"Nehaf Sau Bonout Sau" "Satu Hati Satu Komitmen"

Selasa, 17 Agustus 2021

Tingkatkan Perekonomian Masyarakat, Bupati Maybrat Bangun Pasar Sehu Distrik Ayamaru Barat

                             Bupati Maybrat, Dr. Bernard Sagrim. Tinjau Pembangunan Pasar

MAYBRAT, (Maybrat News) - Pemerintah daerah Kabupaten Maybrat Papua Barat, melalui Bupati Dr. Bernard Sagrim,MM membangun pasar Sehu Distrik Ayamaru Barat untuk meningkatkan perputaran perekonomian masyarakat. Mengingat lokasi tersebut sangat strategis karena merupakan pintu masuk dari Kabupaten Sorong, Kabupaten Sorong Selatan masuk ke Kabupaten Maybrat. Hal ini merupakan pusat perhatian untuk dijadikan sebagai tempat perputaran perekonomian.

Bupati Maybrat, Bernard Sagrim memberikan apresiasi kepada masyarakat pemilik hak Ulayat karena dengan iklas memberikan tanah untuk pembangunan pasar.

“Saya memberikan apresiasi kepada seluruh masyarakat, intelektual terutama pemilik hak ulayat yang telah memberikan tanahnya. Dan tempat ini akan menjadi ramai karena sudah membangun pasar di pintu masuk ke Maybrat,” tutur Bernard Sagrim, Jum’at (13/8/2021).

 

Dirinya berharap agar seluruh masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya dapat mendukung pembangunan pasar ini sehingga dapat dikerjakan dengan baik untuk memenuhi kebutuhan hidup.

“Saya harap masyarakat harus mendukung pembangunan pasar ini sehingga dapat selesai tepat pada waktunya. Dan mama-mama dengan mudah bisa menjual hasil ladang di pasar ini untuk menunjang kebutuhan hidup lainnya,” harapnya.

Sementara itu, kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Maybrat, Arius Jitmau Mengatakan, pembangunan pasar tersebut sedang dikerjakan dengan pematangan lahan untuk dibangun. Ditambahkannya, Pembangunan pasar ini menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) tahun 2021 dengan anggaran sebesar Rp 4 Miliar dan target kerja maksimal selama Enam bulan.

“Seperti kita lihat bersama bahwa pekerjaan sedang berlangsung. Dan kami targetkan akan dikerjakan selama 6 bulan. Tapi kalau tidak ada hambatan ya pekerjaan ini bisa selesai dalam waktu 4 bulan saja,” jelas Arius.

Dirinya menjelaskan luas lahan yang diserahkan oleh masyarakat untuk pembangunan pasar seluas 12×24 meter dan ini atas kesepakatan bersama pemilik hak ulayat yakni marga Bleskadit dan Sefle.

“Soal lahan, sudah aman dan tidak ada masalah lagi. Karena ini tanggung jawab kami dari pemerintah daerah. Dan lahan ini sudah ada kesepakatan bersama antara pemda dengan pemilik hak Ulayat. Ini suatu kesadaran masyarakat yang sangat luar biasa untuk meningkatkan perputaran perekonomian masyarakat,” tambahnya.

Sebelum pembangunan pasar ini dikerjakan, Bupati Maybrat didampingi kepala Bappeda, kepala Dinas Perdagangan dan pemilik hak ulayat meninjau lokasi pembangunan pasar tersebut. (Mrk)

 

 

Umat Katolik Stasi Ayamaru Rayakan Pesta Pelindung Santa Maria

                                 Pastor Septo Trifon Polii,Pr Memimpin Misa

Maybrat (Maybrat News) - Umat Katolik Stasi Santa Maria Ayamaru Paroki Santo Albertus Agung Teminabuan Keuskupan Manokwari-Sorong merayakan pesta pelindung Stasi Santa Maria Ayamaru disyukuri dengan perayaan Ekaristi dipimpin oleh Pastor Septo Trifon Polii, Pr, Minggu (15/8/2021).

Perayaan pesta pelindung Stasi ini sekaligus dengan diterimakan Sakramen Komuni Pertama terhadap 6 orang umat yang terdiri dari 5 orang anak-anak dan 1 orang dewasa.

 Guna memeriahkan pesta pelindung gereja Stasi Ayamaru, panitia pelaksana menyelenggarakan berbagai jenis perlombaan diantaranya anak-anak lomba cerdas cermat Alkitab, lomba makan kerupuk dan lomba masukan pensil ke dalam botol. Sementara untuk orang dewasa lomba menyanyi lagu Credo dan Pater Noster serta lomba menampilkan pakaian adat dari daerah asal masing-masing.Dalam lomba tersebut, merebut berbagai jenis hadiah menarik.

Ketua dewan Paroki Santo Albertus Agung Teminabuan melalui Sekretaris, Yohanes Maturbongs dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada umat karena semangat tinggi dapat menyukseskan perayaan pesta pelindung Stasi Ayamaru dan diterimakan Sakramen Komuni pertama.

Dirinya berharap agar setelah menerima sakramen Komuni Pertama, iman umat semakin kokoh agar tumbuh menjadi anak-anak Allah.

“Ini sesuatu yang luar biasa. Saya tidak sangaka kalau Semangat umat Stasi Santa Maria Ayamaru sangat tinggi untuk menyukseskan pesta pelindung Stasi. Apalagi dihiasi dengan pakaian adat dari daerah masing-masing. Hal ini merupakan bagian dari iman umat,” tutur Maturbongs.

Sementara itu, Pastor Paroki setempat, Septo Trifon Polii, Pr mengatakan bertepatan dengan hari raya Santa Perawan Maria diangkat ke Surga, umat setempat merayakan pesta pelindung Stasi Santa Maria Ayamaru. Hal ini bukan sekedar merayakan tapi bagaimana umat dapat menghayati dengan baik dalam kehidupan beriman.

Ditambahkannya, melalui lomba yang telah dilaksanakan, sangat berdampak positif bagi umat seperti umat terlibat aktif dalam berbagai kegiatan kerohanian lainnya.

“Terima kasih karena bertepatan dengan hari Santa Perawan Maria diangkat ke Surga umat Stasi Santa Maria Ayamaru rayakan pesta pelindung. Dan tadi sudah diterimakan Komuni pertama, kiranya orang tua selalu menuntun anak-anak agar tumbuh dalam iman,” kata Septo.

Perayaan pesta pelindung Stasi Santa Maria Ayamaru ini meskipun terlaksana di tengah pandemi Covid-19, namun Pastor Paroki ini menegaskan kepada umat agar tetap menerapkan protokol kesehatan sehingga bersama memutus mata rantai penyebaran bahaya Covid-19. (Mrk)

 

 

 

 

Tiga Ruang Belajar SD YPK Aitinyo Dibangun Secara Permanen

                              Peletakan Batu Pertama Pembangunan Ruang Belajar

MAYBRAT, (Maybrat News) - Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Maybrat Papua Barat, Kornelius Kambu bersama Ketua DPRD, Ferdinando Solosa Melakukan peletakan batu pertama pembangunan ruang kegiatan belajar SD YPK Aitinyo, Sabtu (14/8/2021).

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Maybrat, Kornelius Kambu mengatakan, pendidikan merupakan tuntutan masyarakat yang harus dipenuhi guna mencerdaskan generasi yang berintelektual agar membangun bangsa ke depan. Oleh karena itu, melalui peletakan batu pertama ini, segera diselesaikan tepat waktu sehingga dapat digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.

Pembangunan tersebut menggunakan anggaran dari sumber dana Otonomi khusus (Otsus) tahun 2021 untuk membangun Tiga ruang kegiatan belajar. Mengingat ruang belajar yang sedang digunakan hanya berdinding papan dengan jumlah siswa sebanyak 103 orang.

“Kami selaku pemerintah selalu siap membantu jika ada kekurangan. Karena ini membantu generasi-generasi penerus Maybrat sehingga mereka bisa membangun Maybrat ke depan,” terang Kornelius Kambu.

Sementara itu, ketua DPRD Kabupaten Maybrat, Ferdinando Solosa mengutarakan bahwa sebagai wakil rakyat dan juga sebagai pemerintah daerah memiliki tanggung jawab dalam tugas penyelenggaraan pemerintahan dan kebijakan pembangunan serta pembinaan kemasyarakatan di daerah. Oleh karena itu, perlu ada kesinambungan guna membangun pendidikan yang lebih baik untuk kemajuan generasi di tanah Papua melalui Sumber Daya Manusia (SDM) yang profesional.

“Pemerintah berkewajiban untuk membangun pendidikan sehingga menciptakan generasi yang cerdas. Karena tanpa pendidikan, maka pembangunan tidak akan maju,” tuturnya.

Melalui peletakan batu pertama pembangunan ruang kegiatan belajar ini, diharapkan agar pendidikan di Kabupaten Maybrat jauh lebih maju dan mampu bersaing dengan daerah lainnya. (Mrk)

 

Perayaan HUT RI Ke-76, BAPERA Dan KNPI Kabupaten Maybrat Kibarkan 500 Bendera di Danau Framu

MAYBRAT, (Maybrat News) - Peringatan HUT kemerdekaan RI ke-76 tahun ini sangat menarik. Di Kabupaten Maybrat Papua Barat Distrik Ayamaru organisasi Barisan Pemuda Nusantara (Bapera) bersama Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) dengan TNI dan Polsek Ayamaru mengibarkan 500 buah bendera Merah Putih di tengah danau Framu yang merupakan tempat pariwisata dengan memiliki air yang sangat jernih dan sejuk, Selasa (17/8/2021)

Pengibaran bendera Merah Putih tahun ini diselenggarakan oleh kedua ormas tersebut di alam terbuka yang dikelilingi hutan belantara karena merupakan tempat pengasingan Bung Karno selama 4 tahun lamanya pada waktu itu.

Dari pantauan media ini situasi alam sebelumya berwarnah hijau dan danau berwanah biru tiba-tiba berubah warnah menjadi merah putih. Kicauan burung saat itupun diam membisu mendengarkan lagu Indonesia raya yang sangat merdu dengan menghayati perjuangan kemerdekaan Indonesia pada 76 tahun silam.

Ketua Bapera Kabupaten Maybrat, Kornelius Kambu mengatakan, pengibaran bendera Merah Putih di danau Framu guna mengenang sejarah pengasingan Bung Karno pada waktu itu di tempat tersebut. Hal ini merupakan sejarah perjuangan bangsa Papua khusus Kabupaten Maybrat untuk kemerdekaan NKRI. Oleh karena itu, pada moment tersebut dapat mengungkapkan rasa cinta kasih terhadap NKRI.

“Pengibaran 500 buah bender Merah Putih ini sebagai wujud semangat kami untuk membela NKRI juga mengenang para pejuang kemerdekaan terutama Bung Karno yang telah diasingkan di tempat ini. Dan merupakan kebanggaan kami orang Papua terutama di Kabupaten Maybrat untuk terus dikenang sampai anak cucu kami,” ungkap Kornelius Kambu.

Sementara itu, ketua KNPI Kabupaten Maybrat, Klemens Howay mengatakan, momentum pengibaran 500 buah bendera Merah Putih ini merupakan sebuah refleksi pemuda Maybrat karena kemerdekaan NKRI merupakan sebuah perjuangan panjang bagi para pejuang pada masa silam. Oleh sebab itu, lanjutnya sebagai ungkapan syukur, pemuda bekerja sama dengan Bapera dan TNI Polri Maybrat bersatu untuk mengibarkan bendara yang telah dilaksanakan di danau Framu.

Momen yang istimewa dan unik ini, ketua KNPI merasa terharu karena baru pertama kali organisasi pemuda dan Bapera berkolaborasi bersama TNI Polri dengan semangat tinggi dapat mengibarkan 500 buah bendera Merah Putih.

“Melalui momen hari ini, kami pemuda bangkit dan membela bangsa ini agar tetap maju dan berkontribusi kepada negara dengan cara melakukan aktivitas yang sifatnya membangun NKRI agar lebih maju,” tutur Klemens

Acara pengibaran Bendera Merah Putih di tempat wisata danau Framu Kabupaten Maybrat dihadiri pelajar tingkat SD dan SMP, Kepala Distrik dan kepala Kampung setempat, anggota Kodim, Koramil dan Polsek Ayamaru serta ratusan masyarakat dan anggota Bapera serta KNPI hingga berakhir dengan aman dan dapat menghayati HUT kemerdekaan RI-76. (Mrk)

 

 

 

Jumat, 13 Agustus 2021

Bupati Bernard Sagrim Resmikan dan Melantik 6 Kepala Kampung di Distrik Ayamaru Barat dan Satu Kampung di Distrik ASJ

Bupati Maybrat, Dr. Bernard Sagrim,Drs.MM., saat menyerahkan SK pelantikan 6 kepala kampung di  Yaboh Distrik Ayamaru Barat Kabupaten Maybrat Provinsi Papua Barat, Ju’mat, (13/8/2021)

MAYBRAT, (Maybrat News) - Bupati Maybrat, Dr. Bernard Sagrim, MM meresmikan dan melantik 6 kepala kampung yakni Kampung Yaboh dengan Kepala Kampung, Gustaf Sefle, Kampung Brilo, Samuel Blesia, Kampung Ksop, Zeth Sefle, Kampung Svachomen Mika duwit dan Kampung Boware, Philipus Bleskadit distrik Ayamaru Barat dan kampung Howaykoah, Distrik Ayamaru Selatan Jaya (ASJ), Yemima Howay. Peresmian dan pelantikan itu, berdasarkan Surat Keputusan Bupati Maybrat No 36 Tahun 2021 tanggal 9 Agustus 2021.

Pantauan media ini, usai pembacaan surat keputusan bupati dilanjutkan dengan pelantikan dan penyerahan SK kepada kepala kampung yang baru dilantik yang disaksikan sejumlah pejabat dan warga masyarakat yang hadir jumat, (13/8/2021).

“Soal kampung dan distrik wilayah tapal batas, itu membutuhkan waktu yang lama sehingga hari ini kita bisa dapat meresmikan operasinya pemerintahan kampung sebagaimana yang termuat dalam peraturan bupati dan surat keputusan bupati yang dilanjutkan dengan pelantikan tadi. Itu artinya, wilayah ini sudah resmi jadi penyelenggaraan pemerintahan dan mulai dilaksanakan,"ujar Bernard Sagrim.

Kampung ini kata Bernard Sagrim berada di dua wilayah pemerintahan yaitu kabupaten Maybrat dan Kabupaten Sorong Selatan dan juga ada yang menyentuh di kabupaten Sorong.

"Masalah tapal batas ini menjadi persoalan, sering jadi konflik di mana-mana dan sehingga menjadi perhatian pemerintah dan saling berharap kabupaten mana yang urus. Terutama hal-hal begini terjadi saat Pemilu dan Pilkada di Maybrat coblos di Maybrat begitupun Sorong Selatan. Sehingga hari ini dikasih jelas melalui keputusan bupati Maybrat terkait pemerintahan kampung,”akui Bernard Sagrim.

Dikatakan Bernard Sagrim nanti ada pandangan lain bahwa mengapa kabupaten Maybrat ambil warga kabupaten Sorong Selatan kasih pindah kesini.

“Saya kira kita urus orang Papua ini, beda dengan kita urus yang lain. Intinya apa yang masyarakat minta saya kira itu yang kita penuhi, soal aturan itu nanti kita penuhi kemudian,”tegasnya Bernard Sagrim.

Penetapan kampung yang ada, lanjut Sagrim kemudian gereja ikut menyesuaikan. Apakah masuk di bakal Klasis Sawiat atau masuk di Klasis Ayamaru.

“Hal-hal ini yang nanti kita bicarakan di kemudian, jangan dipersoalkan jadi kita mengalir saja dahulu,”katanya.

Bernard Sagrim mencontohkan wilayah Moswaren, pemerintahan itu masuk di Kabupaten Sorong Selatan sedangkan gereja masuk di Bakal Klasis Aitinyo Kabupaten Maybrat. Nanti kita sesuaikan dengan aturan tata gereja maupun pedoman GKI di tanah Papua.

Orang nomor satu di kabupaten Maybrat ini mengingatkan tugas kepala kampung itu menyesuaikan tapal batas wilayah pemerintahan kampung, harus melalaui kesepakatan bersama. Agar kedepan ada peta wilayah tidak menjadi masalah lagi.

Setelah itu mendata jumlah penduduknya, berapa kepala keluarga (KK) dan jiwanya. Kalau tidak didata secara baik kata Bernard Sagrim kampung-kampung ini akan dilebur kembali gabung ke kampung induk.

“Setelah data jumlah penduduk selanjutnya dilakukan perekaman KTP-e di dinas kependudkan dan cacatan sipil (Disdukcapil) kabupaten Maybrat. Jangan terkesan ada nama kampung tetapi tidak ada orang,”pesan Sagrim.

Kampung-kampung yang baru diresmikan dan dikukuhkan ungkap Bernard Sagrim belum ada dana kampung, sedangkan yang ada hanya honor aparat. Dana kampung itu urusan di pusat dan ada beberapa tahapan yang harus diurus.

“Itu jangan kita persoalkan, itu jalan dengan sendirinya setelah proses peresmian dan pelantikan kepala kampung,”jelasnya.

Dirinya berharap dukungan dari kampung-kampung induk di Distrik Ayamaru Kabupaten Maybrat dan Distrik Fkour Kabupaten Sorong. Terkait wilayah batas pemerintahan kampung disepakati dari keluarga supaya ada patok.

“Itu hanya batas wilayah pemerintahan tetapi hubungan kekeluargaan, dusun dan lainnya berjalan seperti biasa. Patok itu hanya yang diisyaratkan dalam ketentuan perundang-undangan saja. Jadi jangan dipersoalkan lagi. Kalau pemerintah kampung berjalan dahulu setelah itu baru distrik, supaya daerah ini cepat bertumbuh, karena ini daerah tapal batas pinggir jalan poros Nasional,”tandas Bernard Sagrim (Mrk)

 

Bupati Maybrat Bernard Sagrim Tinjau Lokasi Pembangunan Pasar Sehu Distrik Ayamaru Barat

Bupati Maybrat, didampingi kepala Bappeda dan kepala dinas perdagangan dan tenaga kerja serta pemilik hak ulayat meninjau lokasi pembangunan pasar di Sehu Distrik Ayamaru Barat Kabupaten Maybrat provinsi Papua Barat Ju'maat (13/8/2021)

MAYBRAT, (Maybrat News) - Bupati Maybrat, Dr. Bernard Sagrim, MM menyampaikan terima kasih kepada pemilik hak ulayat, marga Bleskadit dan Sefle yang sudah memberikan tanah untuk pembangunan pasar.

Mengapa pasar ini kita bangun di sini, karena daerah ini merupakan salah satu pusat pertumbuhan ekonomi. Pasar ini sudah jadi daerah ini akan didata, apalagi kampung-kampung yang tadi kita resmikan akan mengundang orang lain akan datang kesini,”ujarnya.

Dirinya beraharap kepada seluruh warga yang ada disekitar ini harus memberi dukungan untuk pembangunan pasar yang dilakukan pemerintah. Terlebih intelektual Ayamaru Barat dan Welek raya agar segera mendukung pembangunan pasar ini.         

Selain itu, Kepala Dinas Perdagangan dan tenaga kerja Kabupaten Maybrat, Arius Jitmau, S.Sos mengatakan pembangunan pasar sudah mulai dikerjakan dengan pematangan lahan setelah itu langsung dibangun. Pembangunan pasar ini lanjut Arius itu menggunakan APBN 2021. Target itu 6 bulan tetapi kalau tidak ada halangan 4 bulan sudah bisa selesai.

“Ukuran lebar panjang 12x24 meter, target penyelesaian pembangunan pasar ini sekitar 6 bulan kedepan kalau tidak ada hambatan berarti 4 bulan sudah harus selesai,”ucap Arius Jitmau kepada awak media usai mendampingi Bupati Maybrat, Dr. Bernard Sagrim, MM meninjau lokasi pembangunan pasar Sehu jumat, (13/8/2021).

Kaitan dengan pemilik hak ulayat marga Bleskadit dan Sefle, itu akan dibicarakan. Sebab kata Arius Jitmau, APBN tidak ada biaya kompensasi soal ganti rugi tanah dan lainnya tetapi dibebankan ke APBD kabupaten Maybrat.

“APBN hanya membangun termasuk biaya tenaga kerja (tukang) sedangkan kompensasi pemilik hak ulayat itu akan dibebankan ke APBD tetapi belum dibicarakan,”terangnya.

Dirinya berharap dukungan dari warga masyarakat yang ada, terkait pembangunan pasar ini, sebab adanya pasar yang dibangun saat ini karena permintaan masyarakat di Tahun 2018 akhirnya pemerintah pusat merespon dan realisasinya di tahun ini.

Pantauan media ini, sebelum Bupati Maybrat, kepala Bappeda, kepala dinas perdagangan dan tenaga kerja bersama pemilik hak ulayat melakukan peninjauan lokasi pembangunan pasar, diawali penandatangan berita acara penyerahan tanah pembangunan pasar oleh marga Bleskadit dan Sefle sebagai pihak pertama dan pemerintah sebagai pihak kedua dan saksi-saksi dari  marga sekitarnya. (Mrk)        

 

Bupati Maybrat Minta Dukungan Doa untuk Hadirnya DOB Maybrat Sau

        Bupati Maybrat, Dr. Bernard Sagrim, MM saat memberikan sambutan usai pelantikan 6 kepala     kampung di   Yaboh distrik Ayamaru Barat Kabupaten Maybrat provinsi Papua Barat

MAYBRAT, (Maybrat News) - Bupati Maybrat, Dr. Bernard Sagrim, Drs. MM., minta dukungan doa dari warga masyarakat di kabupaten Maybrat agar secepatnya hadir Daerah Otonomi Baru (DOB) Maybrat Sau. Sebab Undang-undang (UU) Otsus sudah disahkan kita tunggu Peraturan Pemerintah (PP).

“Kalau Tuhan berkehendak kabupaten Maybrat Sau akan segera dibahas,”kata Bupati  Bernard Sagrim usai meresmikan dan melantik 6 kepala kampung di Yaboh Distrik Ayamaru Barat Kabupaten Maybrat Provinsi Papua Barat jumat, (13/8/2021)

Hadirnya Kabupaten Maybrat Sau kata Bupati Bernard Sagrim maka pelayanan pemerintah ke masyarakat itu lebih dekat dan masyarakat mendapat sentuhan pembangunannya. 

“Masyarakat tidak lagi jauh-jauh tetapi pembangunan lebih dekat lagi ke masyarakat,”paparnya.

Kita semua berdoa agar supaya rancangan peraturan pemerintah tentang implemnetasi Undang-undang (UU) Otsus Papua Nomor 2 Tahun 2021 yang sudah disahkan beberapa minggu yang lalu, itu bisa dapat dilaksanakan.

“Sehingga hal-hal yang terkait masalah dana dan pemekaran bisa dapat dilaksanakan termasuk calon kabupaten Maybrat Sau provinsi Papua Barat,”tandas Bernard Sagrim. (Mrk)

 

Michael R Kareth "Pengisian Jabatan DOB PBD Wajib Prioritaskan Orang Asli Papua"

                                                    Dr. Michael Rafael Kareth, S.Hut, M.Si Dr. Michael R Kareth, S.Hut,  M.Si., mantan Aktif...