"Nehaf Sau Bonout Sau" "Satu Hati Satu Komitmen"

Minggu, 10 Mei 2020

Pemkab Maybrat Komit Menangani Stunting

Engelbertus Turot, SP, M.Si (yang lagi duduk)

MAYBRAT, (Maybrat News) - 14 Puskesmas dan Perwakilan Kader Posyandu bersama Pemerintah Kabupaten Maybrat berkomitmen menangani stunting sesuai anjuran pemerintahan Pusat dengan mengambil langkah untuk mulai gelar Penyusunan Rencana Aksi Daerah dengan sumber Biaya Operasional Kesehatan (BOK) Stunting tahun 2020.

Bupati Maybrat, Drs. Bernad Sagrim, yang diwakili Asisten II Bidang Perekonomian Dan Pembangunan, Kabupaten Maybrat, Engelbertus Turot, SP, M.Si  di Ayamaru, Jumat,(8/5/20) menjelaskan, setelah kegiatan tersebut, Pemda akan membentuk tim yang melibatkan komponen terkait untuk memberi pertimbangan dan masukan kepada pemerintah terkait langkah tepat penanganan stunting, agar ada kebijakan-kebijakan strategis dalam penanganan stunting terutama yang menimpah anak dibawah 5 tahun maupun ibu hamil dan janin yang berpeluang mengalami stunting.

“Jadi stunting ini bukan hanya menjadi tanganggung jawab dinas kesehatan, tapi harus melibatkan komponen-komponen terkait, seperti pemberdayaan masyarakat, pemberdayaan perempuan, ketahanan pangan dan lain-lain dalam penanganan stanting maupun gizi buruk,” ujar dia.

Permasalahan gizi buruk atau stunting, kata dia, kini sudah menjadi masalah Nasional. Maka diharapkan Dinas Kesehatan harus tetap menjadi garda terdepan selain memberangus ancaman covid 19, dan menangani permasalahan stunting di Kabupaten Maybrat.

“Kita sama-sama berkomitmen dengan pemerintah dan stekholder yang ada untuk membatasi covid 19 dan juga masalah stunting di Maybrat. Jadi diharapakan teman-teman puskesmas dan dinas kesehatan saat ini menjadi garda terdepan, sebagai prajurit yg diandalkan oleh daerah untuk tangani stunting juga,,”tandasnya. (Mrk)

5 Anggota DPRD Wilayah Aitinyo dan Ayamaru Selatan Jaya Jaring Asmara



MAYBRAT, (Maybrat News) - Lima anggota DPRD kabupaten Maybrat dari Daerah Pemilihan (Dapil) Aitinyo dan Ayamaru Selatan Jaya melakukan penjaringan aspirasi ke masyarakat (Asmara) di aula kantor kampung Yumame, Sabtu (9/5/20). 

Anggota DPRD Kabupaten Maybrat dari partai kepala banteng Nehemia Isir, SE, MM kepada awak media mengatakan kegiatan reses pertama di Dapil ini, masyarakat menyampaikan aspirasi terkait kepentingan pembangunan diberbagai sektor misalnya pendidikan, kesehatan, infrastruktur dan lainnya.

"Aspirasi dari masyarakat itu adalah hal yang baru maupun lama seperti ruang guru, kopel guru dan lainnya. Masyarakat mengharapkan ketika hasil Muskam, Musdis sampai pada Musrembang kabupaten tidak dirubah atau dialihakan karena itu kebutuhan masyarakat yang yang benar-benar ada disana,"ujarnya saat diwawancarai awak media.

Nehemia yang juga wakil fraksi PDIP Perjuangan ini menegaskan dengan aspirasi yang disampaikan akan pihaknya kawal sampai APBD-P maupun APBD 2021.

"Walaupun tidak semua aspirasi dijawab, tetapi satu atau dua kegiatan yang dianggap prioritas itu yang dimasukan, jangan kegiatan lebih dialihakan ke distrik atau wilayah tertentu saja dan hal ini, akan menimbulkan kecemburuan dan ketimpangan pembangunan diwilayah tertentu,"terang dia. Hadir dalam reses itu kepala distrik se-Aitinyo dan Ayamaru Selatan Jaya, kepala kampung, tokoh masyarakat, adat, perempuan dan lainnya. (Mrk)

Sabtu, 09 Mei 2020

Masyarakat Terdampak Covid-19 Apresiasi Pemkab Maybrat


MAYBRAT, (Maybrat News) – Kepala Distrik Ayamaru Kabupaten Maybrat, Demianus Lemauk,SE memberikan apresiasi kepada pemerintah Kabupaten Maybrat yang mana telah memberikan bantuan sembako kepada seluruh masyarakat Maybrat dari ancaman wabah COVID 19 yang telah menghambat perputaran perekonomian masyarakat.

Ia mengatakan, bantuan sembako tersebut merupakan sebuah kepedulian dan perhatian pemerintah kepada masyarakat guna memenuhi kebutuhan hidup di tengah wabah COVID 19. 

Selain memperoleh bantuan dari pemerintah, namun masyarakat telah menyediakan bahan makanan lokal khas Maybrat sebagai stok cadangan, apabila serangan COVID 19 tertular sampai kepada masyarakat Maybrat. “Pemda Maybrat sangat peduli kepada warga Maybrat. 

Bukan saja hanya pada serangan COVID 19, namun perhatian dengan berbagai jenis pun telah kami rasakan. Ini merupakan kepala daerah yang memperhatikan masyarakatnya,” kata Demianus, Sabtu (2/5/20).

Lebih jauh Demianus Lemauk mengatakan, semua himbauan pemerintah untuk mencegah COVID 19 bersama masyarakat akan dilaksanakan sehingga virus tersebut tidak tertular hingga kepada masyarakat Maybrat. “Saya selaku Kepala Distrik telah menyampaikan kepada masyarakat untuk mematuhi kebijakan pemerintah guna memutus mata rantai penyebaran Virus tersebut. Dan mereka pun telah mengikuti kebijakan tersebut,” tutupnya. (Mrk)

Mahasiswa Maybrat Menyikapi Bencana Covid-19 & Darurat Militer


MAYBRAT, (Maybrat News) - Pandemi corona merupakan raja dunia saat ini, hal ini mengakibatkan dunia mengalami devisit ekonomi, baik Eropa, Amerika juga Asia. demikian juga dengan Indonesia, terutama daerah paling timur, Papua dan Papua Barat.

Seluruh Kabupaten yang berada di dalam wilayah hukum Provinsi Papua Barat melakukan langkah-langkah pencegahan Covid-19, dengan melakukan penutupan jalur transportasi darat, laut dan udara. termasuk Kabupaten Maybrat.

Kebijakan penutupan akses transportasi utama ini di ambil mengingat 2 Bencana besar yang kami kategorikan Sebagai Bencana Non alam yakni:

1. Corona Virus (Covid-19)

2. Darurat Militer Di Wilayah Aifat Timur

Dengan Demikin Sehubungan dengan Covid-19  yang hari ini Dampaknya Terasa, Walaupun di Kabupaten Maybrat belum ada yang dinyatakan terinfeksi Positif, ODP, PDP Dan OTG. Tetapi, Kami Mahasiswa Maybrat se-nusantara telah merasakan dampaknya, mulai dari kebijakan Pemerintah Pusat sampai ke Pemda. 

Kami merasa orang tua kami yang sebagai Sumber yang memberikan jaminan untuk menghidupi kebutuhan kami mulai dari biaya kampus, makan, minum dan lainnya sudah mulai mengalami kesulitan, dikarenakan telah di terapkan beberapa kebijakan Pemerintah untuk mencegah penyebaran Covid-19 seperti Lockdown & fisikal sistensing. 

"Hal inilah yang kami akui dan orang tua kami pun mengakui bahwa itu penyebab mereka kewalahan untuk memastikan beberapa kebutuhan yang kami hadapi"

Berikut kami ini adalah, menyangkut  aktivitas Militer di Distrik Aifat Timur Kabupaten Maybrat Provinsi Papua Barat, yang mana telah membuat masyarakat kami ketakutan di tengah-tengah masyarakat hingga menyebabkan masyarakat harus meninggalkan Kampung halaman mereka.

Kami sangat kecewa karena dampaknya yang kami rasakan lebih dari covid-19, artinya bahwa sudah di serang oleh covid-19 namun di tambah lagib dengan darurat militer.

Oleh karena itu, kami dengan tegas meminta kepada pemerintah untuk harus melakukan hal-hal sebagai berikut:

1. Kami Mahasiswa/I asal Maybrat SeSorong Raya dengan tegas kami desak agar Pemda Kabupaten Maybrat segera pulangkan mahasiswa/I Maybrat Se-Nusantara

2. Kami Mahasiswa/I Maybrat SeSorong Raya Dengan Tegas Meminta Pemda Maybrat  Agar Segera Memberikan BLT kepada Mahasiswa/I Asal Kabupaten Maybrat Se-Nusantara.

3. Kami Mahasiswa/I Maybrat SeSorong Raya dengan tegas meminta Pemda Maybrat agar segera kordinasi dengan Pemda Teluk Bintuni untuk menyikapi persoalan yang sedang terjadi di Distrik Moskona Kabupaten Bintuni yang dampaknya di rasakan oleh Masyarakat Maybrat.

4. Kami Mahasiswa/I Maybrat SeSorong Raya dengan tegas menolak rencana pembangunan Koramil di wilayah Mare dan Aifat

5. Kami Mahasiswa/I Maybrat SeSorong Raya dengan tegas menolak rencana pembangunan Polres di Kabupaten Maybrat

6. Apabila tidak di tanggapi dengan serius, maka kami akan desak dengan aksi yang massal dengan memobilisasi masyarakat kabupaten Maybrat.

Demikian juga di tambahkan oleh Koodinator Lapangan (Korlap) Jonatan Bame, menyikapi hasil RDP yang di lakukan oleh DPRD Kabupaten Maybrat, kami  tidak sepakat dengan Poin ke 2 dan 3 karena itu bukan hal yang substansi untuk selesaikan masalah di Aifat Timur. (Mrk)

Jumat, 08 Mei 2020

Ketua DPRD Maybrat "Dalam Peraturan Kemendagri & Kemenkeu Tidak Ada Bantuan Mahasiswa Selama Covid-19" Tetapi...???


MAYBRAT, (Maybrat News) – Beberapa waktu lalu, mahasiswa dan pelajar asal Maybrat yang sementara belajar di beberapa kota studi di Seluruh Indonesia melakukan aksi meminta perhatian Pemerintah daerah (Pemda) Maybrat. 

Terkait itu, Ketua DPRD Kabupaten Maybrat, Ferdinando Solosa, SE mengatakan bantuan logistik kepada mahasiswa terdampak Covid-19 asal Maybrat yang mengenyam pendidikan di Papua maupun luar Papua harus diperhatikan, karena mereka ini sebagai penerus pemegang tongkat estafet pembangunan Bangsa dan Negara.

Memang kata dia,  tidak tercantum dalam peraturan kementrian Dalam Negeri dan Kementrian Keuangan untuk membantu Mahasiswa. Namun menurut Ferdinando akan ada upaya, sehingga mahasiswa harus diberikan perhatian, sebab mereka merupakan penerus tongkat estafet bangsa.

Pendistribusian logistik kepada Mahasiswa lanjut dia harus membutuhkan sebuah analisis dan pendataan yang kongkret agar pendistribusian bantuan tersebut tepat sasaran sehingga pemerintah daerah tidak menjadi sorotan publik. Dikatakannya, bantuan logistik kepada mahasiswa akan tetap direalisasikan dan telah menjadi komitmen pemda Maybrat.

“Semuanya ini harus melalui proses dan mekanisme yang lebih detail. Jadi adik-adik mahasiswa harus memahami masa saat ini, karena akses transportasi baik laut, udara dan darat sudah sangat sulit,” kata Ferdinando Solosa, Jum’at (8/5/20).

Ia menjelaskan, berdasarkan data yang telah dihimpun dari Dinas Pendidikan terdapat 2.147 Mahasiswa asal Maybrat yang sedang melanjutkan pendidikan di dalam maupun luar tanah Papua dan akan menjadi perhatian pemda untuk memberikan bantuan logistik di masa pandemi Covid-19. (Mrk)

Kamis, 07 Mei 2020

Kumurkek dan Empat Kampung Siap Diaktifkan Layanan 4G


MAYBRAT, (Maybrat News) – Layanan komunikasi dan informasi di Ibukota Kabupaten Maybrat yakni Kumurkek dan empat kampung dikabarkan segera aktifkan layanan 4G untuk membantu komunikasi maupun akses internet bagi warga masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Kepala Penanggung Jawab Program (PJP) USO Kominfo Kabupaten Maybrat, Fransiskus Xaverius Tenau, Amd, saat ditemui media ini di Kumurkek pada, Selasa(5/5/20).

“layanan komunikasi yang hampir 5 hari tidak aktif karena pihak teknisi tengah melakukan instalasi jaringan serta peningkatan dari 2G menjadi 4G, namun, kini proses instalasi itu telah selesai dan tinggal menunggu pengakifan layanan 4G. Kemarin di ibukota kabupaten Maybrat, Kumurkek, dan empat kampung lainnya mogok komunikasi selama 4 hari itu sebab ada proses pergantian perangkat, dari 2G dinaikan menjadi 4G, tapi proses instalasinya sudah selesai , sekarang kita hanya tunggu diaktifkan saja 4G-nya” ujar FX Tenau.

Sementara itu, kata Tenau, untuk layanan Base Transceiver Station (BTS) yang dilakukan lewat program universal service obligation (USO) bagi ke-empat Kampung lainnya yang telah terpasang perangkat dan tinggal pengakifan 4G diantaranya, BTS Site Kampung Suswa Distrik Mare, BTS Site Kampung Susumuk dan BTS Site Kampung Kokas Distrik Aifat, dan BTS Site Kampung Ayata Distrik Aifat Timur.

Ia mengatakan, untuk BTS Site Kampung Suswa dan Kampung Susumuk sementara dalam proses pengaktifan layanan 4G, setelah itu dilanjutkan pengaktifan untuk BTS Kampung Kokas dan Kampung Ayata.

“Jadi ada empat kampung juga yang akan diaktifkan layanan 4G karena perangkatnya sudah memang terpasang, untuk sementara di Suswa dan Susumuk, setelah selesai akan dilanjutkan untuk Kampung Kokas dan Ayata juga” tutup FX.

Oleh karena itu, sambung dia menghimbau agar masyarakat tetap beraktivitas seperti biasa dan jangan resah, sambil menunggu setiap proses yang tengah berlangsung dilakukan pihaknya bersama teknisi yang ada. (Mrk)

Rapat Dengar Pendapat Soal Keamanan Mayarakat Aifat Timur, Aifat Selatan & Mare Hasilkan 6 Point Kesepakatan


MAYBRAT, (Maybrat News) - Menyikapi situasi kamtibmas di Distrik Aifat Timur, Distrik Aifat Selatan dan Distrik Mare, DPRD Maybrat gelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama pihak eksekutif dan TNI/POLRI yang di hadiri Kapolres Sorong Selatan, Dandim 1804 Sorong serta Danjen Brimob Sorong.

Ketua DPRD Maybrat, Ferdinandus Solosa, SE, mengatakan RDP ini sebagai bentuk tindakan realisasi sesuai dengan fungsi DPRD yankni fungsi pengawasan, fungsi anggaran serta fungsi legislasi.

Dalam RDP itu menghasilkan 6 point kesepakatan bersama dengan pemerintah setempat, TNI/POLRI serta para tokoh masyarakat di wilayah tersebut.

Adapun point kesepakatan yakni:

1. Mendukung keamanan dalam mengungkapp pelaku dan barang bukti
2. Mendukung terbentuknya Polres dan Kodim di Maybrat
3. Mendukung pembentukan Pos Koramil dan Polsek di Aifat Timur dan Mare
4. Memberikan Kepastian Keamanan di wilayah Aifat Timur Raya, Aifat Selatan dan Mare
5. Masyarakat Aifat Timur Raya dan Aifat selatan yang sementara menyebar ke Kampung-Kampung lain karena panik agar segera dipulangkan ke wilayahnya.
6. Meminta jaminan keamanan bagi lima warga yang sementara di tahan di Polres Sorong Selatan

6 point ini telah disepakati dan di tandatangani bersama oleh, Kapolres Solsel, Dandim 1804 Sorong, Danjen Brimob Sorong, Wakil Bupati Maybrat, Pihak Gereja Katolik dan GKI Maybrat serta perwakilan tokoh masyarakat. (Mrk)

Michael R Kareth "Pengisian Jabatan DOB PBD Wajib Prioritaskan Orang Asli Papua"

                                                    Dr. Michael Rafael Kareth, S.Hut, M.Si Dr. Michael R Kareth, S.Hut,  M.Si., mantan Aktif...