Keluarga Besar MN Mengucapkan Selamat dan Sukses Atas
Dilantiknya Bapak, Ir. Joko Widodo & Prof. Dr. KH. Ma'ruf Amin sebagai
Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia Periode 2019-2024 pada,
Minggu (20/10/2019) di Jakarta.
Kamis, 17 Oktober 2019
Rabu, 25 September 2019
Bulan Oktober Lampu PLN Menyala 24 Jam
| Manager PT PLN Persero Teminabuan , Hengky Mayaut (Baju Putih) Foto: Mrk |
MAYBRAT, (Maybrat News) - Manager PT PLN Persero Teminabuan
, Hengky Mayaut dalam jumpa persnya di secretariat daerah Kabupaten Maybrat
menuturkan bahwa, kami dari PLN cabang Ayamaru untuk sementara ini ada
pemadaman lampu yang di akibatkan karena kita punya mesin pembangkit listrik
ini ada tiga Unit yang mengalami ganguan untuk saat ini, (25/9/2019).
Jadi kami sudah berkoordinasi
dengan kantor PLN pusat di Jakarta, dan mereka sudah merespon itu dengan
mengirim teknisi (tenaga teknis) yang rencananya akan tiba di Maybrat pada tanggal
26 September 2019 mendatang, untuk memperbaiki ketiga mesin tersebut.
Sebelumnya tenaga teknis ini
sudah pernah datang, namun kedatangan mereka bersamaan dengan terjadinya
insiden demonstrasi akan tindakam rasisme di jawa timur, akibatnya mereka di
suruh pulang atau kembali lagi ke Jakarta.
Sebelumnya memang mereka sudah
tiba di Maybrat dan melakukan perbaikan mesin-mesin tersebut, namun pada saat
perbaikan, sedang terjadi demonstrasi, akibatnya mereka (teknisi) ini merasa
tidak nyaman alias ketakutan, akibatnya mereka di suruh pulang kembali ke
Jakarta.
Akhirnya untuk mendatangkan
mereka kembali ke maybrat lagi, kami harus meminta jaminan dari Bupati
Kabupaten Maybrat, Drs. Bernard Sagrim, MM., dan Bupati sudah memberikan
jaminan yang sudah di tandatangani langsung oleh Bapak Sekda.
Berdasarkan jaminan ini maka,
dipastikan tanggal 26 September 2019, mereka sudah ada di Maybrat dan
segera melakukan proses perbaikan terhadap
ke tiga mesin tersebut, Sehingga proses perbaikan ini bisa cepat selesai dan
bisa segera di gunakan.
Oleh sebab itu saya pastikan
bahwa pertengahan bulan Oktober tahun 2019 lampu sudah bisa menyala normal
(sudah bisa menyala 24 jam) tegas Hengky Mayaut Manager PT PLN Persero
Teminabuan. (Mrk)
Selasa, 24 September 2019
DPRD Maybrat Minta Jokowi Dialog dengan ULMWP dan KNPB
Ketua DPRD Kabupaten Maybrat, Papua Barat, Ferdinando Solossa. (CNN Indonesia ArkiLaus Baho).
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua DPRD Kabupaten Maybrat, Ferdinando Solossa, SE, meminta Presiden Kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk membuka ruang dialog dengan tokoh (ULMWP) dan (KNPB).
"Kami minta pemerintah membuka dialog antara pemerintah pusat dan tokoh Papua khususnya yang dipandang memiliki ideologi yang konfrontatif atau berseberangan seperti ULMWP dan KNPB," kata Ferdinando dalam forum bersama Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, di Kantor Staf Presiden, Jakarta, Selasa (24/9).
"Kami minta pemerintah membuka dialog antara pemerintah pusat dan tokoh Papua khususnya yang dipandang memiliki ideologi yang konfrontatif atau berseberangan seperti ULMWP dan KNPB," kata Ferdinando dalam forum bersama Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, di Kantor Staf Presiden, Jakarta, Selasa (24/9).
Ferdinando menyarankan dialog antara pemerintah pusat dengan tokoh
Papua itu melibatkan pihak ketiga yang independen, netral, dan objektif
dalam menyelesaikan akar persoalan di Bumi Cendrawasih.
Menurutnya, usulan itu merupakan salah satu aspirasi yang diserap masyarakat. Ia berharap pemerintah bisa menyelesaikan masalah di Papua secara bertahap, sehingga pemerintahan dan pembangunan berjalan baik.
"Kami harap bapak KSP memfasilitasi agar kami bisa menyerahkan langsung persoalan ini ke presiden," tuturnya. (Arki)
Menurutnya, usulan itu merupakan salah satu aspirasi yang diserap masyarakat. Ia berharap pemerintah bisa menyelesaikan masalah di Papua secara bertahap, sehingga pemerintahan dan pembangunan berjalan baik.
"Kami harap bapak KSP memfasilitasi agar kami bisa menyerahkan langsung persoalan ini ke presiden," tuturnya. (Arki)
Sabtu, 21 September 2019
Penyerahan Materi Sidang APBDP Tahun Anggaran 2019 "Oleh PLH Sekda Maybrat, Ferdinandus Taa, SH, MSi.
| Penyerahan Materi Sidang APBDP Tahun Anggaran 2019 "Oleh PLH Sekda Maybrat, Ferdinandus Taa, SH, MSi. Kepada Bagian Kesekrettariatan DPRD |
MAYBRAT, (Maybrat News) - Pelaksana Harian (PLH) Sekda Kabupaten Maybrat, Feri Ferdinandus Taa, SH, MSi lewat Telpon selulernya, menuturkan bahwa, ada 26 Raperda di mana 26 Raperda ini merupakan suatu kemajuan, jadi 26 Raperda ini sudah di lakukan evaluasi di Provinsi Papua Barat di bagian Biro Hukum, dan sudah sampai ke bagian pendapatan di Kemendagri, jadi 26 Raperda ini dinyatakan sudah lolos, tinggal tunggu hasil sidang hari senin besok saja tutur Fery.
Menurut Feri, sidang ini akan di bahas hari senin nanti mengenai pembahasan Raperda Non APBD dan APBD perubahan untuk persiapan penetapan, di mana kita berharap 26 raperda tentang pajak retribusi daerah ini bisa berjalan sesuai dengan apa yang kita inginkan.
Sehingga tahun depan kita bisa lakukan pungutan sesuai dengan apa yang sudah kita lakukan, jadi semua itu sudah ada sesuai dengan tarif retribusi yang di masukan di Raperda untuk di jadikan acuan untuk pungutan nanti, sesuai dengan OPD terkait yang mengusulkan Raperda tentang pajak dan retribusi daerah.
Penyerahan Raperda ini di lakukan di ruangan PLH sekda kabuipaten Maybrat, Oleh Kadispenda sebagai ketua tim, mewakili tim yang kemarin berangkat melakukan evaluasi di Provinsi maupun di Kemendagri., beliau tadi menyerahkan hasil itu melalui PLH sekda,
dan hasil ini sudah final, tidak ada masalah untuk 26 Raperda tersebut. mengenai tarifnuya nanti hari senin baru pembahasan dengan DPRD, baru kita sesuaikan. dengan kemampuan kita di daerah.
Raperda ini datang dari, Dispenda, Dinas Perhunungan yang terkait soal trayek angkutan tentang tarifnya, kemudian dari Dinias perindak terkait soal ijin usaha, misalnya kios dan lain-lain. terus dari PTSP sendiri, kemudian dari perumahan dan PU, kalau PU ini terkait soal IMB.
Ini tentang Raperda yang 26, sedangkan yang kemarin itu kita sudah serahkan, materi APBD Perubahan dari Ketua TAPD (Tim Anggaran Pemerintah Daerah) dalam hal ini Sekda Kabupaten Maybrat yang di dampingi oleh BAPEDA dan KEUANGAN kemarin, di mana kita sudah serahkan kepada pimpinan dan anggota DPRD dan sudah di terima oleh Kabag Persidangan, sedangkan untuk materi sendir tadi sudah di bawa ke sorong, dan di lakukan pembahasan internal dengan banggar dan pimpinan anggota DPR .
Saya tadi baru di telpon dari sorong oleh Bamus kalau bamus sekarang sedang menyiapkan jadwal untuk persiapan sidang hari senin nanti, tegas Feri. (Mrk)
Kamis, 19 September 2019
Rapat Menyamakan Presepsi Yang Di Pimpin Oleh Drs. Bernard Sagrim, MM. Selaku Ketua Panitia Raker Am Sinode Ke Empat Di Maybrat
MAYBRAT,
(Maybrat News) - Rapat bersama BPAM Wilayah 7 bersama
dengan Klasis-Klasis yang ada di wilayah Sorong raya, untuk membahas siapa saja
yang berperan sebagai Panitia transit dan akomodasi bagi peserta yang transit
di sorong dan naik ke Maybrat.
Jadi tadi sudah di putuskan
klasis Sorong megurus akomodasi untuk peserta yang transit, lalu bakal klasis
malamoi mengurus transportasi,maka beliau-beliau ini hanya mengkoordinasikan
saja, nanti sesudah itu baru mereka berkoordinasi dengan panitia induk dan
dengan kami baru kita berbicara mengenai proses penyelesaian dan lain-lain.
Lalu yang berikut adalah
mengenai urusan mereka di sini tentang H mines 2 (artinya 2 hari sebelum
kegiatan) dan H ples 2 (dua hari sesudah kegiatan).
Jadi mereka yang di urus oleh
Klasis Sorong dan Klasis Malamoi, adalah peserta yang datang di H mines 2 (2
hari sebelum kegiatan) itu yang mereka urus tetapi kalau ada yang datang di H mines -3 berati
mereka tidak di urus karena terlalu cepat keda tanganya, nanti dua harinya baru
mereka urus.
Nah begitu juga ketika
mereka pulang dari tempat kegiatan atau pulang dari Kabupaten Maybrat, di mana
kalau mereka tinggal di sorong selama 2 hari maka itu harus menjadi tanggung
jawab panitia transit dalam hal ini,
Klasis Sorong dan Malamoi urus, tetapi kalau mereka sudah tinggal di sini
dimana mulai dari tiga dan hari ke empat berarti itu bukan urusan panitia
transit lagi.
| Peserta Rapat Bersama BPAM Wilayah 7 Di Vega Hotel Sorong Siang Tadi (Foto: Mrk) |
Jadi inti dari rapat ini
adalah menyamakan prsepsi, begitu juga bakal klasis sawiat, mereka sendiri
sudah menyanggupi bahwa panitia induk tidak boleh urus mereka lagi, karena
mereka sudah di urus oleh Bapak. Bupati Sorong Selatan, dan mereka siap untuk
menghendel seluruh konsumsi maupun MCK dan lain-lain yang menjadi tanggung
jawab mereka sebagai bakal klasis sawiat yang berpusat di klamit.
Lalu yang berikut mengenai
presentasi yang saya sampaikan seperti, jumlah peserta, pakainanya bagaimana
dan cara pembagian delegasi ke klasis-klasis ini seperti apa yang itu tadi
mendapat respon juga. Artinya merespon seperti apa, artinya berap jumlah
pesertanya yang harus kita tambah, warna pakainya harus di bedakan lagi jadi
begitu.
Jadi tadi semua sudah satu
komitmen dan satu pemahaman sehingga nanti di raker tiga di jayapura tinggal
kita presentasikan semua persiapan kita di sini.
Sebagai ketua panitia Raker Am Sinode GKI ke IV di maybrat, Drs.
Bernard Sagrim Menuturkan bahwa, kepala departemen kementrian perhubungan darat
sudah mengiyakan akan membantu kendaraan transportasi berupa Bis sebanyak 10
armada yang hanya di pinjamkan dari Surabaya
guna meperlancar arus transportasi darat dari sorong menuju Maybrat, dimana
nanti setelah selesai kegiatan belia akan tarik kembali ke Surabaya, tapi itu
baru janji belia sehingga saya sendiri harus cek lagi apa sudah siap apa belum.
Namun tidak menuntut
kemungkinan kita juga mengarapkan bantuan dari Bapak. Bupati Kabupaten Sorong
dan Bapak. Walikota Sorong untuk
membantu kami dengan bis-bis sekolah di mana kalau anak-anak tidak pake ya bisa
di alihkan untuk kita pakai selama kegiatan berlangsung dan kalau sudah selesai
akan kami kembalikan sesuai dengan waktu yang telah kami sepakati bersama.
Begitu juga dengan kendaraan-kendaran yang di miliki oleh
pejabat-pejabat kita yang dari maybt yang ada di Pemda Maybrat maupun yang ada di
pemda sorong untuk bantu berkontribusi meminjmkan kendaraan sehingga dapat
menekan biaya panitia dan itulah harapan kita.
tandas sagrim. (Mrk)
Selasa, 17 September 2019
Asisten II Maybrat Lalukan Rapat Koordinasi di Kemendagri Terkait Penarikan Kendaraan Dinas
![]() |
| Kegiatan Rapat Koordinasi di Gedung Depdagri Jakarta (Foto Mrk) |
MAYBRAT,
(Maybrat News) – Asisten II Kabupaten Maybrat,
Ferdinandus Taa, SH, M.Si., menuturkan kalau dalam kegiatan koordinasi dengan
pejabat pengelolaan barang milik daerah di Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) ini, terkait dengan surat edaran
KPK tentang penarikan kendaraan dinas, untuk itu kami dari pemerintah Maybrat
baik dari Eksekutif maupun Legislatif datang kemari untuk melakukan koordinasi
terkait soal gencar-gecarnya penertiban barang milik daerah,.
Jadi kalau mau dilihat jumlah
kendaraan dinas yang paling banyak di setiap kabupaten di kepala burung ini,
sepertinya Kabupaten Maybrat yang memiliki kendaraan dinas paling banyak.
Dari roda empat sampai dengan roda dua yang berjumlah
986 unit, yang terdiri dari roda dua (motor) sebanyak 600 lebih sedangkan
sisanya itu roda empat (mobil). Itu di belanjakan mulai dari tahun 2009 sampai
dengann sekarang (2019).
Dimana kendaraan ini sebagian
besar kita sudah tarik, sesuai dengan anjuran atau aksi dari KPK. Nah jadi
sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) No.18 tentang hak keuangan. Dimana ada
yang dapat keuangan dan ada yang dapat transportasi, tetapi setelah adanya
instruksi dari KPK bahwa semua kendaraan dinas harus di tertibkan atau harus di
tarik kembali maka ini yang menadi dilemma bagi.
Kita juga merujuk pada
salah satu Staf KPK, Bapak
Maruli, bahwa DPR hanya mendapatkan tunjangan transportasi, lalu kita yang
pejabat di eksekutif tidak boleh miliki kendaraan dinas lebih dari satu. Namun
sesuai dengan medan atau situasi topografi di daerah kita, maka sebagian besar
kendaraan dinas kita mengalami kerusakan yang parah.
Kemarin saya dengan
bapak sekda ngotot kepada KPK bahwa kalau bias teman-teman di DPR ini pakai
dulu kendaraannya, nati sampai dengan TMT selesai baru nanti kita tarik
kembali.
Kemudian kondisi
selanjutnya adalah mobil-mobil yang di tarik kembali ini kira-kira kita mau
apakan mobil ini,
Sedangkan di Peraturan
Pemerintah (PP) No. 84 Tahun 2014 menghendaki harus di lakukan penjualan atau
pelelangan atau dalam bentuk dum, minal 4 tahun,
![]() |
| Diskusi Bersama Pak Edwin, Staf Bidang Pengelolaan Aset Milik Daerah Di Gedung Kemendagri (Foto;Mrk) |
Sedangkan menurut, Kabid
Aset, Erik Tenau SE, menuturkan bahwa kalau dari saya mungkin terkait tindak
lanjutnya seperti apa, inikan perencanaanya kita kumpulkan dulu, setelah itu
nanti kita minta petunjuk dari Depdagri terkait SOP nya seperti apa, supaya
kami juga ada punya dasar untuk melakukan pelelangan atau penjualan., atau
mungkin juga kita bias optimalisasi ke beberapa OPD yang memang selama ini
belum memiliki kendaraan operasional tandas Erik, saat rapat koordinasi dengan
Pak Edwin, Kepala seksi pengelolaan asset daerah Kemendagri.
Tambah Erwin, kalau
kita di sana belum ada perda tetapi Prbub sudah ada, di mana perbub pengelolaan BMD baru 2019.
Sedangkan dari
perwakilan DPRD sendiri merasa bahwa dengan adanya penarikan kendaraan dinas
ini membuat kita jadi dilematis, misalnya aktifitas dari sorong ke maybrat,
setelah kendaraan di tarik, teman-teman di DPRD bilang kami mau lakukan
aktifitas ke sana dengan apa, di mana jarak dari sorong maybrat saja 4 jam kalau dengan kendaraan.
Nah jika memang
demikian maka bagaimana kalau DPRD mau hering atau mau kunker ke
distrik-distrik sedangkan transportasi kami sudah di tarik kembali. Sehingga
menurut kami di DPRD bagaimana kalau kendaraan ini kita gunakan dulu, seperti
yang sudah di katakana oleh Asisten II Kab Maybrat dan Kabid Aset.
Namun menurut, Bapak. Edwin, Kepala
Seksi Barang Milik Daerah (Kemendagri) bahwa kalau kita bicara regulasi, dimana
Peraturan Pemerintah (PP) yang mengatur barang milik daerah ini adalah PP No. 27 Tahun 2014, dimana amanat PP 27
Tahun 2014 ini terkait pengadaan barang milik daerah di atur lebih lanjut dalam
permendagri, (peraturan menteri dalam negeri) maka keluarlah permendagri No. 19
tahun 2016, dimana amant dari permendagri No.19 tahun 2016 ini yaitu aturan
lebih lanjut di atur dengan Perda (peraturan Daerah) dengan tetap merujuk pada
permendagri.
Jadi di maybrat kan
belum ada perda terkait permendagri No. 19 tahun 2016 sedangkan yang ada cuma
Perbub, sedangkan aturanya PP, Permen, Perda
baru Perbub, jadi nanti di susun dulu Perdanya dengan meruuk pada permendagri
di atas tadi.
Kita pun terinformasi
dengan adanya PP No.18 tahun 2017 terkait hak keuangan DPRD, memang di situ kan
di sampaikan bawa untuk anggota DPRD mendapat tunjangan transportasi, meskipun
peraturanya baru keluar tahun 2017
tetapi di daerah-daerah lain sudah di tarik sebelumnya.
Jadi sebelum ada aksi KPK ini, di daerah lain
sudah ada penarikan kembali kendaraan dinas. Kita ambil contoh, teman-teman di
Pemprof DKI, itu mobil merek Toyota Alvis belum sampai dua tahun sudah di tarik. (Mrk)
Senin, 16 September 2019
Bupati Maybrat "Persiapan Raker Am Sinode GKI ke IV di Ayamaru pada bulan Oktober Tahun 2020 sudah di atas 65%"
![]() |
Bupati Kabupaten Maybrat, Drs. Bernard Sagrim, MM. (foto: Mrk)
|
MAYBRAT, (Maybrat News)
- Bupati Kabupaten Maybrat, Drs. Bernard Sagrim, MM., menuturkan kalau Kegiatan
Raker sampe denga hari ini, suda sampai pada persiapan-persiapan yang kalau di
bilang kita siap ya kita nsudah siap, (senin 16/9/2019).
Artinya untuk infrastruktur,
terkait dengan tempat kegiatan inikan ada fasilitas pemerintah yang ikut
mendukung, seperti ada ruang pertemuan, ada Samu Bah, kemudian ada
fasilitas-fasilitas Gereja yang di bantu oleh pemerintah, seperti kantor Klasis
Ayamaru, jadi kalau mau dilihat ya progress kita sudah di atas 65%.
Jadi kita harapkan
semua bangunan-bangunan ini sebelumm
oktober 2020 sudah siap semua untuk mendukung kegiatan Raker. Termasuk juga
jalan-jalan utama dan jalan penghubung
Atas Koordinasi kami, Kebetulan
di sini, saya sebagai Bupati Kabupaten Maybrat yang di percayakan sebagai Ketua
Panitia, jadi saya sudah berkoordinasi
juga dengan kementrian lembaga terkait dan Bapak Gubernur Papua Barat.
Sehingga bantuan untuk pembangunan jalan, seperti jalan utama ini sudah mulai di kerjakan. Saya
harap tahun 2020 semua jalan ini sudah licin semua
Mulai dari Satker, atau
mulai dari Kampung Welek, sampai Kambuaya dan di Jitmau ini kedepannya sudah
tidak ada masalah mengenai jalan utama lagi, semua sudah licin semua.
Kemudian jalan-jalan
pendukung ke tempat kegiatan, seperti Samu Bah ketas ini, BTS di atas ini, dimana
bantuan Gubernur 2020 sudah di kerjakan, di mana jalan dari tiang BTS itu putar
ke Samu Bah diatas, turun ke Fraharoh, SD Inpres, trus keluar ke Pasar
Mama-Mama Papua dan terus melingkar ke sini lagi.
Lapangan LA ini sekarang
sudah mulai di kerjakan tahun ini guna mendukung kegiatan pembukaan nantinya, namun
ntahun depan kita akan benahi lagi, terutama tribun bagian timur yang nanti
tahun depan akan mulai di bangun.
Lalu yang berikut, tahap
infentarisasi seperti rumah-rumah Pastori, kemudian rumah-rumah warga jemaat
yang repsentatif untuk mendukung
akomodasi dari para peserta nanti. Termasuk beberapa perkantoran, ex
perkantoran Pemda Maybrat yang ada di Ayamaru sini akan di jadikan tempat
penginapan. Dimana ada gedung lantai dua di sini, ada satu di sebelah juga yang
akan kita siapkan di mana kita akan rubah jadi tempat akomodasi
Di Tanya memgenai
gedung sekolah apakah di gunakan juga?
Sagrim menjawab, gedung
sekolah tidak di gunakan, karena fasilitas yang ada ini sudah cukup, di mana
ada Hotel, ada Penginapan, ada Mes Pemda dan rumah-rumah warga jemaat serta
rumah para pejabat.
Terkait Lampu
atau listrik?
Sagrim menjawab,
kemarin saya sudah panggil kepala PLN dari Sorsel dan dia sudah naik dan saya
sudah perintahkan untuk segera, koordinasi dan minggu depan tanggal 23-24 ini
saya akan audens dengan pihak kementrian ESDM, untuk bicara mengenai bantuan
Genset. Karena keluhan PLN cabang ayamru ini hanya kekurangan satu buah Mesin
Genset.
Tapi kemarin saya sudah
minta dia untuk presentasekan speck dari mesin Genset tersebut. Kemudian nanti
saya akan bikin surat kesana mudah-mudahan Tuhan sayang, dan berkehendak ya
kita bias dapat bantuan satu Genset lagi, sehingga dengan adanya bantuan genset
ini maka lampu sudah bias menyala 24 jam. Jadi pada intinya kami yakin bahwa
untuk masalah lampu atau listrik tidak ada masalah.
Mengenai surat-menyturat?
Sagrim menuturkan bahwa kami sudah siap dengan
proposal untuk Pemda Maybrat, Gubernur Papua Barat, di mana kalau gubernur saya
sudah sampaikan secara lisan ke beliau dan beliau siap untuk membantu kita, begitu
juga dengan para Bupati dan Walikiota, mereka sudah siap untuk membantu,
proposal yang kita buat juga tinggal di distribusikan, lalu di dukung oleh para
ketua dan bakal ketua klasis se Sorong Raya di bawah BPAM wilayah 7.
Ini juga sudah siap
semua, baik yang bertindak sebagai panitia transit, maupun yang memberikan
partisipasi, lain-lain seperti acara pembukaan, isi lagu, paduan suara, itu
juga saya sudah siap dengan beliau-beliau itu.
Rencananya tanggal 19 september
besok ini kita rapat untuk pengecekan lagi, guna memantapkan semua kegiatan
nantinya, dimana hasil rapat ini akan saya bawa untuk presentasekan kesiapan panitia
pelaksana Raker Am Sinode GKI ke IV di
ayamaru pada Bulan Oktober Tahun 2020 di Raker
III nanti di klasis jayapura pada tanggal 5 Oktober nanti. Tentunya
bantuan dari pemda Maybrat sebagai tuan rumah ya sudah pasti ada.
Mengenai
kendala apa saja yang di hadapi oleh panitia?
Sagrim menjawab, ya
namanya panitia ya begitu suda, banyak yang di lantik atau di pilih sebagai
Panitia tetapi sedikit yang bekerja, nanti kalau sudah mau dekat kegiatan baru
semua hadir, itulah kebiasaan kita dalam satu panitia, tapi tidak masalah karna
itulah kendala kita, tapi kalau semua panitia lengkap saya kira tidak ada
masalah, di mana semua berbicara dan menyampaikan pendapat.
Mengenai
situs-situs pekabaran Injil dan spot-spot wisata yang akan di siapkan?
Sagrim menjawab,
mengenai situs dan spot ini, sudah ada tim kita yang sudah mulai besok bergerak
untuk menginventarisir situs-situs yang ada, baik situs-situs yang berkaitan
dengan cerita theologis, juga situs-situ ruben rumbiak di kambuaya, maupun
spot-spot pariwisata yang akan kita promosikan di kegiatan ini.
Terakhir mengenai
jumlah peserta?
Ia menuturkan kalau
jumlah peserta yang akan hadir berjumlah 1000 peserta. Yang tediri dari, BPAM sinode berjumlah 134
peserta, kemudian dari klasis, bakal klasisi, jemaat kategoria, Utusan STT GKAI
dan STIA OTTOW GEISLER itu berjumlah 409
Peserta, terus tambah dengan panitia, pendukung dan kelompok penggembira, di
mana kelompok penggembira ini dating dari klasis, BPAM SINODE berjumlah 157
kemudian di tambah dengan panitia local
berjumlah 160.
Di akhir wawancara ini,
Bupati Kabupaten Maybrat, Drs. Bernard Sagrim, MM. menuturkan bahwa kenapa
sampai jumlah peserta Raker Am Sinode ini sangat banyak, ini karena Raker ini sangat Istimewah karena di raker
ini akan di lakukan “AMANDEMEN” tata Gereja di tataran Am Sinode GKI di Tanah
Papua, jadi orang banyak yang ingin mengetaui, yang di amademen ini apa saja,
tutup Sagrim. (Mrk)
Langganan:
Postingan (Atom)
Michael R Kareth "Pengisian Jabatan DOB PBD Wajib Prioritaskan Orang Asli Papua"
Dr. Michael Rafael Kareth, S.Hut, M.Si Dr. Michael R Kareth, S.Hut, M.Si., mantan Aktif...
-
Kepala BKD Maybrat. Drs. Yakob M. Kareth, M.Si JAKARTA, (Maybrat News) - Seleksi CPNS Kabupaten Maybrat di pastikan akan di buka pada ...
-
MAYBRAT, (Maybrat News) – Para penjual sayur mama-mama Papua di Pasar Kumurkek, Kabupaten Maybrat, melakukan aksi palang jalan, Rabu...
-
Pj. Bupati Maybrat Lakukan Rapat Koordinasi Dengan Kepala BKN Kabupaten Sorong MAYBRAT, (Maybrat News) - Pj. Bupati Maybrat, D...




