat kedua korban dan tiga rekannya naik mobil Avanza, warna Silver dengan nopol PB 1790 AC. Mereka rencananya menuju Kampung Tahsimara Distrik Aifat Selatan Kabupaten Maybrat untuk mengantar salah satu kerabat mereka.

Saat mereka tiba di Kampung Sory Distrik Aifat Selatan ada pemalangan di sekitar jalan poros utama yang menuju Kampung Tahsimara. Kemudian kedua korban dan rekan-rekannya turun. Di lokasi, ada beberapa Orang Tidak Dikenal (OTK) yang kala itu melakukan penghadangan. 
 
Tanpa konfirmasi, para pelaku menganiaya kedua korban dengan menggunakan alat tajam yang mengakibatkan Frins meninggal dunia. Melihat kedua rekannya dianiaya, tiga rekan korban melarikan diri ke hutan untuk menyelamatkan diri.
 
Anggota Polsek Aifat dipimpin Kepala Sium Bripka Alvian yang mendapat laporan itu langsung bergegas ke lokasi. Petugas mengamankan lokasi kejadian perkara dan mengevakuasi kedua korban ke rumah sakit. (Mrk)
Salah satu warga yang di bacok OTK di temukan tewas di semak-semak. (Foto: Humas Polda Papua Barat)
MAYBRAT, (Maybrat News) – Dua warga Kabupaten Maybart, Provinsi Papua Barat diduga menjadi korban pembacokan Orang Tidak Dikenal (OTK). Satu orang tewas dan seorang lagi luka parah. Peristiwa itu teerjadi di Kampung Sory Distrik Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat Provinsi Papua Barat, Sabtu (13/6/20) sekitar pukul 02.00 WIT. Korban tewas yakni Frins Sewa. Sedangkan temannya, Yohanes Sewa mengalami luka parah di bagian wajah.
Kabid Humas Polda Papua Barat, AKBP Adam Erwindi mengatakan, saat ini pelaku penganiayaan masih dalam proses penyelidikan.  kami belum tahu identitas pelaku yang melakukan penganiyaan terhadap korban. Pelaku masih dilidik oleh Polres Sorong Selatan. Motifnya juga masih didalami, karena masih dalam pemeriksaan saksi-saksi. Setelah pelaku ditangkap, baru kita bisa tahu motif dari kasus ini. imbuhnya.
Salah satu warga korban pembacokan OTK di Maybrat yang mengalami luka serius di bagian wajah. (Foto: Humas Polda Papua Barat)
Menurutnya, kronologis kejadianya adalah, berawal saat kedua korban dan tiga rekannya naik mobil Avanza, warna Silver dengan nopol PB 1790 AC. Mereka rencananya menuju Kampung Tahsimara Distrik Aifat Selatan Kabupaten Maybrat untuk mengantar salah satu kerabat mereka. 

Saat mereka tiba di Kampung Sory Distrik Aifat Selatan ada pemalangan di sekitar jalan poros utama yang menuju Kampung Tahsimara. Kemudian kedua korban dan rekan-rekannya turun. Di lokasi, ada beberapa Orang Tidak Dikenal (OTK) yang kala itu melakukan penghadangan. 
Tanpa konfirmasi, para pelaku menganiaya kedua korban dengan menggunakan alat tajam yang mengakibatkan Frins meninggal dunia. Melihat kedua rekannya dianiaya, tiga rekan korban melarikan diri ke hutan untuk menyelamatkan diri.
Anggota Polsek Aifat dipimpin Kepala Sium Bripka Alvian yang mendapat laporan itu langsung bergegas ke lokasi. Petugas mengamankan lokasi kejadian perkara dan mengevakuasi kedua korban ke rumah sakit. (Mrk)

Michael R Kareth "Pengisian Jabatan DOB PBD Wajib Prioritaskan Orang Asli Papua"

                                                    Dr. Michael Rafael Kareth, S.Hut, M.Si Dr. Michael R Kareth, S.Hut,  M.Si., mantan Aktif...