"Nehaf Sau Bonout Sau" "Satu Hati Satu Komitmen"

Rabu, 13 Mei 2020

Pekan Depan, Bantuan Sosial Tunai (BST) Mulai di Slaurkan

Kepala Dinas Sosial kabupaten Maybrat, Dra. Makdalena Tenau, MM.

MAYBRAT, (Maybrat News) – Kepala Dinas Sosial kabupaten Maybrat, Dra. Makdalena Tenau, MM, memastikan pekan depan penyaluran Bantuan Sosial Tunai (BST) sebesar Rp. 600.000 mulai dilakukan. Dimana untuk mekanisme penyaluran BST tersebut, kata dia, akan dilakukan melalui rekening BRI kepada 58 kepala keluarga. Sedangkan bagi 1.200 lebih kepala keluarga penerima BST akan disalurkan melalui Kantor Pos ke setiap distrik.

“BST diberikan berdasarkan Data Kesejahteraan Sosial (DKS) dari Kemensos. Dimana ada sebanyak 58 kepala keluarga dihendel oleh BRI Pusat melalui rekening penerima, sementara 1200-an lebih dihendel Kantor Pos Sorong langsung dibayar disetiap distrik,”terangnya.

Penyaluran BST itu, sambung Makdalena,  akan dilakukan sampai tiga bulan dengan total setiap kepala keluarga mendapatkan Rp. 1.800.000, terhitung dari bulan April hingga Juni. “BST diberikan khusus bagi warga yang belum mendapat BPNT dan PKH. Jadi orang yg sudah dapat bantuan PKH atau BPNT tidak lagi mendapatkan bantuan sosial tunai (BST) atau BLT, itu untuk yang belun sama sekali,”tandasnya. (Mrk)

Minggu, 10 Mei 2020

Lima Tokoh di Distrik Ayamaru Timur Dipilih Secara Demokratis

 


MAYBRAT, (Maybrat News) - Sabtu, (9/5/20), warga Distrik Ayamaru Timur yang terdiri dari 8 kampung melakukan pemilihan kepada 5 tokoh secara demokratis yakni tokoh masyarakat, pemuda, agama, perempuan dan adat. 

Pantauan media ini, 5 tokoh yang dipilih secara langsung umum bebas dan rahasia itu oleh warga yang hadir dengan mencoblos. Dimana suara terbanyak dari lima unsur yaitu dari tokoh masyarakat, Yakob Sraun, SP, tokoh adat, Isak Nauw, SE, tokoh pemuda, Yakob Nauw, tokoh Agama, Pdt. Petrus Kambuaya, S.Th, dan tokoh perempuan Frederika Nauw.

Ketua panitia, Maikel Kambuaya, S.IP yang didampingi anggotanya mengatakan sangat mengapresiasi atas dukungan masyarakat di distrik Ayamaru Timur atas proses demokrasi pemilihan lima tokoh yang dilakukan. “Seluruh tokoh dan masyarakat di distrik Ayamaru Timur yang memberi dukungan sejak pembentukan panitia, persiapan sampai proses pemilihan yang dilakukan saat ini. Hal itu dilakukan dengan tujuan agar distrik ini ada kemajuan dan perubahan di waktu yang akan datang terutama mendukung kebijakan pemerintah dari tingkat kampung, distrik dan kabupaten Maybrat,”ujarnya.

Lanjut dia, kegiatan pemilihan 5 tokoh secara demokrasi yang dilakukan saat ini, baru pertama terjadi di Maybrat maupun tanah Papua. “Hal seperti ini kita harus pertahankan dan lebih tingkatkan lagi untuk kemajuan dan perubahan distrik ini, hasil ini kami akan sampaikan kepada bupati Maybrat, Drs. Bernard Sagrim, MM untuk mengesahkan 5 tokoh ini,”ungkap dia.

Kepala Distrik Ayamaru Timur, Fransiskus Kambuaya, S.IP, M.Si menegaskan hal itu perlu dilakukan agar masyarakat tahu mana tokoh yang dipercayakan masyarakat di distrik ini. “Tokoh-tokoh yang sudah dipilih, sehingga apa yang terjadi di distrik Ayamaru Timur mereka sebagai pendukung utama baik persoalan adat, agama, pemerintah, masyarakat, perempuan dan pemuda. Kampung Kambuaya sebagai awal mulanya peradapan Injil masuk baru tersebar ke wilayah lain di tanah Maybrat. Maka mari melakukan yang terbaik dan memberi contoh kepada wilayah atau distrik lainnya.

Untuk itu, dia minta kepada masyarakat agar memberi dukungan sepenuhnya apa yang mereka ini sampaikan harus mendukung karena kamu yang pilih mereka.

Salah seorang tokoh adat terpilih Izak Nauw, SE menambahkan dirinya mewakili empat tokoh yang ada merasa bangga, karena dipercayakan masyarakat di distrik Ayamaru Timur untuk ada dan hadir membantu pemerintah, adat, agama, pemuda, dan perempuan di wilayah ini.

“Proses ini terjadi karena ada kebutuhan pemerintah, adat, agama dan lainnya. Kami mengapresiasi panitia yang bekerja dengan semangat walaupun ada tantangan. Injil itu dimulai dari sini, maka kita memulai membangun kembali peradaban orang Kambuaya untuk Maybrat. Untuk itu , saya mengajak tokoh-tokoh yang ada, mari kita bekerja, karena dibalik itu pasti ada hal yang terbaik bagi generasi kita ke depan,” tutupnya. (Mrk)

Lima Tokoh di Distrik Ayamaru Timur Dipilih Secara Demokratis


MAYBRAT, (Maybrat News) - Sabtu, (9/5/20), warga Distrik Ayamaru Timur yang terdiri dari 8 kampung melakukan pemilihan kepada 5 tokoh secara demokratis yakni tokoh masyarakat, pemuda, agama, perempuan dan adat. 

Pantauan media ini, 5 tokoh yang dipilih secara langsung umum bebas dan rahasia itu oleh warga yang hadir dengan mencoblos. Dimana suara terbanyak dari lima unsur yaitu dari tokoh masyarakat, Yakob Sraun, SP, tokoh adat, Isak Nauw, SE, tokoh pemuda, Yakob Nauw, tokoh Agama, Pdt. Petrus Kambuaya, S.Th, dan tokoh perempuan Frederika Nauw.

Ketua panitia, Maikel Kambuaya, S.IP yang didampingi anggotanya mengatakan sangat mengapresiasi atas dukungan masyarakat di distrik Ayamaru Timur atas proses demokrasi pemilihan lima tokoh yang dilakukan. “Seluruh tokoh dan masyarakat di distrik Ayamaru Timur yang memberi dukungan sejak pembentukan panitia, persiapan sampai proses pemilihan yang dilakukan saat ini. Hal itu dilakukan dengan tujuan agar distrik ini ada kemajuan dan perubahan di waktu yang akan datang terutama mendukung kebijakan pemerintah dari tingkat kampung, distrik dan kabupaten Maybrat,”ujarnya.

Lanjut dia, kegiatan pemilihan 5 tokoh secara demokrasi yang dilakukan saat ini, baru pertama terjadi di Maybrat maupun tanah Papua. “Hal seperti ini kita harus pertahankan dan lebih tingkatkan lagi untuk kemajuan dan perubahan distrik ini, hasil ini kami akan sampaikan kepada bupati Maybrat, Drs. Bernard Sagrim, MM untuk mengesahkan 5 tokoh ini,”ungkap dia.

Kepala Distrik Ayamaru Timur, Fransiskus Kambuaya, S.IP, M.Si menegaskan hal itu perlu dilakukan agar masyarakat tahu mana tokoh yang dipercayakan masyarakat di distrik ini. “Tokoh-tokoh yang sudah dipilih, sehingga apa yang terjadi di distrik Ayamaru Timur mereka sebagai pendukung utama baik persoalan adat, agama, pemerintah, masyarakat, perempuan dan pemuda. Kampung Kambuaya sebagai awal mulanya peradapan Injil masuk baru tersebar ke wilayah lain di tanah Maybrat. Maka mari melakukan yang terbaik dan memberi contoh kepada wilayah atau distrik lainnya.

Untuk itu, dia minta kepada masyarakat agar memberi dukungan sepenuhnya apa yang mereka ini sampaikan harus mendukung karena kamu yang pilih mereka.

Salah seorang tokoh adat terpilih Izak Nauw, SE menambahkan dirinya mewakili empat tokoh yang ada merasa bangga, karena dipercayakan masyarakat di distrik Ayamaru Timur untuk ada dan hadir membantu pemerintah, adat, agama, pemuda, dan perempuan di wilayah ini.

“Proses ini terjadi karena ada kebutuhan pemerintah, adat, agama dan lainnya. Kami mengapresiasi panitia yang bekerja dengan semangat walaupun ada tantangan. Injil itu dimulai dari sini, maka kita memulai membangun kembali peradaban orang Kambuaya untuk Maybrat. Untuk itu , saya mengajak tokoh-tokoh yang ada, mari kita bekerja, karena dibalik itu pasti ada hal yang terbaik bagi generasi kita ke depan,” tutupnya. (Mrk)

Pemkab Maybrat Komit Menangani Stunting

Engelbertus Turot, SP, M.Si (yang lagi duduk)

MAYBRAT, (Maybrat News) - 14 Puskesmas dan Perwakilan Kader Posyandu bersama Pemerintah Kabupaten Maybrat berkomitmen menangani stunting sesuai anjuran pemerintahan Pusat dengan mengambil langkah untuk mulai gelar Penyusunan Rencana Aksi Daerah dengan sumber Biaya Operasional Kesehatan (BOK) Stunting tahun 2020.

Bupati Maybrat, Drs. Bernad Sagrim, yang diwakili Asisten II Bidang Perekonomian Dan Pembangunan, Kabupaten Maybrat, Engelbertus Turot, SP, M.Si  di Ayamaru, Jumat,(8/5/20) menjelaskan, setelah kegiatan tersebut, Pemda akan membentuk tim yang melibatkan komponen terkait untuk memberi pertimbangan dan masukan kepada pemerintah terkait langkah tepat penanganan stunting, agar ada kebijakan-kebijakan strategis dalam penanganan stunting terutama yang menimpah anak dibawah 5 tahun maupun ibu hamil dan janin yang berpeluang mengalami stunting.

“Jadi stunting ini bukan hanya menjadi tanganggung jawab dinas kesehatan, tapi harus melibatkan komponen-komponen terkait, seperti pemberdayaan masyarakat, pemberdayaan perempuan, ketahanan pangan dan lain-lain dalam penanganan stanting maupun gizi buruk,” ujar dia.

Permasalahan gizi buruk atau stunting, kata dia, kini sudah menjadi masalah Nasional. Maka diharapkan Dinas Kesehatan harus tetap menjadi garda terdepan selain memberangus ancaman covid 19, dan menangani permasalahan stunting di Kabupaten Maybrat.

“Kita sama-sama berkomitmen dengan pemerintah dan stekholder yang ada untuk membatasi covid 19 dan juga masalah stunting di Maybrat. Jadi diharapakan teman-teman puskesmas dan dinas kesehatan saat ini menjadi garda terdepan, sebagai prajurit yg diandalkan oleh daerah untuk tangani stunting juga,,”tandasnya. (Mrk)

5 Anggota DPRD Wilayah Aitinyo dan Ayamaru Selatan Jaya Jaring Asmara



MAYBRAT, (Maybrat News) - Lima anggota DPRD kabupaten Maybrat dari Daerah Pemilihan (Dapil) Aitinyo dan Ayamaru Selatan Jaya melakukan penjaringan aspirasi ke masyarakat (Asmara) di aula kantor kampung Yumame, Sabtu (9/5/20). 

Anggota DPRD Kabupaten Maybrat dari partai kepala banteng Nehemia Isir, SE, MM kepada awak media mengatakan kegiatan reses pertama di Dapil ini, masyarakat menyampaikan aspirasi terkait kepentingan pembangunan diberbagai sektor misalnya pendidikan, kesehatan, infrastruktur dan lainnya.

"Aspirasi dari masyarakat itu adalah hal yang baru maupun lama seperti ruang guru, kopel guru dan lainnya. Masyarakat mengharapkan ketika hasil Muskam, Musdis sampai pada Musrembang kabupaten tidak dirubah atau dialihakan karena itu kebutuhan masyarakat yang yang benar-benar ada disana,"ujarnya saat diwawancarai awak media.

Nehemia yang juga wakil fraksi PDIP Perjuangan ini menegaskan dengan aspirasi yang disampaikan akan pihaknya kawal sampai APBD-P maupun APBD 2021.

"Walaupun tidak semua aspirasi dijawab, tetapi satu atau dua kegiatan yang dianggap prioritas itu yang dimasukan, jangan kegiatan lebih dialihakan ke distrik atau wilayah tertentu saja dan hal ini, akan menimbulkan kecemburuan dan ketimpangan pembangunan diwilayah tertentu,"terang dia. Hadir dalam reses itu kepala distrik se-Aitinyo dan Ayamaru Selatan Jaya, kepala kampung, tokoh masyarakat, adat, perempuan dan lainnya. (Mrk)

Sabtu, 09 Mei 2020

Masyarakat Terdampak Covid-19 Apresiasi Pemkab Maybrat


MAYBRAT, (Maybrat News) – Kepala Distrik Ayamaru Kabupaten Maybrat, Demianus Lemauk,SE memberikan apresiasi kepada pemerintah Kabupaten Maybrat yang mana telah memberikan bantuan sembako kepada seluruh masyarakat Maybrat dari ancaman wabah COVID 19 yang telah menghambat perputaran perekonomian masyarakat.

Ia mengatakan, bantuan sembako tersebut merupakan sebuah kepedulian dan perhatian pemerintah kepada masyarakat guna memenuhi kebutuhan hidup di tengah wabah COVID 19. 

Selain memperoleh bantuan dari pemerintah, namun masyarakat telah menyediakan bahan makanan lokal khas Maybrat sebagai stok cadangan, apabila serangan COVID 19 tertular sampai kepada masyarakat Maybrat. “Pemda Maybrat sangat peduli kepada warga Maybrat. 

Bukan saja hanya pada serangan COVID 19, namun perhatian dengan berbagai jenis pun telah kami rasakan. Ini merupakan kepala daerah yang memperhatikan masyarakatnya,” kata Demianus, Sabtu (2/5/20).

Lebih jauh Demianus Lemauk mengatakan, semua himbauan pemerintah untuk mencegah COVID 19 bersama masyarakat akan dilaksanakan sehingga virus tersebut tidak tertular hingga kepada masyarakat Maybrat. “Saya selaku Kepala Distrik telah menyampaikan kepada masyarakat untuk mematuhi kebijakan pemerintah guna memutus mata rantai penyebaran Virus tersebut. Dan mereka pun telah mengikuti kebijakan tersebut,” tutupnya. (Mrk)

Mahasiswa Maybrat Menyikapi Bencana Covid-19 & Darurat Militer


MAYBRAT, (Maybrat News) - Pandemi corona merupakan raja dunia saat ini, hal ini mengakibatkan dunia mengalami devisit ekonomi, baik Eropa, Amerika juga Asia. demikian juga dengan Indonesia, terutama daerah paling timur, Papua dan Papua Barat.

Seluruh Kabupaten yang berada di dalam wilayah hukum Provinsi Papua Barat melakukan langkah-langkah pencegahan Covid-19, dengan melakukan penutupan jalur transportasi darat, laut dan udara. termasuk Kabupaten Maybrat.

Kebijakan penutupan akses transportasi utama ini di ambil mengingat 2 Bencana besar yang kami kategorikan Sebagai Bencana Non alam yakni:

1. Corona Virus (Covid-19)

2. Darurat Militer Di Wilayah Aifat Timur

Dengan Demikin Sehubungan dengan Covid-19  yang hari ini Dampaknya Terasa, Walaupun di Kabupaten Maybrat belum ada yang dinyatakan terinfeksi Positif, ODP, PDP Dan OTG. Tetapi, Kami Mahasiswa Maybrat se-nusantara telah merasakan dampaknya, mulai dari kebijakan Pemerintah Pusat sampai ke Pemda. 

Kami merasa orang tua kami yang sebagai Sumber yang memberikan jaminan untuk menghidupi kebutuhan kami mulai dari biaya kampus, makan, minum dan lainnya sudah mulai mengalami kesulitan, dikarenakan telah di terapkan beberapa kebijakan Pemerintah untuk mencegah penyebaran Covid-19 seperti Lockdown & fisikal sistensing. 

"Hal inilah yang kami akui dan orang tua kami pun mengakui bahwa itu penyebab mereka kewalahan untuk memastikan beberapa kebutuhan yang kami hadapi"

Berikut kami ini adalah, menyangkut  aktivitas Militer di Distrik Aifat Timur Kabupaten Maybrat Provinsi Papua Barat, yang mana telah membuat masyarakat kami ketakutan di tengah-tengah masyarakat hingga menyebabkan masyarakat harus meninggalkan Kampung halaman mereka.

Kami sangat kecewa karena dampaknya yang kami rasakan lebih dari covid-19, artinya bahwa sudah di serang oleh covid-19 namun di tambah lagib dengan darurat militer.

Oleh karena itu, kami dengan tegas meminta kepada pemerintah untuk harus melakukan hal-hal sebagai berikut:

1. Kami Mahasiswa/I asal Maybrat SeSorong Raya dengan tegas kami desak agar Pemda Kabupaten Maybrat segera pulangkan mahasiswa/I Maybrat Se-Nusantara

2. Kami Mahasiswa/I Maybrat SeSorong Raya Dengan Tegas Meminta Pemda Maybrat  Agar Segera Memberikan BLT kepada Mahasiswa/I Asal Kabupaten Maybrat Se-Nusantara.

3. Kami Mahasiswa/I Maybrat SeSorong Raya dengan tegas meminta Pemda Maybrat agar segera kordinasi dengan Pemda Teluk Bintuni untuk menyikapi persoalan yang sedang terjadi di Distrik Moskona Kabupaten Bintuni yang dampaknya di rasakan oleh Masyarakat Maybrat.

4. Kami Mahasiswa/I Maybrat SeSorong Raya dengan tegas menolak rencana pembangunan Koramil di wilayah Mare dan Aifat

5. Kami Mahasiswa/I Maybrat SeSorong Raya dengan tegas menolak rencana pembangunan Polres di Kabupaten Maybrat

6. Apabila tidak di tanggapi dengan serius, maka kami akan desak dengan aksi yang massal dengan memobilisasi masyarakat kabupaten Maybrat.

Demikian juga di tambahkan oleh Koodinator Lapangan (Korlap) Jonatan Bame, menyikapi hasil RDP yang di lakukan oleh DPRD Kabupaten Maybrat, kami  tidak sepakat dengan Poin ke 2 dan 3 karena itu bukan hal yang substansi untuk selesaikan masalah di Aifat Timur. (Mrk)

Michael R Kareth "Pengisian Jabatan DOB PBD Wajib Prioritaskan Orang Asli Papua"

                                                    Dr. Michael Rafael Kareth, S.Hut, M.Si Dr. Michael R Kareth, S.Hut,  M.Si., mantan Aktif...