"Nehaf Sau Bonout Sau" "Satu Hati Satu Komitmen"

Jumat, 01 Mei 2020

Polda Papua Barat Ungkap Motif Pembunuhan Brimob dan Fakta Penyisiran di Maybrat



MAYBRAT, (Maybrat News) – Pemkab Maybrat dan DPRD setempat, dinilai tak menseriusi operasi pengejaran aparat keamanan, yang berdampak terhadap nasib dan kehidupan ratusan warga sipil di wilayah Distrik Aifat Timur.

Dikabarkan, ratusan warga sipil asal tiga kampung di wilayah itu hingga saat ini masih mengungsi ke hutan, pasca penyisiran aparat gabungan dalam mengejar terduga pelaku penganiayaan berujung kematian satu anggota Brimob Polda Papua Barat, di Distrik Moskona Selatan, Kabupaten Teluk Bintuni, lalu.

Tokoh muda Papua, Septinus George Saa yang juga putra asli Aifat, Kabupaten Maybrat, mendesak Pemkab dan DPRD, untuk tidak berdiam diri dalam situasi tersebut.

“Ini sudah beberapa hari pasca operasi penyisiran yang diamati akan terus dilanjutkan dan belum ada respon Pemerintah kabupaten bahkan DPRD setempat,” ujarnya, melalui rilisnya, Kamis (30/4/2020).
Dia mengatakan intervensi dan respon cepat harus ada, sehingga masyarakat yang mengungsi ke hutan, mendapat jaminan untuk kembali dan beraktifitas secara normal di tengah mewabahnya Virus Corona (Covid-19).

Selain itu, peraih First Step to Nobel Prize in Physics, di Warsawa, Polandia 2004 ini, mengatakan Bupati sebagai pemimpin wilayah, adalah figur yang berkuasa dan bilamana ada kegiatan tertentu yang menciptakan tidak stabilnya kondisi sosial dan ekonomi masyarakat, maka bupati memiliki wewenang untuk memberhentikan kegiatan tersebut.

“Pemerintahan sipil di seluruh dunia, dengan wilayah administrasi yang jelas, adalah penguasa mutlak. Aparat keamanan pun, patuh pada pemimpin sipil dan apapun yang terjadi di wilayah sipil pemerintahan yang sah, Bupati yang berkuasa penuh,” ucapnya.

“Bupati itu dipilih rakyat, bukan Presiden yang pilih atau Gubernur yang menempatkan. Ini wewenang penuh Bupati dan masyarakat sebagai konstituen yang memilih dan menempatkannya menjadi pemimpin di wilayahnya, sehingga Bupati harus melindungi kepentingan masyarkat sebagai konstituen utama,” ujarnya.

Upaya Dialog dan Pendampingan Hukum
Sebagai solusi, dia menawarkan peran serta tokoh masyarakat, tokoh agama, dewan adat, perwakilan pemerintah dan DPRP untuk duduk bersama, menegaskan agar pendekatan pengejaran oknum yang di duga melakukan pembunuhan, dapat dilakukan dengan negosiasi yang bermartabat bersama masyarakat, agar membantu aparat untuk menangkap terduga pelaku.

“Masyarkat di Aifat Timur, harus di ajak untuk bekerja sama untuk mendorong penegakan hukum, sehingga oknum yang diduga melakukan tindak pidana dapat menyerahkan diri. Juga, perlu ditegaskan agar mereka yang diduga sebagai pelaku, bisa mendapatkan pendampingan hukum dari lembaga bantuan hukum,” sebutnya.

Sebagai seorang anak yang berasal dari wilayah tersebut, dirinya juga meminta tim dari LP3BH Manokwari yang dipimpin pengacara dan pembela HAM, Yan Christian Warinussy, untuk mendampingi proses hukum yang dituduhkan.

“Diharapkan juga agar proses hukum dilakukan secara transparan. Berita acara perkara yang dibuat kepolisian harus di dampingi oleh kuasa hukum yang di tunjuk oleh keluarga,” jelasnya.
Cegah Terjadinya Pelanggaran HAM

Sementara itu, George juga meminta Pemda Maybrat, Pemprov Papua Barat, Kapolda Papua Barat dan Pangdam Kasuari, serta DPRD Papua Barat, dapat segera berkonsolidasi agar kegiataan penyisiran di wilayah Aifat Timur ini tidak berujung pada pelanggaran HAM berat dan menambah koleksi masalah yang harus di urus Republik Indonesia.

“Raport Negara dalam mengurus persoalan pelanggaran HAM di tanah Papua sudah sangat buruk. Jadi mohon aparat negara dan juga pemerintah di wilayah ini jangan membiarkan lagi persoalan pelanggaran hak sipil masyarakat orang asli Papua bertambah. Kasihan beban negara ini yang sedang menghadapi wabah Covid-19, harus di tambah lagi dengan proses penyisiran yang harusnya dilakukan dengan approach lunak,” ungkap George.

Benang Merah Hak Ulayat dan Perusahaan HPH
Persoalan hak ulayat dan keluhan masyarakat akan perusahaan HPH di Kabupaten Teluk Bintuni hingga di wilayah administrasi Kabupaten Maybrat, juga harus segera ditertibkan.

Perusahaan, kata George, tidak bisa lagi menjadikan aparat kemanan sebagai “bemper” antara kegiatan usaha perusahan dan masyarakat pemilik hak ulayat di wilayah operasi HPH.

“Perlu diselidiki mengapa sampai terjadi kejadian pembunuhan anggota Brimob, oleh tim pencari fakta independen agar mengimbangi investasi pihak Kepolisian,” ujarnya.

Tim pencari fakta yang dipimpin oleh koalisi masyarakat pembela HAM dan lingkungan harus diberikan dukungan penuh dari pemerintah kabupaten Teluk Bintuni dan Maybrat, sehingga mereka dapat memastikan duduk persoalan, akar persoalan dan polemik berkepanjangan dari sistim usaha perusahaan pemegang HPH dan pemenuhan hak-hak masyarakat pemilih hak ulayat.

“Kalau ini tidak di atasi sampai ke akar, kejadian yang sama akan terus berulang karena pra-kondisi yang menyebabkan terjadinya kekerasan, pembunuhan terhadap aparat yang bekerja mengamankan aset perusahaan, masih terus ada,” terangnya.

“Perusahan juga harus stop membenturkan aparat keamanan dengan masyarakat. Hutan ini milik masyarakat pemilik hak ulayat dan perusahan bahkan aparat di wilayah Aifat ini adalah “tamu” yang tidak diundang” ungkap George menutup rilis tertulisnya.

Presiden Persekutuan Gereja-gereja Baptis Papua, Rev. Dr. Socratez S. Yoman, ikut menyoroti tindakan penyirisan yang berujung terjadinya pengungsian masyarakat di wilayah Aifat Timur.

Dalam keterangan tertulisnya, Yoman, tidak membenarkan adanya tindakan represif aparat terhadap warga sipil dalam menjalankan tugas Negara yang sejatinya memberikan perlindungan dan pengayoman, bukan sebaliknya.

“Tindakan penyisiran, pengrusakan rumah warga, teror serta tindakan yang melukai warga sipil, itu tidak benar. Aparat seharusnya belajar dari masa lalu kejadian pelanggaran hak sipil orang Papua, dengan mengutamakan pendekatan kemanusiaan dalam upaya penangkapan pelaku,” ucap Yoman.

Dia mengatakan, tindakan memusnakan raga manusia, dilarang keras dan murka Tuhan akan turun untuk mereka yang melakukan kejahatan tersebut dan aparat pun harus tegas untuk tidak balik menggunakan cara kekerasan dalam penyisiran apalagi mencederai umat Tuhan.

Sebelumnya, Polda Papua Barat telah merilis dua nama terduga pelaku berinisial FA dan PW yang berhasil ditangkap dalam operasi penyisiran dua tim bentukan Polda Papua Barat di wilayah Bintuni dan Maybrat.

FA ditangkap di wilayah Moskona Barat, dekat basecamp PT.Wanagalang Utama kabupaten Teluk Bintuni, dan PW ditangkap di wilayah Distrik Aifat Timur kabupaten Maybrat.

“Untuk identitas lima terduga pelaku, YA, MA, IO, TA dan AF masih dalam pengejaran dengan status DPO,” ujar Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Papua Barat, AKBP Ilham Saparona.(Mrk)

Kamis, 23 April 2020

Meski Berstatus Aman, Bupati Maybrat Terus Sosialisasi Bahaya Virus Covid 19 Serta Membagikan Sembako


MAYBRAT, (Maybrat News) – Meskipun Kabupaten Maybrat saat ini, masih berstatus zona hijau COVID-19, namun Bupati Maybrat Bernard Sagrim tak pernah lelah untuk setiap hari harus memberikan sosialisasi kepada masyarakat agar tetap berwaspada dan berhati-hati terhadap ancaman virus Corona tersebut.

Disamping memberikan sosialisasi, Bupati juga memberikan bantuan sembako kepada masyarakat sebagai wujud kepedulian pemda terhadap warganya untuk memenuhi kebutuhan hidup dari wabah COVID-19 tersebut. “Masyarakat harus berperan aktif untuk memberantas rantai penyebaran COVID-19,” kata bupati kepada Papua barat Pos saat kunjungan ke Aitinyo Raya, Rabu (22/4/20).

Virus tersebut, lanjut dia, telah terbukti membunuh ratusan ribuan nyawa manusia di seluruh dunia. Oleh karena itu, untuk sementara harus berdiam diri di kampung masing-masing. “Jangan kita pikir Maybrat dalam keadaan zona hijau, lalu kita berbuat sesuka hati. Kita harus waspada. Sementara bantuan sembako yang diberikan pemda Maybrat, digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup,” terang Bernard Sagrim.

Panatauan medi ini, kunjungan Bupati Bernard Sagrim ke Distrik dan Kampung wilayah Aifat Utara, Aifat Selatan, Aitinyo Raya dan Ayamaru Timur untuk memberikan sosialisasi dan bantuan sembako, yang didampingi Dandim 1802 Sorong diwakili Perwira Penghubung Kabupaten Maybrat, Mayor Inf Andreas Pailo serta SKPD lainnya. (Mrk)

Bupati Maybrat Usul Ruas Jalan Sehu – Ayawasi Dikerjakan Satker Papua Barat


MAYBRAT, (Maybrat News) – Bupati Maybrat Drs. Bernard Sagrim MM., menggelar apat terbatas bersama Kepala Satuan Kerja Perencanaan dan Pengawasan Jalan dan Jembatan Nasional (Satker P2JN) Balai Pelaksanaan Jalan nasional (BPJN) Provinsi Papua barat Ledryk Amto Latuputty ST dan PPTK di wilayah III Provinsi Papua Barat, Jumat (17/4/20).

Dalam rapat tersebut, bupati mengusulkan beberapa ruas jalan yang harus dikerjakan pada tahun ini diantaranya pekerjaan jalan Kumurkek-Ayawasi, Alun-alun Vaitmayaf harus diturunkan, tanjakan Sehu Distrik Ayamaru barat, jalan dari Fratafen-Kartapura, kemudian dari Fait Males-Soroan harus dikerjakan pada tahun ini, “ujar bupati. 

Menurut bupati ruas jalan Nasional Sorong -Maybrat sangat membantu pemerintah daerah dalam pelayanan pemerintahan dan proses pembangunan daerah terlebih masyarakat di kampung- kampung.
“Pemerintah Maybrat sangat berkepentingan dengan jalan tersebut untuk mendukung kelancaran tugas pemerintah, pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat,” tutup Bupati Bernard Sagrim. (Mrk)

Bupati Maybrat Teleconfrance dengan Kemensos RI


MAYBRAT, (Maybrat News) – Bupati Maybrat, Drs. Bernard Sagrim, MM., melakukan teleconfrance melalui layar laptop dengan direktur PKH program keluarga harapan (PKH) Kemsos RI dari Kumurkek ,Jumat, (17//204) lalu.

“Apa yang dibicarakan tadi tentang masalah bantuan sosial tunai dan nontunai dari Kementerian Sosial. Jadi pada prinsipnya dari Kementerian Sosial tadi menurut Direktur Pak Slamet itu pada prinsipnya akan memberikan atensi kepada Maybrat,”ujar bupati.

Menurut orang nomor satu di Kabupaten Maybrat ini, hampir 100% orang asli Papua yang ketergantungannya cukup tinggi dengan pemerintah dan dari sisi geografis  cukup jauh dari pusat ekonomi macam-macam itu sehingga kami minta ada perhatian.

Lanjut bupati, tadi dirinya melaporkan bahwa kebijakan dari pemerintah Kabupaten Maybrat  soal tanggap darurat mengahadapi virus Corona. “Apresiasi yang baik yang luar biasa, tadi saya sudah minta kita tunggu. Tadi beliau juga tanya data itu dari mana, bapak bilang yang dari kebijakan pemerintah Maybrat itu dari Dukcapil sebanyak 11.200 kepala keluarga (KK) itu yang kita sudah on site to logistiknya persiapan untuk kita distribusi, kita juga diberi apresiasi karena daerah lain tidak sampai detail seperti di Maybrat, “aku bupati. (Mrk)]

Masyarakat Maybrat Diminta Menyiapkan Stok Bama Lokal


MAYBRAT, (Maybrat News) – Bupati Maybrat, Drs. Bernard Sagrim, MM., mengatakan munculnya virus Covid 19 di Indonesian yang kini sudah menyebar sampai di Papua dan Papua barat terlebih khusus kita di Maybrat, dimana ada kemungkinan virus inui akan terus berkepanjangan, dan akan menjadi penghambat terhadap aktivitas pemerintahan, pergerakan perekonomian dan kebutuhan hidup setiap hari seperti bahan makanan, Kumurkek (20/4/20). 

Untuk itu, bupati meminta kepada masyarakat untuk segera menyiapkan stok bahan makanan local seperti Sagu, Keladi, Singkong, Betatas, Pisang dan lain-lain, guna memenuhi kebutuhan hidup pada saat kritis dengan cara berkebun.  

Kami minta, masyarakat di kabupaten Maybrat menyiapkan stok bahan makanan local, selain untuk kebutuhan sehari-hari, juga bisa digunakan melakukan perdagangan silang antar distik di kabupaten Maybrat,” kata bupati.

Dengan sistem seperti ini, sambung bupati, perputaran perekonomian akan terus berjalan dan  kebutuhan masyarakat akan tetap terpenuhi. “Masyarakat semua sudah saatnya masuk ke ladang masing-masing untuk siapkan bahan makanan lokal. Karena alam Maybrat sudah menyediakan makanan kepada mereka,” tandas Sagrim. (Mrk)

Jumat, 17 April 2020

Dinsos Maybrat Siap Distribusikan 100 Ton Cadangan Beras


MAYBRAT, (Maybrat News) – Pemerintah RI melalui Kementrian Sosial bekerja sama dengan Bulog menyalurkan bantuan beras cadangan pemerintah kepada kota dan kabupaten sebagai wujud perhatian pemerintah terhadap masyarakat kurang mampu atas dampak ekonomi yang diakibatkan oleh wabah Covid-19.  

Oleh karena itu, Kabupaten Maybrat telah mendapat bantuan 100 ton beras tersebut dan siap untuk dibagikan kepada masyarakat di 259 kampung, satu kelurahan dan 24 distrik se-Kabupaten Maybrat.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Maybrat, Magdalena Tenau mengatakan, pihaknya  masih proses menyiapkan administrasi dan pejabat terkait yang akan turun secara langsung untuk menyalurkan beras kepada masyarakat di setiap distrik dan kampung yang ada.

Pengadaan beras tersebut berdasarkan peraturan Kementrian Sosial nomor 19 tahun 2020 dan mekanisme penggunaan beras cadangan pemerintah,” kata Magdalena di Kantor Bupati Maybrat, Kamis (16/4/20).

Bantuan beras tersebut, sambung dia, akan dibagikan kepada masyarakat Maybrat sebesar 25 kg per KK. “Ini merupakan beras cadangan pemerintah yang dipergunakan untuk bencana alam. Dan akan didistribusikan kepada seluruh masyarakat tanpa terkecuali,” tutur Magdalena.

Magdalena menghimbau kepada masyarakat Maybrat agar dapat menerima beras yang telah diberikan dan dilengkapi dengan makanan pokok yang telah tersedia di ladang masing-masing.

Namanya saja beras cadangan.,Jadi cukup atau tidak cukup, masyarakat harus menerimanya, sebab pemerintah hanya memberikan bantuan sekali saja. Untuk itu, masyarakat jangan hanya berharap kepada pemerintah, namun harus membantu pemerintah untuk berjuang sendiri,” tutupnya. (Mrk)

Pemkab Maybrat Mulai Salurkan Bantuan Sembako


MAYBRAT, (Maybrat News) – Pemerintah kabupaten Maybrat mulai menyalurkan bantuan kebutuhan pokok sebnayak 14 jenis kepada masyarakat yang terdampak wabah Covid-19. Bantuan tersebut secara simbolis diserahkan kepada tiap-tiap kepala distrik dan kepala kampung yang ada di Kabupaten Maybrat untuk kemudian dilakukan pendataan agar diserahkan kepada seluruh masyarakat  di halaman Kantor Distrik Aifat di Kumurkek, Jumat (17/4/20).

Bupati Maybrat, Bernard Sagrim mengatakan kebutuhan pokok ini, akan dibagi secara merata kepada masyarakat di 259 kampung dari 24 distrik yang ada di Kabupaten Maybrat. Dalam kesempatan tersebut, Bernard Sagrim meminta kepada seluruh masyarakat untuk mempergunakan bantuan tersebut guna memenuhi kebutuhan hidup dan harus bekerja di ladang masing-masing untuk menambah kebutuhan hidup.

“Mungkin jumlahnya tidak seberapa, namun kita harap ini dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak Covid-19. Dan ini diberikan untuk makan kuat dan bekerja. Bukan mengharapkan bantuan pemerintah,” ujar Bernard Sagrim.

Bantuan yang diserahkan tersebut, lanjut dia, bantuan yang diberikan oleh Pemda Maybrat. Oleh karena itu, bupati meminta agar masing-masing distrik lebih cermat dalam pembagiannya, sehingga seluruh masyarakat mendapat bantuan tersebut.

“Bantuan ini bersumber dari APBD Maybrat dan berbeda dengan bantuan-bantuan yang akan datang lagi, seperti dari Kemenetrian Sosial. Dan nanti ada lagi bantuan beras dari dana kampung,” tutupnya.
Di hari yang sama, adanya pembagian kebutuhan pokok dari Pemkab Maybrat mendapat apresiasi dari  Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Maybrat, Agustinus Tenau, S.Sos, M.Si. Dia memberikan apresiasi dan penghargan setinggi-tingginya kepada pemerintah daerah atas langkah cepat membagikan sembako ke seluruh kampung di Kabupaten Maybrat. 

“Jadi, kami DPRD kabupaten Maybrat pada prinsipnya memberikan apresiasi dan penghargan setinggi-tingginya kepada pemerintah daerah atas langkah cepat yang dilakukan walaupun kita sudah lewatkan Loakdon ala Maybrat 14 hari yang lalu. Tetapi bukan persoalan terlambat atau lewat tetapi bagaimana ada niat atau aksi riil yang dilakukan oleh pemerintah,”ujar Agustinus Tenau kepada awak media. (Mrk)

Michael R Kareth "Pengisian Jabatan DOB PBD Wajib Prioritaskan Orang Asli Papua"

                                                    Dr. Michael Rafael Kareth, S.Hut, M.Si Dr. Michael R Kareth, S.Hut,  M.Si., mantan Aktif...