"Nehaf Sau Bonout Sau" "Satu Hati Satu Komitmen"

Rabu, 29 Juli 2020

Kapolda Papua Barat Targetkan Polres Maybrat Terbentuk di Tahun 2021


MAYBRAT, (Maybrat News) – Kapolda Papua Barat, Brirjen Pol Dr Tornagogo Sihombing, S.IK.,M.Si, menargetkan Polres Maybrat terbentuk di tahun 2021.

Hal ini disampaikan kapolda saat lawatan pertamanya ke kabupaten Maybrat tepatnya dilokasi persiapan pembangunan Mapolres Maybrat di Dusun Emon, Distrik Aifat, pada Senin (27/7/20) sekitar pukul 14.00 WIT.

“Tujuan utama saya datang kesini (Maybrat) untuk meyakinkan masyarakat, agar masyarakat bersabar karena yang kami laksanakan sementara adalah kerangka Polres Maybrat, saat ini kami sedang menunggu surat dari kapolri terkait dengan disetujuinya pembangunan polres Maybrat di 2021 nanti, kami sekarang ini serius dan kami kirim dulu kerangka polres di wilayah Maybrat ini kepada kapolri,” kata kapolda.

“Yang jelas, hari ini, bersama-sama dengan Pemda dan masyarakat hadir di tempat ini dalam konteks Polres,” sambung kapolda.

Sebelum pembentukan Polres Maybrat menurut kapolda, lebih awal akan ditempatkan sebanyak 30 sampai 40 anggota kepolisian untuk kerangka Polres dan dipimpin langsung pejabat penghubung Polres persiapan.

Agar kehadiran Polres dengan cepat ditanggapi dan dibentuk, kapolda berjanji setibanya di Manokwari akan dibuatkannya sprin kerangka Polres Maybrat.

“Segera saya pulang dari sini, saya buatkan skep atau sprin kerangka polres dulu ya, seperti mansel kemarin tidak lama langsung jadi polres,” imbuh kapolda.

Kapolda juga berharap, dengan hadirnya Polres Maybrat nanti, agar tercipta sebuah keamanan dan ketentraman antara Polri maupun TNI kedepannya, dan juga masyarakat tidak boleh lagi disibukkan dengan masalah-masalah politik maupun kriminal.

“Maybrat ini merupakan wilayah yang subur, wilayah yang harus diamankan, dalam arti masyarakat tidak boleh ada keluhan-keluhan terkait dengan masalah-masalah kriminal, masyarakat juga jangan lagi disibukkan dengan masalah politik maupun kriminal,” pungkas kapolda.

sebelum tiba di lokasi persiapan pembangunan Mapolres Maybrat, kapolda didamping Bupati Maybrat Bernad Sagrim, Wakil Bupati Maybrat, Ketua DPRD dan Sekda Maybrat, Kapolres Sorong Selatan berserta LO Polres Maybrat dan sejumlah pejabat utama Polda Papua Barat sempat melalukan silahturahmi dengan masyarakat dan aparat pemerintahan di Kumurkek ibu Kota Kabupaten Maybrat. (Mrk)

Pemda Maybrat Akan Memutuskan Hubungan Kerja Sama Dengan Institut Yohanes Surya

Bupati Maybrat, Drs. Bernard Sagrim, MM

MAYBRAT, (Maybrat News) – Pemerintah daerah (Pemda) Kabupaten Maybrat Papua Barat akan memutus kontrak kerja sama jalur pendidikan dengan Institut Yohanes Surya yang telah bekerja sama sejak tahun 2015.

Kerja sama tersebut dengan maksud agar siswa asal Maybrat dari tingkat SD dapat menimba ilmu di Institut Yohanes Surya hingga perguruan tinggi.

Namun hasil yang diperoleh hanya sebatas pada jenjajang SMP. Hal ini yang membuat Pemda Maybrat menghentikan kerja sama tersebut, mengingat memakan biaya yang sangat besar.

Bupati Maybrat, Drs. Bernard Sagrim, MM, saat ditemui media ini menjelaskan bahwa siswa yang dikirim untuk menimba ilmu di lembaga tersebut sebanyak 42 orang dan akan dikembalikan ke Maybrat sekitar tanggal 6 Agustus 2020 nantinya dan biaya transportasi akan dibiayai oleh pemda Maybrat.

Ditambahkannya, 42 siswa tersebut akan melanjutkan pendidikan wilayah tanah Papua dibawah tanggung jawab pemda setempat.
“Akan segera kami pulangkan mereka sekitar 2 minggu lagi dan ada pejabat kami yang akan menjemput mereka. Semua biaya akan ditanggung pemda Maybrat. Karena kerja sama tersebut selama ini tidak dikawal baik oleh pejabat yang bersangkutan,” kata Bernard Sagrim, Jumat (24/7/20).

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Maybrat, Kornelius Kambu mengatakan pihaknya siap melaksanakan perintah Bupati untuk memutus kerja sama dengan lembaga tersebut. Menurut Kormelius, hal ini terjadi karena pejabat lama tidak mengawal kerja sama secara baik sehingga pemda harus berutang kepada Institus Yohanes Surya sebesar Rp 13 miliar.

“Kalau kerjasama ini dikawal baik dan anak-anak kami ini dapat melanjutkan pendidikan sampai pada perguruan tinggi, tentu tidak jadi soal. Tapi karena tidak dikawal baik oleh pejabat berwenang, sehingga kerja sama dihentikan,” terang Kornelius Kambu.

Ia pun mengaku, sejak dipercayakan jadi kepala dinas pendidikan pemuda dan olahraga akan berkomitmen mengubah pola pendidikan di Maybrat, menjadi jauh lebih baik dari sebelumnya, agar menciptakan generasi yang berkualitas. (Mrk)

Selasa, 21 Juli 2020

Gaspar Tenau: Kebijakan Dana Kampung Sangat Membantu Rakyat


MAYBRAT, (Maybrat News) – Kebijakan Pemerintah Pusat (Pempus) melalui Alokasi Dana Desa (ADD) di seluruh Indonesia dari tahun 2015, dinilai baik dan sangat membantu masyarakat.

Hal ini sebagaimana disampaikan kepala kampung se-kampung distrik Aifat Utara Kabupaten Maybrat yang diwakili kepala kampung Nezet, Gaspar Tenau kepada media, Selasa (21/7/20).

Menwakili para kepala kampung se-distrik Aifat Utara Gaspar menyatakan bahwa sebenarnya alokasi dana desa atau kampung yang digulirkan pemerintah pusat selama 5 tahun berjalan, sudah sangat baik dan membantu masyarakat.

Kebijakan alokasi dana desa, kami lihat itu sangat baik dan membantu masyarakat, sebaiknya bukan ditiadakan atau dihilangkan tetapi dipertahankan dan dilanjutkan,” harap dia. Karena selama ada dana itu, menurut dia masyarakat di Papua dan Papua Barat khususnya di Kabupaten Maybrat, giat membangun kampungnya dengan sangat luar biasa. 

Seperti dulu rumahnya berdinding papan dan beratap sagu, tetapi kini rumahnya tembok dan beratap senk dan tehel. Hal itu juga merubah kami orang Papua untuk hidup tertib dan baik dalam menggunakan uang sesuai dengan kebutuhan yang direncanakan bersama masyarakat kampung itu,” akunya.

Ditambahkannya, sebelumnya tidak ada wajah kampung seperti saat ini, tetapi sejak adanya dana desa telah merubah wajah kampung dengan bangunan rumah yang tertata dan megah. Kami kepala kampung di Maybrat khususnya distrik Aifat Utara minta sebaiknya, kebijakan seperti itu dipertahankan karena masyarakat menerima manfat langsung terkait pembangunan. Artinya masyarakat yang menjadi pelaku pembangunan  itu sendiri,” pungkasnya. (Mrk)

Bulan Agustus 2020 Simda Pendapatan Kab. Maybrat Akan Mulai di Operasikan

Melianus Saa, SH., M.SI dan  Engelbertus Turot, SP., M.Si

MAYBRAT, (Maybrat News) - Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kabupaten Maybrat, Melianus Saa, SH., M.SI mengatakan kabupaten Maybrat dibentuk 10 tahun, namun pajak dan retribusi itu tidak jalan, karena belum adanya regulasi.  Menurut dia, saat ini dinas pendapatan daerah kabupaten Maybrat, jadi kordinator untuk OPD dilingkup Pemkab Maybrat terhadap obyek-obyek pajak dan retribusi yang ada. 

Hal itu ditanggapi baik oleh pimpinan OPD karena menrut mereka regulasinya sudah ada Dispenda adalah pajak bumi dan bangunan, karena di dua tahun terakhir ini blanko pajak bumi dan bangunan dicetak secara manual atau kertas. Kertas itu juga bawa oleh pegawi kami yang ditugaskan ke masing-masing kepala kepala kampung untuk diteruskan ke wajib pajak yang ada di kampung tetapi tidak berjalan efektif, dan banyak mengalami kendala.

Dijelaskan kepada awak media pada Selasa, (21/7/20) bahwa pegawai yang mengantar, kepala kampung dan wajib pajak juga tidak mengerti.  Mungkin pikirnya antara blangko itu merupakan hal yang biasa padahal dicetak dengan biaya negara dan biayanya tidak sedikit.

"Iya, harapan kita bahwa blangko wajib pajak yang disebarkan sesuai dengan data penduduk yang ada sekitar 500 lebih wajib pajak. Kita punya target bahwa dari sekian itu, kita bisa dapat 300 sampai 500 juta rupiah tetapi itu berjalan tidak efektif," ungkapnya. 

Lanjut Melainus yang juga mantan peserta pelatihan kepemimpinan nasional tingkat 2 angkatan VIII di LAN Makasar mengutarakan, berdasarkan pengalaman yang kita lihat di kota-kota lain, itu menggunakan sistem pembayaran secara online yang disebut Simda Pendapatan. 

“Itu menjadi kendali penyelenggaraan pemerintahan khususnya pajak, retribusi dan pajak bumi dan bangunan.  Itu yang kami angkat dalam proyek perubahan ini untuk menjadi gagasan dan mengamankan setoran wajib pajak itu agar aman. Jangn lewat orang misalnya kepala kampung atau petugas (penagih pajak) bisa kurang dan lainnya. Sebaiknya Simda pendapatan dipasang dan operasikan agar wajib pajak setor ke bank mana saja tetap terkonek di Simda Pendapatan tadi," paparnya.

Dalam proyek perubahan ini, kata dia sesuai dengan judul yang diambil yaitu penyampaian SPPT dan pembayaran PBB melalui Online di Maybrat. Hal itu dilakukan karena proyek perubahan itu sudah didukung oleh Bupati dan Sekda Maybrat sehingga segera dipasang Simda Pemdaapatan di Kumurkek. 

"Itu kami sudah sampaikan dan minta Infokom Kabupaten Maybrat mereka hitung biaya pemasangan sistem online agar segera tahu dan belanjakan." ungkapnya

Menurtnya, itu menjadi program utama seperti di keuangan dan bank ada Simdanya serta Bappeda ada Simda perencanaan. Sehingga pendapatan dari masing-masing OPD yang diberi target kepada mereka untuk setor tetapi pengendalinya ada di Dispenda. 

Jadi, kita coba d tahun ini, umtuk masyarakat di Distrik Aifat dan Aifat Utara terlebih dahulu, jangka menengah bisa di distrik Mare, Aifat Selatan dan wilayah Ayamaru dan Aitinyo,  jelasnya lagi. Ia juga berharap kepada pimpinan OPD agar lebih giat genjot pontensi PAD yang ada. Karena seluruh daerah di Indonesia, menurut dia PAD sebagai sumber untuk pembangunan daerah. 

Tidak hanya berharap kepada dana transfer dari pusat seperti Dana Alokasi Khusus (DAK) Dana Alokasi Umum (DAU) dan lainnya, pungkasnya.(Mrk)

HUT ke 25 GBAI Jemaat Bethel Ikuf Jitmau di Rayakan Dengan Ibadah Bersama dan Pemotongan Kue


MAYBRAT, (Maybrat News) - Jemat GBAI Bethel Ikuf Jitmau merayakan Hut ke-25 tahun yang jatuh pada 20 Juli 2020 diwilayah 2 kabupten Maybrat ditandai dengan Ibadah syukur dan pemotongn kue yang disaksikan oleh pengurus wilayah 2 Kabupaten Maybrat, pendeta dan hamba-hamba Tuhan serta jemat yang hadir. Senin, (20/7/20).

Ketua panitia Hut GBAI ke' 25, Nehemia Isir, SE. MM., kepada media mengutarakan bahwa, usia 25 ini adalah usia yang masih muda, karena masih muda berarti banyak menghadapi berbagai persoalan ke depan. 

Oleh sebab itu kami harapkan agar pemuda dan tokoh-tokoh GBAI untuk lebih bersatu meningkatkan dan memperluas pelayanan di wilayah 2 kabupaten Maybrat, dimana saat ini ada 12 jemat dan 2 pos PI dengan jumlah keanggotaan jemat sebanyak 1.200 anggota," tegas Nehemia.

Dijelaskannya, BGAI sebagai mitra pemerintah sehingga kebijakan apa pun yang dilkukan Pemkab Maybrat kita siap mendukung itu. Lanjut dia, sebenarnya ada beberapa kegiatan lain yang sudah kami siapkan untuk menyambut Hut ke 25 ini namun karena adanya Pandemi Covid-19 ini akhirnya kegitan olahraga dan lainnya ditiadakan.

Iya  menjelaskan bahwa, kedepan Tuhan kasih umur panjang, kegiatan Hut berikutnya jemaat  akan melakukan kegiatan olah raga, untuk memyambutnya Hut di waktu yang akan datang," jelas dia. 

Kepala distrik Aitinyo Raya, Abner Yumame. SE., mewakili Pemkab Maybrat, menyatakan pemerintah daerah siap mendukung kegiatan pembangunan iman yang dilalukan oleh lembaga-lembaga agama di kabupaten Maybrat.

"Tuhan tahu segala yang kita perjuangkan, demi kemulian-Nya," tegas Abner.

Hadir dalam Ibadah sykukur itu, kepala distrik Aitinyo Raya, ketua dan sekretaris wilayah 2 GBAI kabupaten Maybrat, Pendeta, hamba-hamba Tuhan dan jemat yang hadi. (Mrk)

Rumah Sakit Pratama di Maybrat Siap Dioperasikan


MAYBRAT, (Maybrat News) – Rumah Sakit Pratama Maybrat yang dibangun pada tahun 2017, siap dioperasikan untuk melayani masyarakat.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Maybrat, Faber Hutahayan kepada media ini, Senin (20/7/20) mengatakan, untuk merealisasikan pengoperasian rumah sakit tersebut, saat ini pihaknya sementara mengurus ijin operasional.

Jadi, kita ada bentuk tim, kalau terlambat berarti selesai bulan Oktober nanti. Kita ajukan ke kantor perijinan. Karena dilengkapi berapa syarat-syarat yang harus kita  penuhi, seperti profil rumah sakit, struktur aorganisasi, IMB, ketenagaan atau SDM dan peralatan,” ujar Hutahayan.

Kalau semua persyaratan sudah tersedia, lanjut dia, maka Rumah Sakit Pratama sudah layak untuk beroperasi. (Mrk)

Dinas Kesehatan Berupaya Tekan Stunting


MAYBRAT, (Maybrat News) – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Maybrat, Faber Hutahayan mengatakan, kasus stunting di kabupaten Maybrat capai 26, 8 persen. Data tersebut diambil dari masing-masing distrik, dengan pengukuran berat dan tinggi badan oleh petugas.

“Ini merupakan data dari pusat di tahun 2015, jadi tahun ini akan dimulai lagi proses pendataan dari kementerian kesehatan melalui dinas kesehatan di seluruh indonesia. Jadi kasus stunting ini bukan hanya kita tetapi di seluruh indonesia,” terang dia.

Menurut dia, saat ini di Kabupaten Maybrat dilakukan pencegahan dini, berupa pemeriksaan kepada ibu-ibu saat hamil sampai melahirkan. “Kita terus melakukan upaya, sehingga kasus stunting ini bisa ditekan jumlahnya di wilayah Kabupaten Maybrat,” pungkasnya. (Mrk)

Michael R Kareth "Pengisian Jabatan DOB PBD Wajib Prioritaskan Orang Asli Papua"

                                                    Dr. Michael Rafael Kareth, S.Hut, M.Si Dr. Michael R Kareth, S.Hut,  M.Si., mantan Aktif...