"Nehaf Sau Bonout Sau" "Satu Hati Satu Komitmen"

Rabu, 21 Oktober 2020

Kembangkan Obyek Wisata Untuk Meningkatkan PAD Maybrat


MAYBRAT, (Maybrat News) - Guna meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Maybrat Papua Barat, Dinas Pariwisata akan mengembangkan dan melestarikan setiap obyek wisata agar menarik minat wisatawan yang hendak berkunjung ke wilayah tersebut.

Hal ini dikatakan kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Maybrat, Yohanes Sentuf karena PAD Maybrat sangat rendah dibanding daerah-daerah lainnya. Oleh karena itu, dirinya berkomitmen agar bekerja sama dengan pihak terkait guna membantu mengembangkan obyek wisata yang ada.

Yohanes mengatakan, selain meningkatkan PAD, namun melalui pengembangan obyek wisata tersebut, maka kesejahteraan masyarakat akan diperhatikan melalui hasil bumi dan keterampilan dapat dipasarkan kepada para wisatawan.

“Pengembangan obyek wisata yang akan dilakukan, sangat membawa dampak positif yang luar biasa kepada masyarakat. Dengan cara menjual hasil karya seni hasil bumi mereka,” kata Yohanes Sentuf, Selasa (20/10/20)

Dirinya berharap agar masyarakat dapat mendukung program yang ditetapkan sehingga meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pembangunan. (Mrk)

 

500 Orang Hadiri Seminar Sehari dan KKR Sambut HUT Teofani

 

MAYBRAT, (Maybrat News) – Bertempat di lapangan sekolah dasar YPK Silo Kambuaya, Distrik Ayamaru Timur, Kabupaten Maybrat, Selasa (20/10/20) telah dilaksanakan Seminar dan Perayaan Kebaktian kebangunan rohani (KKR), Doa pemulihan dalam rangka menyongsong HUT Theofani yang ke-69 Tahun bagi Kabupaten Maybrat.

Pantauan media ini, Ibadah dipimpin oleh  Pdt. Marten Abraham Suu, S.Th, selaku Presiden Sion kids yang dihadiri kurang lebih 500 orang. Hadir pula ketua bersama anggota DPRD, Prof Baltasar Kambuaya, M.B.A, Pemateri Bapak Pdt Cris Paraibabo, S.Th (Pembicara dalam seminar dan KKR) dan Ev.Pnt.Sefanya Yewun (Pembicara dalam seminar dan KKR dari Prov. Papua barat), Pjs.Kapolres Maybrat, Kompol Bernadus Okoka,S.H, pimpinan delapan denominasi gereja- gereja di Kabupaten Maybrat serta tokoh adat, agama, masyarakat, perempuan danpPemuda yang hadir dalam acara seminar dan KKR tersebut.

Prof.Baltasar Kambuaya, M.B.A mengatakan hari ini dan besok kita akan dipanggil Tuhan tentu tidak ada yang mengetahuinya. Apakah kita sebagai manusia ciptaan Tuhan yang hidup didunia ini, setelah mengalami kematian akan memperoleh keselamatan dari Tuhan yang maha esa. “Hal itu, menjadi penentu kepada hamba-hamba Tuhan yang bekerja di ladang Tuhan merupakan kunci untuk menuntut kita semua sebagai domba-domba Allah yang ada di bumi, apakah masuk surga atau tidak,”tanya dia.

Dirinya meminta kepada kita semua masyarakat Maybrat  untuk menyakini Theofani agar hidup kita semua menjadi berkat bagi tanah dan keturunan. Hal itu tertulis dimana semua itu sudah tertulis dalam firman Tuhan, sehingga kita harus percaya dengan segenap hati dan jiwa.

Mantan Rektor Uncen dan Menteri Lingkungan Hidup RI mengatakan rancanagan Tuhan kepada setiap manusia yang ada dibumi sebagai ciptaan Tuhan khususnya untuk orang Maybrat sudah jelas tertulis dalam isi Theopany dan barang siapa  yang percaya dan memegang isi Theopany yang disampaikan Tuhan lewat Pdt. Ruben Rumbiak, maka akan hidup dalam karunia dan keturunan akan selalu diberkati.

“Setiap manusia yang hidup  tentu banyak mengalami cobaan dan tantangan hidup baik yang berat sekalipun namun, apabila kita percaya kepada sang pencipta dengan kerendahan dan ketulusan hati dengan berpikir bijak dan bukan dengan hati yang sombong maka Tuhan akan mengasihi saya dan kita semua. Kalau mau berharga dan berguna di mata Tuhan mari sampaikan apa yang menjadi isi Theopany kepada semua saudara -saudara kita serta sekali lagi saya sampaikan terus menerus apa yang menjadi empat isi dari pada Theopani itu,”terangnya.

Bupati Maybrat, Drs. Bernard Sagrim, MM yang diwakili oleh Ketua DPRD Kabupaten Maybrat  Ferdinando Solossa,SE mengatakan kampung kayahai tempat Tuhan berfirman kepada rasul Pdt.Ruben Rumbiak. Sehingga seminar dan KKR menyambut HUT Theopani ada harapan besar kita kepada Tuhan agar dikaruniai kesehatan dan kekuatan. “Kami harapkan agar setiap orang yang hadir selalu dipuaskan dengan kebenaran firmannya yang disampaikan hamba Tuhan tadi. Hidup yang kita jalani adalah anugerah Tuhan maka wajib lah kita senantiasa bersyukur, Merendahkan diri menghormati dan mentaati firman Allah. Kita yakini bersama bahwa firman Allah mengerjakan apa saja yang dikehendaki dan yang tidak dikehendaki oleh Allah dengan demikian setiap perjanjian peraturan ketetapan perintah petunjuk anjuran dan larangan yang telah tuhan tetapkan harus dihormati dan dilaksananakan oleh setiap orang dalam setiap generasi,”ujarnya.

Menurut dia, generasi kita saat ini adalah generasi yang menerusakan pengajaran firman Allah dalam konteks itulah seminar dan KKR bersifat Oikumenis ini kiranya berdampak langsung pada peningkatan kualitas pemahaman akan firman Allah yang berpengaruh pada sikap dan cara kota beribadah. “Saya berharap setelah seminar dan KKR ini kita sekalian akan lebih baik lagi,” harap bupati. (Mrk)

 

Selasa, 20 Oktober 2020

Gaji CPNS Formasi 2018 Maybrat Dialokasikan di APBD-P 2020


MAYBRAT, (Maybrat News) – Pemerintah Kabupaten Maybrat melalui forum sidang APBDP tahun 2020 sudah mengalokasikan anggaran untuk gaji para Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) formasi 2018 yang telah dinyatakan lulus seleksi beberapa bulan lalu. Informasi itu dikemukakan Ketua DPRD Maybrat Ferdinado Solosa usai sidang APBDP di Aula Utama Kantor DPRD di Kumurkek, pekan lalu.

Ia menyebutkan gaji CPNS) sesegera mungkin dilakukan mengingat Oktober bulan ini sudah harus di imput.

“Bulan oktober gaji mereka sudah harus terimput, jadi gaji sudah dialokasikan di APBD perubahan tahun 2020 ini untuk teman-teman pegawai formasi 2018,” kata Nando.

Tak hanya itu, lanjut Nando, bahkan persiapan anggaran bagi BKD untuk pelelangan jabatan termasuk persiapan CPNS formasi 2019/2020 yang segera akan diadakan pun telah didorong pada sidang APBDP tersebut.

“Jadi itu keseriusan pemerintah daerah, kami sebagai representase rakyat benar-benar merasakan kebatinan dari adik-adik pencaker termasuk hal-hal yang mejadi urgensi daerah terutama kepentingan bagi adik-adik kita ke depan,” tegasnya.

“Jadi itu sudah dialokasikan anggaran untuk formasi pegawai 2018, tetapi juga untuk formasi 2019 dan 2020 termasuk juga pelelangan jabatan,” pungkasnya. (Mrk)

 

DPRD Menjawab Sindiran Bupati Maybrat


MAYBRAT, (Maybrat News) – Ketua Panitia Khusus (Pansus) Covid-19 DPRD Kabupaten Maybrat, Yonas Yewen menegaskan pihak eksekutif atau pemerintah daerah tidak perlu takut menggunakan pergeseran anggaran Covid-19.

Asalkan, kata Yewen dana tersebut dipergunakan sesuai peruntukan dan dipertanggungjawabkan sesuai regulasi yang ada.

Menurut Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD Kabupaten Maybrat itu, sesuai Surat Keputusan Bersama Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia dan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 119 dan 177 sebagaimana diatur dalam Diktum Keenam diamanatkan kepada DPRD melakukan pengawasan anggaran COVID-19.

”Kami Pansus COVID-19 DPRD menjalankan tugas dan Fungsi Pengawasan sebagaimana diamanatkan pada Diktum keenam SKB Menteri Dalam Negeri dan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 119 dan 177,″ ujar Yewen, Sabtu (17/10/20).

Hal ini disampaikan Yewen, menyikapi sindiran bahkan desakan eksekutif yang meminta agar Pansus Covid-19 DPRD Maybrat bekerja lebih cepat, dalam memberikan masukan dan saran agar dana Covid-19 bisa disalurkan.

”Masa Tugas Pansus Covid-19 sesuai SK Ketua DPRD Kabupaten Maybrat, Pansus bekerja masa berlaku paling lambat 1 tahun dan paling cepat 6 bulan sesuai jadwal dan tahapan kerja Pansus Covid-19. Kami baru kerja belum sampai dua bulan, kok didesak-desak,” kesan Yewen.

Dijelaskan lagi, pihaknya telah melakukan dengar pendapat (hearing, red) bersama BPK RI Perwakilan Provinsi Papua Barat, pihak Tipikor Polres Sorong Selatan dan Kejari Sorong dalam rangka pendampingan hukum bagi Pansus Covid-19 DPRD Kabupaten Maybrat.

”Kami sudah kerja, Hearing dengan BPK, Tipikor Polres Sorong Selatan dan Kajari Sorong dalam rangka pendampingan hukum dalam membekap kerja Pansus Covid-19,″ ungkapnya.

Pada prinsipnya, lanjut dia, eksekutif jangan kaku atau takut mengunakan pergeseran Anggaran Covid-19 yang ada dan diperuntukan sesuai dengan regulasi dan dipertanggungjawabkan.

”Kami berharap pihak eksektuf jangan takut atau kaku dalam pengunaan pergeseran Covid-19. Pembentukan Pansus merupakan tugas pengawasan DPRD, beberapa waktu kedepan kami akan keluarkan rekomendasi. Perlu diketahui Pansus kerja bukan awasi anggaran saja, tapi juga soal SOP kesehatan hingga kinerja tim Gugus Tugas Covid-19 kabupaten Maybrat,” tandasnya.

Sebelumnya, Bupati Maybrat Bernard Sagrim, melayangkan sindiran pedas terhadap Pansus Covid-19 DPRD Maybrat, yang menurutnya lamban dalam bekerja. Sagrim meminta agar DPRD melalui Pansus Covid segera menyampaikan saran dan rekomendasi agar anggaran Covid-19 bisa disalurkan.

Bahkan, dengan tegas Sagrim menyindir anggota dewan dengan mengatakan jika ada warga yang meninggal karena Covid-19 akan diantar ke kantor DPRD agar mata para anggota dewan bisa terbuka. (Mrk)

 


MAYBRAT, (Maybrat News) – Bupati Maybrat, Drs. Bernard Sagrim, MM meminta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) rumpun ekonomi mulai kerja dan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).  “Kita kerja itu harus ada target, bagaimana meningkatkan penarikan pajak dan retribusi daerah,”ujarnya Kamis, (15/10/20).

Menurut bupati, Perda terkait pajak dan retribusi, telah ditetapkan pada tahun 2019 lalu, bahkan sudah didistribusikan dan disosialisasikan ke tiap-tiap OPD yang ada namun, sampai sejauh ini belum ada eksen yang nampak dari masing-masing OPD yang ada. “Komitmen bagaimana segerah direalisasikan demi mencapainya pendapatnya daerah yang maksimal. Terus dilakukan koordinasi agar ada langkah-langkah dan upaya untuk bagaimana menggali potensi ini,”tukasnya.

Dikatakannya, berbagai potensi yang ada di daerah dengan membenahi sarana infrastruktur dasar terhadap aset umum seperti pasar dan sebagainya, demi meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) di kabupaten Maybrat. “Pemerintah memberikan perhatian kepada orang asli papua ini melalui OPD terkait, selain itu juga tenaga kerja, supaya bisa kita orang Papua ini bisa menjadi pelaku penghasil pelaku pajak dan lainnya,”tandasnya. (Mrk)

 

Bupati Maybrat Resmikan Bumdes Forma Kampung Faitwosur

MAYBRAT, (Maybrat News) – Bupati Maybrat, Drs. Bernard Sagrim, MM melalui Kepala Dinas Pemberdayaan dan Pemerintahan Kampung Kabupaten Maybrat, Marthen Sraun, S.Sos meresmikan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Forma di Kampung Faitwosur Distrik Ayamaru Selatan Jaya, Rabu (7/10/20).

Marthen Sraun kepada media ini mengatakan, pihaknya mengapresiasi komitmen kepala kampung bersama aparat dan warganya, yang mana membuka Bumdes Forma kampung Faitwosur untuk kebutuhan ketahanan pangan masyarakat sekitar.

“Tujuan penyerapan anggaran dana desa melalui APBN untuk masing-masing desa yaitu program peningkatan ekonomi kerakyatan, pendidikan, kesehatan dan infrastruktur jalan lingkungan, MCK dan perumahan,” ujarnya.

Marthen berharap dalam situasi Pandemi Covid 19, tidak ada kegiatan pembangunan fisik rumah kalau bisa hanya satu unit rumah disetiap kampung.

“Kalau bisa kita kembangkan kegiatan padat karya agar batu, pasir dan kayu masyarakat bisa laku termasuk berdayakan masyarakat kampung untuk kerja cor jalan lingkungan, MCK dan lainnya,” harap dia.

Bumdes Forma yang diresmikan ini kata dia berarti di Maybrat sudah ada Tiga Bumdes yaitu Bumdes Nezet, bintang timur dan Bumdes Forma yang diresmikan hari ini. Hal itu dilakukan, menurut Marthen Sraun untuk menepis bahasa orang bahwa pemerintah hanya fokus pembangunan infrastruktur rumah saja sedangkan pemberdayaan ekonomi, pendidikan dan kesehatan belum begitu nampak.

“Adanya Bumdes Forma ini, kita selain kembangkan usaha Sembako dari luar tetapi juga kita perlu kembangkan usaha bahan lokal yang ada seperti topy kas Maybrat, noken koba-koba termasuk kacang tanah dan lainnya,” ajaknya.

Sementara, Pendamping Tenaga Ahli (TA) P3MD Kabupaten Maybrat, Apilius Nauw mengutarakan bidang usaha Bumdes Forma ini hanya sediakan sembilan bahan pokok seperti beras, gula, minyak, kopy dan lainnya.

“Jenis usaha lain akan dikembangkan lagi termasuk distrik dan kampung lainnya. Sudah ada tiga Bumdes di Maybrat yaitu Bumdes Nezet di distrik Aifat Utara, Forma di distrik Ayamaru Timur Selatan dan Bumdes Bintang Timur di kampung Yohwer distrik Ayamaru Tengah,” terangnya.

Dia meminta kepada pemerintah kabupaten Maybrat agar perlunya ada perhatian dalam pengembangan dan peningkatan ekonomi kerakyatan, tidak hanya bergantung kepada APBN tetapi juga lewat APBD agar masyarakat kita maju dan berkembang seperti di daerah lainya.

Mewakili warganya kepala Kampung Faitwosur Distrik Ayamaru Timur Selatan Marthen Kambu, menyampaikan terima kasih atas dukungan pemerintah kabupaten Maybrat terlebih Pendamping P3MD Kabupaten Maybrat sehingga hadirnya Bumdes untuk masyarakat di kampung tersebut.

“Kami percaya bahwa apa yang kami lakukan, kedepan kami kembangkan jenis usaha lain yang memajukan Bumdes Forma dan kesejahteraan masyarakat kami di kampung ini,”singkat dia. (Mrk)

Pemda Maybrat Berkomitmen Menyediakan Lahan Seluas 10 Hektare Untuk Pembangunan Polres


MAYBRAT, (Maybrat News) - Mabes Polri melakukan studi kelayakan Polres Maybrat Polda Papua Barat sekaligus meninjau lahan pembangunan Polres di Kumurkek Distrik Aifat Kabupaten Maybrat, Kamis (1/10/20).

Pembangunan Polres di Maybrat merupakan sebuah kebutuhan masyarakat yang dinantikan selama ini agar pelayanan kamtibmas dapat terkoordinir secara menyeluruh.

Kapolres Sorong Selatan-Maybrat, AKBP Sahat Siregar mengatakan, hasil studi dan survei lokasi tersebut akan dipresentasikan kepada Menpan RB agar dapat mengesahkan pembangunan Polres Maybrat. Dikatakannya, apabila penyediaan tempat dan persyaratan lainnya dipenuhi oleh pemda setempat, maka Menpan RB akan menyetujuinya.

Dirinya juga berharap agar pembangunan Polres Maybrat segera disetujui untuk dibangun, mengingat jangkauan wilayah Polres Sorong Selatan dengan Maybrat sangat jauh sehingga menjadi hambatan pada pelayanan terhadap masyarakat.

“Sejak saya menjabat sebagai Kapolsek di Aitinyo, saya merasakan kesulitan jangkauan pelayanan dari Sorong Selatan dengan Maybrat. Dan mudah-mudahan Menpan RB segera mengesahkan pembangunan Polres Maybrat agar mempermudah pelayanan kamtibmas menjadi maksimal,” tutup Siregar.

Sementara itu Bupati Maybrat, Drs Bernard Sagrim,MM berkomitmen dan siap menyediakan lahan seluas 10 Ha untuk pembangunan Polres Maybrat dan asrama kepolisian. Bernard Sagrim berjanji tahun 2021-2022 semua pembangunan Polres Maybrat sudah terangkum dan siap digunakan, termasuk prasarana lainnya.


Sebab kehadiran Polres di Maybrat sangat membantu pembangunan pemerintahan dan pelayanan terhadap masyarakat dapat dijangkau secara merata.

“Pemda siap 100 persen apa yang dibutuhkan untuk pembangunan Polres di Maybrat. Dan kami selalu berkomitmen. Karena ini untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Dan lokasi ini kami pilih karena pembangunan perkantoran akan sampai ke sini,” terang Bernard Sagrim

Lebih jauh Bernard Sagrim menegaskan, terkait hak ulayat, merupakan tanggung jawab penuh pemda Maybrat, agar pembangunan Polres segera dibangun.

Dalam peninjauan lokasi pembangunan Polres Maybrat, ketua tim Mabes Polri bersama Kapolres Sorong Selatan, menyetujui lokasi tersebut karena sangat strategis dan dekat dengan perkantoran pemerintahan. (Mrk)

Michael R Kareth "Pengisian Jabatan DOB PBD Wajib Prioritaskan Orang Asli Papua"

                                                    Dr. Michael Rafael Kareth, S.Hut, M.Si Dr. Michael R Kareth, S.Hut,  M.Si., mantan Aktif...