"Nehaf Sau Bonout Sau" "Satu Hati Satu Komitmen"

Sabtu, 31 Oktober 2020

Renungan Kristen: Arti Kesetiaan

Kisah nyata yang bagus sekali untuk  kita semua. Kisah ini pernah ditayangkan di MetroTV.  Namun saya mencoba menuliskannya kembali, semoga kita dapat mengambil pelajaran.

Ini cerita nyata, beliau adalah Bp. Eko Pratomo Suyatno, Direktur Fortis Asset Management yg sangat terkenal di kalangan Pasar Modal dan Investment, beliau juga sangat sukses dalam memajukan industri Reksadana di Indonesia. Apa yg diutarakan beliau adalah sangat benar sekali. Silakan baca dan dihayati.


Dilihat dari usianya beliau sudah tidak muda lagi, usia yg sudah senja bahkan sudah mendekati malam, Pak Suyatno 58 tahun kesehariannya diisi dengan merawat istrinya yang sakit istrinya juga sudah tua. Mereka menikah sudah lebih 32 tahun. Mereka dikarunia 4 orang anak.

Disinilah awal cobaan menerpa, setelah istrinya melahirkan anak keempat tiba-tiba kakinya lumpuh dan tidak bisa digerakkan. Itu terjadi selama 2 tahun. Menginjak tahun ke tiga, seluruh tubuhnya menjadi lemah bahkan terasa tidak bertulang, lidahnyapun sudah tidak bisa digerakkan lagi.

Setiap hari pak suyatno memandikan, membersihkan kotoran, menyuapi, dan mengangkat istrinya keatas tempat tidur. Sebelum berangkat kerja, dia letakkan istrinya didepan TV supaya istrinya tidak merasa kesepian. Walau istrinya tidak dapat bicara tapi dia selalu melihat istrinya tersenyum.

Untunglah tempat usaha pak suyatno tidak begitu jauh dari rumahnya sehingga siang hari dia pulang untuk menyuapi istrinya makan siang. Sorenya dia pulang memandikan istrinya, mengganti pakaian dan selepas waktu maghrib dia temani istrinya nonton televisi sambil menceritakan apa2 saja yg dia alami seharian. Walaupun istrinya hanya bisa memandang tapi tidak bisa menanggapi, Pak Suyatno sudah cukup senang, bahkan dia selalu menggoda istrinya setiap berangkat tidur.

Rutinitas ini dilakukan Pak Suyatno lebih kurang 25 tahun, dengan sabar dia merawat istrinya bahkan sambil membesarkan ke 4 buah hati mereka, sekarang anak2 mereka sudah dewasa, tinggal si bungsu yg masih kuliah.

Pada suatu hari, ke empat anak suyatno berkumpul dirumah orang tua mereka sambil menjenguk ibunya. Karena setelah anak mereka menikah, sudah tinggal dengan keluarga masing-masing dan Pak Suyatno memutuskan ibu mereka dia yang merawat, yang dia inginkan hanya satu semua anaknya berhasil.

Dengan kalimat yang cukup hati-hati anak yg sulung berkata “Pak kami ingin sekali merawat ibu, semenjak kami kecil melihat bapak merawat ibu, tidak ada sedikitpun keluhan keluar dari bibir bapak, bahkan bapak tidak ijinkan kami menjaga ibu”.

Dengan air mata berlinang anak itu melanjutkan kata-kata: “sudah yang keempat kalinya kami mengijinkan bapak menikah lagi, kami rasa ibupun akan mengijinkannya, kapan bapak menikmati masa tua bapak, dengan berkorban seperti ini kami sudah tidak tega melihat bapak. Kami janji kami akan merawat ibu sebaik-baik secara bergantian”.

Pak Suyatno menjawab hal yg sama sekali tidak diduga anak-anaknya: “Anak-anakku… Jikalau perkawinan & hidup di dunia ini hanya untuk nafsu, mungkin bapak akan menikah.. tapi ketahuilah dengan adanya ibu kalian disampingku itu sudah lebih dari cukup, dia telah melahirkan kalian. Sejenak kerongkongannya tersekat, kalian yg selalu kurindukan hadir didunia ini dengan penuh cinta yg tidak satupun dapat dihargai dengan apapun.”

“Coba kalian tanya ibumu apakah dia menginginkan keadaannya seperti ini? Kalian menginginkan bapak bahagia, apakah bathin bapak bisa bahagia meninggalkan ibumu dengan keadaanya sekarang, kalian menginginkan bapak yang masih diberi Tuhan kesehatan dirawat oleh orang lain? Bagaimana dengan ibumu yg masih sakit.”

Sejenak meledaklah tangis anak-anak pak suyatno. Merekapun melihat butiran-butiran kecil jatuh dipelupuk mata ibu Suyatno. Dengan pilu ditatapnya mata suami yg sangat dicintainya itu.
Sampailah akhirnya Pak Suyatno diundang oleh salah satu stasiun TV swasta untuk menjadi nara sumber dan merekapun mengajukan pertanyaan kepada Suyatno, kenapa mampu bertahan selama 25 tahun merawat Istrinya yang sudah tidak bisa apa-apa.

Disaat itulah meledak tangis beliau dengan tamu yang hadir di studio, kebanyakan kaum perempuanpun tidak sanggup menahan haru. Disitulah Pak Suyatno bercerita..” Jika manusia didunia ini mengagungkan sebuah cinta dalam perkawinannya, tetapi tidak mau memberi (memberi waktu, tenaga, pikiran, perhatian) itu adalah kesia-siaan”.

“Saya memilih istri saya menjadi pendamping hidup saya, dan sewaktu dia sehat diapun dengan sabar merawat saya, mencintai saya dengan hati dan bathinnya bukan dengan mata, dan dia memberi saya 4 orang anak yg lucu-lucu. Sekarang dia sakit karena berkorban untuk cinta kita bersama. Dan itu merupakan ujian bagi saya, apakah saya dapat memegang komitmen untuk mencintainya apa adanya. Sehatpun belum tentu saya mencari penggantinya apalagi dia sakit…”

Hidup adalah Perjuangan tanpa henti-henti, tidak usah kau tangisi hari kemarin. (Mrk)

 

Selamat Ulang Tahun Yang Ke-2 Maybrat News


 

Wakil Ketua Klasis Ayamaru Komitmen Untuk Mencegah Bahaya Covid-19


MAYBRAT, (Maybrat News) - Wakil ketua Klasis Ayamaru Kabupaten Maybrat, Dr. Naomi Netty Howay, S.Km.M.Kes menegaskan kepada pihak gereja, pemerintah dan adat agar membangun kerja sama yang baik guna bersatu mencegah dan membasmi penyebaran bahaya Covid-19 di Maybrat.

Dirinya mengatakan, jika ketiga komponen tersebut dapat bekerja sama dengan baik, maka bahaya virus tersebut dapat dicegah secara mudah sehingga masyarakat dapat melaksanakan aktivitas dengan tenang.

Ditambahkannya, bahaya virus tersebut harus diberantas secara bersama-sama agar Maybrat kembali menjadi zona hijau.


Ditambahkannya, masyarakat harus tetap tinggal di Maybrat jika tidak mempunyai urusan penting di luar daerah agar virus tersebut tidak menyebar luas. Hal tersebut dikatakan wakil ketua Klasis ini agar tetap menjaga dan melindungi warga jemaat sehingga tetap sehat.

“Karena jemaat kami ini adalah warga Maybrat, jadi mereka harus dilindungi oleh bahaya Covid-19. Jadi pihak pemerintah, gereja dan adat harus bersinergis untuk mencegah bahaya tersebut,” kata Naomi Netty Howay, Sabtu (31/10/20)

Lebih jauh Naomi Netty Howay mengatakan, ketiga komponen telah bekerja keras namun masyarakat harus mematuhi kebijakan pemerintah dengan tetap menjaga protokol kesehatan. (Mrk)

 

Jumat, 30 Oktober 2020

Dana Prospek Di Maybrat Akan Segera Direalisasikan


MAYBRAT, (Maybrat News) - Bupati Maybrat, Drs. Bernard Sagrim,MM melakukan rapat koordinas bersama para kepala Distrik, kepala Kampung dan Baperkam se-wilayah Ayamaru dan Aitinyo terkait penerimaan bantuan Program Strategis Pemerintahan Kampung (Prospek) dari pemerintah Provinsi Papua Barat kepada setiap kampung yang akan dibagikan secara merata.

Meskipun rapat tersebut dilaksanakan pada hari Minggu yang merupakan hari libur, namun Bupati Maybrat mengambil kebijakan untuk menyampaikan hal tersebut kepada seluruh kepala kampung dan Distrik karena hal tersebut sangat penting.

Bernard Sagrim mengatakan, bantuan Prospek tersebut akan diberikan kepada setiap kampung masing-masing akan memperoleh dana sebesar Rp 225 Juta. Sementara setiap Distrik akan memperoleh dana sebesar Rp 150 Juta. Dirinya menjelaskan, Besaran dana tersebut berdasarkan hasil musrembang bersama Gubernur Papua Barat pada bulan Mei 2019 silam. Ditambahkannya, penggunaan dana Prospek tersebut masih menunggu petunjuk teknis (juknis) agar dapat dipergunakan sesuai dengan ketentuan yang ada.

“Jadi setiap kepala kampung dan kepala Distrik beserta bendahara dan pendamping akan mendatangkan Bank Papua sehingga menerbitkan buku rekening. Kalau kita tidak mengikuti perintah Gubernur, maka bantuan tersebut kita tidak akan dapat. Makanya saya gelar rapat pada hari minggu. Karena saat ini masih libur,” terang Bernard Sagrim, Minggu (25/10/20)

Dalam rapat tersebut seluruh peserta yang hadir mengikuti protokol kesehatan dengan menggunakan masker dan mencuci tangan sebelum dan setelah mengikuti rapat. (Mrk)

 

Hut GKI Di Klasis Ayamaru Kabupaten Maybrat Berlangsung Meriah


MAYBRAT, (Maybrat News) - Umat Gereja Kristen Injili (GKI) Klasis Ayamaru Kabupaten Maybrat Papua Barat memperingati Hut ke-64 GKI di tanah Papua yang diselenggarakan di Bakal Jemaat Omega Tut Fratafen Distrik Ayamaru Tengah, Senin (26/10/20).

Meskipun peringatan Hut tersebut di tengah pandemi Covid-19, namun terlaksana dengan sukses karena umat diawasi ketat untuk selalu mengikuti protokol kesehatan menggunakan masker dan mencuci tangan dengan sabun.

Ketua Sinode di tanah Papua, Hendrikus Mofu melalui wakil ketua Klasis Ayamaru, Dr. Naomi Netty Howay, S.Km.M.Kes saat ditemui memgatakan, usia GKI di tanah Papua yang ke-64 tahun jika dihitung dalam ilmu kesehatan telah dinyatakan lanjut usia (lansia). Oleh karena itu, para umat dan jemaat dapat membangun persaudaraan dan persatuan yang harmonis sehingga membangun gereja agar bertumbuh dengan sukacita dalam pelayanan terhadap seluruh jemaat.

Dirinya menambahkan, memgingat saat ini dipengaruhi jaman teknologi yang semakin canggih, maka umat diharapkan agar selalu menghayati makna Firman Tuhan dalam kehidupan setiap hari baik dala keluarga, lingkungan dan di tengah masyarakat luas.

“Seperti yang telah saya bacakan sambutan ketua Sinode di tanah Papua bahwa kita umat di bumi A3 ini harus menjalankan Theofani secara baik, secara benar dan secara bertanggung jawab sehingga kita terus mendapat berkat dari Tuhan,” kata Naomi Netty Howay.

Sementara itu Bupati Maybrat, Drs. Bernard Sagrim,MM dalam sambutannya mengatakan, usia ke-64 GKI di tanah Papua, umat Ayamaru, Aitnyo dan Aifat (A3) harus terus semangat dalam melaksanakan perintah Injil agar membawa terang dalam diri setiap umat sehingga menciptakan persatuan, kedamaian dan keharmonisan di Kabupaten Maybrat dalam terang Roh Kudus.

“Kita harus bersukacita dalam memperingati hut ke-64 GKI di tanah Papua. Dan melalui hut ini, kita dapat mengevaluasi terkait pelayanan gereja terhadap anggota jemaat. Sehingga jika pelayanan belum terlaksana dengan maksimal, dapat ditingkatkan menjadi jauh lebih baik,” tutur Bernard Sagrim.

Peringatan Hut ke-64 GKI di tanah Papua tersebut terlaksana dengan meriah dan seluruh umat dapat menghayati dengan penuh iman sehingga seluruh rangkaian acara hingga berakhir dengan tertib dan sukacita. (Mrk)

 

Hari Sumpah Pemuda Ke-92, Bupati Maybrat AjakPemuda Harus Pro-Aktif Mencegah Covid-19


MAYBRAT, (Maybrat News) - Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) bersama pemerintah Kabupaten Maybrat memperingati hari sumpah pemuda ke-92 tahun di halaman kantor Distrik Aifat Selatan, Rabu (28/10/20)

Usai upacara peringatan hari sumpah pemuda, kepada RRI Bupati Maybrat Drs, Bernard Sagrim,MM menegaskan kepada pemuda Maybrat agar bangkit dan bersatu untuk berkomitmen membangun negara NKRI yang harmonis. Sebab pemuda sangat berperan aktif dalam pembangunan.

Peringatan hari sumpah pemuda di tengah pandemi Covid-19 ini, Bernard Sagrim mengajak pemuda Maybrat agar selalu membantu pemerintah mencegah penyebaran bahaya Covid-19. Sebab pemuda merupakan harapan bangsa yang diprioritaskan.

“Saya berharap agar pada momen hari sumpah pemuda jangan diperingati dengan serimonial belaka. Namun harus ditandai dengan sebuah pergerakan untuk membangun pemuda di Kabupaten Maybrat,” tutur Bernard Sagrim

Bernard Sagrim memberikan sebuah harapan kepada pemuda Maybrat agar dapat mencanangkan pemuda menanam pasca Covid-19 sebagai bentuk keterlibatan dalam penyediaan bahan makanan di tengah pandemi saat ini.

“Pemuda harus mempunyai sebuah komitmen agar bagaimana bisa mempersiapkan bahan makanan di tengah pandemi Covid-19 saat ini dengan mencanangkan pemuda menanam,” tutup Sagrim (Mrk).

MRPB Lantik Sub Suku di Suku A3

 

MAYBRAT, (Maybrat News) – Satu dari sembilan sub suku  di Suku A3 (Ayamaru, Aitinyo dan Aifat) Kabupaten Maybrat dilantik oleh Anggota Majelis Rakyat Papua Barat (MRPB) Samuel Kambuaya, S.Sos. Pelantikan tersebut berlangsung di Temel , Kabupaten Maybrat, Minggu (25/10/20).

Dimana kesembilan sub suku A3 yang dilantik yakni Sub Suku Ayamaru, Aitinyo, Aifat, Mare, Maysomara, Sawiat, Wayer, Pkoursa, Weta Ngin Brat (WNB). Sedangkan satu sub suku yang dilantik yakni Pkoursa.  “Pelantikan hari ini dilakukan hanya satu sub suku saja, yakni sub suku Pkoursa, terdiri dari ketua, wakil dan sekretaris, sedangkan untuk 8 sub suku lain yang belum dilantik saya harap segera melakukan musyawarah adat untuk memilih Kepala sub suku, struktur organisasi yang diharapkan adalah ketua, wakil dan sekretaris,”ujar Semuel dari Pokja Adat.

Keberadaan sembilan  sub suku ini, kata dia, memiliki hak penuh untuk melakukan pemilihan ketua dewan adat suku (DAS) di  Kabupaten Maybrat saat Musyawarah besar (Mubes) Maret 2021 mendatang. “Proses pemilihan suku dan sub suku Maybrat ini dilakukan secara mudah, karena di Kabupaten Maybrat memiliki satu budaya, bahasa dan adat istiadat, sehingga mudah,”teran Semuel Kambuaya.

Dirinya berharap, ketua sub suku yang sudah dilantik harus merangkul masyarakat dan bekerjasama dengan pemerintah sekaligus menyuarakan kondisi keterisolasian masyarakat di wilayah yang sulit dijangkau agar pembangunan ini bisa dilakukan secara merata. “Itu akan terwujud apabila kita bekerja sama antar lembaga MRPB dan pemerintah daerah,”ucapnya kepada awak media.

Pelantikan ini juga merupakan suatu kepercayaan anggota MRPB kepada masyarakat, sebagai lembaga representatif kultur orang asli Papua yang memiliki wewenang dalam perlindungan hak-hak OAP dengan berasaskan pada penghormatan terhadap adat dan budaya di setiap sub suku, bahasa dan adat istiadat di wilayah Maybrat.

Ketua Sub Suku Ayamaru, Yulianus Kareth memberikan apresiasi kepada anggota MRPB dari Pokja Adat secara Resmi melantik kami sub suku dihari Minggu ini menjadi hari bersejarah. “Kepala sub suku yang baru di lantik harus bekerja jujur terhadap masyarakat, pemerintah dan juga Tuhan atas tugas yang baru diberikan dipundak saudara,” ujarnya.

Pantauan media ini, usai pelantikan dilanjutkan dengan deklarasi penetepan dan pengakuan bersama yang ditandatangai oleh pihak pemerintah, DPRD Provinsi, DPRD Maybrat, Sorong Selatan, pimpinan 8 dedominasi gereja dan 9 sub suku yang ada serta  penandatanganan prasasti oleh Bupati Maybrat dan MRPB.

Hadir dalam acara tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Maybrat bersama anggota, Ketua Klasis Ayamaru Pdt Bastian Bleskadit, S.Th, MM, Anggota DPRD Provinsi Papua Barat dari Fraksi Otsus, Agustinus Kambuaya, SE, Kepala Distrik Ayamaru Jaya Maikel Solosa, Anggota MRPB Papua Barat Dominggus Monsafe, dan anggota MRPB dari Pokja perempuan, Agnes Isir, S.Sos, M.Si. (Mrk)


 

Michael R Kareth "Pengisian Jabatan DOB PBD Wajib Prioritaskan Orang Asli Papua"

                                                    Dr. Michael Rafael Kareth, S.Hut, M.Si Dr. Michael R Kareth, S.Hut,  M.Si., mantan Aktif...