"Nehaf Sau Bonout Sau" "Satu Hati Satu Komitmen"

Rabu, 13 Mei 2020

Peduli Covid-19, Partai NasDem Distribusi Sembako dan APD di Maybrat



MAYBRAT, (Maybrat News) – Untuk mendukung pemerintah melawan wabah Corona Virus Disease (Covid-19) semua pihak mulai menunjukkan kepedulian.

Kepedulian ini juga ditunjukan oleh, DPD Partai NasDem Maybrat, melalui program “NasDem Peduli” dengan meluncurkan 4 ton beras untuk dibagikan ke masyarakat di 4 Daerah Pemilihan (Dapil).

Bantuan tersebut berupa 500 paket sembako dari pimpinan DPW Nasdem Provinsi Papua Barat dan 500 Masker dari anggota DPR RI Pak Rico Sia.

Peluncuran sembako dan alat kesehatan (Alkes) secara simbolis berupa masker kepada masyarakat oleh Ketua Pembina DPD NasDem Maybrat, Drs Paskalis Kocu, M.Si, di Kumurkek, Rabu (13/5/2020).

Ketua Pembina NasDem, Drs Paskalis Kocu, M.Si, mengatakan, NasDem peduli merupakan bentuk kepedulian bersama kader Partai NasDem terhadap masyarakat atas merebaknya wabah Covid-19.

‘’Paket itu, kita distribusikan melalui empat wilayah atau Dapil yaitu Ayamaru, Aifat, Aitinyo dan Yumases. Satu paket berisi beras 5 kilo, gula pasir, minyak goreng, kopi, teh, dan Supermi,’’ ujar Paskalis, yang juga merupakan Wakil Bupati Maybrat ini.

Dia juga mengatakan mereka yang berhak menerima adalah orang tua lanjut usia, janda-duda, anak yatim piatu serta orang yang tidak punya kemampuan bekerja.

“Kita harapkan data yang ada dapat dipertanggungjawabkan, dan disalurkan melalui gereja serta berbagai komunitas masyarakat, agar bantuan itu tepat sasaran,” tukasnya. (Mrk)

Pemkab Maybrat Mulai Salurkan Buku dan Kartu ATM Program Sembako

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Maybrat, Dra. Makdalena Tenau, MM

MAYBRAT, (Maybrat News) - Pemda Maybrat melalui Dinas Sosial mulai menyalurkan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) atau Program Sembako kepada 989 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dalam bentuk buku tabungan serta kartu ATM,  hal ini disampaikan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Maybrat, Dra. Makdalena Tenau, MM., saat ditemui awak media di depan Kantor Bupati Maybrat. Senin, (11/5/20).

Dia menjelaskan, bantuan yang sebelumnya senilai Rp110.000 per bulan untuk satu KPM itu, kini diubah menjadi program sembako yaitu dari bulan januari sampai april sebesar Rp 700.000 per bulan Per KPM untuk 989 KPM yang tersebar di 24 distrik.

“Bantuan ini rencananya akan direalisasikan sampai berkhirada tanggal 23 Mei mendatang”

Sementara terkait peruntukannya, ungkap Kadis sosial, bantuan yang berupa buku tabungan dan kartu itu, digunakan hanya untuk ditukarkan/pembelianya khusus sembako atau bama melalui ling cabang BRI terdekat yang tersedia dengan berbagai jenis sembako yang ada sesuai keperluan warga, bukan berupa penarikan uang tunai.

Sedangkan Bantuan Sosial Tunai (BST), kata dia, berdasarkan Data Kesejahteraan Sosial (DKS) dari Kemensos, sebanyak 58 orang yang dihendel oleh BRI Pusat sementara 1200-an lebih dihendel oleh Kantor Pos Sorong.

Terkait mekanisme penyaluran, kata kadis, untuk 58 orang akan dikirim melalui rekening, sedang 1200-an orang akan dibayar per distrik sekitar minggu depan. Untuk BST senilai Rp 600.000 per orang selama tiga bulan yakni dari bulan april sampai juni atau total Rp 1.800.000.

BST diberikan khusus bagi warga yang belum mendapat BPNT dan PKH.  “Jadi orang yg sudah dapat bantuan PKH atau BPNT tidak lagi mendapatkan bantuan sosial tunai (BST), itu untuk yang belum sama sekali,” tandas Kadis Sosial Maybrat.

Lanjutnya, untuk Cadangan Beras Pemerintah (CBP), saat ini sudah tersedia 100 ton yang akan dibagikan minggu depan kepada 17.857 jiwa. Seluruh paket bansos ini, kata Kadis, di khususkan bagi mereka yang berpendapatan rendah dengan syarat miliki KTP atau Kartu Keluarga. Sementara yang meninggal dunia tidak bisa diwakili dan akan dilaporkan kembali, begitupun yang tidak sempat hadir tidak bisa diwakili karena berhubungangan degan sistem ataupun pelayanan oleh bank. “Harus yang bersangkutan, karena sudah ada buku rekening dan ATM, jadi tidak bisa diwakilkan,” tegasnya.

Untuk itu, dirinya menghimbau kepada seluruh warga yang tidak sempat mendapat bergai jenis paket bantuan yang ada agar bersabar sebab ada jenis bantuan lainya yang akan disalurkan oleh pemerintah melalui APBD maupun institusi lainya baik TNI maupun POLRI. (Mrk)

Pekan Depan, Bantuan Sosial Tunai (BST) Mulai di Slaurkan

Kepala Dinas Sosial kabupaten Maybrat, Dra. Makdalena Tenau, MM.

MAYBRAT, (Maybrat News) – Kepala Dinas Sosial kabupaten Maybrat, Dra. Makdalena Tenau, MM, memastikan pekan depan penyaluran Bantuan Sosial Tunai (BST) sebesar Rp. 600.000 mulai dilakukan. Dimana untuk mekanisme penyaluran BST tersebut, kata dia, akan dilakukan melalui rekening BRI kepada 58 kepala keluarga. Sedangkan bagi 1.200 lebih kepala keluarga penerima BST akan disalurkan melalui Kantor Pos ke setiap distrik.

“BST diberikan berdasarkan Data Kesejahteraan Sosial (DKS) dari Kemensos. Dimana ada sebanyak 58 kepala keluarga dihendel oleh BRI Pusat melalui rekening penerima, sementara 1200-an lebih dihendel Kantor Pos Sorong langsung dibayar disetiap distrik,”terangnya.

Penyaluran BST itu, sambung Makdalena,  akan dilakukan sampai tiga bulan dengan total setiap kepala keluarga mendapatkan Rp. 1.800.000, terhitung dari bulan April hingga Juni. “BST diberikan khusus bagi warga yang belum mendapat BPNT dan PKH. Jadi orang yg sudah dapat bantuan PKH atau BPNT tidak lagi mendapatkan bantuan sosial tunai (BST) atau BLT, itu untuk yang belun sama sekali,”tandasnya. (Mrk)

Minggu, 10 Mei 2020

Lima Tokoh di Distrik Ayamaru Timur Dipilih Secara Demokratis

 


MAYBRAT, (Maybrat News) - Sabtu, (9/5/20), warga Distrik Ayamaru Timur yang terdiri dari 8 kampung melakukan pemilihan kepada 5 tokoh secara demokratis yakni tokoh masyarakat, pemuda, agama, perempuan dan adat. 

Pantauan media ini, 5 tokoh yang dipilih secara langsung umum bebas dan rahasia itu oleh warga yang hadir dengan mencoblos. Dimana suara terbanyak dari lima unsur yaitu dari tokoh masyarakat, Yakob Sraun, SP, tokoh adat, Isak Nauw, SE, tokoh pemuda, Yakob Nauw, tokoh Agama, Pdt. Petrus Kambuaya, S.Th, dan tokoh perempuan Frederika Nauw.

Ketua panitia, Maikel Kambuaya, S.IP yang didampingi anggotanya mengatakan sangat mengapresiasi atas dukungan masyarakat di distrik Ayamaru Timur atas proses demokrasi pemilihan lima tokoh yang dilakukan. “Seluruh tokoh dan masyarakat di distrik Ayamaru Timur yang memberi dukungan sejak pembentukan panitia, persiapan sampai proses pemilihan yang dilakukan saat ini. Hal itu dilakukan dengan tujuan agar distrik ini ada kemajuan dan perubahan di waktu yang akan datang terutama mendukung kebijakan pemerintah dari tingkat kampung, distrik dan kabupaten Maybrat,”ujarnya.

Lanjut dia, kegiatan pemilihan 5 tokoh secara demokrasi yang dilakukan saat ini, baru pertama terjadi di Maybrat maupun tanah Papua. “Hal seperti ini kita harus pertahankan dan lebih tingkatkan lagi untuk kemajuan dan perubahan distrik ini, hasil ini kami akan sampaikan kepada bupati Maybrat, Drs. Bernard Sagrim, MM untuk mengesahkan 5 tokoh ini,”ungkap dia.

Kepala Distrik Ayamaru Timur, Fransiskus Kambuaya, S.IP, M.Si menegaskan hal itu perlu dilakukan agar masyarakat tahu mana tokoh yang dipercayakan masyarakat di distrik ini. “Tokoh-tokoh yang sudah dipilih, sehingga apa yang terjadi di distrik Ayamaru Timur mereka sebagai pendukung utama baik persoalan adat, agama, pemerintah, masyarakat, perempuan dan pemuda. Kampung Kambuaya sebagai awal mulanya peradapan Injil masuk baru tersebar ke wilayah lain di tanah Maybrat. Maka mari melakukan yang terbaik dan memberi contoh kepada wilayah atau distrik lainnya.

Untuk itu, dia minta kepada masyarakat agar memberi dukungan sepenuhnya apa yang mereka ini sampaikan harus mendukung karena kamu yang pilih mereka.

Salah seorang tokoh adat terpilih Izak Nauw, SE menambahkan dirinya mewakili empat tokoh yang ada merasa bangga, karena dipercayakan masyarakat di distrik Ayamaru Timur untuk ada dan hadir membantu pemerintah, adat, agama, pemuda, dan perempuan di wilayah ini.

“Proses ini terjadi karena ada kebutuhan pemerintah, adat, agama dan lainnya. Kami mengapresiasi panitia yang bekerja dengan semangat walaupun ada tantangan. Injil itu dimulai dari sini, maka kita memulai membangun kembali peradaban orang Kambuaya untuk Maybrat. Untuk itu , saya mengajak tokoh-tokoh yang ada, mari kita bekerja, karena dibalik itu pasti ada hal yang terbaik bagi generasi kita ke depan,” tutupnya. (Mrk)

Lima Tokoh di Distrik Ayamaru Timur Dipilih Secara Demokratis


MAYBRAT, (Maybrat News) - Sabtu, (9/5/20), warga Distrik Ayamaru Timur yang terdiri dari 8 kampung melakukan pemilihan kepada 5 tokoh secara demokratis yakni tokoh masyarakat, pemuda, agama, perempuan dan adat. 

Pantauan media ini, 5 tokoh yang dipilih secara langsung umum bebas dan rahasia itu oleh warga yang hadir dengan mencoblos. Dimana suara terbanyak dari lima unsur yaitu dari tokoh masyarakat, Yakob Sraun, SP, tokoh adat, Isak Nauw, SE, tokoh pemuda, Yakob Nauw, tokoh Agama, Pdt. Petrus Kambuaya, S.Th, dan tokoh perempuan Frederika Nauw.

Ketua panitia, Maikel Kambuaya, S.IP yang didampingi anggotanya mengatakan sangat mengapresiasi atas dukungan masyarakat di distrik Ayamaru Timur atas proses demokrasi pemilihan lima tokoh yang dilakukan. “Seluruh tokoh dan masyarakat di distrik Ayamaru Timur yang memberi dukungan sejak pembentukan panitia, persiapan sampai proses pemilihan yang dilakukan saat ini. Hal itu dilakukan dengan tujuan agar distrik ini ada kemajuan dan perubahan di waktu yang akan datang terutama mendukung kebijakan pemerintah dari tingkat kampung, distrik dan kabupaten Maybrat,”ujarnya.

Lanjut dia, kegiatan pemilihan 5 tokoh secara demokrasi yang dilakukan saat ini, baru pertama terjadi di Maybrat maupun tanah Papua. “Hal seperti ini kita harus pertahankan dan lebih tingkatkan lagi untuk kemajuan dan perubahan distrik ini, hasil ini kami akan sampaikan kepada bupati Maybrat, Drs. Bernard Sagrim, MM untuk mengesahkan 5 tokoh ini,”ungkap dia.

Kepala Distrik Ayamaru Timur, Fransiskus Kambuaya, S.IP, M.Si menegaskan hal itu perlu dilakukan agar masyarakat tahu mana tokoh yang dipercayakan masyarakat di distrik ini. “Tokoh-tokoh yang sudah dipilih, sehingga apa yang terjadi di distrik Ayamaru Timur mereka sebagai pendukung utama baik persoalan adat, agama, pemerintah, masyarakat, perempuan dan pemuda. Kampung Kambuaya sebagai awal mulanya peradapan Injil masuk baru tersebar ke wilayah lain di tanah Maybrat. Maka mari melakukan yang terbaik dan memberi contoh kepada wilayah atau distrik lainnya.

Untuk itu, dia minta kepada masyarakat agar memberi dukungan sepenuhnya apa yang mereka ini sampaikan harus mendukung karena kamu yang pilih mereka.

Salah seorang tokoh adat terpilih Izak Nauw, SE menambahkan dirinya mewakili empat tokoh yang ada merasa bangga, karena dipercayakan masyarakat di distrik Ayamaru Timur untuk ada dan hadir membantu pemerintah, adat, agama, pemuda, dan perempuan di wilayah ini.

“Proses ini terjadi karena ada kebutuhan pemerintah, adat, agama dan lainnya. Kami mengapresiasi panitia yang bekerja dengan semangat walaupun ada tantangan. Injil itu dimulai dari sini, maka kita memulai membangun kembali peradaban orang Kambuaya untuk Maybrat. Untuk itu , saya mengajak tokoh-tokoh yang ada, mari kita bekerja, karena dibalik itu pasti ada hal yang terbaik bagi generasi kita ke depan,” tutupnya. (Mrk)

Pemkab Maybrat Komit Menangani Stunting

Engelbertus Turot, SP, M.Si (yang lagi duduk)

MAYBRAT, (Maybrat News) - 14 Puskesmas dan Perwakilan Kader Posyandu bersama Pemerintah Kabupaten Maybrat berkomitmen menangani stunting sesuai anjuran pemerintahan Pusat dengan mengambil langkah untuk mulai gelar Penyusunan Rencana Aksi Daerah dengan sumber Biaya Operasional Kesehatan (BOK) Stunting tahun 2020.

Bupati Maybrat, Drs. Bernad Sagrim, yang diwakili Asisten II Bidang Perekonomian Dan Pembangunan, Kabupaten Maybrat, Engelbertus Turot, SP, M.Si  di Ayamaru, Jumat,(8/5/20) menjelaskan, setelah kegiatan tersebut, Pemda akan membentuk tim yang melibatkan komponen terkait untuk memberi pertimbangan dan masukan kepada pemerintah terkait langkah tepat penanganan stunting, agar ada kebijakan-kebijakan strategis dalam penanganan stunting terutama yang menimpah anak dibawah 5 tahun maupun ibu hamil dan janin yang berpeluang mengalami stunting.

“Jadi stunting ini bukan hanya menjadi tanganggung jawab dinas kesehatan, tapi harus melibatkan komponen-komponen terkait, seperti pemberdayaan masyarakat, pemberdayaan perempuan, ketahanan pangan dan lain-lain dalam penanganan stanting maupun gizi buruk,” ujar dia.

Permasalahan gizi buruk atau stunting, kata dia, kini sudah menjadi masalah Nasional. Maka diharapkan Dinas Kesehatan harus tetap menjadi garda terdepan selain memberangus ancaman covid 19, dan menangani permasalahan stunting di Kabupaten Maybrat.

“Kita sama-sama berkomitmen dengan pemerintah dan stekholder yang ada untuk membatasi covid 19 dan juga masalah stunting di Maybrat. Jadi diharapakan teman-teman puskesmas dan dinas kesehatan saat ini menjadi garda terdepan, sebagai prajurit yg diandalkan oleh daerah untuk tangani stunting juga,,”tandasnya. (Mrk)

5 Anggota DPRD Wilayah Aitinyo dan Ayamaru Selatan Jaya Jaring Asmara



MAYBRAT, (Maybrat News) - Lima anggota DPRD kabupaten Maybrat dari Daerah Pemilihan (Dapil) Aitinyo dan Ayamaru Selatan Jaya melakukan penjaringan aspirasi ke masyarakat (Asmara) di aula kantor kampung Yumame, Sabtu (9/5/20). 

Anggota DPRD Kabupaten Maybrat dari partai kepala banteng Nehemia Isir, SE, MM kepada awak media mengatakan kegiatan reses pertama di Dapil ini, masyarakat menyampaikan aspirasi terkait kepentingan pembangunan diberbagai sektor misalnya pendidikan, kesehatan, infrastruktur dan lainnya.

"Aspirasi dari masyarakat itu adalah hal yang baru maupun lama seperti ruang guru, kopel guru dan lainnya. Masyarakat mengharapkan ketika hasil Muskam, Musdis sampai pada Musrembang kabupaten tidak dirubah atau dialihakan karena itu kebutuhan masyarakat yang yang benar-benar ada disana,"ujarnya saat diwawancarai awak media.

Nehemia yang juga wakil fraksi PDIP Perjuangan ini menegaskan dengan aspirasi yang disampaikan akan pihaknya kawal sampai APBD-P maupun APBD 2021.

"Walaupun tidak semua aspirasi dijawab, tetapi satu atau dua kegiatan yang dianggap prioritas itu yang dimasukan, jangan kegiatan lebih dialihakan ke distrik atau wilayah tertentu saja dan hal ini, akan menimbulkan kecemburuan dan ketimpangan pembangunan diwilayah tertentu,"terang dia. Hadir dalam reses itu kepala distrik se-Aitinyo dan Ayamaru Selatan Jaya, kepala kampung, tokoh masyarakat, adat, perempuan dan lainnya. (Mrk)

Michael R Kareth "Pengisian Jabatan DOB PBD Wajib Prioritaskan Orang Asli Papua"

                                                    Dr. Michael Rafael Kareth, S.Hut, M.Si Dr. Michael R Kareth, S.Hut,  M.Si., mantan Aktif...