"Nehaf Sau Bonout Sau" "Satu Hati Satu Komitmen"

Selasa, 24 September 2019

DPRD Maybrat Minta Jokowi Dialog dengan ULMWP dan KNPB


Ketua DPRD Kabupaten Maybrat, Papua Barat, Ferdinando Solossa. (CNN Indonesia ArkiLaus Baho).

Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua DPRD Kabupaten Maybrat, Ferdinando Solossa, SE, meminta Presiden Kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk membuka ruang dialog dengan tokoh (ULMWP) dan (KNPB).

"Kami minta pemerintah membuka dialog antara pemerintah pusat dan tokoh Papua khususnya yang dipandang memiliki ideologi yang konfrontatif atau berseberangan seperti ULMWP dan KNPB," kata Ferdinando dalam forum bersama Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, di Kantor Staf Presiden, Jakarta, Selasa (24/9).
Ferdinando menyarankan dialog antara pemerintah pusat dengan tokoh Papua itu melibatkan pihak ketiga yang independen, netral, dan objektif dalam menyelesaikan akar persoalan di Bumi Cendrawasih.

Menurutnya, usulan itu merupakan salah satu aspirasi yang diserap masyarakat. Ia berharap pemerintah bisa menyelesaikan masalah di Papua secara bertahap, sehingga pemerintahan dan pembangunan berjalan baik.

"Kami harap bapak KSP memfasilitasi agar kami bisa menyerahkan langsung persoalan ini ke presiden," tuturnya. (Arki)

Sabtu, 21 September 2019

Penyerahan Materi Sidang APBDP Tahun Anggaran 2019 "Oleh PLH Sekda Maybrat, Ferdinandus Taa, SH, MSi.

Penyerahan Materi Sidang APBDP Tahun Anggaran 2019 "Oleh PLH Sekda Maybrat, Ferdinandus Taa, SH, MSi. Kepada Bagian Kesekrettariatan DPRD

MAYBRAT, (Maybrat News) - Pelaksana Harian (PLH) Sekda Kabupaten Maybrat, Feri Ferdinandus Taa, SH, MSi lewat Telpon selulernya, menuturkan bahwa, ada 26 Raperda di mana 26 Raperda ini merupakan suatu kemajuan, jadi 26 Raperda ini sudah di lakukan evaluasi di Provinsi Papua Barat di bagian Biro Hukum, dan sudah sampai ke bagian pendapatan di Kemendagri, jadi 26 Raperda ini dinyatakan sudah lolos, tinggal tunggu hasil sidang hari senin besok saja tutur Fery.

Menurut Feri, sidang ini akan di bahas hari senin nanti mengenai pembahasan Raperda Non APBD dan APBD perubahan  untuk persiapan penetapan, di mana kita berharap 26 raperda tentang pajak retribusi daerah ini bisa berjalan sesuai dengan apa yang kita inginkan.

 Sehingga tahun depan kita bisa lakukan pungutan sesuai dengan apa yang sudah kita lakukan, jadi semua itu sudah ada sesuai dengan tarif  retribusi yang di masukan di Raperda untuk di jadikan acuan untuk pungutan nanti, sesuai dengan OPD terkait yang mengusulkan Raperda tentang pajak dan retribusi daerah. 

Penyerahan Raperda ini di lakukan di ruangan PLH sekda kabuipaten Maybrat, Oleh Kadispenda sebagai ketua tim, mewakili tim yang kemarin berangkat melakukan evaluasi di Provinsi maupun di Kemendagri., beliau tadi menyerahkan hasil itu melalui PLH sekda, 

dan hasil ini sudah final, tidak ada masalah untuk 26 Raperda tersebut.  mengenai tarifnuya nanti hari senin baru pembahasan dengan DPRD, baru kita sesuaikan. dengan kemampuan kita di daerah.

 Raperda ini datang dari, Dispenda, Dinas Perhunungan yang terkait soal trayek angkutan tentang tarifnya, kemudian dari Dinias perindak terkait soal ijin usaha, misalnya kios dan lain-lain. terus dari PTSP sendiri, kemudian dari perumahan dan PU, kalau PU ini terkait soal IMB. 

Ini tentang Raperda yang 26, sedangkan yang kemarin itu kita sudah serahkan, materi APBD Perubahan dari Ketua TAPD (Tim Anggaran Pemerintah Daerah) dalam hal ini Sekda Kabupaten Maybrat yang di dampingi oleh BAPEDA dan KEUANGAN kemarin, di mana kita sudah serahkan kepada pimpinan dan anggota DPRD dan sudah di terima oleh Kabag Persidangan, sedangkan untuk materi sendir tadi sudah di bawa ke sorong, dan di lakukan pembahasan internal dengan banggar dan pimpinan anggota DPR .

Saya tadi baru di telpon dari sorong oleh Bamus kalau bamus sekarang sedang menyiapkan jadwal untuk persiapan sidang hari senin nanti, tegas Feri. (Mrk)


Kamis, 19 September 2019

Rapat Menyamakan Presepsi Yang Di Pimpin Oleh Drs. Bernard Sagrim, MM. Selaku Ketua Panitia Raker Am Sinode Ke Empat Di Maybrat

Bupati Kabupaten Maybrat, Drs. Bernard Sagrim, MM., Selaku Ketua Panitia Raker Am Sinode Ke Empat Di Kabupaten Maybrat, Saat Memimpin Rapat Bersama BPAM Wilayah 7 se Sorong Raya di Vega Hotel Kota Sorong Siang Tadi (Foto: Mrk)

MAYBRAT, (Maybrat News) - Rapat bersama BPAM Wilayah 7 bersama dengan Klasis-Klasis yang ada di wilayah Sorong raya, untuk membahas siapa saja yang berperan sebagai Panitia transit dan akomodasi bagi peserta yang transit di sorong dan naik ke Maybrat.

Jadi tadi sudah di putuskan klasis Sorong megurus akomodasi untuk peserta yang transit, lalu bakal klasis malamoi mengurus transportasi,maka beliau-beliau ini hanya mengkoordinasikan saja, nanti sesudah itu baru mereka berkoordinasi dengan panitia induk dan dengan kami baru kita berbicara mengenai proses penyelesaian dan lain-lain.
Lalu yang berikut adalah mengenai urusan mereka di sini tentang H mines 2 (artinya 2 hari sebelum kegiatan) dan H ples 2 (dua hari sesudah kegiatan).

Jadi mereka yang di urus oleh Klasis Sorong dan Klasis Malamoi, adalah peserta yang datang di H mines 2 (2 hari sebelum kegiatan) itu yang mereka urus tetapi  kalau ada yang datang di H mines -3 berati mereka tidak di urus karena terlalu cepat keda tanganya, nanti dua harinya baru mereka urus.

Nah begitu juga ketika mereka pulang dari tempat kegiatan atau pulang dari Kabupaten Maybrat, di mana kalau mereka tinggal di sorong selama 2 hari maka itu harus menjadi tanggung jawab panitia transit  dalam hal ini, Klasis Sorong dan Malamoi urus, tetapi kalau mereka sudah tinggal di sini dimana mulai dari tiga dan hari ke empat berarti itu bukan urusan panitia transit lagi.

Peserta Rapat Bersama  BPAM Wilayah 7 Di Vega Hotel Sorong Siang Tadi (Foto: Mrk)

Jadi inti dari rapat ini adalah menyamakan prsepsi, begitu juga bakal klasis sawiat, mereka sendiri sudah menyanggupi bahwa panitia induk tidak boleh urus mereka lagi, karena mereka sudah di urus oleh Bapak. Bupati Sorong Selatan, dan mereka siap untuk menghendel seluruh konsumsi maupun MCK dan lain-lain yang menjadi tanggung jawab mereka sebagai bakal klasis sawiat yang berpusat di klamit.

Lalu yang berikut mengenai presentasi yang saya sampaikan seperti, jumlah peserta, pakainanya bagaimana dan cara pembagian delegasi ke klasis-klasis ini seperti apa yang itu tadi mendapat respon juga. Artinya merespon seperti apa, artinya berap jumlah pesertanya yang harus kita tambah, warna pakainya harus di bedakan lagi jadi begitu.
Jadi tadi semua sudah satu komitmen dan satu pemahaman sehingga nanti di raker tiga di jayapura tinggal kita presentasikan semua persiapan kita di sini.

Sebagai ketua panitia  Raker Am Sinode GKI ke IV di maybrat, Drs. Bernard Sagrim Menuturkan bahwa, kepala departemen kementrian perhubungan darat sudah mengiyakan akan membantu kendaraan transportasi berupa Bis sebanyak 10 armada  yang hanya di pinjamkan dari Surabaya guna meperlancar arus transportasi darat dari sorong menuju Maybrat, dimana nanti setelah selesai kegiatan belia akan tarik kembali ke Surabaya, tapi itu baru janji belia sehingga saya sendiri harus cek lagi apa sudah siap apa belum.
Namun tidak menuntut kemungkinan kita juga mengarapkan bantuan dari Bapak. Bupati Kabupaten Sorong dan Bapak. Walikota Sorong  untuk membantu kami dengan bis-bis sekolah di mana kalau anak-anak tidak pake ya bisa di alihkan untuk kita pakai selama kegiatan berlangsung dan kalau sudah selesai akan kami kembalikan sesuai dengan waktu  yang telah kami sepakati bersama.

Begitu juga dengan kendaraan-kendaran yang di miliki oleh pejabat-pejabat kita yang dari maybt  yang ada di Pemda Maybrat maupun yang ada di pemda sorong untuk bantu berkontribusi meminjmkan kendaraan sehingga dapat menekan biaya panitia dan itulah harapan kita.  tandas sagrim.  (Mrk)







Selasa, 17 September 2019

Asisten II Maybrat Lalukan Rapat Koordinasi di Kemendagri Terkait Penarikan Kendaraan Dinas


Kegiatan Rapat Koordinasi di Gedung Depdagri Jakarta (Foto Mrk)


MAYBRAT, (Maybrat News) – Asisten II Kabupaten Maybrat, Ferdinandus Taa, SH, M.Si., menuturkan kalau dalam kegiatan koordinasi dengan pejabat pengelolaan barang milik daerah di Kementrian Dalam Negeri  (Kemendagri) ini, terkait dengan surat edaran KPK tentang penarikan kendaraan dinas, untuk itu kami dari pemerintah Maybrat baik dari Eksekutif  maupun Legislatif  datang kemari untuk melakukan koordinasi terkait soal gencar-gecarnya penertiban barang milik daerah,.

Jadi kalau mau dilihat jumlah kendaraan dinas yang paling banyak di setiap kabupaten di kepala burung ini, sepertinya Kabupaten Maybrat yang memiliki kendaraan dinas paling banyak.

Dari roda  empat sampai dengan roda dua yang berjumlah 986 unit, yang terdiri dari roda dua (motor) sebanyak 600 lebih sedangkan sisanya itu roda empat (mobil). Itu di belanjakan mulai dari tahun 2009 sampai dengann sekarang (2019).

Dimana kendaraan ini sebagian besar kita sudah tarik, sesuai dengan anjuran atau aksi dari KPK. Nah jadi sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) No.18 tentang hak keuangan. Dimana ada yang dapat keuangan dan ada yang dapat transportasi, tetapi setelah adanya instruksi dari KPK bahwa semua kendaraan dinas harus di tertibkan atau harus di tarik kembali maka ini yang menadi dilemma bagi.

Kita juga merujuk pada salah satu  Staf  KPK,  Bapak Maruli, bahwa DPR hanya mendapatkan tunjangan transportasi, lalu kita yang pejabat di eksekutif tidak boleh miliki kendaraan dinas lebih dari satu. Namun sesuai dengan medan atau situasi topografi di daerah kita, maka sebagian besar kendaraan dinas kita mengalami kerusakan yang parah.

Kemarin saya dengan bapak sekda ngotot kepada KPK bahwa kalau bias teman-teman di DPR ini pakai dulu kendaraannya, nati sampai dengan TMT selesai baru nanti kita tarik kembali.

Kemudian kondisi selanjutnya adalah mobil-mobil yang di tarik kembali ini kira-kira kita mau apakan mobil ini,

Sedangkan di Peraturan Pemerintah (PP) No. 84 Tahun 2014 menghendaki harus di lakukan penjualan atau pelelangan atau dalam bentuk dum, minal 4 tahun,

Diskusi Bersama Pak Edwin, Staf Bidang Pengelolaan Aset Milik Daerah Di Gedung Kemendagri (Foto;Mrk)
Sedangkan menurut, Kabid Aset, Erik Tenau SE, menuturkan bahwa kalau dari saya mungkin terkait tindak lanjutnya seperti apa, inikan perencanaanya kita kumpulkan dulu, setelah itu nanti kita minta petunjuk dari Depdagri terkait SOP nya seperti apa, supaya kami juga ada punya dasar untuk melakukan pelelangan atau penjualan., atau mungkin juga kita bias optimalisasi ke beberapa OPD yang memang selama ini belum memiliki kendaraan operasional tandas Erik, saat rapat koordinasi dengan Pak Edwin, Kepala seksi pengelolaan asset daerah Kemendagri.

Tambah Erwin, kalau kita di sana belum ada perda tetapi Prbub sudah ada,  di mana perbub pengelolaan BMD baru 2019.

Sedangkan dari perwakilan DPRD sendiri merasa bahwa dengan adanya penarikan kendaraan dinas ini membuat kita jadi dilematis, misalnya aktifitas dari sorong ke maybrat, setelah kendaraan di tarik, teman-teman di DPRD bilang kami mau lakukan aktifitas ke sana dengan apa, di mana jarak dari sorong maybrat saja 4 jam  kalau dengan kendaraan.

Nah jika memang demikian maka bagaimana kalau DPRD mau hering atau mau kunker ke distrik-distrik sedangkan transportasi kami sudah di tarik kembali. Sehingga menurut kami di DPRD bagaimana kalau kendaraan ini kita gunakan dulu, seperti yang sudah di katakana oleh Asisten II Kab Maybrat dan Kabid Aset.

Namun menurut, Bapak. Edwin, Kepala Seksi Barang Milik Daerah (Kemendagri) bahwa kalau kita bicara regulasi, dimana Peraturan Pemerintah (PP) yang mengatur barang milik daerah ini adalah  PP No. 27 Tahun 2014, dimana amanat PP 27 Tahun 2014 ini terkait pengadaan barang milik daerah di atur lebih lanjut dalam permendagri, (peraturan menteri dalam negeri) maka keluarlah permendagri No. 19 tahun 2016, dimana amant dari permendagri No.19 tahun 2016 ini yaitu aturan lebih lanjut di atur dengan Perda (peraturan Daerah) dengan tetap merujuk pada permendagri.

Jadi di maybrat kan belum ada perda terkait permendagri No. 19 tahun 2016 sedangkan yang ada cuma Perbub, sedangkan aturanya PP, Permen,  Perda baru Perbub, jadi nanti di susun dulu Perdanya dengan meruuk pada permendagri di atas tadi.

Kita pun terinformasi dengan adanya PP No.18 tahun 2017 terkait hak keuangan DPRD, memang di situ kan di sampaikan bawa untuk anggota DPRD mendapat tunjangan transportasi, meskipun peraturanya baru keluar  tahun 2017 tetapi di daerah-daerah lain sudah di tarik sebelumnya.

 Jadi sebelum ada aksi KPK ini, di daerah lain sudah ada penarikan kembali kendaraan dinas. Kita ambil contoh, teman-teman di Pemprof  DKI, itu mobil merek Toyota Alvis  belum sampai dua tahun sudah di tarik. (Mrk)

Senin, 16 September 2019

Bupati Maybrat "Persiapan Raker Am Sinode GKI ke IV di Ayamaru pada bulan Oktober Tahun 2020 sudah di atas 65%"


Bupati Kabupaten Maybrat, Drs. Bernard Sagrim, MM. (foto: Mrk)

MAYBRAT, (Maybrat News) - Bupati Kabupaten Maybrat, Drs. Bernard Sagrim, MM., menuturkan kalau Kegiatan Raker sampe denga hari ini, suda sampai pada persiapan-persiapan yang kalau di bilang kita siap ya kita nsudah siap, (senin 16/9/2019).
Artinya untuk infrastruktur, terkait dengan tempat kegiatan inikan ada fasilitas pemerintah yang ikut mendukung, seperti ada ruang pertemuan, ada Samu Bah, kemudian ada fasilitas-fasilitas Gereja yang di bantu oleh pemerintah, seperti kantor Klasis Ayamaru, jadi kalau mau dilihat ya progress kita sudah di atas 65%.
Jadi kita harapkan semua  bangunan-bangunan ini sebelumm oktober 2020 sudah siap semua untuk mendukung kegiatan Raker. Termasuk juga jalan-jalan utama dan jalan penghubung
Atas Koordinasi kami, Kebetulan di sini, saya sebagai Bupati Kabupaten Maybrat yang di percayakan sebagai Ketua Panitia, jadi saya sudah berkoordinasi  juga dengan kementrian lembaga terkait dan Bapak Gubernur Papua Barat. Sehingga bantuan untuk pembangunan jalan, seperti  jalan utama ini sudah mulai di kerjakan. Saya harap tahun 2020 semua jalan ini sudah licin semua
Mulai dari Satker, atau mulai dari Kampung Welek, sampai Kambuaya dan di Jitmau ini kedepannya sudah tidak ada masalah mengenai jalan utama lagi, semua sudah licin semua.
Kemudian jalan-jalan pendukung ke tempat kegiatan, seperti Samu Bah ketas ini, BTS di atas ini, dimana bantuan Gubernur 2020 sudah di kerjakan, di mana jalan dari tiang BTS itu putar ke Samu Bah diatas, turun ke Fraharoh, SD Inpres, trus keluar ke Pasar Mama-Mama Papua dan terus melingkar ke sini lagi.
Lapangan LA ini sekarang sudah mulai di kerjakan tahun ini guna mendukung kegiatan pembukaan nantinya, namun ntahun depan kita akan benahi lagi, terutama tribun bagian timur yang nanti tahun depan akan mulai di bangun.
Lalu yang berikut, tahap infentarisasi seperti rumah-rumah Pastori, kemudian rumah-rumah warga jemaat yang repsentatif untuk  mendukung akomodasi dari para peserta nanti. Termasuk beberapa perkantoran, ex perkantoran Pemda Maybrat yang ada di Ayamaru sini akan di jadikan tempat penginapan. Dimana ada gedung lantai dua di sini, ada satu di sebelah juga yang akan kita siapkan di mana kita akan rubah jadi tempat akomodasi

Di Tanya memgenai gedung sekolah apakah di gunakan juga?
Sagrim menjawab, gedung sekolah tidak di gunakan, karena fasilitas yang ada ini sudah cukup, di mana ada Hotel, ada Penginapan, ada Mes Pemda dan rumah-rumah warga jemaat serta rumah para pejabat.

Terkait Lampu atau listrik?
Sagrim menjawab, kemarin saya sudah panggil kepala PLN dari Sorsel dan dia sudah naik dan saya sudah perintahkan untuk segera, koordinasi dan minggu depan tanggal 23-24 ini saya akan audens dengan pihak kementrian ESDM, untuk bicara mengenai bantuan Genset. Karena keluhan PLN cabang ayamru ini hanya kekurangan satu buah Mesin Genset. 
Tapi kemarin saya sudah minta dia untuk presentasekan speck dari mesin Genset tersebut. Kemudian nanti saya akan bikin surat kesana mudah-mudahan Tuhan sayang, dan berkehendak ya kita bias dapat bantuan satu Genset lagi, sehingga dengan adanya bantuan genset ini maka lampu sudah bias menyala 24 jam. Jadi pada intinya kami yakin bahwa untuk masalah lampu atau listrik tidak ada masalah.

 Mengenai surat-menyturat?
Sagrim menuturkan bahwa kami sudah siap dengan proposal untuk Pemda Maybrat, Gubernur Papua Barat, di mana kalau gubernur saya sudah sampaikan secara lisan ke beliau dan beliau siap untuk membantu kita, begitu juga dengan para Bupati dan Walikiota, mereka sudah siap untuk membantu, proposal yang kita buat juga tinggal di distribusikan, lalu di dukung oleh para ketua dan bakal ketua klasis se Sorong Raya di bawah BPAM wilayah 7.  
Ini juga sudah siap semua, baik yang bertindak sebagai panitia transit, maupun yang memberikan partisipasi, lain-lain seperti acara pembukaan, isi lagu, paduan suara, itu juga saya sudah siap dengan beliau-beliau itu.
Rencananya tanggal 19 september besok ini kita rapat untuk pengecekan lagi, guna memantapkan semua kegiatan nantinya, dimana hasil rapat ini akan saya bawa untuk presentasekan kesiapan panitia pelaksana Raker  Am Sinode GKI ke IV di ayamaru pada Bulan Oktober Tahun 2020 di Raker  III  nanti di klasis jayapura  pada tanggal 5 Oktober nanti. Tentunya bantuan dari pemda Maybrat sebagai tuan rumah ya sudah pasti ada.

Mengenai kendala apa saja yang di hadapi oleh panitia?
Sagrim menjawab, ya namanya panitia ya begitu suda, banyak yang di lantik atau di pilih sebagai Panitia tetapi sedikit yang bekerja, nanti kalau sudah mau dekat kegiatan baru semua hadir, itulah kebiasaan kita dalam satu panitia, tapi tidak masalah karna itulah kendala kita, tapi kalau semua panitia lengkap saya kira tidak ada masalah, di mana semua berbicara dan menyampaikan pendapat.

 Mengenai situs-situs pekabaran Injil dan spot-spot wisata yang akan di siapkan?
Sagrim menjawab, mengenai situs dan spot ini, sudah ada tim kita yang sudah mulai besok bergerak untuk menginventarisir situs-situs yang ada, baik situs-situs yang berkaitan dengan cerita theologis, juga situs-situ ruben rumbiak di kambuaya, maupun spot-spot pariwisata yang akan kita promosikan di kegiatan ini.

Terakhir mengenai jumlah peserta? 
Ia menuturkan kalau jumlah peserta yang akan hadir berjumlah 1000 peserta.  Yang tediri dari, BPAM sinode berjumlah 134 peserta, kemudian dari klasis, bakal klasisi, jemaat kategoria, Utusan STT GKAI  dan STIA OTTOW GEISLER itu berjumlah 409 Peserta, terus tambah dengan panitia, pendukung dan kelompok penggembira, di mana kelompok penggembira ini dating dari klasis, BPAM SINODE berjumlah 157 kemudian di tambah  dengan panitia local berjumlah 160.  
Di akhir wawancara ini, Bupati Kabupaten Maybrat, Drs. Bernard Sagrim, MM. menuturkan bahwa kenapa sampai jumlah peserta Raker Am Sinode ini sangat banyak, ini karena  Raker ini sangat Istimewah karena di raker ini akan di lakukan “AMANDEMEN” tata Gereja di tataran Am Sinode GKI di Tanah Papua, jadi orang banyak yang ingin mengetaui, yang di amademen ini apa saja, tutup Sagrim. (Mrk)

Minggu, 08 September 2019

15 Anggota DWP Maybrat Ikut Seminar Nasional di Jakarta

Ketua DWP Maybrat, Irene Sahetapy, ST. MSi.

MAYBRAT, (Maybra News) – Sebanyak 15 anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) Maybrat, siap mengikuti seminar Nasional DWP, yang akan dilaksanakan bulan September 2019 “Temanya nanti, Dharma Wanita Persatuan Kuat Mendukung Suksesnya Pembangunan Nasional, dengan waktu pelaksanaan tanggal 3-4 September 2019,” kata Ketua DWP Maybrat, Irene Sahetapy, ST. MSi.

Dia mengatakan, materinya nanti akan dibawakan oleh ketua DPR RI, Menteri BUMN, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, serta narasumber lain yang siap membagikan ilmu ke ibu-ibu DWP yang hadir.

“Kegiatan ini hanya fokus bagaimana dapat memberikan atau ada kontribusi kepada DWP untuk bisa lebih berkualitas dan maju, sebagai patner pemerintah dalam membangun pembangunan di Indonesia,” tuturnya.

Dia berharap, anggota DWP Maybrat yang ikut dapat menimba ilmu untuk bisa dipakai dalam membangun organisasi ini kedepan, agar kita lebih bekerjasama dengan baik dan melakukan yang terbaik untuk kabupaten Maybrat. (Mrk)

"Korban Penembakan di Abepura Dimakamkan di Kampung Yukase"

Jenasah Almarhum Maikel Kareth Yang Siap Di Berangkatkan Dari Jayapura Menuju Manokwari dan Selanjutnya Di Bawa Ke Maybrat Untuk Di Makamkan


MAYBRAT, (MaybratNews) - Jenasah almarhum Maikel Kareth, korban penembakan di Abepura, Jayapura provinsi Papua Minggu (1/9/2019) lalu, diterbangkan ke kampung halamannya di Maybrat.


Informasi yang dihimpun media ini, Jenasah Maikel Kareth diterbangkan dari kota Jayapura dengan mengunakan pesawat Lion Air dari Bandar Udara Sentani, tujuan Sorong, kemudian di antar dengan mobil jenasah tujuan kampung Yukase, Distrik Ayamaru Utara, untuk di makamkan, Rabu (4/9/2019).


Almarhum Maikel Kareth merupakan anak kedua dari keluarga Apsalom Kareth dan ibu Sofia Semunya, Almarhum merupakan anak kedua dari Enam bersaudara.Almarhum Maikel Kareth adalah Mahasiswa Universitas Cenderawasih Fakultas Teknik Tambang angkatan tahun 2016. (Mrk

Jenasah Almarhum Maikel Kareth yang diterbangkan, Selasa kemarin, di jemput oleh keluarga, sanak saudara dan aparat keamanan terdiri dari Koramil Ayamaru dan Polsek Ayamaru Utara.(Mrk)


Michael R Kareth "Pengisian Jabatan DOB PBD Wajib Prioritaskan Orang Asli Papua"

                                                    Dr. Michael Rafael Kareth, S.Hut, M.Si Dr. Michael R Kareth, S.Hut,  M.Si., mantan Aktif...