"Nehaf Sau Bonout Sau" "Satu Hati Satu Komitmen"

Jumat, 31 Mei 2019

Pengurus LPPD dan LP3K Maybrat Dikukuhkan



MAYBRAT, (Maybrat News.com) – Pengurus Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD), periode 2019-2024 dan Pengurus Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani (LP3K) periode 2019-2023, resmi dikukuhkan.

Pengukuhan oleh bupati Kabupaten Maybrat, Drs.Bernard Sagrim, MM, berlangsung di Aula Pertemuan Setda Kabupaten Maybrat, Jumat, (31/5/2019) lalu.

Bupati Maybrat, Drs.Bernard Sagrim, berharap keberadaan pengurus ini dapat segera mempersiapkan diri, dalam menunjang program pemerintah di bidang kerohanian, secara periodik dan berjenjang dari tingkat Distrik, Kabupaten, Provinsi dan Nasional.

“Saya berapa kali ikut ibadah, belum pernah lihat Pesparawi tampil. Sebaiknya mulai sekarang pengurus dapat lakukan konsolidasi di LPPD dan LP3K, agar waktu yang ada dapat diisi untuk memuliakan nama Tuhan,” sebut Sagrim.

Selain itu, kata Sagrim, keaktifan organisasi ini, agar seluruh masyarakat, lebih khusus umat Kristiani dapat mengetahui ada lembaga untuk pembinaan dan pengembangan Pesparawi maupun Pesparani di tingkat kabupaten.

“Pesparawi dan Pesparani ini juga merupakan kegiatan pesta iman di Indonesia, khususnya di tanah Papua dalam memuji dan memuliakan Tuhan,” tukas Sahrim.

“Dua lembaga ini sebagai media untuk mengukur perkembangan dan pembinaan nyanyian dan penyanyi disetiap daerah, dan merupakan pusat kegiatan sosial sebagai yang paling berinteraksi, mendukung, memberi solidaritas sebagai umat Kristiani,” tukas Sagrim.

Sagrim meminta pengurus yang baru dilantik dapat mengemban tugas untuk membimbing dan melaksanakan kegiatan rohani persiapan lomba, di Kabupaten Timika bulan Juni 2020 dan Oktober 2019 tingkat provinsi di Manokwari.

“Melalui Pesparawi maupun Pesparani kita tingkatkan rasa persaudaraan terhadap sesama demi kemuliaan nama Tuhan,” tandas Sagrim.

Ketua LP3K Pesparani Maybrat, Stevanus Kocu, S.Pi, M.Si, menambahkan, ini tugas berat, sehingga dibutuhkan kerjasama dari semua pihak termasuk Pastor Paroki, pengurus dewan gereja, agar apa yang diharapkan dapat tercapai.(es)

Sekda: Pimpinan OPD dan Pegawai Wajib Ikut Upacara Peringati Hari Lahir Pancasila



MAYBRAT, (Maybrat News.com) – Sesuai surat edaran Kementeri Dalam Negeri, kepala daerah yang berada di seluruh Indonesia, baik provinsi/kabupaen/kota, bersama jajarannya diminta melaksanakan upacara peringatan hari lahir Pancasila 1 Juni 2019.

“Kita diwajibkan melakukan upacara dan penanaman sikap dan nilai Pancasila, mempublikasi serta spanduk hari lahir Pancasila,” ungkap Sekda Maybrat, Drs.Agustinus Saa, M.Si pada apel pagi, Rabu (29/5/2019).

Agustinus berharap para Aparatur Sipil Negara (ASN/PNS) dapat hadir dalam acara peringatan Hari Lahir Pancasila, meski bertepatan dengan libur lebaran.
“Kepada pimpinan OPD (Organisasi Perangkat Daerah) agar mengkordinasikan bawahannya, hadir mengikuti upacara Hari Lahir Pancasila,” terangnya.

Agustinus menambahkan upacara peringati Hari Lahir Pancasila akan diadakan di Alun-alun Vaitmayaf, yang diikuti pejabat dan pegawai dilingkungan pemerintahan Kabupaten Maybrat, dengan Inspektur Upacara adalah Bupati Maybrat.(es)

Umat Katolik di Kumurkek Rayakan Hari Kenaikan Isa Almasih



\MAYBRAT, (Maybrat News.com) – Umat Katolik Santo Paulus, merayakan hari Kenaikan Isa Almasih di Gereja Katolik Paroki Santo Yosef Ayawasi, Stasi Santo Pulus Kumurkek.

Ibadah Sabda dan Komuni yang dimulai sekitar pukul 09.00 Wit itu, dihadiri umat Stasi Santo Paulus Kumurkek, dengan iringan lagu pujian dari Madah Bhakti, dan penuh Hikmah.

Suster Lisa, OSF, dalam khotbahnya mengatakan Yesus, menderita sengsara, wafat dan bangkit menunjukan kemulian Allah yang maha tinggi, dan duduk disebelah kanan Allah yang maha Kuasa.
Sebagai umat Katolik, kita datang bersujud menyembah, memuji dan memuliakan Allah yang mengutus Putra-Nya sendiri 40 puluh hari yang lalu hadir bersama kita.

“40 hari yang lalu, hadir bersama kita menderita, wafat dan bangkit menunjukan kemulian Allah yang maha tinggi. Sehingga kita dapat merayakan hari kenaikan Isa Almasih,” ujarnya.

Dia berharap umat Katolik terus bermohon agar Yesus yang telah naik ke Surga, tidak meninggalkan umatnya, tetapi kembali dan mengutus Roh Kudus, selalu dan senantiasa menyertai kita.

“Roh Kudus itu hadir mengingatkan, menegur dan mengarahkan kita untuk hidup lebih baik dan benar didalam menghayati hidup Yesus, yang sengsara, mati dan bangkit bersama kita,” tuturnya.(es)

Buku "Bupati Fenomenal Perjalanan Politik Bernard Sagrim" Resmi Diluncurkan

 
Proses Pengambilan Buku yang di Terima Oleh Panitia Launcing Buku, (Equil Arkilaus Isir)

MAYBRAT, (Maybrat News.com) – Michael R Kareth, menyampaikan ide dan pikirannya, dalam mengulas perjalanan karir politik dari Drs. Bernard Sagrim, selaku Bupati dua periode Kabupaten Maybrat.

Buku yang diberi judul, “Bupati Fenomenal Perjalanan Politik Bernard Sagrim”, resmi diluncurkan, kemarin dihalaman Aula Pertemuan Setda Maybrat.

Buku tersebut memiliki 167 halaman, yang merupakan hasil riset selama 3 tahun 6 bulan.
“Pembuatan buku ini sudah mendapat rekomendasi dari Drs Bernard Sagrim,” ungkap Maikel R Karet, selaku penulis buku tersebut.

Menurutnya, dari hasil riset pertama, teks dalam buku ini berjumlah 289 halaman, namun setelah tiga kali dikonsultasikan, akhirnya beberapa tulisan harus dihilangkan.

“Saya beri judul, “Bupati Fenomenal”, karena meski pernah tersandung kasus “Korupsi”, tetapi ia masih mendapat dukungan mayoritas masyarakat Maybrat, bahkan 80 hingga 90 persen,” terangnya.
Lanjutnya, tujuan penulisan buku ini, hanya ingin menerangi kepada publik bahwa apa yang selama ini terjadi dan beredar, kenyataannya tidak demikian, kasus yang menjeratnya hanya di politisasi.

Maikel yang menyelesaikan Gelar Doktor Ilmu Komunikasi di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Gajah Mada tahun 2014 ini, menuturkan peluncuran buku ini dimulai dari Teluk Bintuni, Tambrauw, Sorong Selatan dan terakhir di Maybrat.

“Ini sebagai motivasi bagi kaum Intelektual di Maybrat, agar dapat melakukan riset dan penelitian, sebab masih banyak hal yang perlu diteliti dan diangkat ke publik,” sebutnya.

Selain itu, buku ini juga bisa menjadi rujukan untuk buku jilid kedua, yang akan dibuat setelah ada kerjasama dengan Ketua DPRD Maybrat, Ferdinando Solosa, SE.

“Untuk penelitian yang dipakai terbuka tanpa formal dari lembaga penelitian mana pun, dan lebih bebas,” tandasnya.

Pantauan Maybrat News com, launching buku berjudul, “Bupati Fenomenal Perjalanan Politik Bernard Sagrim,” terlihat digemari para pembaca di kalangan masyarakat Maybrat.(es)

Senin, 27 Mei 2019

4 Kali Berturut-turut Raih WTP, Begini Komentar Bupati Maybrat

 
Bupati Maybrat, Drs Bernard Sagrim, MM.
MAYBRAT, (Maybrat News) – Prestasi membanggakan kembali diraih Pemkab Maybrat, yakni empat kali beruntun meraih penilaian Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), dari BPK RI atas pelaporan keuangan pemerintah daerah tahun anggaran 2018.

Bupati Kabupaten Maybrat, Drs. Bernard Sagrim, MM, mengutarakan keberhasilan Maybrat mendapatkan dan mempertahankan opini WTP, karena kerja keras semua perangkat daerah, atas komitmen kita yang didasari moto Nehaf Sau Bonou Sau, satu hati satu komitmen.

“WTP yang diterima ini merupakan usaha dan kerjasama kita semua, dan tinggal satu kali lagi WTP, kita bisa mendapat penghargaan dari pemerintah pusat,” ujarnya, kepada Maybrat News Senin, (27/5/2019).

Menurut bupati, hal yang perlu dicatat, WTP bukan merupakan hal yang membanggakan, tetapi ada syarat-syarat yang harus tetap dipertahankan dan diperhatikan agar tahun 2019, Opini WTP ini dapat kita raih kembali.

“Seperti contoh, raport anak sekolah, bidang studi tertentu mendapat nilai 60, kedepan harus naik 70, berarti terus dijaga agar tidak mendapat nilai yang merah. Memang ini tidak mutlak, dan tergantung kerja kita meresponnya,” terangnya.

Menurutnya, Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) dari BPK RI, harus ditindaklanjuti sekalipun itu hanya catatan-catatan administrasi.

“Misalnya membayar honor sesuai standar Rp300, tetapi ini tidak cukup, sehingga ada kegiatan maka pimpinan OPD bisa tambah sesuai kearifan lokal menjadi Rp500 atau Rp700 ribu. Namun standar pemeriksaan tidak boleh. Hal-hal kecil ini yang harus diperhatikan supaya jangan sampai tahun depan turun,” tandasnya.(es)

8 Rekomendasi KPK RI yang Perlu Direspon Pemda Maybrat

Bupati Maybrat, Drs Bernard Sagrim, MM.
MAYBRAT, (Maybrat News) – Bupati Kabupaten Maybrat, Drs. Bernard Sagrim, MM, mengaku ada delapan rekomendasi, dalam menindaklanjuti rencana aksi dari KPK berdasarkan hasil evaluasi dan monitoring.

Delapan rekomendasi tersebut, diantaranya pertama, perencanaan dan penganggaran APBD, kedua pengadaan barang dan jasa milik pemerintah daerah, ketiga, pelayanan terpadu satu pintu (PTSP), keempat, penguatan aparatur pengawas internal pemerintah (Inspektorat) dan kelima management ASN.

Selanjutnya rekomendasi keenam gratifikasi jabatan yang mewajibkan pengisian laporan harta kekayaan pengelolan negara, ketujuh optimalisasi pendapatan daerah dan kedelapan pembenahan dan penertiban BMD (Barang Milik Daerah) kendaran dinas.

“Untuk rekomendasi ketujuh kita di Maybrat belum ada, jadi pergerakan kita bagaimana melakukan inovasi maupun mengatur regulasi tentang pendapatan asli daerah (PAD) ,” terang Sagrim, Senin, (27/5/2019).

Menurut orang Nomor satu Maybrat ini, kendaran dinas juga menjadi masalah krusial, karena kepemilikan kendaraan roda empat maupun dua bagi pejabat cukup unik.
“Setiap pejabat naik bawa mobil, turun bawa mobil, naik lagi beli mobil. Sebenarnya ini tidak seperti itu, setelah menjabat dan selesai mobil dinas harus dikembalikan karena itu aset milik daerah,” terang Sagrim.

“Kita sudah mengultimatum 1 bulan aset daerah berupa kendaran sudah harus dikembalikan, sesuai dasar surat KPK tanggal 15 Mei 2019,” tegas Sagrim.

“Bagi mereka yang memiliki kendaran dinas yang lebih dari satu, yang lebih itu yang harus bawa kembali dan mengunakan satu saja. Kalau satu bulan itu tidak kembalikan ya aparat penegak hukum yang turun menarik secara paksa, ini sesuai surat perintah KPK bukan bupati,” terangnya.

Untuk itu, Sagrim menghimbau bagi mereka yang memiliki kendaraan dinas lebih dari satu sebaiknya secara sadar dikembalikan ke kantor di Vaitmayaf dan akan dikoordinir oleh Asisten II Setda Maybrat.

“Kalau 1 bulan tidak dikembalikan akan dijemput paksa, kalau jemput paksa juga kita malu,” tutur Sagrim.

Ditanya terkait akhir aksi KPK, menurut Sagrim, iini aksi yang dilakukan pemerintah secara terus menerus dan evaluasi. Umpanya hal-hal terkait perencanaan dan penganggaran APBD, berarti Bappeda dengan keuangan, karena berbasis kepada implening karena implementasinya nanti di tahun 2020.

“Jadi tidak ada lagi yang konvesional, perencananya yang sifatnya sebentar Musrembang, kemudian di buang saja, lalu kesepakatan dengan DPRD yang sebenarnya tidak masuk dalam dokumen perencanaan daerah,” sebut Sagrim.

“Kita harus konsisten dengan perencanaan daerah, visi dan misi daerah sudah diturunkan melalui RPJMD, RKPD, Renstra maupun Renstra SKPD, jadi perencanaan tidak boleh keluar,” tegas Sagrim.
Sagrim menambahkan, ada satu poin yang juga perlu diplublikasi yakni KUA PPAS, karena semua harus transparan.

“Semua pergerakan mulai dari sekarang tidak boleh dilakukan sendiri-sendiri oleh SKPD, harus di keroyok secara bersama,” tandas Sagrim.(Mrk)

Pasar Darurat di Athabu Mulai Ramai Dikunjungi


MAYBRAT, (Maybrat News) – Bupati Kabupaten Maybrat, Drs. Bernard Sagrim, MM mengatakan pasar darurat yang dibangun di Athabu, Distrik Aitinyo Barat, sudah berjalan ramai dan lancar, sekalipun masih tertatih-tatih.

“Waktu itu, bupati Sorong Selatan, meminta mama dari Maybrat agar kembali berjualan di Pasar Kajase Teminabuan, tetapi mereka menolak, dan sepakat tidak kembali berjualan disana,” ujar Sagrim, Senin, (27/5/2019).

Menurut Sagrim, dirinya menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga besar Tehit, Emeko dan Maybrat di Teminabuan. Sebab tiga Suku Besar yang ada di Sorong Selatan, Maybrat dan Imeko itu masih keluarga.

“Pasar di Athabu ini jadi titik tengah, sehingga orang dari wilayah Sorong Selatan, Wayer, Kokoda, Moswaren bisa jualan disini. Dan masyarakat Sorong Selatan yang sudah daftar untuk berjualan ada 40 orang,” tuturnya.

Selain itu, pihaknya juga akan memperhatikan pasar penyangka di Aifat, Ayamaru, Yumases, dan Aitinyo. Sehingga para pedagang besar, dapat memborong jualan para pedagang di Pasar Penyangga untuk dijual kembali di Pasar Athabu.

“Untuk soal harga perlu dibicarakan baik,” sebut Sagrim.
Sementara, salah satu pedagang Trivona Singgir, mengaku sudah 2 minggu berjualan di Pasar Darurat Athabu, penjual dan pembeli cukup ramai. Pembeli itu kebanyakan dari Sorong Selatan, Maybrat dan pegawai Maybrat sendiri.

“Bahan yang dijual mama-mama dari wilayah Ayamaru, Aitinyo, Aifat, Sorong Selatan, seperti sayur, keladi, ikan dan lainnya. Bisa sehari memperoleh pemasukan Rp800.000 hingga Rp1.000.000,” terangnya.

Dia berharap Pemerintah Maybrat dapat segera membangun Pasar permanen diwilayah Athabu, karena dilihat saat ini pengunjungnya cukup banyak.

” Kalau Pasar permanen, tentu dapat menampung lebih banyak lagi penjual, khususnya mereka yang sudah terdaftar ataupun yang baru mau daftar dari Sorong Selatan dan Maybrat,” tandasnya.(es)

Michael R Kareth "Pengisian Jabatan DOB PBD Wajib Prioritaskan Orang Asli Papua"

                                                    Dr. Michael Rafael Kareth, S.Hut, M.Si Dr. Michael R Kareth, S.Hut,  M.Si., mantan Aktif...