"Nehaf Sau Bonout Sau" "Satu Hati Satu Komitmen"

Selasa, 24 Maret 2020

Waspada Covid 19 "Pemkab Maybrat Wajib Sediakan Pengukur Suhu dan Masker"

Natfali Hara, S.Sos

MAYBRAT, (Maybrat News) – Anggota DPRD Kabupaten Maybrat, Natfali Hara, S.Sos meminta kepada pemerintah daerah segera merespon masalah kelangkaan alat kesehatan termasuk masker yang saat ini langkah di wilayah kabupaten Maybrat.

Menurut dia, masyarakat saat ini, kesulitan untuk mendapatkan informasi yang pasti terkait dimana pos ketika ada kasus Covid-19 yang ditemui di Maybrat. Pencegahan lain, menurut dia penyediaan masker di pasaran yang akan digunakan sebagai alat pencegahan penyebaran virus corona.

“Masyarakat sering mengikuti di Medsos, TV dan koran bahwa pencegahan itu dengan menggunakan masker, tetapi penyediaan itu tidak ada. Sehingga pemerintah daerah segera bertindak cepat pengadaan alat deteksi seperti pengukur suhu juga masker sebagai pencegahan awal,”ucap dia.

Menurutnya surat edaran pemerintah libur aktifitas diluar rumah selama 2 pekan tetapi kebutuhan warga yang sangat terdesak pasti keluar, sehingga masker juga menjadi keamanan bagi warga ketika keluar ke tempat umum atau daerah lain.

Ia berharap pemerintah daerah terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat, tentang cara-cara pencegahan virus corona agar daerah ini terhindar dari penyakit berbahaya itu. “Saya minta pemerintah daerah terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat terutama mereka yang tinggal di pedalaman, tentang bagaimana cara-cara pencegahan virus corona atau COVID-19 itu, supaya jangan ada yang terjangkit,”harap dia

Selain itu Plt, kepala dinas kesehatan kabupaten Maybrat, Faber Hutahaean, SE, M.Kes kepada media ini via telepon selulernya Minggu, (22/3) mengatakan peralatan medis seperti pengukur suhu termasuk masker dan lainnya akan dikirim hari ini (kemarin).

“Ketika peralatan medis sudah ada, maka kami akan dropkan ke 14 Puskesams dan Posko yang ditunjuk seperti Puskesmas Ayamaru, Ayamaru Utara, Aitinyo, Aitinyo Utara dan Aifat untuk siap melayani masyarakat. Sehingga masyarakat ketika ada kejala segera melaporkan ke puskesmas terdekat, termasuk pos perbatasan di Sorong Selatan Maybrat dan Sorong Maybrat, kami akan tempatkan petugas kami disana,” singkatnya. (Mrk)

Senin, 23 Maret 2020

Waspada Corona "Orang Maybrat Meninggal di Sorong Jangan Bawa Naik ke Maybrat"

Bupati Kabupaten Maybrat, Drs. Bernard Sagrim, MM.
MAYBRAT, (Maybrat News) - Pemerintah Kabupaten Maybrat gelar rapat bersama TNI/Polri dan para dokter serta perawat guna menyikapi situasi darurat Covid-19 atau yang lebih dikenal sebagai virus corona yang kini menjadi momok menakutkan didunia. kumurkek,(23/3/2020).

Sagrim mengatakan” WHO sudah mengeluarkan pernyataan Ficikal Distencing yang artinya dilarang adanya pertemuan atau perkumpulan secara fisik.

Masing-masing orang harus menahan diri dirumah dan juga surat maklumat Kapolri yang memerintahkan di tiadakanya kegiatan sosial, budaya, keagamaan, seminar, lokakarya, konser musik, pekan raya, festival, bazaar, pasar malam, pameran, resepsi keluarga dan lain sebagainya.

Sedangkan untuk instruksi Bupati Kabupaten Maybrat yaitu, jika ada pembayaran maskawin atau kegiatan kebudyaan, ibadah dan aktifitas lain yang prinsimpnya di lakukan lebih dari satu orang harus di tiadakan dan apabila tidak di indahkan akan di bubarkan oleh aparat keamanan gabungan TNI/Polri.

Begitu juga dengan orang meninggal, apabila ada orang Maybrat yang meninggal di kota atau Kabupaten sorong agar dimakamkan atau di kuburkan saja di sana, jangan di bawa naik ke Maybrat, karena kalaupun di bawa naik akan di suruh kembali oleh aparat yang bertugas di setiap pos-pos pengaduan yang sudah di tetapkan, tegas Bupati.
Bupati maybrat juga memerintahkan seluruh warga masyarakat agar tetap tenang, tidak panik dan meningkatkan kewaspadaan di lingkungan masing-masing, serta harus rajin mengikuti informasi dan perkembangan tentang virus corona, baik pusat maupun daerah.

Bupati Maybrat juga menuturkan bahwa, dalam waktu dekat atau besok ini, pemerintah kabupaten Maybrat dalam waktu dekat akan melakukan Lock Down dalam konteks Maybrat yaitu, melakukan pencegahan penyebaran Covid-19 yaitu dengan menempatkan semua satgas baik itu Kesehatan,TNI/polri, Satpol PP serta fasilitas penunjang setiap titk yang di anggap emergenci seperti perbatasan Maybrat- Sorong, Maybrat-sorong selatan dan Maybrat-Manokwari, bandar udara kambuaya dan Ayawasi guna mengecek secara langsung orang yang datang dari luar yang ingin masuk ke wilayah Maybrat harus dilakukan pemeriksaan.

Sehingga apabila dalam pemeriksaan itu terdapat gejala-gejela yang mencurigakan maka diarahkan langsung oleh petugas ke puskesmas Ayamaru untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut dan apabila dari dari hasil pemeriksaan itu yang bersankutan di nyatakan positif maka segera di rujuk ke Rumah Sakit Selebe Solu, Tegas Bupati Maybrat. Drs. Bernard Sagrim, MM. (Mrk)

Selasa, 17 Maret 2020

Bupati Maybrat Lantik 21 Pejabat Eselon II

Bupati foto bersama dengan para pejabat yang baru saja di lantik.  Fotografer (Noval)

MAYBRAT, (Maybrat News) – Bertempat di Pendopo Faitmayaf, Bupati Kabupaten Maybrat, Drs. Bernard Sagrim MM, siang tadi melantik 21 pimpinan tinggi pratama (pejabat eselon II) di lingkup pemerintahan Kabupaten Maybrat. Selasa (17/3/20).

Dalam kesempatan itu, Sagrim menghimbau kepada segenap pejabat yang baru dilantik agar dapat menjadi figur Aparatur Sipil Negara (ASN) yang professional, kreatif, bersih dan berwibawa, loyal jujur dan Takut Akan Tuhan, demikian tegas Bupati.

Adapun pejabat yang di lantik adalah sebagai berikut: 

A. Jabatan Resmi atau yang lulus tes Job Fit
1. Dr. Naomi Netty Howai, S.Km, M.Kes dilantik sebagai Kepala Dinas Inspektorat Kabupaten Maybrat
2. Stevanus Kocu.S.Spi. M.Si.,dilantik sebagai Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Maybrat
3. Philipus Howai, SP, M.Si., dilantik sebagai Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Maybrat
4. Ferdinandus Taa, SH, M.Si., dilantik sebagai  Sekretaris DPRD Kabupaten Maybrat
5. Drs. Sakeus Momau., dilantik sebagai Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman
6. Dra. Magdalena Tenau., dilantik sebagai Kepala Dinas Sosial Kabupaten Maybrat
7.  Fiktor F Salosa, S,Pd, ST, MT., dilantik sebagai  Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPEDA) Kab. Maybrat
8. Yosias Safkaur, S.Sos, M.Si., dilantik sebagai Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Maybrat

 Berikut yang Pelaksana Tugas (Plt)
1. Alex Saa, SE., Plt. Staf Ahli Bupati Maybrat Bidang Pembangunan Kabupaten Maybrat
2. Martinus Bles, S.Pd., Plt. Staf Ahli Bupati Maybrat Bidang Pendidikan Kabupaten Maybrat
3. Yulianus Tenau, S.Sos., Plt. Staf Ahli Bupati Maybrat Bidang Agraria Kabupaten Maybrat
4. Herman Kambu, S.Pd., Plt. Staf Ahli Bupati Maybrat Bidang Sosial Budaya Kabupaten Maybrat
5. Engelbertus Turot, SP, M.Si., Plt Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Maybrat
6. Simson George Naa, ST., Plt. Kepala Dinas Pekerjaan Umum
7. Faber Hutahaian, S.Km, M.Kes., Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Maybrat
8. Adolof Kambuaya, S.IP., Plt. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Maybrat
9. Naftali Fawan, SE., Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan
10. Drs. Adam Antow, M.Kes., Plt. Kepala Dinas Tata Ruang, Pertanaman, Kebersihan dan Pemakaman Kabupaten Maybrat
11. Yance Jitmau, S.Sos., Plt. Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Maybrat
12. Nikodemus Way, SP., Plt Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan
13. Onavia De Lora Saraun, SE, MM., Plt BPKAD Kabupaten Maybrat. (Mrk)









Senin, 16 Maret 2020

Bupati Maybrat "Lembaga Dunia Akan Petakan Hutan Papua"

Drs. Bernard Sagrim, MM

MAYBRAT, (Maybrat News) – Bupati Maybrat, Drs. Bernard Sagrim, MM mengutarakan menarik bagi orang asli Papua, karena beberapa waktu lalu ada pertemuan dengan Kementerian Kehutanan bahwa hutan Papua itu jadi paru-paru dunia termasuk Amazon di Amerika Latin. 

“Kalau jaga hutan saja, saya kira yang jadi tuan dan nyonya itu Orang Asli Papua (OAP) karena mereka punya hutan,”ujar bupati saat ditemui awak media di Vaitmayaf Senin, (16/3/20).

Menurut bupati, itu kebijakan dunia, di tahun 2021. “Jadi orang Maybrat yang punya hutan mulai dari sekarang sudah harus jaga, karena nanti dihitung kepemilikan, baru danannya dibagi dan terimanya bersih tidak dipotong-potong lagi. 

Ditanya dari lembaga mana yang melakukan pemetaan, menurut bupati itu dari lembaga dunia melalui pemerintah pusat turungkan ke dinas teknis dengan konsultan yang ditunjuk. “Memang ada foto satelitnya tetapi harus di verifikasi ulang lagi termasul luasan hutan di Maybrat ini berapa dan termasuk marga atau keret yang ada. 

Total kawasan hutan di kabupaten Maybrat itu berapa, dasar itu baru dipeta-petakan lagi. Sehingga, nantinya kita kumpul misalnya wilayah Aifat Timur kita sampaikan peta satelit dan kehutanan seperti ini. Kira-kira diatas hutan ini marga mana saja,” tutupnya. (Mrk)

Gudang Beras Dinas PU Maybrat di Bobol "Puluhan Jatah Beras Pegawai Hilang"

Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Maybrat, Yulianus Sangkek, S.IP
MAYBRAT, (Maybrat News) -Gudang beras Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Maybrat di bobol, puluhan jatah beras pegawai hilang entah kemana, Senin, 16/3/2020. 

Kuat dugaan kasus pencurian merupakan orang luar, yang pasti gudang tersebut milik kantor Dinas PU Maybrat yang berisikan jatah beras milik ASN dinas terkait, kata sekretaris Dinas Pekerjaan Umum Yulianus Sangkek, S.IP saat di temui di ruang kerjanya.

Menurutnya ruangan atau gudang itu berisi beras para pegawai, yang diketahui hilang pada pagi hari saat para pegawai Dinas PU mulai masuk kantor. 

Saksi mendapati pintu bagian samping kantor sudah terbuka ketika hendak mau masuk kantor untuk bertugas.

Malangnya, kantor PU Maybrat belum di lengkapi dengan CCTV, sehingga kami tidak dapat mengungkapkan ciri-ciri atau inisial para pelaku pencurian itu.

Menurut Yulianus, kita bisa katakan kejadian ini terjadi di hari Jumat, sabtu atau hari minggu serta inisial pelaku seperti ini dan itu, tetapi apa yang menjadi dasar untuk kami sampaikan ini.

Karena kami tidak memiliki saksi mata dan bukti yang kuat tutur sekretrais Dinas Pekerjaan Umum Maybrat yang baru bertugas dua minggu di dinas PU . (Mrk)


TP PKK Maybrat Gelar Pengobatan Gratis Secara Masal

Ketua TP PKK Kabupaten Maybrat, DR. Naomi Netty Howai, SKM, M.Kes
MAYBRAT, (Maybrat News) –  Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-48 di kabupaten Maybrat diperingati dengan mengelar ragam kegiatan mulai pengobatan massal sampai dengan  lomba fashion show, menghafal 10 pokok program PKK, Yosim Pancar (Yospan), acara tersebut berlangsung di alun-alun Vaitmayaf yang diikuti TP-PKK tingkat distrik maupun kabupaten, sedangkan rapat kerja (Raker) TP-PKK akan dilakukan di Samubah Ayamaru.

“Sebelum pengobatan massal gratis di lakukan, terlebidahulu dilakukannya ibadah misa syukur yang dipimpin oleh pastor paroki Santo Yosef Ayawasi, Markus Malar, OSA di Gereja Katolik Santa Monika Bori, Pengobatan massal gratis dilakukan di wilayah Aifat itu di kampung Bori dan di Kokas yang dilaksanakan hari ini (kemarin), sedangkan Ayamaru dan Aitinyo dilakukan beberapa hari kedepan,”ucap ketua panitia HKG ke 48 tahun 2020 di kabupaten Maybrat, Paulina Maria Kocu, SE kepada Papua barat Pos, Minggu, (15/3). 

Menurut dia, masyarakat sangat memberi apresiasi atas kegiatan pengobatan massal yang dilakukan saat ini, dengan menghadirkan petugas medis maupun dokter dalam kegiatan ini, termasuk kunjungan kasih ketua TP-PKK kabupaten Maybrat bersama pengurus di kampung Bori dan Kokas distrik Aifat.

Selain itu, ketua TP PKK Kabupaten Maybrat, DR. Naomi Netty Howai, SKM, M.Kes disaat yang sama mengharapkan TP-PKK tingkat distrik harus bekerja sama melaksanakan tugas dan fungsi 10 program PKK yang dijabarkan didalam 4 Kelompok Kerja (Pokja) yang sudah dilantik kepengurusannya agar segera melantik TP PKK tingkat kampung di kabupaten Maybrat.

Kepala dinas Inspektorat menegaskan kegiatan untuk menyongsong HKG ke-48 tahun ini, tetapi dilakukan Raker yang akan dihadiri pengurus PKK tingkat distrik sekitar 5-6 orang, ketua Pokja, sekretaris dan bendahara dalam kegiatan Raker tersebut.

“Raker itu akan diajarkan bagaimana tugas dan fungsi mereka dan enam buku pokok program PKK, setelah itu 6 bulan kami akan melakukan evaluasi ditingkat distrik maupun kampung. Karena kami TP PKK kabupaten juga dievaluasi juga secara berjenjang ke pusat dan setiap tahun juga kami membuat laporan kerja kita ke TP-PKK tingkat provinsi Papua Barat,”ujarnya sembari berharap dengan kegiatan ini, dapat  membangun kesadaran dan kebersamaan hidup yang aman, baik dan sehat dalam hidup berkeluarga, dan masyarakat di kabupaten Maybrat yang lebih baik lagi. (Mrk)

Darurat Virus Corona "Bupati Maybrat Pending Perjalanan Dinas Pejabat Keluar Daerah"

Bupati Kabupaten Maybrat, Drs. Berenard Sagrim, MM.

MAYBRAT, (Maybrat News) – Bupati Maybrat, Drs. Bermard Sagrim, MM., mengambil kebijakan untuk menunda semua perjalanan dinas ke luar daerah sampai batas waktu yang tidak ditentukan, Ini akibat penyebaran virus corona yang kian mengkhawatirkan.

“Mulai hari ini tidak ada pejabat dan staf yang jalan dinas keluar Maybrat. Itu akan dibuat surat pemberitahuan ke pejabat dan terbuka untuk umum. Surat itu dikirim ke Kementerian terkait, Gubernur Provinsi Papua Barat sampai waktu yang tidak ditentukan,” jelasnya,” Senin (16/3/2020).
Selain itu, lanjut bupati pihaknya juga akan mengikuti arah pemerintah pusat dan provinsi.

“Kegiatan dinas itukan bisa diwakilkan. Gereja di Vatikan, Mesjid dan Gereja di Indonesia, yang berhubungan dengan Tuhan saja ditutup, apalagi kita pegawai ini. Ada kegiatan luar sebaiknya komunikasi online saja, sebelum penyebaran Virus Corona itu sampai di Maybrat,” sebutnya.

Bupati menambahkan kebijakan ini dilakukan untuk mencermati perkembangan Virus Corona (Covid-19) di Indonesia maupun Papua, apalagi Kota Sorong itu pintu masuk keluar di tanah Papua.

“Orang kita yang datang dari Sorong, harus cuci tangan bersih, baru melakukan sentuhan tangan dengan keluarga dirumah. Jangan dari Sorong ketemu langsung peluk-peluk itu bahaya. Kita tidak maksudkan keluarga kita kena virus, tetapi mengantisipasi itu harus kita lakukan,” tandasnya. (Mrk)

Michael R Kareth "Pengisian Jabatan DOB PBD Wajib Prioritaskan Orang Asli Papua"

                                                    Dr. Michael Rafael Kareth, S.Hut, M.Si Dr. Michael R Kareth, S.Hut,  M.Si., mantan Aktif...